NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri Elysa

Huang hanya mengangguk tipis sebagai tanggapan.

HUMMM!

Udara di atas alun-alun bergetar lembut. Tiga sosok tetua berjubah abu-abu—para penguji akademi—muncul secara misterius dari balik riak ruang. Penguji yang sebelumnya menghentikan pertarungan Huang di gerbang melangkah maju, tatapan matanya yang setajam elang menyapu seluruh peserta yang lolos.

"Selamat bagi seribu orang yang berdiri di sini. Kalian telah membuktikan bahwa kalian memiliki taring untuk bertahan hidup," suara sang tetua bergema kuat, langsung menekan riuh bisik-bisik di alun-alun. "Namun, jangan berpuas diri. Lolos dari Hutan Ilusi baru sekadar memberi kalian hak untuk menjadi Murid Luar Akademi Empat Jagat."

Sang tetua melambaikan tangannya, dan sekelompok murid senior akademi mulai membagikan jubah abu-abu resmi serta sebuah token giok hitam kepada masing-masing peserta yang lolos.

"Token di tangan kalian adalah nyawa kalian di akademi ini. Di dalamnya tertera angka 100, yang merupakan Poin Kontribusi awal kalian. Di Akademi Empat Jagat, Qi alam, teknik bela diri langit, pil obat pemurni jiwa, hingga senjata pusaka... semuanya harus dibeli menggunakan poin. Dan cara tercepat untuk mendapatkan poin..." Tetua itu tersenyum misterius, senyuman yang membuat bulu kuduk merinding. "...adalah dengan merebutnya melalui tantangan resmi, atau menyelesaikan misi berbahaya di luar akademi."

Huang menerima token giok hitamnya. Saat jarinya menyentuh permukaan giok yang dingin, dia bisa merasakan fluktuasi formasi magis mini di dalamnya. Angka '100' menyala redup di sana.

"Hari ini, kalian akan ditempatkan di Paviliun Sisi Barat, area untuk Murid Luar. Istirahatlah, karena besok pagi, upacara pembagian mentor dan penentuan kelas akan dimulai. Bubar!"

---

Malam harinya, di dalam sebuah kamar kayu sederhana di sudut Paviliun Sisi Barat, Huang duduk bersila di atas ranjang batu. Suasana luar yang bising oleh perayaan para murid baru tidak mengusiknya sedikit pun.

Huang memejamkan mata, memfokuskan kesadarannya ke dalam tubuh. Energi purba Asura di dalam meridiannya kini mengalir dengan sangat patuh seiring dengan mapannya Ranah Fondasi Jiwa Tingkat Awal miliknya. Namun, ada sesuatu yang berbeda. Di dalam lautan jiwanya, energi ungu gelap itu perlahan memadat, membentuk sebuah pusaran pusaka kecil yang samar-samar menyerupai bentuk telur.

'Apakah ini inti dari warisan Iblis Kuno itu?' batin Huang penasaran. Dia bisa merasakan daya isap Qi alam dari telur energi ini berkali-kali lipat lebih haus daripada sebelum dia melakukan terobosan.

Tiba-tiba, telinga Huang menangkap ketukan halus di jendela kamarnya. Gerakannya sangat senyap, hampir tidak terdeteksi jika bukan karena indra tajam Huang.

Tok. Tok.

Huang membuka matanya, kilatan ungu melintas sesaat di pupilnya. Tangan kanannya secara refleks mengepal, siap meledakkan kekuatan fisik perunggunya jika ada musuh yang mencoba menyergap di malam pertama.

"Siapa?" tanya Huang dingin, tanpa mengubah posisi duduknya.

Jendela kayu itu perlahan terbuka, membiarkan angin malam yang dingin berembus masuk membawa aroma harum yang sangat akrab—aroma bunga melati yang murni dan segar. Sesosok tubuh ramping dengan jubah berpenutup kepala perak melompat masuk dengan keanggunan yang mustahil ditiru oleh manusia.

Ketika penutup kepala itu dibuka, helai rambut perak berkilau dan sepasang telinga runcing yang indah terekspos di bawah cahaya lilin.

"Putri Elysa?" Huang terkesiap, ketegangannya seketika mencair, digantikan oleh rasa terkejut yang murni. Mengapa putri dari Kerajaan Peri bisa menyelinap ke asrama Murid Luar Akademi Empat Jagat di tengah malam?

Elysa segera menaruh jari telunjuknya di depan bibir, mengisyaratkan Huang untuk mengecilkan suara. Dengan lambaian tangan kirinya, seberkas cahaya hijau lembut menyebar ke penjuru ruangan, membentuk sebuah formasi kedap suara mini yang mengisolasi kamar tersebut dari dunia luar.

