NovelToon NovelToon
DxD : Sebagai Pawn Sona Sitri

DxD : Sebagai Pawn Sona Sitri

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyudi0596

Tidak semua bidak catur bermimpi menjadi Raja. Yudi hanya ingin satu hal: bertahan hidup dan membangun wilayah kecilnya sendiri untuk kaum yang terbuang. Menjadi Pawn rendahan bagi Sona Sitri adalah langkah pertamanya. Dengan [Imperial Tiger Mantle] yang terikat di jiwanya, ia menahan auman sang harimau dan mengubahnya menjadi keheningan yang mencekik lawan.

update Harian 1 bab per harinya sambil menunggu keputusan kontrak., semoga berhasil ya, kalau udah fix dapet kontrak akan kembali normal. Kalau kelewat mungkin akan tambah satu bab di besoknya. semoga gak pernah terjadi dan kalian semua bisa terus membaca kisah ini dengan tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyudi0596, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Melihat tingkah rekrutan barunya yang hanya memberikan anggukan pasif saat merespons sapaan kakak kelas kelas tiga, namun tiba-tiba menjadi hiperaktif merespons sapaan Ruruko, Sona memijat pelipisnya perlahan. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sedikit.

"Astaga... kau bahkan tidak segan-segan untuk meminta hal konyol seperti itu pada perjumpaan pertama," tegur Sona dari ujung meja, nadanya dingin dan menusuk. "Tutup mulutmu dan cepat perkenalkan dirimu sekarang. Itu adalah perintah."

Mendengar suara tajam Sona, Yudi buru-buru menarik kepalanya kembali dan berdiri tegap. Kedua tangannya lurus menempel di sisi paha.

"Ha'i!" Yudi sedikit menundukkan kepalanya. "Namaku Yudi. Untuk nama marga, aku tidak memilikinya karena orang tuaku berasal dari luar negara Jepang. Lalu, aku duduk di bangku kelas 2-B. Kalau kalian pernah mendengar tentang 'Trio Mesum' Akademi Kuoh... ya, aku berasal dari kelas yang sama dengan mereka. Posisiku adalah sebagai Pawn di kelompok ini, yang berarti aku berada di lini yang sama dengan Saji-senpai. Semuanya, sekali lagi terima kasih banyak atas sambutannya hari ini, dan mohon bimbingannya." Yudi membungkukkan badannya mengakhiri sesi perkenalannya.

Reya Kusaka melipat kedua tangannya di depan dada, memiringkan kepalanya sedikit. "Ngomong-ngomong, kau sama sekali tidak mempertanyakan alasan kenapa kami semua berkumpul di sini dan alasan kenapa Sona Kaichou menyuruhmu datang kemari pada jam istirahat siang, Yudi-kun?"

Yudi menegakkan tubuhnya, tangan kanannya terangkat menggaruk belakang kepalanya dengan canggung. "Hn... kalau soal itu, mungkin aku sudah punya gambarannya sedikit di kepalaku. Ya, bukan berarti aku sok tahu segalanya juga sih."

"Kau sudah punya gambaran tentang semua ini?" tanya Momo, matanya menyempit menatap Yudi dengan tatapan menyelidik.

Yudi menurunkan tangannya dan menarik napas perlahan. "Tadi pagi, sebelum insiden mengerikan di gerbang sekolah itu, Sona Kaichou telah menjelaskan sedikit kepadaku tentang sistem Evil Piece yang konsepnya meniru bidak permainan catur. Dari penjelasan itu, logika sederhanaku mulai bekerja. Maka aku kepikiran... kalau dalam sebuah set ada Pawn, maka sudah pasti eksistensi Bishop, Rook, Knight, dan Queen itu ada. Nah, kebetulan para Senpai sekalian tadi dengan jelas menyebutkan nama-nama bidak masing-masing saat perkenalan. Jadi, kesimpulan kasarku ternyata benar."

