NovelToon NovelToon
KUTINGGALKAN CINTAKU UNTUKMU

KUTINGGALKAN CINTAKU UNTUKMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:651
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.

Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .

Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........

HAPPY READING

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

"Kakak"cicit Isvara melihat kakaknya datang bersama ayahnya dan para tim SAR , Dexano langsung bangun dan duduk karena tidak kuat untuk berdiri lagi.Isvara ikut bangun lalu berjalan ke arah ayahnya dan kakaknya, "ayahhh Isvara takut" peluk Isvara pada ayahnya namun suatu hal tak terduga terjadi ,ayah Isvara (Birendra ) mendorong Isvara sampai Isvara terjungkal mundur.

Isvara menangis "ayah kenapa ayah mendorongku apa salahku ayah" ucap Isvara terbata , Birendra menunjuk Isvara "Anak bodoh kenapa kamu bermesraan dengan pria di tengah hutan seperti ini,kamu mau mempermalukan ayah gah,jawab" teriak Birendra marah ,Isvara menggeleng gelengkan kepalanya , "Tidak ayah ,Isvara hanya menolong pria itu Isvara tidak punya niat buruk apapun " bela Isvara.

"Bodoh sangat bodoh,ayah kecewa padamu Isvara" teriak Birendra sambil pergi dari hadapan Isvara dan semua orang.Isvara bangun dan mengejar ayahnya "ayah tunggu Isvara ayah ayah" teriak Isvara sambil berlari.

Kakak Isvara tersenyum senang ,Dexano melihat kejadian tadi dengan jelas.Dexano pun mengepalkan tangannya ,tim SAR yang melihat keadaan dexano pun membantu dexano agar cepat ditangani oleh dokter.

Di rumah Keluarga Isvara ,Isvara dihukum bersujud di belakang rumah padahal saat itu panas sedang terik teriknya , Isvara sempat ingin pingsan namun ditahannya , Isvara belum makan semenjak kejadian kakaknya yang menelantarkannya di hutan hingga kini ayahnya yang salah paham padanya.

Di lantai dua Birendra melihat putrinya yang masih bersujud di halaman belakang ,"tuan apa tidak sebaiknya hukuman nona muda sampai di sini saja kasihan nona muda kepanasan dan nampaknya nona muda sudah mau pingsan" ucap pengawal pribadi Birendra .

"Isvara sudah membuat aku kesal,dengan susah payah aku menyingkirkan dexano dan dengan mudahnya Isvara menolong musuhku" kesal Birendra."Nona muda tidak tahu kalau dexano musuh tuan ,tolong mengertilah tuan kasihan nona muda"ucap pengawal Birendra .

"Biarkan saja seperti ini dulu,sampai anak itu mengerti sendiri" ucap Birendra sambil berlalu.Pengawal Birendra menatap kasihan pada Isvara .

Malam pun tiba.....

Pelayan yang diutus Birendra datang untuk memberi tahu kalau hukuman dari Birendra sudah selesai pada Isvara, "non non bangun non,tuan Birendra sudah memaafkan anda non" ucap pelayan itu namun Isvara masih tidak beranjak yang membuat pelayan itu takut.Saat pelayan itu mengerakkan badan Isvara,Isvara terjatuh pingsan ke samping dan wajahnya nampak pucat badannya juga dingin.

Pelayan itu menutup mulutnya kaget kemudian memanggil semua orang untuk membantu mengangkat Isvara . Bodyguard kediaman Birendra yang sedang bertugas di area belakang rumah berlari lalu mengangkat nona mudanya ke kamar.

Sampainya di kamar Isvara diturunkan di ranjangnya lalu pelayan tadi mengelap tubuh Isvara yang kotor karena debu sambil sesenggukan menangis . "Kenapa kalian tidak memberitahu tuan besar kalau nona muda pingsan ?" tanya pelayan itu bodyguard itu pun berlalu dari kamar Isvara untuk mengabari Birendra putri bungsunya pingsan.

Tak lama dokter datang dan memeriksa Isvara."Nona muda hanya kelelahan dan kekurangan cairan saja,dan sepertinya nona muda tidak makan selama 24 jam hingga membuat tubuh nona muda tidak kuat,jika nona muda sudah bangun berikan makanan protein tinggi padanya ,dan ini sudah saya pasangkan infus untuk menambah cairan pada tubuh nona muda,kalau begitu saya pamit dulu semuga nona muda cepat sembuh" pamit dokter itu.

"Terima kasih dok" ucap pelayan ,dokter itu pun keluar dari kamar Isvara .Selang beberapa menit Isvara telah terbangun, "bibi,Isvara haus"lirih Isvara .Pelayan itu pun mengangguk lalu mengambil air minum di sampingnya dan membantu Isvara minum.

Pelayan itu menahan tangis melihat kondisi Isvara sekarang, " non ada yang nona muda mau mungkin,bibi bisa mengambilkan sekarang,kata dokter nona muda harus makan " ucap pelayan itu .Isvara tersenyum "terima kasih bibi tapi Isvara tidak mau membuat bibi repot ,nanti Isvara izin dulu sama kakak " jawab Isvara.

