NovelToon NovelToon
MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Valencia Florence mengira penderitaannya telah usai setelah palu hakim meresmikan perceraiannya dengan Julian Edgar. Namun, sebuah fenomena misterius justru melempar jiwanya melakukan time travel kembali ke tiga tahun lalu—tepat di tahun kedua pernikahan mereka yang dingin.

Kembali menjadi Nyonya Edgar berarti Valencia harus mengulang fajar pernikahan tanpa cinta. Dia kembali menghadapi Julian, suami sedingin es yang menguburnya dalam kemewahan finansial dan fasilitas jet pribadi, namun memperlakukannya tak lebih dari sekadar pajangan rumah. Valencia sadar diri, dia hanyalah pengantin pengganti untuk mendiang saudara kembarnya, Gracia Florence, yang tewas menjelang pernikahan. Di kesempatan kedua ini, Valencia bersumpah tidak akan lagi mengemis cinta yang tidak pernah ada. Dia akan menjalani sisa waktu pernikahan ini dengan caranya sendiri, bersiap untuk pergi sebelum hatinya hancur untuk kedua kalinya.

#by_Parkha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGULANG LUKA Bab 34: Bayangan Cemburu dan Batas Profesional

...MENGULANG LUKA...

...Bab 34: Bayangan Cemburu dan Batas Profesional...

Mobil sedan putih milik Valencia berhenti mulus di pelataran studio lukisnya yang berarsitektur modern minimalis. Bangunan berdinding kaca transparan itu merupakan tempat perlindungan utamanya, satu-satunya ruang di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa bayang-bayang nama besar keluarga Edgar.

Valencia melangkah masuk menyusuri koridor studio yang tenang, disambut aroma khas cat minyak dan kain kanvas yang selalu berhasil menenangkan pikirannya. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama saat matanya menangkap sosok pria berambut cokelat gelap sedang berdiri membelakanginya di area pameran pribadi.

"Selamat pagi, Nyonya Edgar," sapa Lucas Frederick seraya berbalik dengan senyuman hangat yang khas. Pria itu mengenakan kemeja santai berkerut rapi dengan lengan digulung, memegang dua cangkir kopi panas di tangannya.

Valencia agak terkejut mendengar sapaan sopan di studio lukisnya. "Tuan Frederick? Anda datang cepat sekali."

"Saya sengaja datang lebih awal untuk meninjau sketsa awal kolaborasi kita," jawab Lucas ramah sambil menyerahkan salah satu cangkir kopi pada Valencia. Jemari mereka sempat bersentuhan singkat saat Valencia menerima cangkir tersebut. "Lagipula, sebuah kehormatan bisa menyeduh kopi untuk seorang Nyonya Edgar sebelum kita mulai bekerja."

Valencia menunduk tipis, menyesap kopinya sebentar demi menutupi sisa-sisa rasa lelah akibat perdebatan dinginnya dengan Julian pagi ini. "Terima kasih, Tuan Frederick. Anda tidak perlu repot-repot seperti ini."

Lucas menatap Valencia lebih dalam. Pengamatan tajamnya dengan cepat menangkap bayangan lelah yang tersirat di balik mata anggun wanita itu. Pria itu melangkah satu pijakan lebih dekat hingga jarak mereka menipis, menatapnya penuh rasa peduli.

"Anda terlihat sedikit tegang hari ini, Nyonya Edgar," suara Lucas melembut, bernada perhatian yang tulus. "Apakah ada masalah di rumah... atau Tuan Edgar membuat Anda tertekan lagi? Anda tahu kan kalau Anda selalu bisa mengandalkan saya saat dunia di luar sana terlalu menekan Anda?"

Kehangatan dan perhatian yang ditunjukkan Lucas membuat Valencia menegakkan posisinya. Di masa lalunya yang kelam, Lucas adalah sosok yang selalu memberinya ruang untuk bernapas ketika Julian sibuk mengabaikannya. Namun sekarang, dalam alur waktu yang telah berubah ini, ada batas tegas yang harus tetap dipagari secara bijaksana.

"Terima kasih atas perhatian Anda, Tuan Frederick," sahut Valencia tenang namun memancarkan ketegasan yang tak terbendung. "Tapi saya harap Anda tidak mencampuradukkan masalah rumah tangga saya dengan kerja sama kita. Saya mau kita tetap berada di jalur profesional."

Lucas sempat tertegun sejenak, terkejut oleh jawaban lugas itu, sebelum akhirnya mengangguk pelan seraya tersenyum menghargai batas tegas yang ditarik oleh wanita di hadapannya. "Tentu, Nyonya Edgar. Saya menghormati keputusan Anda."

