"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.
"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.
"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.
"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.
"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus
"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.
"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.
"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.
Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.
Selamat Membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SALAH LAGI
“Selamat Pagi Tuan” sapa bella melihat brayen mendekatinya yang membukakan pintu mobil untuknya.
Brayen hanya diam saja dengan wajah santai tapi menakutkan bagi bella dan langsung masuk kedalam mobil.
Cihh, Sombong banget sih.
Batin bella kesal sambil menutup pintu.
lalu langsung masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah brayen.
Brayen melirik bella yang fokus pada kemudinya dan tersenyum sinis melihat gadis itu.
“Sudah Sampai Tuan Ayo turun” ucap bella membukakan pintu mobil untuk brayen.
“Bawa Tasku” ucap brayen melemparkan tasnya kedalam pangkuan bella.
Bella dengan sigap langsung menangkap tas yang dilemparkan tuannya itu kepadanya dan berjalan mengikutinya.
Para karyawan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada tuan Brayen yang baru saja memasuki kantor. Namun jangankan membalas sapaan itu, melihat nya saja brayen tidak mau. Para karyawan hanya diam saja karena belakangan ini sifat tuannya itu memang berubah. Tetapi tidak ada yang tahu apa penyebab berubahnya sifat tuannya itu. Hanya bella lah yang membalas sapaan para karyawan yang lain dengan senyuman manis nya sambil mengikuti pergerakan tuannya itu.
Cih. Sombong sekali dia sama karyawan sendiri tidak Ramah. Memang Kalau sudah menjadi penguasa itu harus gitu ya ? tidak ada bedanya dengan papa. Batin bella
Brayen Berhenti didepan Pintu ruangannya, bella bingung mengapa tuannya itu berhenti. Brayen melihat bella dengan tajam tandanya memerintahkan sesuatu.
“Oh. Maaf tuan. Silahkan masuk” ucap bella membukakan pintu ruangan brayen.
“Saya permisi ke ruangan saya tuan” ucap bella setelah brayen duduk dimeja kerjanya.
Brayen melihatnya lagi dengan tatapan seperti tadi.
“Saya akan membuatkan kopi untuk tuan.” Ucap bella yang paham dengan tatapan itu.
Lalu bergegas meninggalkan ruangan brayen dan pergi ke kantin untuk memesankan kopi untuk tuannya.
“Selamat Pagi Bella” sapa Rio melihat bella yang duduk di meja menunggu sesuatu.
“Oh. Pagi Rio” jawab bella tersenyum menoleh lelaki itu
“Apa aku boleh duduk disini” tanya rio dengan senyuman nakalnya.
“Silahkan” bella
“Hmm. Apa kau sudah memesan sarapan ? “ tanya rio
“saya sudah sarapan sebelum berangkat tadi, saya sedang memesan kopi untuk tuan brayen.” Ucap bella menjelaskan tujuannya kekantin pagi ini.
“Oh. Begitu ya, nanti makan siang bareng yuk” ajak rio
“Boleh” ucap bella
“Oke. Aku akan menunggumu disini” Balas rio mengedipkan matanya
“baiklah, kalau begitu saya pergi dulu ya”. ucap bella beranjak dari duduknya lalu mengambil pesanan nya dan pergi meninggalkan kantin.
Rio hanya geleng-geleng kepala melihat bella yang pergi membawa kopi untuk tuan brayen.
“Kenapa kau baru hadir disini ? kalau dari dulu kau ada disini aku kan selalu semangat berangkat kerja” gumam rio
“Huh. Dia Cuek sekali ditambah muka nya yang galak. Ternyata Harapan ku tidak sesuai dengan yang kubayangkan” gumam bella menghidupkan laptopnya dan mulai bekerja menyelesaikan tuganya.
Disisi lain Brayen masih Menyeruput kopi yang diberikan seketaris baru nya itu. Sambil memikirkan sesuatu dikepalanya dengan senyuman sinis di wajah nya.
“dia bahkan mengerti arti tatapan mataku” gumam brayen bangga
“Dasar Bodoh.” Ucap nya lagi
Bella berjalan menuju kantin dan mencari-cari seseorang dengan mata indahnya.
Banyak karyawan pria yang meliriknya dan kagum dengan kecantikannya, bahkan bella mendapat banyak godaan-godaan lelaki di tempat kerjanya itu.
“Haii Bella. Kemari” ucap rio melambaikan tangannya melihat bella yang kebingungan mencari dirinya.
Bella melihat lambaian tangan itu dan langsung membalasnya dengan senyuman lalu mendekati lelaki yang dicarinya tu.
“Hai Rio, Maaf membuat mu menunggu lama” ucap bella sambil duduk didepan rio.
“Tidak apa-apa Kau mau pesan apa ?” tanya rio membolak balik kan menu di tangannya.
“Hm, samaain aja seperti pesananmu.”jawab bella tanpa menoleh
“Oke” ucap rio dan langsung memesan makan siang mereka.
“Bagaimana Pekerjaanmu hari ini ? apa kau senang bekerja disin?” tanya rio menatap bella yang dari tadi hanya melihat ponselnya.
“Hm. Lumayan” ucap bella tanpa menoleh.
“Apa aku boleh meminta nomor ponselmu ?” tanya rio lagi
“Untuk apa “ bella bertanya balik
“Ya. Agar aku tidak kesulitan membicarakan pekerjaan denganmu” balas rio tersenyum.
