NovelToon NovelToon
KELIRU

KELIRU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:386.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: StrawCakes

'Ternyata mencintaimu, bagai duri dalam daging'

Saat keperawanan menjadi penghalang terbesar untuk kelanjutan hubungan Mega dan Damar. Mega yang memiliki masalalu yang kelam karena kebodohannya sendiri terlalu mempercayai seorang laki-laki yang jelas-jelas tidak memiliki rasa cinta terhadapnya.

Mega yang selalu berusaha merahasiakannya dari Damar, hingga akhirnya Damar mengetahui tentang keadaan dan masalalu Mega melalui laki-laki yang telah merusak Mega 2 tahun silam.

"Aku cinta kamu, tapi.... aku tidak bisa," ucap Damar.

Bagaimanakah kehidupan Mega selanjutnya setelah ditinggalkan oleh Damar? Akankah Mega menemukan seseorang yang benar-benar mencintainya dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StrawCakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SENJA JADI SENDU

Satu tahun tak terasa berlalu begitu cepat. Mega baru saja merayakan kelulusan sekolahnya dua hari yang lalu.

Mega, masih menunggu kepastian untuk bertemu kedua orang tuanya selama satu tahun belakangan ini. Sedangkan Pinkan, ia memilih kuliah di luar kota karena ayah dan ibunya pindah tugas dinas di sana.

Hubungannya dengan Damar cukup berjalan dengan lancar. Namun selama enam bulan terakhir ini, mereka belum bertemu kembali karena kesibukan masing-masing. Yang mereka lakukan hanya berkomunikasi melalui ponsel. Entah lewat chatting ataupun video call.

"Mega ... besok aku akan mengajakmu bertemu dengan kedua orangtuaku. Apakah kau mau?"

Itulah pertanyaan Damar semalam saat mereka sedang melakukan video call. Mega bahagia bukan main, iapun menyetujuinya.

****

Pukul sembilan pagi, Mega telah selesai memoles wajahnya dan juga memakai dress berwarna merah muda yang sangat pas ditubuhnya. Saat Mega hendak memakai heelsnya, tiba-tiba ponselnya berdering. Mega mengernyit saat melihat kontak nama dilayar ponselnya, tertera nama sang nenek yang menghubunginya.

Nenek meneleponku? ada apa ya?

Mega menjawab telepon dari Nina.

"Hallo Nek? Nenek apa kabar ? sudah lama sekali Nenek, Ayah dan ataupun Ibu tidak menghubungiku. Aku sangat kesepian Nek, hiks ... hiks ... hiks ... " ucap Mega dengan suara paraunya karena tak kuasa menahan rindunya yang telah tak terbendung lagi.

"Sayang, Nenek tau kamu pasti sangat merindukan Nenek, Ayah dan Ibumu, bukan?" tanya Nina ambil terkekeh dengan mata yang mulai berkaca-kaca walau Mega tidak melihatnya.

Diamnya Mega telah memberi jawaban kalau dirinya sangat merindukan nenek, ayah dan ibunya.

"Sayang ... " panggil Nina sambil menghela napasnya dalam. "Bisakah kamu ke Belanda sekarang? ayah dan ibumu sedang menunggu kedatangan mu ke sini sekarang juga," tuturnya lagi dengan dada yang terasa sesak. "Nenek sudah siapkan pesawat pribadi untukmu, kamu berangkat sekarang ya?" pinta Nina seketika menghentikan tangisan Mega.

"Benar begitukah, Nek?" tanya Mega memastikan. Nina bergumam lalu mengangguk walau tidak terlihat oleh Mega. "Oke, Nek. Aku akan ke bandara sekarang juga!" sambungnya yang begitu terdengar antusias. Sedangkan Nina merasakan dadanya semakin sesak.

Namun, rasa bahagianya itu membuat ia seketika lupa akan janjinya dengan Damar hari ini. Mega keluar dari rumahnya. Madih telah menunggu sang Nona untuk masuk ke dalam mobil. Setelah Mega masuk kedalam mobil, Madih langsung melajukan mobilnya menuju bandara.

Sementara Damar, kini dirinya sedang dalam perjalanan menuju rumah Mega. Satu jam kemudian, Damar tiba di rumah Mega, ia menatap heran sekeliling rumah tersebut. Rumah itu tampak sepi bagai tak berpenghuni. Ia pun mencari kontak Mega di dalam ponselnya kemudian menghubunginya.

Kenapa tak kunjung diangkat oleh Mega? kemana perginya dia?

