NovelToon NovelToon
Istri Seksi Tuan Arnold

Istri Seksi Tuan Arnold

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Putrichou

"Menikahlah dengan ku dan berikan aku keturunan. Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan, termasuk kesejahteraan,"

Anjani tidak menyangka di usianya dua puluh tahun, harus menghadapi tawaran gila dari pria konyol yang dia bantu. Di sisi lain ia ingin memperbaiki hidup, sedangkan di sisi lain ia tidak ingin melakukan hal bodoh itu.

Namun melihat pengorbanannya Arya, keputusan besar akhirnya ia ambil untuk mereka berdua, bersiap menikah dan memberikan Arnold keturunan. Akankah mereka berdua berubah pikiran dan menjalin hubungan tanpa aliansi apapun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putrichou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIA MENANTU KU

Setelah beberapa waktu tinggal di desa, akhirnya Arnold hari ini memutuskan untuk kembali ke kota, karena perusahaan membutuhkannya. Kelvin terus-menerus menelpon dan merengek padanya untuk cepat kembali. Arnold menyadari statusnya yang sekarang adalah suami dari Anjani, sekaligus bos dari perusahaannya.

Anjani merapikan beberapa pakaiannya ke dalam koper bersamaan dengan pakaian milik suaminya. Arnold, yang sejak tadi hanya memperhatikan dengan sesekali mengerjakan pekerjaannya, hanya menghelan nafas. Ia berniat membantu Anjani untuk membereskan pakaian mereka, namun gadis itu bersikeras menolak dan menyuruhnya untuk mengerjakan pekerjaannya.

"Sayang, taruhlah pakaian itu dan duduklah di sebelahku." ujar Arnold membuat Anjani menoleh. Gadis itu tak menolak dan hanya menurut.

"Kamu sudah berpamitan dengan Arya?" tanya Arnold mengeluh kepala Istrinya. Mungkin kali ini ia memiliki hobi baru, yaitu menempel seharian dengan Anjani. Arnold sungguh dibuat tergila-gila dengan bau harum dari tubuh istrinya.

"Iya, Kakak akan berkunjung sebentar ke sini."

Walaupun Arnold kurang menyukai Arya, sebagai suami dari Anjani, ia harus tetap tampak menyukai kehadiran Arya.

"Apakah kamu benar-benar tidak keberatan dengan keputusanmu, untuk ikut denganku ke kota?" tanya Arnold cemas, mengingat ini kedua kalinya Anjani ke kota dan tidak memiliki siapapun di sana kecuali dirinya sekarang.

Anjani hanya tersenyum tipis dan menggenggam tangan pria itu. Ia tahu apa yang Arnold cemaskan sejak tadi. Anjani hanyalah orang awam yang baru datang ke kota dan tiba-tiba harus benar-benar menetap di kota.

"Keputusan pun sudah berlaku dan aku sudah meminta izin kepada Kak Arya. lagi pula kita akan tetap berkunjung ke desa asri kan?" Arnold mengangguk membenarkan. Mereka berdua sepakat untuk beberapa bulan sekali berkunjung ke desa Astri, mengingat makam kedua orang tua Anjani berada di desa itu.

Arnold yakin, kalau Arya akan ikut ke kota setelah mereka pergi. Ia sangat yakin juga kalau Arya akan kembali ke keluarga Airlangga, yang statusnya adalah rival dari keluarga Darmawangsa.

"Tapi aku perhatikan, kecemasanmu bukan berpusat kepadaku. Apa benar?"

Arnold terdiam sebentar, Anjani sangat peka kepadanya. yang dikatakan oleh gadis di sebelahnya ada benarnya, karena kecemasannya bukan kepada Anjani melainkan kepada keluarga Airlangga. Beberapa hari belakangan ini, perusahaannya mengalami masalah karena keluarga itu, keluarga yang sangat suka manipulasi klien serta investor perusahaannya.

Karena tidak makan mengatakan semuanya kepada istrinya, karena takut Anjani akan ikut kepikiran dan menjadi sasaran kedua setelah keluarga Darmawangsa. Sebenarnya permasalahan antara kedua warga ini hanya berpusat perusahaan, namun keluarga Airlangga mulai semakin nekat.

TOK ... TOK ....

Pembahasan mereka berdua tersela dengan ketukan pintu, Anjani membuka pintu dan tersenyum lebar melihat kehadiran kakaknya. "Kak Arya!"

Arya menyambut pelukan Adiknya dengan semangat, Arnold yang baru saja keluar dari kamar hanya diam dan menatap tajam kepada Arya. Arya memutar matanya malas, karena anak pasti akan over protektif kepada Anjani. Mereka berdua saling mengenal dekat, bahkan Arya sangat mengenal sikap negatif dari Arnold.

"Kalian sudah ingin berangkat ke kota?"

"Benar, tapi aku harus menunggu dirimu untuk pergi dari sini dan membiarkan kami pulang ke kota." ucap Arnold dengan sangat ketus.

Arya tertawa sinis, sedangkan Anjani menatap kedua pria itu dengan heran. iya baru menyadari kalau Arya dan Arnold tampak berselisih. "Apa kalian baik-baik saja?"

"Suamimu ini sangat menyebalkan,"

...****************...

Anjani menatap bangunan megah dan besar di hadapannya, banyak taman yang di hiasi bunga yang indah, halaman yang sangat luas dengan jejeran mobil yang terparkir. Anjani melirik Arnold yang tampak santai di sebelahnya.