Yudi melirik ke arah kursi tengah. "Lalu, Sona Kaichou juga pernah mengatakan kepadaku tadi pagi kalau dia adalah tuanku yang baru. Dengan kata lain secara hierarki, dialah bidak King-nya. Lalu untuk Tsubaki-fukukaichou yang sedari tadi menjemput dan mengawalku... pasti dia memegang peranan krusial sebagai seorang Queen. Karena dari tadi kalian tidak menyebutkan posisi Ratu itu sama sekali. Mengingat Sona Kaichou memberikan perintah spesifik untuk menyuruhku datang ke ruangan ini, artinya ada suatu hal rahasia yang ingin diberitahukan dan dikoordinasikan, di mana gambaranku menyimpulkan bahwa semua orang di ruangan ini adalah seluruh anggota Evil Piece miliknya."

Yudi memutar pandangannya, melontarkan senyuman persetujuan pada Sona Kaichou yang duduk dengan sangat tenang di tengah mereka tanpa ekspresi yang berubah.

"Apakah analisaku itu benar adanya, Sona Kaichou?" tanya Yudi mengakhiri penjelasannya.

Yura yang masih berdiri di dekat pintu bersiul panjang. Ia memiringkan kepalanya dengan senyuman miring. "Weh, weh, weh. Tidak kusangka... otaknya ternyata jauh lebih encer dan cepat tanggap jika dibandingkan dengan Saji waktu pertama kali kita kumpulkan."

Wajah Saji seketika memerah padam. Urat di dahinya berkedut keras. "Hah?! Apa-apaan ucapanmu itu, Yura?!" teriak Saji, melemparkan pandangan marah ke arah gadis berambut biru itu. Ia kemudian memutar tubuhnya menghadap Yudi, jari telunjuknya menuding tepat ke ujung hidung Yudi. "Jangan pernah banding-bandingkan diriku dengannya! Woi, sialan! Jawab aku sekarang, berapa jumlah bidak Pawn yang kau konsumsi saat direinkarnasikan semalam?!”

Yudi memundurkan tubuhnya setengah langkah. Keringat kembali muncul di pelipisnya. Ia mengangkat tangannya dengan telapak terbuka seolah menahan dorongan amarah Saji. "A-aku... Sona Kaichou bilang aku menggunakan dua bidak."

"Hah! Lihat itu!" Saji menarik tangannya dari wajah Yudi, lalu menyentakkan kedua tangannya ke pinggang dengan postur menantang. Senyum sombong mengembang di wajahnya. "Dari segi potensi dasar dan kekuatan iblis, jelas-jelas akulah yang menang telak! Aku ini bereinkarnasi dengan mengkonsumsi empat bidak Pawn sekaligus! Empat bidak! Serta, Sacred Gear yang ada di dalam tubuhku ini merupakan bagian dari pecahan jiwa Raja Naga Vritra! Itu membuat kapasitas daya tempurku jauh lebih kuat darinya! Jadi, tolong hentikan omong kosong yang membandingkan diriku dengan manusia lemah sepertinya!" Saji menegaskan argumennya dengan suara bergetar karena emosi, benar-benar tidak terima posisinya sebagai Pawn terkuat digoyang.

Namun, pembelaan epik Saji itu segera dipatahkan tanpa belas kasihan.

"Tapi, Saji-kun," ucap Reya Kusaka dari tempat duduknya, melipat kedua lengannya di atas perutnya. Matanya memancarkan sedikit rasa geli. "Saat kau berada di posisi yang persis sama sepertinya, di mana kami memperkenalkan diri di ruangan ini... reaksi yang kau tunjukkan sungguh berbeda. Kau sama sekali tidak memberikan jawaban analitis dan logis seperti pemuda itu. Kau justru malah bertingkah seperti orang mesum kelaparan yang ingin menerkam kami semua saat itu juga."

Momo Hanakai menganggukkan kepalanya dengan cepat, setuju dengan pernyataan Reya. Tangan gadis berambut putih itu bergerak secara refleks memeluk bagian dadanya sendiri. "Aku sangat ingat detail hari itu. Mata Saji terus menatapku ke arah sini, dan dia bahkan mengeluarkan air liurnya hingga menetes saat menatapku... ugh." Momo bergidik pelan, menciptakan gerakan kecil di dadanya.

Mendengar rentetan serangan aib dari para senior wanitanya, keberanian Saji langsung luntur tak tersisa.