Karena cukup lama Mega tidak menjawab panggilan darinya, kendati Mega baru saja mematikan ponselnya karena pesawatnya akan take off. Damar akhirnya menghampiri Ubed.

"Permisi Pak, Mega kemana ya?"

"Oh Non Mega baru saja satu jam yang lalu pergi. Kamu siapanya Non Mega ya?"

"Saya ... pacarnya Mega," ucap Damar sambul menggaruk lehernya yang tak gatal. "Baiklah kalau begitu saya permisi, Pak," pamit Damar.

"Iya, silahkan."

Damar menghempaskan napas kasar. Kendati ia sudah terlanjur berjanji kepada kedua orangtuanya akan mengajak Mega untuk bertemu mereka.Damar pun akhirnya pergi dari rumah Mega dan ia melajukan mobilnya kembali.

Namun, Damar memilih tidak langsung pulang, melainkan berhenti disebuah taman yang tak jauh dari rumah Mega. Damar berjalan dengan langkah gontai menuju kursi di dekat danau yang berada di dalam taman tersebut. Ia mendaratkan bokongnya di kursi itu lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.

Tiba-tiba seseorang menepuk bahu Damar dari belakang. Damar menoleh dengan raut wajah sendunya.

"April?" tanya Damar.

****

Pesawat yang Mega tumpangi baru saja mendarat di Bandara Internasional Schiphol (AMS) . Ia pun langsung bergegas untuk turun dari pesawat yang kemudian keluar dari bandara. Di sana telah ada sopir yang telah menunggunya depan lobby kedatangan.

Mega masuk ke dalam mobil itu dan sopir pun melajukannya. Perjalanan dari bandara menuju rumah Nina memakan waktu kurang lebih selama satu jam lamannya.

*****

Beberapa jam setelah penerbangan, Mega akhirnya tiba di Belanda. Ia segera turun dari pesawat karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua orangtua dan juga neneknya.

Mega pun masuk ke dalam mobil mewah keluaran Eropa itu. Kemudian mobil pun melaju saat dirinya telah masuk kedalam.

Beberapa menit kemudian, mobil yang Mega tumpangi, akhirnya tiba di rumah Nina. Mega begitu tercengang saat ia melihat beberapa orang yang keluar-masuk rumah Nina dengan memakai pakaian serba hitam.

Ada apa ya? kok mereka semua memakai pakaian serba hitam. Perasaanku kok tiba-tiba tidak enak gini sih?

Mega menerka-nerka, ia pun berjalan dengan tergesa-gesa untuk masuk ke dalam. Menerobos para tamu yang berlalu lalang di dalamnya.

Mega mematung seketika saat ia melihat jasad ayah dan ibunya sedang terbaring dan wajah keduanya ditutupi dengan sehelai kain tipis dengan hidung yang disumpal dengan kapas.

Mega meremang. Langkahnya terhenti diambang pintu. Air matanya luruh seketika.

Tuhan, ada apa sebenarnya? kenapa Kau pertemukan aku dengan mereka yang sudah tak lagi bernyawa? kenapa Kau jadikan pertemuan ini sebagai pertemuan terakhirku dengan mereka?

Nina melihat kedatangan Mega yang masih mematung diambang pintu. Dirinya langsung menghampiri Mega dengan sorot teduhnya.

"Mega," ucap Nina sambil mengelus lembut lengan Mega. Air mata pun mulai membendung di kedua pelupuk matanya.

"Nenek, kenapa ayah dan ibu pergi secepat ini? apa yang telah terjadi kepada mereka? Mega sangat merindukan mereka. Mega kesini karena ingin dipeluk oleh ayah dan ibu, Nek. Tapi kenapa mereka malah pergi meninggalkan Mega, Nek? kenapa?" tutur Mega sambil menangis dengan sendunya. Nina segera membawa Mega ke dalam dekapannya.

Usia Nina memang sudah tidak muda lagi, bahkan sudah lewat dari paruh bayanya. Namun, karena pola hidup sehat yang ia jalani. Ia tampak tidak seperti usianya saat ini.

"Sayang ... kamu harus kuat, ada Nenek disini. Kamu jangan pernah merasa sendiri lagi ya," ucap Nina ditengah tangisannya.

Mega masih terus menangis.

Ayah, Ibu ... kenapa kalian pergi secepat ini? aku masih butuh kalian untuk menemaniku hingga aku dewasa nanti. Ayah, ibu ... walaupun kalian jarang sekali ada waktu bersamaku, tapi aku sangat menyayangi kalian. Semoga surga tempat terbaik untuk Ayah dan Ibu.

