" Ken, maaf kan aku ! " ucap Jonathan
Kendra tersenyum mencibir.
" Selama aku belum menikah, jangan mimpi kau mendapatkan maafku, dan asal kau tahu, aku tidak gampang menyukai seseorang dan selama aku belum memaafkanmu, kebahagiaan yang kau punya akan kosong dan rapuh seperti cangkang, camkan itu ! " pada kata terakhir, Kendra menunjuk dada Jonathan dengan ujung telunjuknya.
Ig.rii.ena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.Aku tidak akan melepaskan mu
Waktu yang sudah disiapkan untuk memperkenalkan antara Kendra dengan anak dari teman sekolah Ibu Lastri, sepertinya harus di tunda terlebih dahulu, karena suami dari temannya sedang masuk rumah sakit karena kondisinya melemah akibat ginjal nya yang bermasalah.
Ken juga tidak mempermasalahkan semua itu , jika sedang akhir pekan, Ken lebih sering menghabiskan waktunya menjelang sore dengan joging di lapangan sepak bola tidak jauh dari rumahnya.
Merasa sudah cukup ia berlari, Ken duduk di pinggir lapangan dengan menselonjorkan kakinya, membuka tutup botol air mineral yang barusan dibelinya, menenggak habis hampir seluruh isinya.
" Ken bisa bicara sebentar ! "
Ucapan pelan seorang wanita membuat Ken mengalihkan tatapannya ke sumber suara, Ken memutar bola matanya malas begitu mengetahui siapa pemilik suara.
" Ken "
" Apa perlu mu lagi ? " tanya Ken ketus.
" Kau masih tidak percaya jika Jo sudah menikah ? datangi kantornya dan tanyakan langsung padanya, jangan ganggu aku ! "semburnya sembari mengelap keringat di wajah dan lehernya.
" Tidak perlu, setelah pulang dari rumah kalian waktu itu, aku konfirmasi ke gedung tempat diadakan resepsi pernikahan yang semula untuk pernikahan kami "
" Lalu "
" Aku percaya Jo sudah menikah dan aku tidak berniat untuk mengganggunya "
" Lantas "
" Karena tidak tahan dengan gunjingan teman teman ku di tempat aku bekerja, aku resign dan mencari pekerjaan di tempat yang lain "
" Aku tidak punya waktu mendengar ceritamu " Ken bangkit dari duduknya
" Aku hamil, harusnya aku di terima di tempat yang baru tetapi ...."
" Bukan urusanku, dan kau salah alamat jika memberitahukannya padaku " Ken melangkahkan kakinya menuju pulang.
" Dia anak Jo "
Mendadak Ken menghentikan langkahnya, ia merasa telinganya salah mendengar.
" Apa ? " Ken membalikkan badannya menghadap Lisa yang masih berdiri pada posisi semula.
" Aku hamil anak Jo, sudah lima Minggu " Wajah Lisa terlihat pucat.
" Kau jangan mengarang cerita, Lis ? " Ken kembali berjalan mendekati Lisa
Monalisa memilih duduk di bangku yang terbuat dari papan panjang yang ada di pinggiran lapangan bola.
" Waktu aku masih menjalani hubungan dengan Jo, aku pernah melihatmu berlari sore disini, makanya aku mencoba keberuntungan dengan kemari sore ini, aku sengaja ingin bertemu dengan mu,
Aku tidak berani datang ke rumah mu atau kekantor Jo untuk memberitahukan tentang kehamilan ku, karena dalam hal ini, aku yang bersalah "
" Terus untuk apa kau menemuiku ? dan....kau yakin itu anak Jo ? " Ken tersenyum mencibir.
" Ken...aku memang salah karena meninggalkan Jo sehari sebelum pernikahan tetapi aku bukan perempuan gampangan, ini benar benar anak Jo " Lisa terlihat emosional, ia mulai menangis.
" Hentikan tangisanmu ! aku tidak mau orang orang akan beranggapan buruk padaku " Ken berkata dengan menggeram.
" Katakan, mau mu apa ? kau ingin aku menyampaikannya pada Jo ? "
Lisa menggeleng.
" Nikahi aku "
Ken melotot terkejut
" Kau sinting ? bukan aku yang berbuat kenapa harus aku yang menikahimu ? apakah kau sudah tidak waras ? "
" Ken aku mohon ! hanya kau yang bisa menolong ku " Lisa cepat meraih tangan Ken ketika pria itu hendak beranjak pergi, tetapi Ken cepat menepisnya.
" Kau hanya menikahiku secara siri dirumah nenekku, setelah itu kau boleh pergi dan tidak perlu bertanggung jawab apa pun, hanya untuk meredam omongan orang lain, aku mohon Ken, hanya kau yang bisa menolongku, aku tidak ingin memberitahukan padanya, apa lagi merusak kebahagiaannya "
' Kau cari pria lain saja , kau kira kau siapa ? "
Ken berdecih lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Melihat Ken yang sudah menjauh, Lisa menghembuskan napasnya kuat.
