NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Singgasana Berdebu dan Nyala Mata Merah

Cahaya keemasan dari [Pagar Utama Tahap 3] yang tadinya membungkus tubuh Lin Fan mendadak berputar liar di luar kendali. Udara di sekeliling pemuda itu terlipat secara ekstrem, memicu rasa hampa yang menyedot kesadarannya selama beberapa detik. Dunia Desa Sungai Hitam—tanah pemakaman ibunya, tangisan Chen Meng, dan gemercik air sumur tua—seketika lenyap bagaikan ditarik ke dalam jurang tak berdasar.

Ketika pijakan kaki Lin Fan kembali memadat di atas permukaan keras, aroma segar bunga tanah desanya telah sirnah tanpa sisa. Bau segar itu berganti dengan aroma busuk karat, jelaga tua, dan amis darah mengering yang begitu pekat hingga menusuk langsung ke rongga dada.

Lin Fan membuka matanya perlahan. Manik matanya yang menyala keemasan langsung menyesuaikan diri dengan kegelapan yang mendominasi sekitarnya.

Ia tidak lagi berdiri di halaman rumah tua keluarganya. Lin Fan kini berada di tengah-tengah aula raksasa yang luar biasa megah, namun kondisinya hancur berkeping-keping dan terbengkalai. Pilar-pilar batu setinggi puluhan meter retak-retak parah, dililit tanaman merambat kehitaman yang memancarkan getaran beracun. Di ujung aula, melintasi puluhan anak tangga batu yang runtuh dan bergelimpangan tulang belulang kering, berdiri sebuah singgasana batu jati raksasa berukirkan naga berkepala tiga. Singgasana itu kosong, tertutup debu tebal dan jaring laba-laba raksasa.

Sfx: Bzzzzzt! RED ALERT!

[Peringatan Sistem: Anomali Ruang dan Waktu Terdeteksi]

[Menduga Terjadinya Lonjakan Energi Pasak Wilayah Saat Penguncian Tahap 3]

[Lokasi Saat Ini: Kekaisaran Aethelgard (Dunia Atas - Terisolasi)]

[Status Wilayah: Kerajaan Terbengkalai / Jatuh Ke Tangan Entitas Iblis]

[Ancaman Terdeteksi: 120+ Entitas Iblis Ranah Kelam Mengelilingi Area]

"Kekaisaran Aethelgard...?" gumam Lin Fan pelan. Suaranya bergema hampa di tengah aula raksasa yang sunyi.

Sfx: GRRRRRRRR... KRRRRR...

Belum sempat Lin Fan mencerna situasi atau memeriksa kondisi sistemnya lebih jauh, suara geraman rendah yang menggetarkan fondasi aula bergema dari balik pilar-pilar batu yang hancur.

Dari dalam bayangan kegelapan di balik reruntuhan dinding, sepasang demi sepasang mata berwarna merah darah mulai menyala. Puluhan, lalu ratusan iblis berukuran raksasa merangkak keluar. Ada yang berwujud serigala bertanduk empat dengan liur asam yang menetes membakar lantai batu hingga berkeledak, ada pula iblis bersayap membran hitam dengan cakar-cakar sepanjang pedang. Mereka mengepung Lin Fan dari segala penjuru, memancarkan aura haus darah yang sepuluh kali lebih ganas daripada Siluman Rawa Hitam yang pernah dibunuhnya di desa.

"Darah manusia murni..." bisik seekor iblis raksasa berkepala banteng di barisan depan, matanya membelalak gila menatap sosok asing di hadapannya. "Kaisar telah kabur meninggalkan tahtanya, dan aula ini adalah wilayah kekuasaan kami! Serang dan mangsa jiwanya!"

Sfx: ROAAARRRRRRR!

Ratusan iblis itu melompat secara serentak, menerjang lurus ke arah Lin Fan dengan cakar dan taring terentang!

Lin Fan berdiri tegak di tengah kepungan bayangan maut tersebut. Ketenangan dingin dari penyelarasan sistem mengalir sempurna di dalam pembuluh darahnya. Urat-urat emas di lengan kirinya berbinar terang, memancarkan kerapatan energi yang siap meledak.

"Aku baru saja mengunci batas wilayah desaku," kata Lin Fan datar seraya mengepalkan tangan kanan. "Dan kalian... mengganggu ketenanganku."

Sfx: DUUUUUUUUUUMMMMMMM!

