"Apakah aku jatuh cinta pada hati yang salah..?? Kenapa cinta begitu rumit..?? Kenapa harus dia.? Dan kenapa juga aku harus jatuh cinta kepada saudaraku sendiri.."
_Jasmin Luthfi Adam.
"Aku menaruh hatiku pada dua hati sekaligus.. Dan jika aku harus memilih, mampukah hati ini memilih satu di antara dua hati ini.?"
_Marshall Adam.
"Aku jatuh cinta padamu, pada kelebihan mu. Bukan pada kekurangan mu."
_Aqilah Venesah.
Sambungan dari novel "Polisi Arogan Suamiku".
Jadi di sarankan untuk membaca lebih dahulu novel yang berjudul "Polisi Arogan Suamiku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Aunty Auler dan mom Yoona berjalan menuruni anak tangga, dengan Jasmin yang berada di tengah.. Al yang menunduk seraya mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Jasmin. Mata Jasmin dan Al seketika saling bertapap,, melihat satu sama lain nya, beberapa menit kemudian Al menmgelengkan kepalanya dan melihat ke arah lain lagi.. Jasmin yang melihat itu hanya terdiam, sambil terus berjalan..
Junior, menatap takjub pada sepupu nya, menurut Junior hari ini Jasmin terlihat begitu sangat berbeda, begitu sangat cantik dan menawan.. "Kau tertarik pada kak Jasmin.?" Tanya adik Junior
"Tidak,." Jawab Junior singkat..
"Hahah kukira kakak ada kelainan deh, kok semua wanita tidak ada satu pun yang kaka sukai." Ledek Dwinata Putra Sadewa, adik Junior..
"Terserah." Ucap Junior dengan dingin.
"Ingat kak, kakak boleh suka sama siapa pun tapi jangan mengambil Dhisti dari ku." Ancam Dwi. Dan Junior hanya terdiam..
Saat ini, Jasmin tengah duduk tepat di samping sang kakak. Hanya ada keluarga yang menghadiri, tak ada orang lain..
"Jadi acara ijab kabul bisa di mulai.?" Tanya penghulu.
"Iya pak,." Jawab papi Adam.
Beberapa saat kemudian.
"Sahhhhhhh." Ucap semua serentak.. Jasmin menitihkan air matanya, air mata bahagia. Jasmin tidaj menyangka jika hari ini akan tiba, hari di mana ia akan menjadi istri dari seseorang yang begitu sangat ia cintai.. Semua keluarga menitihkan air mata bahagianya, kala melihat Jasmin dan Al.
Mom Yoona, tak kuasa menahan tangisnya.. Papi Adam yang melihat sang istri tercinta nya menangis langsung memeluk tubuh sang istri.."Jangan bersedih, tapi bersyukurlah kita menikahkan anak kita pada orang yang bertanghung jawab. Kau tahu sendiri kan sifat Al seperti apa.? Aku yakin Jasmin akan bahagia dengan pernikahan ini." Jelas papi Adam,.
"Aku harap papi. Semua berjalan seperti yang papi ucapkan." Ucap mom Yoona.
Dan acaran sungkeman pun di mulai. Al menyalim tangan sang papi yang kini telah menjadi aya mertuanya.. "Papi doakan Al, semoga Al bisa menjadi suami yang adil dan bertanggung jawab." Ucap Al.
"Papi akan selalu berdoa untuk mu nak. Untuk kebahagian mu dan juga Jasmin. Semoga kalian menjadi keluarga yang samawa." Ucap papi Adam tulus.
"Mom berharap kau bisa menjadi imam yang baik untuk adikmu Jasmin. Bimbinglah Jasmin menjadi istri yang baik,. Dan jangan sesekali menyakiti adik mu."
"Baik mom."
"Berjanjilah, jika kau menyakiti adikmu. Maka mom akan membawa Jasmin kembali."
"Iya mom. Al berjanji.."
"Mom pengang janji mu." Ucap mom Yoona.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Malam harinya, di kamar Jasmin hanya ada keheningan antara Jasmin dan Al, tak ada dari mereka yang mau memulai percakapan terlebih dahulu. Masing masih dari mereka sibuk dengan pemikiran sendiri.. Hingga ponsel Al berdering, membuat Jasmin menoleh ke arah Al. Dan Al yang mendengar suara ponselnya berdering, langsung menerima panggilan tersebut..
Saat Al menerima panggilan tersebut,. Al menghindar dari Jasmin. Sehingga membuat Jasmin bertanya tanya, siapa yang menelpon Al, sehingga Al menjauh, dan bahkan menerima panggilan telpon di balkon, dan menutup pibtu balkon..
Beberapa saat kemudian, setelah menerima panggilan Al, berjalan masuk mendekat ke arah Jasmin. "Dek, aku aku kamar dulu yah." Ucap Al pampit.
"Bukan kah kamar ini sudah menjadi kamar kak Al juga." Ucap Jasmin, lalu Al tersenyum.
"Aku belum terbiasa tidur di kamar ini, makanya aku ingin ke kamar ku dulu dek." Jelas Al.
"Baiklah kak,."
"Kalau begitu aku ke kamar dulu." Pamit Al.
"Huuuufffftttt." Jasmin menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan.. "Semoga ini hanya awal mulanya saja, kak Al menolak tidur dengan ku. Semoga besok besok ka Al sudah bersedia." Gumam Jasmin..
Ke esokan harinya,. Jasmin di buat kaget saat pertama kali membuka mata, Al sang kakak atau lebih tepat nya sang suami sudah berada di dalam kamarnya, duduk di sofa sambil bermain dengan poselnya..
"Kak Al." Ucap Jasmin.
"Hhmm, kau sudah bangun.?" Tanya Al.
"Sejak kapan kakak di situ.?" Jawab Jasmin dengan sebuah pertayaan..
"Bersihkan dirimu, hari ini juga kita akan pergi dan menetap di apartemen ku."
"Maksud kakak.?" Tanya Jasmin yang belum mengerti.
"Sekarang kau istriku, jadi kau tanggung jawab ku. Jadi sudah sewajib nya kau ikut dengan ku." Jelas Al.
"Tapi apakah mom dan papi memberikan izin kepada kita.?" Tanya Jasmin..
"Ada atau pun tidak ada izin, kau harus tetap ikut karna kau sekarang istriku." Ucap Al, dengan raut wajah yang sulit di tebak..
Jasmin merasa sedikit terharu, mendengar ucapan Al, bahwa Al sudah menganggapnya sebagai istri. Dan berbeda dengan Al, ada maksud tersediri membawa Jasmin tinggal bersama dengan dirinya di apartemen. Karna Al, ingin bebas bertemu dengan Aqila sang istri tercinta, istri pertama, bukan istri kedua seperti Jasmin..
Semoga kalian suka🥰🤗
Sambil menunggu UP, yuk mampir ke novel lain ku juga.. Klik profil ku atau tulis nama pena ku "MOMIAN".. Semua karya akan muncul.
Salam sayang untuk kalian semua🥰🤗🤗
kualat kepada papi dan mommy...
nanti saat Al balik lagi jadi CEO , Aqilla ngajakin balikan... wkwkwk
makannya jangan jadi kacang lupa kulitnya....
gak ingat yang disakiti selama ini siapa . lihatlah , Aqilla pasti bakalan selingkuh wkwkwkwk
kasih Jasmin jodoh yang lain yang lebih baik .