Aku tidak ingin menambah dosa dengan menggugurkannya, tetapi jika aku hamil tanpa suami, apa kata orang ?
Lisa mengusap ujung matanya yang basah dengan punggung tangannya.
*
*
Sampai di rumah, Ken melihat Jo yang sedang duduk bersantai di depan TV sendirian, tidak ada Raisa bersamanya.
" Jo, ikut aku ke kamarku, ada hal penting yang akan aku bicarakan " tanpa menunggu kesediaan dari Jo, Ken melangkah duluan, Jo mengikuti dari belakang.
Ken mengunci kamar begitu Jo sudah masuk ke dalam.
Jo menyipitkan matanya menatap Ken, ada hal penting apa sampai Ken mengunci kamar, itu yang dipikirkan Jo.
Tanpa aba aba Ken memukul perut Jo kuat
Buk
" Auw "
" Kau gila ? kenapa memukulku ? " Jo berteriak keras
" Kau Bastard , Jo " Ken menggeram, ia sudah ingin memukul kembali, tetapi masih berusaha di tahannya melihat Jo yang kesakitan.
" Lepaskan Rai ! lalu nikahi Lisa, saat ini dia mengandung anakmu " Ken menatap marah ke arah Jo, rahangnya mengeras, kalau tidak ingat jika Jo adalah saudaranya, Ken sudah membabi buta memukuli Jo, kalau perlu sampai sekarat, bukan demi Lisa, tetapi untuk Rai.
Sambil menahan rasa sakit di perutnya, Jo terkejut.
" Dari mana kau tahu dia mengandung ? "
Ken tertawa sinis
" Kau mengakuinya ? " Ken sudah mengangkat tangan bermaksud kembali memukul Jo lagi, Jo cepat melindungi wajahnya.
" Kenapa ? kau takut wajah munafikmu itu akan rusak ? " sarkas Ken.
" You jerk , Jo, aku minta padamu, lepaskan Rai ! sebelum...."
" Tidak, setelah aku melepaskan Rai, kau akan menikahinya begitu ? Kau bermimpi Ken ? sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Raisa,
Salah dia sendiri, kenapa dia pergi sehari sebelum pernikahan itu ? dan sekarang dia mau kembali meminta tanggung jawabku ? "
Jonathan berdecih.
" Dan kenapa dia memberi tahumu ? kenapa tidak langsung bicara padaku ? dia tahu rumah ini, dan dia tahu juga alamat kantor ku ? "
" Ia tidak ingin merusak kebahagiaan mu, makanya dia tidak mau memberitahukan dirimu "
Jonathan mencibir
" Alasan murahan, kalau dia tidak mau merusak kebahagiaanku, kenapa justru dia memberitahumu ? agar kau memberitahukan aku, setelah itu aku merasa bersalah dan bertanggung jawab lalu menceraikan Raisa untuk bisa menikahinya begitu ? " Jonathan mendengkus " Dia terlalu banyak menonton sinetron "
" Jika ia Kembali menemui mu katakan padanya, aku akan bertanggung jawab menafkahi anaknya tetapi jangan pernah bermimpi, apa lagi berharap aku kembali padanya, istriku cuma Raisa, tidak ada siapa pun " setelah mengatakan itu, Jo keluar dari kamar Ken, lalu menutup pintunya dengan keras.
Bertepatan dengan itu, Rai menginjakkan kakinya di anak tangga terakhir.
Rai terjengkit kaget dengan bunyi bedebum barusan.
" Maaf Rai, abang kekencangan tadi menutupnya "
" Kamu sudah mandi ? " Jo meraih tangan Rai dan membawanya ke kamar .
" Belum, ini masih mau mandi " saut Raisa menggulung tinggi rambutnya sehingga leher putihnya terlihat dengan jelas, melihat itu, Jo menelan salivanya.
" Mandi dengan abang ya ? " Jonathan sudah menggiring Raisa masuk ke dalam kamar mandi.
" Bang, aku..."
Sebelum Raisa mengucapkan kata kata lanjutannya, Jonathan sudah membungkam mulut Raisa dengan menabrakkan bibirnya disana.
Aku tidak akan melepaskanmu, apa pun alasannya. janji Jo dalam hati.
Jo terus memberikan sentuhan sentuhan yang memabukkan, hingga otak Raisa menjadi kosong dan badannya lemas tidak berdaya selain pasrah dengan apa pun yang dilakukan suaminya terhadap dirinya.
*
*
*
🌾🌾🌾🌾🌾
baru awal bab aja udah terasa bedanya... 👍👍👍
terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
setelah baca mengejar cinta suamiku & menikah dengan sahabat