NovelToon NovelToon
Jin Nyasar Di Desa Kertajaya

Jin Nyasar Di Desa Kertajaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Komedi
Popularitas:658
Nilai: 5
Nama Author: My Chubby

Tiga pemuda bokek di Desa Kertajaya nekat mencari cara mendapatkan uang. Alih-alih menemukan keberuntungan, mereka justru selalu terjebak dalam masalah kocak yang bikin hidup mereka semakin kacau. Tanpa mereka sadari, petualangan aneh yang lebih besar sudah menunggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My Chubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepingan Emas

BAB 13

Suara detak jam dinding plastik di seberang ruangan terdengar begitu nyaring, memecah kesunyian yang sejak tadi menyelimuti kamar nomor empat. Di atas meja plastik reyot, tiga lembar uang kertas pecahan besar dan satu keping emas murni masih tergeletak tanpa ada yang berani menyentuhnya lagi setelah Raka memisahkan lembaran uang untuk pembayaran sewa kos sore nanti.

Bayu melangkah mendekati meja dengan gerakan pelan, seolah-olah ia sedang mendekati seekor harimau tidur yang sewaktu-waktu bisa menerkamnya.

Ia menundukkan kepala, mengamati keping emas kecil berukir klasik yang memantulkan pendar cahaya kekuningan di bawah lampu neon kamar.

"Sumpah ya, Ka..." bisik Bayu setengah bergidik, melirik sekilas ke arah Raka yang sedang duduk melipat tangan di tepi kasur. "Ini kalau koin emasnya kita bawa ke toko emas di pasar desa, pemilik toko bakal panggil polisi atau justru kita langsung dikeroyok warga gara-gara dikira buronan pencuri harta karun?"

Dimas yang sejak tadi bersandar di dekat pintu mendengus pelan. "Ya jelas dikeroyok warga dulu, baru diserahkan ke kantor polisi. Emangnya lo mau bilang apa ke orang toko? 'Permisi Pak, ini koin emas peninggalan leluhur bangsa jin dari alam sebelah, mohon dibeli buat bayar token listrik'? Yang ada lo langsung digelandang ke rumah sakit jiwa."

Bayu bergidik ngeri membayangkan skenario tersebut. Ia mendecak lidah, lalu melirik ke sudut ruangan tempat Zahmira berdiri dengan anggun. Perempuan bergaun ungu itu tampak tidak peduli dengan kecemasan berlebihan yang sedang melanda tiga pemuda di depannya. Ia justru sedang menatap pantulan dirinya di jendela kecil, merapikan helai rambutnya yang panjang tergerai dengan tenang.

"Heh, Mbak Ratu Jin..." panggil Bayu agak keras, tidak tahan lagi untuk tidak protes. "Mbak bikin uang kertas sih enak, langsung klop buat bayar Bu Ratna. Tapi kenapa harus pakai bonus koin emas sekeren ini segala? Ini kan sama aja Mbak lagi naruh bom waktu di tengah kamar kos kita!"

Zahmira menoleh perlahan. Ia menatap Bayu dengan sebelah alis terangkat tinggi, memancarkan tatapan meremehkan yang sudah menjadi ciri khasnya.

"Kenapa kamu begitu ketakutan hanya karena sekerat logam mulia? Di istanaku, benda seperti itu berserakan di lantai ruang harta karun tanpa ada yang mau meliriknya sedikit pun."

"Itu di istana Mbak, di alam gaib!" protes Bayu tidak terima. "Lah ini di Desa Kertajaya, Mbak! Jangankan koin emas murni, nemu koin kuno lima ratus rupiah saja warga sini langsung heboh bikin grup WhatsApp RT."

Raka bangkit dari duduknya. Ia melangkah mendekati meja, lalu mengambil keping emas kecil tersebut dengan hati-hati. Ia memasukkan koin itu ke dalam kotak kayu milik Zahmira yang tertutup rapat di sudut meja.

"Sudahlah, Bay. Nggak usah diperdebatkan terus," lerai Raka dengan nada tegas namun tenang, mencoba meredakan ketegangan di antara mereka.

"Yang penting koinnya sudah kita amankan di dalam kotak ini. Jangan ada yang coba-coba bawa benda itu keluar kamar sebelum kita tahu pasti bagaimana cara mengelolanya tanpa mengundang curiga."

Dimas mengangguk setuju. "Raka benar. Fokus kita sekarang cuma satu, lolos dari teror Bu Ratna jam lima sore nanti. Urusan koin emas itu bisa dipikirkan nanti kalau dompet kita sudah benar-benar darurat."

Mendengar nama Bu Ratna disebut, Bayu langsung mengelus dadanya pelan, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan degup jantungnya.

"Benar juga ya. Oke, kita selesaikan dulu urusan cicilan kos sore ini. Tapi ingat, kalau nanti Bu Ratna nanya dapat uang dari mana, kita sepakat jawab apa?"