Tak menunggu lama setelah Mega sampai, jasad kedua orangtuanya telah siap untuk dimakamkan. Kedua jasad yang sudah terbujur kaku itu kemudian dibawa ke tempat pemakaman.

*****

Sesampainya di pemakaman, suasana pemakaman begitu sepi dan proses pemakaman pun berlangsung hikmat. Semuanya yang turut hadir memanjatkan doa kepada Sang Maha Kuasa.

Setelah pemakaman selesai, Mega masih duduk bersimpuh ditengah makam kedua orangtuanya. Hatinya begitu terasa teriris ketika mengingat kenangannya sewaktu kecil dulu.

Ayah, Ibu ... bagiku kalian adalah sosok orangtua yang terbaik. Maafkan aku yang sering mengeluh saat kalian tidak pernah ada waktu untukku lagi. Maafkan aku yang pernah bahkan mungkin sering menyakiti hati Ayah dan Ibu. Maafkan aku yang sudah merusak kepercayaan kalian. Aku akan membalas dosaku dengan berjuta kebaikan yang selalu kalian ajarkan dan tanamkan sejak ku kecil. Semoga kalian tenang di surgaNya.

Mega berbicara lewat hatinya sambil memejamkan kedua matanya. Pikirannya masih berputar kebelakang ketika ia ingat pelukan hangat terakhir yang diberikan oleh ayahnya saat di kantor Fadil beberapa waktu lalu.

Rasanya tidak rela, akan tetapi ini merupakan bagian dari takdir. Sedangkan setelah ini hidup akan terus berjalan. Mega harus kuat menjalani kehidupannya dimasa mendatang. Demikian yang Mega sadari.

Nina berjongkok di samping Mega. "Sayang ... hari sudah beranjak sore. Kita pulang yuk! besok, kita berkunjung lagi ke sini," ajak Nina sambil memapah Mega berdiri.

"Iya, Nek," ucap Mega kemudian keduanya beranjak dari sana menuju mobilnya yang telah menunggu di halaman pemakaman itu.

Setelah keduanya masuk ke dalam, mobil pun melaju. Sepanjang perjalanan, Mega hanya terus terdiam sambil memandang keluar jendela. Nina tak henti-hentinya mengelus tangan Mega untuk membantunya supaya bisa lebih tenang.

Adrian, Hermelinda sebisa mungkin aku akan menggantikan peran kalian sebagai orangtua untuk Mega. Terima kasih karena kalian telah menghadirkan malaikat kecil untuk menemaniku disaat usia senjaku.

Nina menghela napasnya dalam, sesekali ia melirik ke arah Mega yang tengah termenung dalam lamunannya. Beberapa menit kemudian, mobil yang mereka tumpangi pun akhirnya sampai di rumah.

Mega turun dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah. Tempat pertama yang ia tuju yaitu kamar kedua orangtuanya. Nina mengikuti langkahnya dari belakang.

Pintu kamar itu tidak tertutup dengan benar, Nina berdiri dibalik pintu itu sambil melihat Mega dari celah pintu itu. Tak lama suara tangisanpun pecah. Nina segera masuk ke dalam kamar itu. Tampak Mega yang menangis tergugu di tepi tempat tidur mendiang Adrian dan juga Hermelinda itu.

Dengan penuh rasa kasih sayang, Nina memeluk Mega sambil mengelus lembut kepalanya.

"Sayang ... tidak baik jika terus ditangisi, lebih baik kamu perbanyak berdoa untuk mereka. Supaya ayah dan ibumu tidak ikut sedih karena melihatmu sedih seperti ini," tutur Nina dengan kelembutannya.

"Nek, kenapa ayah dan ibu bisa pergi secepat ini?" tanya Mega sambil melepaskan pelukan Nina secara perlahan.

Nina ikut duduk bersama Mega di tepi tempat tidur. Nina menceritakan semuanya dari awal tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Mega begitu terkejut setelah mendengar cerita Nina.

"Jadi sebenarnya ayah dan ibu terkena kanker otak, Nek? Mega kira selama ini mereka hanya sibuk kerja dan mengumpulkan harta saja! Mega menjadi semakin bersalah pada diri sendiri, Nek. Mega menyesal disaat ayah dan ibu sedang mempertaruhkan nyawanya, tapi Mega tidak ada bersama mereka. Sedangkan dulu ibu sudah berjuang melahirkan Mega walaupun ibu menderitakan sakitnya. Mega merasa menjadi anak yang tidak berguna Nek!" jelas Mega yang menggerutu untuk dirinya sendiri.