Sementara itu, di lantai teratas gedung pencakar langit Edgar Group, suasana justru berbanding terbalik. Julian duduk di kursi kebesarannya dengan raut wajah yang menggelap. Matanya menatap tajam dokumen-dokumen di atas meja, tetapi pikirannya sepenuhnya tertuju pada Valencia yang saat ini berada di studio lukis bersama Lucas Frederick. Rasa cemburu dan gelisah terus membakar dadanya, membuatnya tidak bisa fokus sedikit pun pada pekerjaan.

Tok! Tok! Tok!

Ketukan di pintu ruang kerja memecah keheningan. Diego, asisten pribadinya, melangkah masuk dengan wajah tegang dan penuh kehati-hatian.

"Permisi, Tuan Edgar," ucap Diego ragu-ragu. "Di luar... Nona Clarissa datang mencari Anda."

Julian mendongak seketika, alisnya bertaut tajam. "Clarissa?"

"Benar, Tuan. Nyonya Besar Sita yang memintanya datang ke sini secara pribadi untuk menemui Anda," tambah Diego pelan, tak berani menatap langsung mata atasannya yang kian mendingin.

Julian mengepal jarinya kuat-kuat di atas meja. Rahangnya mengeras seketika. Mami Sita rupanya masih belum menyerah juga. Meski ia sudah memutus kerja sama dengan Baskoro Corp demi membela Valencia, ibunya tetap bersikeras menyusupkan wanita lain pilihan keluarganya untuk merusak pernikahan yang tengah berusaha ia pertahankan.

1
Shuttttttttttt
up up up up up, kepo bgttt
Shuttttttttttt
haa, knp sih gak jujur aja. biasanya pintar ini malah bodoh, gak curiga k klo seila2 itu sdh atur dgn sngja ksh tau vale kya gitu ihh
Shuttttttttttt
mending lo jujur dri pada vale tau dri lucas, bisa hbis rumah tangga loh
Park ha
🤣
Shuttttttttttt
up up up up up up up up up up
Park ha: tinggalkan like klo suka dan mau lanjut ka 🤭🤭..klo gk suka .gk like juga gpp sih hehe
total 1 replies
Shuttttttttttt
up up up up up
Shuttttttttttt
up up up up
Shuttttttttttt
yaaah, blm up lagi yaa thorrr🤭
Shuttttttttttt: cemangat thorrr, pembaca setiamu menunggu wkwkw😍🫂🤭🤣
total 2 replies
Shuttttttttttt
OMG😍😍😍😍
Shuttttttttttt
semangat thorrr😍❤️
Park ha: ku selalu semangat klo kalian suka cerita yang aku buat ♡♡♡🤭🤭🤭
total 3 replies
Shuttttttttttt
aku suka deehyy
Shuttttttttttt
makin seruh deeh, aku suka bgttt🤭🤣👍❤️
Shuttttttttttt
up up up up
Shuttttttttttt
wkwkw sok² sih, bgus² udh di anggap baik sma vale, ehh malah pnya niat buruh ke rmh tangga org, akhirnya kena kan. terlalu terfokus sma masa depan mknya ceroboh, pdhal klo kita udah tau masa depan gmn dan seandainya kita melakukan tindakan yg gak sesuai sma apa yg terjadi brrti ada kemungkinan masa depan berubah. contoh kecilnya: julian sadar akan kesalahannya terhadap vale, vale yg sdh melihat masa depannya bersama julian, akhirnya memilih tetap bersama, naah brrti ada pergerakan yg berbeda sma masa lalu
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Shuttttttttttt
senang deeh valee akhirnya sadar klo kepolosan dan kebaikan-nya di manfaatkan spya rumah tangga nya hancur
Shuttttttttttt
knp blm up kak
Park ha: 🙏UDAH UPDATE ..MAAF TELAT.. CIBUK
total 1 replies
Shuttttttttttt
nohh gk dngr²an sihh.... pdhal dia udah tau klo pertarungan antara lucas dan julian gak sesederhana itu tapi tetap ngeyel dan anggap julian laki-laki posesif yg kekanak kanakan.
Shuttttttttttt
naah, julian benar nih, gak perlu angkat telpn atau dngr penjelasan-nya vale, biarkan bukti audit yg menjelaskan klo lucas kali ini hnya berusaha pertahankan bisnis dan istrinya
Siti Kamisah Hasnul
Valencia yang tidak peka akhirnya kena jebak
Shuttttttttttt
julian, aku menunggu balasan utk si pebinor lucas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!