“Oh. Iya ini” ucap bella menyerahkan ponselnya.
Dengan cepat rio mengambil ponsel itu dan langsung mencatat nomor yang diberkan bella.
“Silahkan dimakan. Kau suka kan ?” ucap rio saat makanan sudah ada di depan mereka
“Tentu saja.” balas bella sambil mengambil sendok dipiringnya dan mereka langsung menyantap makanan didepannya. Rio sekali-kali melirik bella yang makan dengan lahap.
Saat makan saja kau terlihat cantik. Batin rio
“mengapa kau menatapku begitu ? apa cara makan ku aneh ?” tanya bella kebingungan.
“Oh. Tidak aku hanya penasaran tuan brayen sudah makan siang apa belum” ucap rio menyantap makanannya.
“Hah. Untung saja kau mengingatkan ku” ucap bella menarik jus yang ada di depannya dan langsung menghabiskannya dengan terburu-buru.
“Hei, kenapa ?” tanya rio kebingungan.
“Aku harus pergi” ucap bella bangkit dari duduknya dan langsung berlari meninggalkan meja yang di dudukinya dengan rio.
“Ada apa sih ? kan makan siang nya jadi tidak nikmat” dengus rio kesal
Bella Mengetuk pintu Ruang kerja brayen dengan hati-hati. Berharap tuannya itu tidak marah kepadanya.
Tok..tok..tok
“Selamat siang tuan, apa saya boleh masuk ?” tanya bella dengan suara pelan.
Brayen tidak menjawab . dan terus melanjutkan makan siangnya.
“Tuan, ini saya Bella.apa Saya Boleh masuk ?” tanya nya lagi
Tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Bella tidak berani membuka pintu itu jika tidak di ijinkan oleh orang yang didalam. Bella Ketakutan dan mengelus-elus dadanya untuk tetap tenang dan mencoba mengetuk pntu itu kembali.
Tok..tok...tok
“Permisi Tuan. Apa tuan ada didalam ?” tanya bella dengan suara agak keras
“Kenapa kau berteriak seperti itu didepan ruanganku?” ucap brayen membuka pintu
Bella Terkejut melihat tuannya itu, lalu langsung menundukkan kepala dan memberi hormat kepadanya.
“Maaf tuan,Tadi saya ingin bertanya apa tuan sudah makan siang?” tanya nya menundukkan kepala
“Cepat masuk” ucap brayen melipat tangannya di dadanya sambil berjalan ke meja kerjanya.
Bella langsung mengikutinya dari belakang setelah menutup pintu ruangan itu.
Apa yang akan terjadi hari ini ? aku benar-benar bodoh. Mengingat ini saja tidak becus. Batin bella kesal sambil berdiri didepan meja kerja brayen.
Suasana di dalam ruangan itu sangat hening ditambah orang di depan bella saat ini memasang wajah datar.
“Sepertinya kau memang tidak berbakat menjadi seketarisku ya. Bahkan baru berapa hari saja kau sudah membuat banyak kesalahan.” Ucap brayen memecahkan keheningan.
“Maafkan saya tuan. Saya berjanj tidak akan mengulangi kesalahn saya lagi. Tolong jangan pecat saya.” Ucap bella memohon menatap brayen.
“Huh. Sudah berapa kali kalimat itu kau ucapkan ?” balas brayen menatap bella tajam
“Saya bersedia akan melakukan apapun yang tuan suruh. Asalkan saya tidak di pecat tuan. tolong tuan saya tidak punya apa-apa selain pekerjaan ini.” Ucap bella memelas lagi
“Tapi Aku Tidak ingin menghukum mu “ ucap brayen
“Benarkah tuan ?” tanya bella dengan mata berbinar.
“Ya.. sekarang pergi dari ruanganku dan jangan pernah kembali lagi” bentak brayen sambil menunjuk pintu menyuruh bella pergi.
Bella terkejut mendengar ucapan tuan brayen yang ingin memecat nya. Tak terasa air matanya pun jatuh menoleh tuan brayen yang sedang menatapnya tajam. Menusuk sekali.
“Tuan, tolong beri saya kesempatan sekali lagi. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya. Saya akan lebih berhati-hati lagi untuk melakukan apapun. Tolong jangan pecat saya tuan.” Ucap bella memohon menitikkan air matanya.
Brayen yang melihat bella memohon seperti itu merasa geli. Ini adalah lelucuan baginya tapi bagi bella ini adalah keadaan yang sangat menyedihkan dalam hidupnya. Bagaimana tidak ? ia sudah diusir oleh ayahnya sendiri dan menjalani kehidupan yang begitu memilukan. Ditambah lagi dengan Kesangaran BOS nya di kantor.
“Hm. Sepertinya akting mu bagus sekali” ucap brayen
“Tolong saya tuan, saya benar-benar membutuhkan pekerjaan. Apapun jabatan saya disini akan saya terima tuan. saya mohon ijinkan saya bekerja disini tuan.” Balas bella masih memohon.
“haha. Apa kau sangat miskin sekali ?” tanya brayen mengejek
Bella tertegun mendengar kalimat itu, ia sendiri heran dengan hidupnya yang berantakan.
Aku terlahir dari keluarga yang kaya raya, tapi siapa sangka nasib ku seperti ini ? papa benar-benar jahat. Papa tega membuat ku seperti ini. Batin bella terisak