NovelToon NovelToon
Putri Yang Dibuang

Putri Yang Dibuang

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Bisu, tuli, dan dianggap aib keluarga. Amara diperlakukan lebih buruk dari hewan di mansionnya sendiri. Puncaknya, ia dibuang ke halaman belakang yang dingin membeku tanpa diberi makan sedikit pun saat pesta bisnis ayahnya berlangsung.

​Di tengah keputusasaannya, muncul Gabriel—CEO muda paling ditakuti dengan tato bunga mawar di lehernya.
​Melihat Amara yang terkulai lemas menahan lapar, pria dingin itu melepaskan jasnya dan merangkul sang gadis.

​"Mulai malam ini, siapa pun yang menyakitimu... akan kuhancurkan."

​Ketika sang Putri yang Dibuang dilindungi oleh Pria Paling Berkuasa, pembalasan dendam pun dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam di Sisi Jendela

Hari berganti malam. Cahaya rembulan meluncur lembut menembus kaca jendela kamar tidur utama yang luas dan mewah.

​Amara duduk berselimutkan jubah tidur tipis di tepi ranjang besar, menatap kosong ke arah langit malam yang bertabur bintang, tenggelam dalam pikirannya sendiri sebelum sebuah suara bariton yang akrab menyapa pendengarannya.

​"Kamu sedang apa, Sayang?" tanya Gabriel yang baru saja selesai mandi, melangkah keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang masih mengeringkan rambut hitamnya yang basah, hanya mengenakan celana piyama panjang hitam tanpa atasan.

​Amara menoleh cepat, mendapati sosok suaminya yang berdiri di ambang pintu kamar mandi. Pipi gadis itu langsung merona tipis melihat pemandangan di hadapannya.

​‘A-aku... aku hanya melihat bintang,’ tulis Amara cepat di buku catatannya, lalu mengangkatnya ke hadapan Gabriel sambil menarik napas pelan. ‘Bintang malam ini sangat indah.’

​Gabriel tersenyum tipis. Ia melangkah mendekat, lalu duduk di tepi ranjang tepat di samping Amara, membawa tubuh istrinya ke dalam dekapannya yang hangat.

​"Indah, ya?" bisik Gabriel lembut, mengecup puncak kepala Amara. "Tapi bagiku, tidak ada yang lebih indah dari wanita yang sedang duduk di hadapanku saat ini."

​Amara merona hebat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. "G-Gabriel... kamu selalu saja..." protesnya terbata-bata, memaksa suaranya keluar tanpa buku catatan.

​Gabriel terkekeh renyah, mengeratkan pelukannya. "Selalu apa, Sayang? Selalu jujur pada istriku sendiri?" tanya Gabriel menggoda, dagunya menumpu di pucuk kepala Amara. "Atau kamu masih memikirkan rencana pemeriksaan dokter besok pagi?"

​Mendengar kalimat itu, tubuh Amara sempat menegang sejenak. Ia mendongak, menatap Gabriel dengan sorot mata yang menyiratkan sisa-sisa kecemasan.

​‘Aku... aku sedikit gugup,’ tulis Amara jujur di buku catatannya. ‘Bagaimana kalau nanti dokternya galak?’

​Gabriel tertawa pelan mendengar ketakutan polos istrinya. Ia menangkup kedua pipi Amara dengan lembut, memaksa gadis itu fokus sepenuhnya pada manik matanya.

​"Dokter itu bekerja untukku, Amara. Kalau dia berani galak atau membuatmu takut, aku yang akan memecatnya detik itu juga," ucap Gabriel tegas namun penuh candaan hangat. "Jadi, kau tenang saja, ya?"

​Amara mengerjap pelan, lalu perlahan-lahan senyuman tipis terukir di bibirnya. Rasa cemas di hatinya mendadak lenyap digantikan rasa aman yang teramat dalam.

​"Janji... tidak akan lepas tanganku?" tanya Amara pelan, melatih suaranya dengan sangat hati-hati.

​Gabriel tersenyum tulus, ibu jarinya mengusap lembut bibir bawah Amara.

"Janji, Sayang. Tidak akan pernah sedetik pun aku melepaskanmu."

Gabriel mengangkat wajah istrinya dengan sangat perlahan, membiarkan manik mata hitam mereka saling mengunci dalam keheningan malam yang damai.

"Tidak akan pernah," bisik Gabriel sekali lagi penuh keyakinan sebelum ia mendekatkan wajahnya.

Pria itu memangkas jarak yang tersisa, lalu mendaratkan ciuman yang sangat lembut di bibir Amara. Sebuah kecupan hangat yang penuh perlindungan, seolah ingin menyalurkan seluruh ketenangan dan rasa amannya langsung ke dalam jiwa sang istri.

Amara memejamkan matanya, membiarkan tubuhnya meleleh dalam dekapan hangat itu. Napasnya berhembus teratur, meresapi setiap sentuhan penuh cinta yang diberikan suaminya.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang manis, Gabriel akhirnya menarik wajahnya perlahan, menyisakan jarak tipis sambil menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya.

"Bagaimana?" bisik Gabriel lembut, ibu jarinya mengusap pelan bibir bawah Amara yang masih sedikit merona. "Apakah ciuman ini berhasil mengurangi rasa gugupmu untuk besok?"

Amara membuka matanya, menatap lekat manik mata suaminya dengan napas yang masih sedikit memburu. Rasa gugup di dadanya benar-benar telah menguap entah ke mana, digantikan oleh debaran hangat yang membuncah.

"Iya..." jawab Amara terbata, memaksa pita suaranya melafalkan kata itu dengan jelas tanpa bantuan buku catatan. "...sedikit banyak, rasa gugupku sudah hilang."

Gabriel tertawa pelan, tampak sangat puas mendengar jawaban jujur itu. Ia mengecup sekilas ujung hidung Amara dengan penuh gemas.

"Bagus kalau begitu," ujar Gabriel lembut, lalu menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua. "Sekarang, kita harus tidur. Besok pagi kita akan berangkat lebih awal."

Amara menganggukkan kepalanya patuh. Ia merapatkan posisinya, menyandarkan kepala di dada bidang Gabriel dan membiarkan sebelah tangan kokoh suaminya mendekapnya erat sepanjang malam.

"Selamat malam, Gabriel..." cicit Amara pelan, matanya mulai terasa berat.

"Selamat malam juga, ratu kecilku. Mimpi indah," balas Gabriel lembut, mengecup puncak kepala istrinya sekali lagi sebelum menyusul alam mimpi dalam dekapan hangat penuh kasih.

1
Rahmat
ayah dan ibu tiri lucknat masih gak nyadar y di penjara baru tau rass ciuh😠
Rahmat
bahagiax jd istri moga sukses ritualx🤭
Rahmat
lanjut thor
Rahmat
saking traumax sering dpt kekerasan fisik dan hinaan mpai suarax pun tdk kedengaran
Rahmat
lanjut thour ceritax bagus
Iffanaya 😽
belum sah ya Gabriel udah di klaim jd istri 🤣🤣
Soraya
lanjut
Fitria Syafei
semangat KK 👌 KK cantik kereen 😍 kereen 😍
Soraya
mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!