Setelah beberapa jam mereka tempuh untuk ke kota, Anjani benar-benar di buat terpukau dengan banyaknya gedung tinggi dengan banyak jendela. Gadis itu tak henti-henti memuji membuat Arnold semakin merasa gemas.

"Tunggu sebentar,"

Lamunan gadis itu pecah, Arnold keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Anjani. "Ayo, Sayang. Mama dan Papa sudah menunggu kita," ajak Arnold sembari mengulurkan tangannya.

Gadis itu terdiam sejenak, menatap penampilannya. Arnold menghela napas dan sedikit membungkukkan. "Apa tidak apa-apa penampilan ku seperti ini?"

"Sayang, tidak ada yang salah. Kamu cantik memakai pakaian apapun," jawan Arnold meyakinkan istrinya. Anjani memakai dress motif bunga dengan bagian baju yang terbuka. Rambut yang sengaja di gerai, membuatnya semakin cantik.

Anjani mengangguk dan mengikuti langkah Arnold masuk ke dalam rumah besar itu. Mansion Darmawangsa. Banyaknya pelayan yang berjejeran, menyambut kepulangan Tuan Muda mereka sekaligus istrinya. Anjani menjadi canggung karena di sambut sedemikian rupa.

"Astaga Menantu ku!"

"Sayang, pelan-pelan!"

Anjani menatap dua paruh baya menuruni anak tangga, Anjani tersenyum senang melihat Jasmine dan Fero.

"Selamat sore, Ma, Pa." sapa Anjani dengan sopan.

Fero dan Jasmine menatap penampilan Anjani dengan seksama. Fero tersenyum dan melirik putranya yang hanya memasang wajah datar.

"Ikut, Papa."

Fero dan Arnold meninggalkan kedua wanita itu di ruang tengah. Jasmine tertawa pelan dan memeluk Anjani secara tiba-tiba. Gadis itu tersenyum hangat dan membalas pelukan Jasmine. Ia sangat nyaman dengan wanita ini.

"Selamat datang di keluarga Darmawangsa, Anjani." sambut Jasmine dengan mengecup kening istri dari putranya.

"Terima kasih, Ma."

"Apakah putra ku jahat kepada mu? kamu tidak tersiksa dengannya? Atau dia membuat kamu menangis?" tanya Jasmine dengan banyak pertanyaan. Anjani terkekeh geli melihat tingkah Jasmine yang seperti anak kecil, pantas saja Fero tergila-gila.

"Semuanya baik, Ma. Arnold tidak melakukan apapun kepada ku,"

Jasmine bernapas lega dan mengajak Anjani duduk di sofa. Anjani menatap interior rumah yang sangat mewah, lampu gantung yang besar, lift, dapur yang besar, banyak pajangan mewah. Anjani benar-benar terpukau.

Jasmine memperhatikanmu gerak-gerak Anjani, wanita itu mengelus pipi Anjani dengan penuh kasih sayang. "Mama ada hadiah untuk kamu,"

"Apa?" Anjani terdiam melihat Jasmine mengeluarkannya sebuah kalung emas dengan desain yang mahal.

"Ini adalah kalung turun-temurun dari keluarga Darmawangsa, Ibu mertua ku memberikannya kepada ku saat menikah dulu, sekarang aku memberikannya kepada mu, Sayang." Anjani hanya diam kaku saat Jasmine mengalihkan benda mahal itu.

"Apa aku pantas memakainya, Ma?" tanya Anjani dengan penuh keraguan. Ia tak pernah memakai barang mahal seperti ini, selain takut merusaknya, ia takut menghilangkannya juga.

"Sangat pantas, kamu sangat cantik saat memakainya." Anjani tersipu malu mendengarnya.

"Ayo, Mama akan mengajak mu berkeliling."

"ARNOLD!!"

Anjani dan Jasmine menoleh terkejut. Suara itu sungguh melengking dan menggema, seorang wanita seksi datang dengan hak tinggi yang di hentakkan. Anjani merinding melihat pakaian terbuka wanita itu.

"Tiara! Turunkan suara mu!" tegur Jasmine dengan wajah tak suka. Wanita itu tersenyum dan memeluk Jasmine begitu saja, sedikit mendorong tubuh Anjani.

"Mami, aku datang. Di mana Arnold?"

Alis Anjani mengerut bingung menatap Jasmine yang menghela napas. Wanita itu melirik Anjani dengan sinis dan melempar jas mahalnya, Anjani terkejut dengan sikap wanita di hadapannya.

"Apakah dia pembantu baru di sini, Mami?"

Jasmine menghela napas dan menyilangkan kedua tangannya dengan jenuh. "Dia bukan pembantu di sini dan sejak kapan kamu keluar dari Rumah sakit jiwa huh?!" tanya Jasmine dengan galak. Wanita patuh baya itu mengambil tas dari Anjani dan melempar balik ke arah Tiara.

Wanita itu mendelik tajam dan menunjuk wajah Anjani. "Lalu dia siapa?!"

"Dia menantu ku, istri dari putraku, Arnold!"

DEG ....

1
partini
pesikopet dia mah ,najani the next korban berikutnya OMG moga aja ga methong
partini
tekdung
partini
dua puluh tahun masih SMA Thor sehhh
partini: ok ,, soalnya jarang sih Thor di tempat ku lulus SMA umur 20th kebanyakan 18 dan 19 th
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!