NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Tiga bulan berlalu, di lantai paling atas gedung pencakar langit Kincaid Group, suasana ruang kerja CEO terasa begitu dingin.

Alfie berdiri menghadap dinding kaca besar yang menampilkan lanskap ibu kota. Sosoknya tampak jauh lebih kurus, gurat wajahnya semakin tajam, dan auranya menjelma menjadi sedingin es. Pria itu telah bertransformasi menjadi robot gila kerja yang tidak menyisakan ruang sedikit pun untuk kehidupan pribadi.

​Pintu ruang kerja terketuk pelan. Troy melangkah masuk dengan sangat hati-hati. Ia memegang sebuah map laporan keuangan triwulan.

​"Pak Alfie, ini dokumen yang perlu Anda tanda tangani untuk rapat direksi besok pagi," ucap Troy dengan nada suara rendah.

​Alfie tidak bergeming. "Letakkan saja di meja!"

​Troy mengangguk patuh, namun ia tidak segera keluar. Ia memandang punggung kokoh tuannya dengan tatapan penuh rasa prihatin.

"Pak, Madam Willa baru saja menelepon lagi. Beliau menanyakan kapan Anda memiliki waktu luang minggu ini."

​Rahang Alfie mengencang mendengar nama ibunya disebut.

"Katakan padanya aku sibuk dengan ekspansi pasar baru."

​"Tapi, Pak Alfie, Madam Willa bersikeras."

Troy menelan ludahnya dan bersiap menghadapi kemarahan tuannya.

"Beliau bilang, pertunangan Anda dengan Nona Nadia tidak bisa ditunda lebih lama lagi. Saham perusahaan sedang tidak stabil dan pernikahan ini adalah satu-satunya cara untuk membungkam sisa-sisa rumor negatif di media terkait insiden tiga bulan lalu."

​Alfie berbalik dengan sentakan cepat dan sorot matanya memancarkan kilat amarah.

"Apakah Ibuku tidak memiliki pekerjaan lain selain mengurus hidupku?! Katakan padanya, sampai kapan pun aku tidak akan menikahi Nadia!"

​"Alfie! Jaga bicaramu!"

​Pintu ruangan telah terbuka lebar dan Willa melangkah masuk dengan bantuan tongkat berkepala perak. Di belakangnya, Nadia mengekor dengan gaun satin merah.

​"Keluar, Troy!" perintah Willa dingin tanpa menatap sang asisten.

Troy membungkuk cepat dan segera melesat keluar, lalu menutup pintu rapat-rapat.

​Willa berjalan mendekati meja kerja Alfie dan menatap putranya dengan pandangan menghakimi.

"Sampai kapan kamu mau bersikap seperti mayat hidup begini, Alfie? Wanita mandul dan pembunuh itu sudah mati! Polisi sudah menutup kasusnya. Kenapa kamu masih membuang waktu menolak Nadia?"

​"Dia punya nama, Ibu. Namanya Flossie!" bentak Alfie.

​Nadia maju selangkah dan memasang wajah sedih yang dibuat-buat.

"Alfie, aku tahu kamu syok, tapi semua bukti perselingkuhannya sudah jelas. Mengapa kamu begitu membela wanita yang bahkan tidak menghargai pernikahan kalian?"

​Alfie menatap Nadia dengan pandangan muak.

"Bukti? Bukti itu terasa semakin tidak masuk akal setiap harinya, Nadia. Aku mulai meragukan mata dan telingaku sendiri."

​Willa mengentakkan tongkatnya ke lantai dengan keras.

"Cukup, Alfie! Jangan biarkan rasa bersalah yang bodoh ini menghancurkan masa depan Kincaid Group. Kamu harus menikahi Nadia bulan depan demi menyelamatkan citra saham kita atau Ibu sendiri yang akan mencopot posisimu sebagai CEO!"

​Alfie terkekeh sinis, lalu melangkah mendekati ibunya tanpa rasa takut sedikit pun.

"Silakan, Ibu. Copot saja! Aku tidak peduli lagi dengan perusahaan ini, tapi ingat satu hal, jangan kira upacara peringatan kematian yang kuadakan kemarin berarti aku percaya dia sudah tiada. Aku hanya membuat panggung sandiwara agar media berhenti mengusikku, sehingga aku bisa mencari istriku dengan tenang."