Lin Fan menghantamkan tinjunya ke udara kosong di hadapannya!

Gelombang [Pantulan Tekanan Iblis Mutlak] meledak mekar dalam bentuk kubah keemasan selebar seratus meter, meremukkan puluhan iblis terdepan menjadi bubuk darah dalam sekali sentuhan!

Jeritan histeris iblis-iblis itu membentur dinding aula. Bintik-bintik energi merah yang keluar dari tubuh mereka yang hancur langsung tersedot masuk ke dalam telapak tangan kiri Lin Fan, dikonversi menjadi energi murni oleh sistem.

[Menyerap Inti Jiwa Iblis Ranah Kelam x34]

[Poin Energi Diterima: +17.000 Poin]

[Menganalisis Bangunan Kekaisaran: Struktur Fondasi Terikat Pada Urat Bumi Kuno]

Mata Lin Fan menyipit menatap garis-garis rune yang tersembunyi di bawah debu lantai batu. Istana ini rupanya dulunya memiliki Pagar Pelindung raksasa, namun intinya telah dimatikan dari dalam secara sengaja.

Sesosok iblis bersayap membran meluncur cepat dari plafon, mengayunkan cakar beracunnya tepat ke arah leher Lin Fan dari belakang.

Tanpa perlu berbalik badan, Lin Fan menggerakkan jari telunjuknya ke atas.

"Api Spiritual Tiga Alam!"

Sfx: FWOOOOOOSH!

Lautan api hitam keemasan meledak dari pijakan kaki Lin Fan, merayap naik dan melahap iblis bersayap itu hingga menjadi abu sebelum jarinya sempat menyentuh helai rambut pemuda tersebut!

Iblis-iblis lain yang menyaksikan pemandangan itu mendadak menghentikan gerakannya. Ketakutan liar merayap di dalam mata merah mereka. Mereka yang tadinya menganggap Lin Fan sebagai mangsa empuk kini menyadari bahwa sosok pemuda yang berdiri di depan singgasana tua ini adalah bencana yang jauh lebih mengerikan daripada apa pun yang pernah melintasi aula tersebut.

"Siapa... siapa kamu?!" jerit iblis berkepala banteng itu dengan suara gemetar, melangkah mundur perlahan. "Kamu bukan penyihir kerajaan! Kamu bukan prajurit kaisar!"

Lin Fan melangkah maju perlahan. Setiap pijakan kakinya membersihkan debu di lantai, meninggalkan jejak rune emas yang menyala redup dan mulai terhubung dengan fondasi bawah tanah istana.

"Namaku Lin Fan," katanya dingin, menatap iblis berkepala banteng itu tanpa emosi. "Dan mulai detik ini... aula terbengkalai ini berada di bawah pengawasanku."

Ia mengacungkan telapak tangannya, mengunci seluruh iblis yang tersisa dalam (Formasi Pasak Jiwa].

Sfx: BZZZZTTTT!

Rantai-rantai cahaya keemasan meluncur dari lantai, mengikat leher dan ekstremitas ratusan iblis tersebut secara serentak. Mereka meraung dan mengerang, memohon ampunan, namun [Apatisme Taktis] di dalam jiwa Lin Fan tidak memberikan ruang bagi keraguan sedikit pun.

"Hancur," perintah Lin Fan pendek.

Sfx: CRAAASH!

Rantai-rantai itu meremukkan seluruh tubuh entitas iblis di dalam aula hingga tak bersisa. Asap hitam menyusut, meninggalkan ruangan yang kini bersih dari aura busuk monster.

[Seluruh Entitas Iblis Sektor Aula Utama Dimusnahkan]

[Poin Energi Total: 122.400 Poin]

[Peringatan: Mendeteksi Keberadaan Manusia Yang Masih Hidup Di Sektor Ruang Bawah Tanah Istana!]

Lin Fan menurunkan tangannya, menatap ke arah pintu besi tebal berselubung rantai di belakang singgasana raksasa. Ada denyut kehidupan manusia yang sangat lemah di bawah sana, bersanding dengan sisa-sisa trauma dan ketakutan.

"Kaisar yang melarikan diri... atau rakyat yang ditinggalkan?" gumam Lin Fan pelan seraya melangkah menuju pintu bawah tanah tersebut.

Perang di dunia baru ini telah dimulai, dan Lin Fan tidak akan berhenti sebelum seluruh wilayah ini berada di bawah kendali Pagar Iblisnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!