Tangis pelayan itu pun pecah ,"non maafin bibi tidak bisa melakukan apa apa,kasihan nona muda kalau makan harus minta izin dulu padahal nona muda juga tuan rumah di sini tapi kenapa hiks hiks hiks" ucap pelayan terbata bata.

Isvara memeluk pelayan itu , "Bibi doroty jangan menangis ,ini sudah menjadi takdir Isvara,Isvara yakin suatu hari nanti akan ada hari lebih baik dari hari hari kemarin dan hari ini" ucap Isvara.

Bibi doroty tersenyum "Bibi harap semangat nona muda tidak akan pernah padam ,tetaplah kuat nona muda ,ada bibi di sisi nona muda" semangat bibi doroty.Isvara mengangguk "aminnnn".

Tok tok tok,"Permisi nona muda " ucap seorang bodyguard pada Isvara dan bibi doroty."Ada apa paman?" tanya Isvara pada bodyguard itu. Bodyguard itu pun ragu untuk berkata matanya melirik terus ke arah bibi doroty.

"Katakan saja kalau ayahku tidak mau mengunjungi aku bukan?" ucap Isvara , bodyguard itu menatap wajah Isvara lalu menunduk kembali ."Biarkan saja mungkin ayah masih kecewa padaku ,di mana kakakku paman?" tanya Isvara.

"Nona sedang berada di kolam renang lantai atas nona muda" ucap bodyguard itu.Isvara kemudian melihat ke selang infusnya yang akan habis kemudian tanpa merasakan sakit sedikit pun Isvara mencabutnya dan menempelkan plester di bekas infusnya.Bibi doroty kaget .

"Non pasti sangat sakit jangan diseperti itukan lagi non"khawatir bibi doroty pada Isvara.isvara tersenyum kecil "Tidak apa apa bibi,aku sudah terbiasa,bibi Isvara boleh minta tolong antar Isvara menemui kakak tidak?" tanya Isvara.

Bibi doroty kaget "tapi kondisi nona muda masih lemas ,lebih baik jangan dulu non" jawab bibi doroty.

"Kalau aku tidak menemui kakak sampai aku tambah lemas tidak makan kakak tidak akan pernah ke kamarku ,aku hanya ingin meminta izin untuk makan bibi,tolong ya" ucap Isvara.

Bibi doroty tidak tega dan akhirnya menyetujuinya. "Baik non ayo bibi antarkan tapi pelan pelan saja ya"ucap bibi doroty."Siap bi"jawab Isvara .

Sampainya di lantai atas di samping kolam renang Isvara melihat kakaknya yang sedang berenang .Isvara meminta bibi pergi meninggalkannya ,namun bibi tidak mau karena khawatir , "Bibi tenang saja nanti kalau aku sudah selesai berbicara pada kakak aku akan panggil bibi lagi" ucap Isvara ,akhirnya bibi doroty pergi.

"Kakak" panggil Isvara pada kakaknya .Kakak Isvara pun berhenti berenang lalu menatap ke arah Isvara "ada apa,pasti mau minta makan" ucap kakak Isvara .

Isvara terdiam , "Isvara ingin minta izin makan,Isvara sudah tidak kuat kak"mohon Isvara.Kakak Isvara tersenyum puas ,"Baiklah kamu boleh makan tapi kamu harus masak sendiri tanpa bantuan bibi doroty atau pelayan lainnya" jawab kakak Isvara.

Isvara tersenyum "iya kak terima kasih " , "oh iya masak yang banyak ya aku juga lapar ,buatkan aku pizza " ucap kakak Isvara.Isvara mengangguk kemudian pergi dari area kolam renang .Namun tiba tiba byurrrrrrrrr,kaki Isvara ditarik ke dalam kolam renang oleh kakak Isvara ,Isvara pun jatuh ke kolam renang .

Isvara yang tidak pandai berenang pun sempat ketakutan.Kakak Isvara tersenyum devil.Setelah Isvara hampir pingsan kakak Isvara baru membantu Isvara ke pinggir kolam renang .

Isvara menggigil kedinginan ,"Kamu harus masak sekarang,dan jangan coba coba ganti pakaian ,ganti pakaian kalau aku sudah makan ,paham " ucap kakak Isvara.Isvara hanya mengangguk dan berjalan keluar .

Di balik pintu bibi doroty memeluk Isvara , "ya ampun nona ,nona gimana ini nona akan tambah sakit kalau begini ,ayo kita ganti baju dulu ya non" ucap bibi doroty.

Isvara menolak "Tidak bibi,aku akan masak dulu"jawab Isvara.Bibi doroty yang tidak bisa melakukan apa apa pun hanya mengangguk dan menangis.

Di dapur bibi doroty ingin membantu namun Isvara menolak nya.Sementara di lantai atas kakak Isvara tersenyum senang melihat penderitaan Isvara.

1
halo saya author baru nara_sena, kita saling dukung yah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!