NovelToon NovelToon
Cinta Jas Putih (COMPLETED)

Cinta Jas Putih (COMPLETED)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Kehidupan di Kantor / Dokter Genius / Wanita Karir / Chicklit / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elza Veronika

Dibalik gagahnya sneli yang para dokter gunakan ketika bertugas, tak banyak yang tahu bahwa untuk bisa mengenakan jas putih itu dibutuhkan perjuangan yang luar biasa.

"Everyone can easily wear a black coat, but not the white one."
dr. Meita Trunajaya

Cerita ini tidak hanya menceritakan bagaimana kerasnya perjuangan para dokter, melainkan juga menceritakan kisah-kisah rumit percintaan yang mungkin tidak banyak orang awam mengerti.

Konflik yang terjadi hanyalah imajinasi author semata, begitu pula dengan nama-nama tokoh yang disebutkan dalam cerita, apabila ada kesamaan, maka itu murni unsur ketidaksengajaan.

Happy Reading ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

"Alhamdulillah, sekarang kamu sudah sembuh, jadi sudah bisa pulang ke rumah!" Lastri berkaca-kaca, akhirnya anak perempuannya bisa kembali kerumah.

"Intan nggak mau ke sana lagi, Mah!" ujar Intan yang sedang bermanja-manja di pelukan ibunya.

"Selama kamu sudah tidak memikirkan apa yang membuat kamu sedih, mama papa nggak akan bawa Intan kesana!"

"Intan janji nggak akan merepotkan Mama Papa lagi!"

Lastri menitikkan air mata, niat hati ingin menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya agar menjadi orang yang lebih baik dari orangtuanya, malah malang yang dia dapatkan!

Lastri menyesali keputusannya. Seandainya dulu ia sependapat dengan Karno, suaminya, untuk membiarkan Intan tetap di desa dan fokus mengurus perkebunan teh milik keluarga, mungkin sekarang ia sudah menjadi orang yang berhasil, orang yang sukses.

Namun nasi sudah menjadi bubur, ia tidak bisa mengembalikan waktu seperti sebelum Intan pergi keluar kota untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Tak bisa!

Dan inilah sekarang anaknya, anak bungsunya, seorang janda desa yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa!

Mendadak hatinya Lastri sangat perih. Terbayang kemalangan yang bertubi-tubi menimpa putrinya, yang kemudian menghilangkan kewarasannya.

Kini Lastri berjanji, ia tak akan membiarkan Intan pergi dari sisinya. Akan ia jaga putri nya itu agar tidak kembali terluka dan mendekam di sana sebagai pasien gangguan jiwa.

***

Yudha meletakkan map status pasien terakhirnya, ia langsung meraih Smartphone yang tergeletak di meja. Nomor Lili lah yang kemudian ia tekan.

"Hallo, gimana udah makan?" suara Lili begitu renyah, membuat senyum Yudha langsung merekah.

"Aku jemput mau? Kita makan di luar!" Yudha tampak memainkan pulpen di meja. "Jangan kemana-mana, aku perjalanan ke sana!"

Yudha segera bangkit dan bergegas keluar dari ruang prakteknya. Ia benar-benar seperti remaja kasmaran sekarang!

"Dokter, mau kemana?" Suster Rina tergopoh-gopoh menghampirinya.

"Mau keluar makan sebentar, ada apa?"

"Nanti jam lima sore ada jadwal OK, Dok!" Rina menyerahkan map hijau itu pada Yudha

Yudha hanya mengangguk, menerima map itu lalu berbalik dan pergi. Ya ... begitulah ia bersikap pada perempuan semenjak kejadian itu! Kejadian yang meluluhkan kepercayaan nya pada wanita, cinta, dan sejenisnya! Hingga kemudian ada sosok yang datang mengembalikan semua kepercayaannya, hasratnya, dan semangat hidupnya.

***

"Mas!" panggil Lili ketika mereka sudah dalam perjalanan keluar.

"Apa? Gimana, Sayang?"

Lili mulai membiasakan diri mendengar Dokter Yudha memanggilnya 'sayang' tapi wajahnya tetap saja memerah, ah ada rasa malu, canggung, tapi bahagia menyeruak di dalam hatinya.

"Aku udah bicara sama Mami!"

"Ha? Serius? Trus gimana jawabannya? Kapan aku boleh kesana ngelamar kamu?" Yudha sangat antusias, akhirnya tinggal selangkah lagi!

Lili tersenyum, Dokter Yudha tampak sangat gembira, dan itu semakin membuat Lili yakin bahwa laki-laki ini tidak main-main dengan perasaannya.

"Mami malah pengen kesini, ketemu sama Mas!"

"Kapan?"

"Entah, belum pasti! Soalnya jadwal praktek mami papi lagi banyak-banyak nya!"

"Lho mami papi dokter juga?" Dokter Yudha melirik Lili, pantas aja!

"Heem. Mami dokter jiwa, kalo papi dia dokter syaraf!"