"Maaf mengejutkanmu malam-malam begini, Lin Huang," bisik Elysa sembari menurunkan tudung jubah peraknya. Wajahnya yang rupawan tampak sedikit letih, namun matanya memancarkan keseriusan yang mendalam.

Huang menurunkan ketegangan tubuhnya, namun rasa penasarannya justru semakin memuncak. "Putri Elysa, bagaimana bisa kau berada di asrama Murid Luar? Bukankah kau seharusnya berada di Hutan Abadi?"

"Aku datang ke Akademi Empat Jagat sebagai perwakilan resmi dari garis keturunan Kerajaan Peri," jelas Elysa, mengambil tempat duduk di kursi kayu dekat ranjang Huang. "Sebagai putri mahkota, aku memiliki hak istimewa untuk langsung menjadi Murid Dalam tanpa melalui ujian lencana seperti yang kau lakukan siang tadi. Kakak Senior Mu juga ada di sini, bertindak sebagai pengawal resmiku di area luar."

Huang mengangguk paham. Di dunia ini, hak istimewa latar belakang memang selalu nyata. Namun, dia tahu Elysa tidak akan mengambil risiko menyelinap ke kamarnya hanya untuk sekadar menyapa. "Lalu, apa yang membuatmu menemuiku secara rahasia seperti ini?"

Ekspresi Elysa menegang. Dia menatap langsung ke sepasang mata hitam Huang. "Ini tentang Jenderal Gorgon dan intelijen yang dikumpulkan oleh jaringan mata-mata kaumku. Mundurnya pasukan Ras Iblis dari perbatasan Hutan Abadi kemarin ternyata hanya sebuah taktik pengalihan."

"Maksudmu?"

"Gorgon tahu dia tidak bisa merebutmu secara paksa dari perlindungan Ratu Tatiana dan Ratu Bai Feng. Oleh karena itu, dia sengaja melepasmu," suara Elysa merendah, dipenuhi kecemasan. "Mereka telah menanam mata-mata di dalam Akademi Empat Jagat. Mereka sengaja membiarkanmu masuk ke sini karena akademi ini menerapkan hukum rimba. Di sini, pembunuhan antar-murid dalam misi luar atau tantangan hidup-mati adalah hal yang legal."

Huang menyunggingkan senyum dingin. "Jadi, mereka ingin memanfaatkan aturan akademi untuk menghabisiku secara legal?"

"Benar. Dan yang lebih buruk, peringkat sembilan yang kau dapatkan siang tadi telah membuatmu menjadi pusat perhatian," Elysa mengeluarkan sebuah gulungan perkamen kecil dari balik jubahnya dan menyerahkannya kepada Huang. "Ini adalah daftar beberapa Murid Luar senior dan Murid Dalam tingkat rendah yang memiliki hubungan rahasia dengan Sekte Gagak Darah atau faksi Iblis Benua Barat. Mereka kemungkinan besar akan mengincarmu dalam upacara pemilihan mentor besok pagi."

Huang membuka gulungan itu. Di dalamnya tertera beberapa nama beserta ranah kultivasi mereka—sebagian besar berada di Ranah Fondasi Jiwa Tingkat Akhir, bahkan ada dua nama yang sudah mencapai Ranah Formasi Inti Tingkat Awal.

Melihat nama-nama tersebut, alih-alih ketakutan, hawa dingin Asura di dalam Dantian Huang justru berdenyut pelan, memancarkan getaran yang haus akan tantangan. Di bawah tempaan penderitaan masa lalu, Huang tahu bahwa satu-satunya cara untuk membungkam para pemangsa adalah dengan menjadi pemangsa yang lebih mengerikan.

"Terima kasih, Elysa. Informasi ini sangat berharga bagiku," ucap Huang tulus, menyimpan gulungan itu di dalam saku jubahnya.

Elysa menatap keteguhan di wajah Huang, dan rasa khawatirnya perlahan mereda, digantikan oleh rasa kagum yang samar. "Aku tahu kau kuat, Huang. Tapi tetaplah waspada. Besok, saat penentuan kelas, cobalah untuk menarik perhatian Penatua Jiu. Dia adalah salah satu dari empat nakhoda utama akademi yang terkenal tidak memedulikan latar belakang ras. Jika kau berhasil menjadi muridnya, faksi Iblis tidak akan berani menyentuhmu secara terang-terangan di dalam lingkungan akademi."

Setelah memberikan peringatan tersebut, Elysa kembali mengenakan tudung jubahnya. "Formasi kedap suaraku tidak bisa bertahan terlalu lama tanpa memicu alarm pelindung asrama. Aku harus pergi. Sampai jumpa di upacara besok, Lin Huang."

1
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!