"Woi, woi, woi! Stop! Hentikan pembicaraan ini sekarang juga!" seru Saji dengan nada melengking panik, wajahnya kini semerah kepiting rebus. Ia melambaikan kedua tangannya dengan liar ke udara. "Jangan ceritakan atau ungkit-ungkit kisah masa lalu yang sangat memalukan itu di depan anak baru ini!”

Dari arah pintu masuk, Tsubaki Shinra yang sedari tadi hanya diam mengamati, akhirnya angkat bicara.

"Dan tolong jangan lupakan satu detail penting, Saji," ucap Tsubaki datar tanpa emosi. "Kaichou harus turun tangan memberikan bogem mentahnya secara langsung ke wajahmu hari itu untuk sekadar membuatmu kembali tenang dan menutup mulut mesummu."

Jleeger!

Bagaikan sambaran petir menyambar di siang bolong, ucapan yang dilontarkan dengan nada terlampau tenang dan santai dari sang Fukukaichou itu sukses menghancurkan sisa-sisa mental Saji hingga berantakan. Tubuh Saji menegang kaku, kedua lututnya bergetar dan membentur lantai dengan bunyi bruk yang keras.

Jiwanya seakan baru saja terbang melayang ke dimensi lain, karena fakta memalukan yang baru saja dibongkar adalah kejadian pertama kali yang paling ingin ia hapus secara permanen dari ingatan semua orang di ruangan tersebut, atau kalau bisa, memutar kembali waktu agar ia bisa memulai kesan pertamanya dari awal yang sempurna.

Yudi yang melihat hancurnya mental Saji dari jarak dekat hanya bisa menelan ludah perlahan, berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga sikap di depan para perempuan keluarga Sitri ini.

1
Bayuon So7
anjirlah, kata garis miring ini kayak sebuah klu atau apa dah kok tetiba gitu ya😄
Bayuon So7
jantungan si Sona cuk🤭
Bayuon So7
ini reaksinya kayaknya lebih natural dari yang sebelumnya, karena gua bacanya juga kagum cuy am kekuatan nih karakter Falbium🤭
Bayuon So7
anjay dipancing
Bayuon So7
mana bisa anjir🤣
Bayuon So7
nah kan, kena Lo. di cibir langsung sam Fuiukaicho sama🤭
Bayuon So7
geli gua dengarnya 🤣
Bayuon So7
Damn, bro beneran gosong parah si Saji di sini brok. Lu bikinnya make sense lagi Thor, gua tadi berpikir lu lagi mau injak karakter ini serampangan tapi lu mendesainnya dengan apik. jadinya gak jadi gua hujat anjirlah 🤣
Bayuon So7
wah keren lu Thor, alih-alih mempermalukan dengan aneh. lu bikin ada reason pada tindakan Sona sebelumnya dan kemarahan dia di sini beneran make sense
Bayuon So7
damn, lu juga pernah dipegang tangannya kan. ah ealah
Bayuon So7
iya, abis chef Tsubaki. sekarang chef Sona. wah beneran dibuat gosong ini sajinya.
Bayuon So7
Thor, lu kayaknya punya dendam pribadi Ama saji deh. kok serem amat penghakimannya cok.
Bayuon So7
Absolute cinema, cukup chef ini sudah gosong jangan dilanjutkan.🤭
Bayuon So7
Weh ada chef yang mau masak, pastikan bikin masakan yang lezat dan bergizi. chef Tsubaki Shinra.
Bayuon So7
ngimpi lu anying gak logis banget dah pikirannya si saji ini ya.
Bayuon So7
gua juga ngedown kalau cewek paling polos tetiba natap dengan tajam gini. artinya lu bikin masalah super serius.
Bayuon So7
oh Ice king ini loh, kalau marah meski gak meluap-luap rasanya bikin berdebar-debar
Bayuon So7
waduh Sona udah mulai kepancing emosi nih
Bayuon So7
Alasannya masuk akal tapi entah kenapa rasanya jadi klise denger omongan lu saji🤭
Bayuon So7
Efek dibuat senyum tadi siang kah, kok tetiba jadi perhatian gini 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!