​Willa mendengus kasar dan wajah tua itu memerah menahan geram, tanpa membalas ucapan putranya, Willa berbalik dan melangkah keluar dari ruangan dengan langkah angkuh, diikuti oleh Nadia yang menatap Alfie dengan tatapan penuh kekecewaan sekaligus kekesalan.

​Setelah mereka pergi, Alfie mengempaskan tubuhnya ke kursi kebiasaannya. Di balik keputusannya mengadakan pemakaman itu, hatinya tetap menolak memercayai kematian Flossie. Selama jasad wanita itu belum menyentuh tanah, Alfie menganggapnya masih bernapas di suatu tempat.

​Tangannya bergerak membuka laci meja yang terkunci, mengeluarkan sebuah ponsel khusus yang tidak diketahui oleh siapa pun, termasuk ibunya. Ia menekan satu nomor cepat yang langsung tersambung pada dering kedua.

​"Bagaimana perkembangannya, Samuel?" tanya Alfie tanpa basa-basi kepada detektif swasta terbaik yang dia sewa secara rahasia selama tiga bulan terakhir untuk menyisir sungai.

​Suara berat Samuel terdengar dari seberang saluran.

"Kami sudah menyisir hingga radius lima puluh kilometer ke arah muara laut, Pak Alfie. Seperti laporan polisi, tidak ada tanda-tanda pakaian atau jasad yang tersangkut. Arus malam badai itu memang luar biasa ekstrem."

​Alfie mengepalkan tinjunya hingga buku-buku jarinya memutih.

"Aku tidak peduli seberapa ekstrem arus itu, Samuel! Cari terus! Cari sampai ke dasar laut jika perlu! Aku akan melipatgandakan bayaranmu!"

​"Saya mengerti dedikasi Anda, Pak. Tapi secara logika medis dan hukum ...."

​"Aku tidak butuh logika!" potong Alfie dengan napas yang memburu. "Aku hanya butuh Flossie-ku kembali."

​Panggilan itu diputus sepihak oleh Alfie. Pria itu menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi dan menatap langit-langit ruangan dengan tatapan kosong yang hancur.

Malam merayap naik, Alfie tetap berada di kantornya menolak untuk pulang ke rumah besar yang terasa seperti neraka. Jam digital di mejanya menunjukkan pukul sebelas malam ketika ponsel rahasianya mendadak bergetar hebat di atas meja. Nama Samuel berkedip di layar.

​Alfie langsung menyambar ponsel itu dengan jantung yang mendadak bertalu keras.

"Samuel? Apa kamu menemukan sesuatu?"

​Suara Samuel di seberang sana terdengar sangat tegang, jauh berbeda dari nada suaranya beberapa jam yang lalu.

"Pak Alfie, Anda harus mendengarkan ini dengan baik. Tim IT saya baru saja berhasil meretas sisa-sisa rekaman kamera pemantau cadangan di jalan yang sempat rusak akibat sambaran petir malam badai itu."

​Alfie menegakkan punggungnya.

"Apa yang kamu lihat di rekaman itu?"

​"Polisi mengatakan tidak ada kendaraan yang berhenti di sekitar jembatan pembuangan malam itu, bukan? Tapi rekaman satelit cadangan memperlihatkan hal yang berbeda."

Samuel menjeda kalimatnya sejenak dan terdengar suara ketukan papan tik dari seberang telepon.

"Ada satu kejanggalan besar, Pak. Tepat sepuluh menit setelah Anda pergi meninggalkan Nyonya Flossie di tepi jalan, ada satu mobil hitam mewah yang melintas lambat dan berhenti di rute jalan tersebut. Tak lama kemudian, sebuah mobil minibus lain menyusul dan berhenti tepat di titik jatuhnya sandal berdarah Nyonya Flossie."

​Alfie terpaku di kursinya, seluruh pasokan udara di paru-parunya seolah tersedot habis.

​"Mobil siapa?" bisik Alfie antara syok dan secercah harapan yang mendadak muncul

​"Kami belum bisa mengidentifikasi pemiliknya, Pak Alfie," sahut Samuel.

"Namun, gerakan mereka sangat terlatih. Orang-orang dari minibus itu tampak sengaja mengatur posisi sandal berdarah Nyonya Flossie di tepi pembatas agar terlihat seperti bunuh diri, sementara mobil hitam pertama langsung melesat pergi dan menghilang dari pantauan radar tepat setelah memasuki kawasan steril di perbatasan sayap barat."

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!