"Bilang saja kita dapat tambahan bayaran buruh gabah kemarin yang sempat tertunda," jawab Raka mantap. "Itu alasan paling masuk akal dan sering dipakai anak kos."

Zahmira mendengus pelan mendengar rencana kebohongan yang disusun oleh tiga pemuda itu. Ia melangkah mendekati tempat tidur, lalu duduk dengan anggun di atas kursi kayu patah yang ada di dekat meja satu-satunya tempat duduk yang layak di ruangan tersebut.

"Manusia fana memang selalu hidup di dalam lingkaran tipu muslihat yang melelahkan," komentar Zahmira dingin. "Hanya demi menyembunyikan lembaran kertas kecil, kalian harus merangkai kebohongan berlapis-lapis."

"Bukannya tipu muslihat, Mbak, tapi seni bertahan hidup," ralat Bayu cengengesan, mulai berani bercanda lagi setelah melihat koin emas itu disembunyikan.

"Kalau kita jujur bilang kalau uangnya diciptakan sama putri jin bergaun ungu yang tinggal di kos kita, yang ada bukan cuma kasur kita yang diangkut, tapi kita bertiga langsung diusir pakai ambulans."

Waktu terus berjalan perlahan di dalam kamar nomor empat. Siang berganti sore dengan cepat. Sinar matahari yang tadinya terik perlahan-lahan mulai meredup, berganti dengan pendar jingga keemasan yang menyusup melalui celah-celah jendela kamar kos.

Pukul empat lewat empat puluh menit sore.

Suasana di dalam kamar mendadak kembali tegang. Bayu yang tadinya sempat santai kini kembali mondar-mandir gelisah sambil menggigit kuku jarinya.

Dimas merapikan kemejanya yang agak kusut, sementara Raka memegang tiga lembar uang kertas hasil sihir Zahmira di dalam genggaman tangannya yang mulai berkeringat dingin.

"Waktunya hampir tiba, Bro..." bisik Bayu dengan suara tegang, melirik ke arah pintu kayu kamar. "Sebentar lagi jam lima. Siap-siap mental buat menyambut kedatangan daster hijau lumut."

Baru saja Bayu menyelesaikan kalimatnya, suara derap sandal jepit yang sangat khas dan familier terdengar menapak di lantai koridor luar. Plak-pluk, plak-pluk... Disusul dengan suara ketukan pintu yang menggelegar keras.

Tok! Tok! Tok!

"Raka! Bayu! Dimas! Jam lima sore sudah lewat dua menit! Keluar kalian atau saya dobrak pintunya!" suara melengking penuh amarah milik Bu Ratna menggema luar biasa nyaring dari luar, membuat tiga pemuda di dalam kamar langsung menahan napas secara bersamaan.

Raka menarik napas dalam-dalam, mengangguk memberi tanda kepada Dimas untuk membuka kunci pintu. Dengan tangan agak kaku, Dimas memutar anak kunci, lalu menarik daun pintu selebar setengah meter.

Sosok Bu Ratna langsung mendesak masuk dengan daster hijau lumutnya yang berkibar pelan, membawa aura tagihan bulanan yang begitu pekat. Tangannya berkacak pinggang, sementara buku sampul cokelat di tangan kirinya diketuk-ketukannya ke telapak tangan.

"Nah! Pintunya dibuka juga!" sergah Bu Ratna galak sebelum sempat ada yang menyapa. "Sudah lewat dua menit dari jam lima! Mana uang sewa kamar nomor empat? Jangan bilang kalian mau minta tempo lagi!"

Raka tidak membuang waktu. Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, ia menyerahkan tiga lembar uang kertas pecahan besar yang baru saja diciptakan Zahmira kepada Bu Ratna.

"Ini, Bu... Lunas ya untuk sebulan ini. Pas, tidak kurang."

Bu Ratna menyambar uang itu dengan gerakan cepat. Ia menerawang lembaran uang tersebut ke arah cahaya lampu neon kamar, meraba teksturnya, lalu mengendusnya sejenak kebiasaan lama untuk memastikan uang tersebut asli atau palsu. Setelah yakin uang itu sah, alisnya justru berkerut tajam menatap Raka.

"Sebentar..." Bu Ratna memicingkan mata, menatap Raka, Bayu, dan Dimas secara bergantian dengan curiga. "Kemarin kalian bilang dompet kalian kering kerontang, ngutang mi instan di warung sebelah aja ditolak. Kok hari ini tiba-tiba bisa bayar pakai uang pecahan besar gini? Kalian dapat uang dari mana sebanyak ini, hah? Jangan-jangan kalian habis ngepet atau merampok bank keliling?!"

1
falea sezi
lanjut🤣 q kirim bunga
Putri Pinrang: Baik terimah kasih sudah koment😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!