"Hebat! Satu keluarga dokter semua berarti!" Dokter Yudha tersenyum, setidaknya ia seorang dokter juga!

"Iya, jadi kayak turun-temurun gitu, Mas! Kakak nomor satu dia juga dokter, lulusan Jerman, sekarang masih di sana. Yang nomor dua lagi internship, di Kalimantan sana!"

"Kamu anak ke tiga berarti?"

Lili hanya mengangguk pelan, "Kita mau makan di mana?"

"Serba sambal mau?" Yudha menyebutkan salah satu resto dengan varian sambal terbanyak, yaa dia tahu Lili sangat menyukai sambal.

"Mau!" tepat prediksi Yudha, Lili sangat antusias .

"Gass bosku!"

***

"Reyhan, jadi kamu sudah tau?" Dewi mengerutkan keningnya ketika si sulung tertawa renyah mendengar cerita tentang sang adik.

"Iya, Mi! Jadi dia minta saran sebelum dia cerita ke mami papi."

Dewi tampak berpikir sesuatu, nampaknya Melisa tidak main-main dengan hubungannya. Siapa sebenarnya Yudha Bhaskara itu?

"Dia bilang sih dulu Yudha itu konsulen paling menyebalkan, judes, dingin, kaku, pokoknya yang jelek-jelek lah."

"Dan sekarang mereka jatuh cinta?"

"Ya begitulah, Mi! By the way, Mami sudah tahu kalau Yudha seumuran dengan ku?"

"Tentu sudah!" Dewi memijit keningnya. "Besok Mami ke Solo! Jangan beritahu adikmu!"

"Nggak, Mi! Lagian Melisa nelpon atau chat aku kalau cuma mau nitip beli sepatu lah, barang ini lah, malakin duit lah."

Dewi tertawa. Masih belum berubah juga rupanya! Tradisi palak memalak Melisa terhadap kakak-kakaknya.

"Oke, udah dulu ya, Rey!" Dewi menutup telponnya, ia harus segera kesana.

***

"Apa?" Lili memekik, Yudha yang berada disampingnya pun ikut melonjak kaget.

Yudha segera menyodorkan mangkuk kobokan untuk Lili cuci tangan. Ia terus mengamati mimik wajah Lili yang tampak tegang. Ia makin penasaran ketika Lili masih tak berekspresi sambil masih mendengarkan suara di ujung telepon.

"Oke oke ... baik! Hati-hati, Mi!" ujarnya lalu meletakkan iPhone miliknya.

"Ada a ..."

"Besok mami mau kesini, Mas!" Lili tersenyum lebar, berbeda seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.

Yudha ikut tersenyum, rasanya ia sudah makin dekat! "Akhirnya, jam berapa sampai Solo?" tanyanya sambil menggenggam tangan Lili. "Eh ... tunggu! Kalau gitu kenapa kamu tegang tadi?"

"Sengaja, biar mas panik!" Lili nyengir lebar, spontan Yudha memanyunkan bibir.

"Awas kalo kamu udah aku nikahi besok!" ancam nya lalu kembali serius pada ayam goreng dan sambal terasinya.

"Eh ... eh ... eh ... mau ngapain emang besok?"

Yudha tak menjawab, ia menyuapkan nasi ke mulutnya sambil melirik Lili. 'Tunggu saja!'

1
🌠ning🌠
👍🏼👍🏼👍🏼
🌠ning🌠
Elza aku baca ulang kangen ceritanya /Pray//Pray/
Nur Koni
curcol author ini mah... to d selipin dlm alur cerita... keren
Nur Koni
ada deg degan nya ka
Nur Koni
dokter yudha emang the best partner
zeus
Yg satu ngambekan...satunya g peka an.. Klop Dah..
zeus
G biasanya bingung mo komen apa... Meski sdh berbab2 terbaca
zeus
Model org spt Ramon ini sangat berbahaya dlm hubungan.. Krn cenderung egois dan pemaksa..
G percaya?
Sy punya sample nyata :ipar
zeus
Rumit+complicated
zeus
Luar biasa
zeus
Betul.. Itu bkn cinta tp obsesi
Krn ego yg tinggi tdk terima penolakan jadi maksa..
zeus
Knp g di block no nya Ramon? Cari penyakit
zeus
Harusnya kasih notice flash back on/off
Sulistyawati
di ujung senja mana
ENDAH_SULIS
dan akhirnya yg berjodoh malah anaknya dokter Adnan wkwkwk
🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐༄⃞⃟⚡Nuyy ☕
kalau Lili dah ribut sama Bastian bikin ngakak dengan kelakuan nya
ary rachmawati
baru nemu 😍😍😍😍😍
Dewi Pramesti
dan membaca lagi di Juni 2023 masih tetap keren...
dementor
authornya lagi halu tingkat dewa kayaknya..
dementor
kalo lihat arra jadi keinget manda anak nya intan.. sayang gadis kecil itu tewas dibunuh intan.. Tragis.. 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!