"Mega ... sudah. Bukan salahmu, ini semua salah Nenek," ucap Nina seketika Mega mengangkat kepalanya yang sejak jadi menunduk lalu menatap wajah Nina.

"Maksud Nenek?" tanya Mega sambil mengerutkan keningnya.

"Satu tahun yang lalu ...ayah dan ibumu sama-sama mengalami drop. Lalu, keduanya masuk ke ruang ICU bersamaan. Waktu itu Nenek belum bisa mengajakmu ke sini karena kamu belum lulus sekolah." Nina menghela napas panjang sebelum melanjutkan perkataanya kembali. "Nenek yang bersalah Ga ... Nenek terlalu sayang pada kalian. Nenek memfokuskan perawatan ayah dan ibumu oleh para tim dokter terbaik di Belanda. Maafkan Nenek ya Sayang," jawab Nina sambil menangis sendu.

"Nek, maafin aku membuat Nenek jadi sedih. Ini memang sudah takdir Mega untuk hidup seperti ini nek," tutur Mega sambil menundukkan wajahnya.

Mega tiba-tiba tertegun. Pikirannya terhempas pada kejadian delapan belas bulan silam, saat kehormatannya direnggut oleh Sahrul.

Apakah Damar mau menerimaku yang sudah menjadi bekas orang lain?

"Kamu kenapa melamun, Sayang?" tanya Nina sambil menepuk pundaknya. Mega terkesiap.

"Ah, tidak Nek. Aku hanya teringat masa kecilku saja," jawab Mega berbohong lalu tersenyum.

"Tak usah bohong! Nenek tahu apa yang telah terjadi padamu delapan belas bulan yang lalu," ungkap Nina membuat Mega seketika menahan napasnya dan seakan sulit untuk dihembuskan.

"Ma-maksud Nenek? kejadian delapan belas bulan yang lalu?" tanya Mega terbata-bata dan menjadi salah tingkah.

1
Adinda ambarsari
lumayan
YuliaBilqis
Baru mulai
Sully
kenapa gak sekalian "meneer", thor?
arin
hemm asal nanti klo udh bhgia si Lusi ngga dteng aja...solny biasnya seperti itu hehe
arin
yah kok damar di bkin mati,kirain sy mau dbkin nysel gtu..🤔
arin
haha damar emng enak....mkan tuh jalang🤣
arin
seneng DECH klo baca novel yg cwe tajir,Krn kbnykan baca novel yg cwe miskin jdi sllu di hina juga di tindas...
arin
Halah si damar,menghina Mega Krn udh bkas orng tpi bisa jdi yg di bela itu mlh lbih ngga pnya akhlak...tunggu pnyslnmu damar🤣
arin
udh Mega tingglin aja si damar,semoga nanti dmar nysel yg udh ngga ada arti
arin
semoga nanti Mega ktemu sama orng yg bner"Tlus amiin
Nissa Zidna
ya ampunn thorrr😥😥😣😣😭😭😭😭lagi2 hrus ditinggalkn lgi😓😓😔
Nissa Zidna
goodd👍👍...ingat lah hay sodaraku sesama wanita..jgnlah kaw terlalu mw mberikan apa yg kita punya sma pasangan kita kcuali tuk Suamimu Kelak..sebab lelaki hanya krna Nafsu mencintai kita,kalo dia udah Puas & merasa bosan..dia akn meninggalkn kita..jika memang psangan kita mencintai kita dgn tulus,dia tak akn memaksa meminta apa yg kita punya..dia akn Menjaganya bukan tuk merusaknya..🤗
StrawCakes🍰: waw keren kak, betul banget itu kak 🤗

terima kasih telah membaca karyaku 😍😍
total 1 replies
Lisa Aulia
lanjut...
Lisa Aulia
wah. nggak bener nih Sahrul...ternyata ada mau nya...
Lisa Aulia
aku mampir Thor...intip2 sedikit siapa tau seru...ok lanjut...
TK
Mega i Miss u 😍
StrawCakes🍰: Miss you too Ella 😍😍😍
total 1 replies
⭐Reo Ruari Onsiwasi⭐
tapi suka ceritanya 💘💘💘👍👍👍
StrawCakes🍰: makasih kembaran opa udah ramein 😍😍
total 1 replies
⭐Reo Ruari Onsiwasi⭐
sedih thor 😭😭😭
⭐Reo Ruari Onsiwasi⭐
wah konfliknya pelik ya🤔🤔🤔
⭐Reo Ruari Onsiwasi⭐
si pria kembar 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!