NovelToon NovelToon
Brine Dan Marine Garis Takdir

Brine Dan Marine Garis Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Di bawah langit Jakarta yang lembap dan aroma melati yang pekat, Nikolai Brine tidak pernah menyangka akan menemukan kelemahannya. Sang predator berdarah Dubai-Rusia ini datang ke Indonesia untuk menghancurkan musuh, namun ia justru terpaku pada Clara Marine.
Pertemuan tak terduga itu memicu obsesi liar yang membawa Clara dari hangatnya tanah tropis menuju dinginnya benteng baja di Moskow. Nikolai tidak hanya menculik seorang wanita; ia menculik takdirnya sendiri. Di antara dinding es Rusia, sang mafia yang kejam harus belajar bahwa satu-satunya cara memiliki Clara adalah dengan bertekuk lutut pada kelembutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan yang berdarah

Suara helikopter tempur di atas mereka terdengar seperti raungan monster yang lapar. Cahaya lampu sorot raksasa dari langit membelah kegelapan laut, menyapu permukaan air dan sesekali menghantam dek kapal nelayan tua itu. Di dalam palka yang sempit dan berbau kayu lembap, Clara Marine mendekap lututnya. Kata-kata Nikolai sebelumnya terus terngiang: Silas mencarinya bukan untuk menyelamatkan, tapi untuk memastikan ia mati.

Di atas dek, suara tembakan senapan mesin mulai menyalak. Nikolai Brine membalas serangan dari helikopter itu dengan sisa-sisa amunisi yang mereka miliki. Guncangan akibat hempasan peluru di sekitar kapal membuat segalanya tidak stabil.

"Tetap di bawah, Clara!" teriak Nikolai dari atas, suaranya nyaris tenggelam oleh deru mesin helikopter.

Rahasia di Balik Ambisi Silas

Sementara itu, di dalam helikopter yang mengejar mereka, Silas Marine duduk dengan tenang di kursi komando. Wajahnya yang dingin terpantul di kaca jendela. Di tangannya terdapat sebuah dokumen fisik—surat wasiat asli yang baru saja ia curi dari brankas rahasia ayahnya, Arthur Ocean, di Amsterdam.

Dalam dokumen itu, tertera dengan jelas: “Seluruh aset utama Marine Logistics, properti di Eropa, dan kendali atas dana abadi keluarga, akan diwariskan sepenuhnya kepada Clara Marine pada hari ulang tahunnya yang ke-25. Silas Marine hanya akan menjabat sebagai wali operasional tanpa hak kepemilikan mutlak.”

Silas mengepalkan tangannya hingga kertas itu sedikit remuk. Selama bertahun-tahun ia yang bekerja keras. Ia yang menghadapi kotornya dunia bisnis, ia yang bernegosiasi dengan para mafia, dan ia yang mempertahankan imperium itu dari kehancuran. Sedangkan Clara? Adiknya itu hanya ingin hidup sederhana, menjadi guru, dan melarikan diri dari tanggung jawab.

Baginya, keputusan ayahnya adalah sebuah penghinaan. Jika Clara mati sebelum ulang tahunnya, seluruh warisan itu secara otomatis akan jatuh ke tangan Silas sebagai satu-satunya ahli waris yang tersisa.

"Tembak mesin kapalnya," perintah Silas melalui radio kepada pilotnya. "Aku tidak butuh jasad yang utuh. Aku hanya butuh kepastian bahwa tidak ada yang selamat dari kapal itu."

Pertarungan di Atas Dek

Di kapal nelayan, Nikolai terengah-engah. Bahunya yang baru saja dijahit mulai mengeluarkan darah lagi akibat hentakan senjata. Sebastian Reef mencoba membantu dengan mengisi ulang magasin peluru, meskipun tangannya gemetar hebat.

"Tuan, mereka akan meledakkan kita dalam hitungan menit!" teriak Sebastian.

Nikolai menoleh ke arah palka, lalu ke arah helikopter yang terus menembaki mereka. Ia menyadari bahwa selama Clara ada bersamanya, Silas tidak akan pernah berhenti. Tapi ia juga menyadari satu hal yang baru saja ia pahami dari pola serangan Silas yang membabi buta.

"Dia tidak menginginkan sandera," gumam Nikolai. "Dia menginginkan mayat."

Nikolai berlari menuju palka dan menarik Clara keluar. "Ikut aku!"

"Nikolai, apa yang kau lakukan? Di luar sangat berbahaya!" seru Clara panik.

Nikolai membawa Clara ke sisi kapal yang tidak terjangkau lampu sorot helikopter untuk sementara. Ia mengambil sebuah pelampung darurat dan memasangkannya pada Clara.

"Dengarkan aku, Clara. Silas ingin kau mati karena kau adalah pemegang tunggal warisan keluarga Marine. Dia baru saja membobol brankas ayahmu. Kau bukan lagi sekadar adik baginya, kau adalah penghalang kekuasaannya."

Clara tertegun. "Apa? Warisan? Aku tidak pernah menginginkan sepeser pun uang itu!"

"Itu tidak penting bagi Silas," Nikolai mencengkeram bahu Clara, menatapnya dengan intensitas yang mengerikan. "Sekarang, kau harus melompat. Di bawah sana ada arus yang akan membawamu menjauh dari jalur kapal ini. Aku akan mengalihkan perhatian helikopter itu agar mereka tetap mengejarku."

"Kau gila? Kau akan mati!"

Nikolai menyeringai tipis, sebuah seringai yang sangat tidak selaras dengan situasi maut ini. "Aku sudah bilang, aku sulit mati. Dan ingat, kau adalah milikku. Aku tidak akan membiarkan maut atau kakakmu mengambil apa yang sudah kutandai."

Nikolai mendorong Clara ke air tepat saat helikopter itu meluncurkan roket kecil ke bagian depan kapal.

BOOM!

Ledakan besar menghantam bagian haluan kapal. Api membumbung tinggi ke langit. Helikopter itu berputar, pilotnya fokus pada kobaran api di atas kapal yang mulai tenggelam. Silas menatap dari atas, yakin bahwa dengan ledakan sebesar itu, siapa pun yang berada di sana pasti sudah hancur menjadi abu.

"Cukup," ujar Silas dingin. "Putar balik ke pangkalan. Tugas selesai."

Di bawah permukaan air yang dingin, Clara berusaha mengatur napasnya. Ia melihat ke atas, melihat bayangan kapal nelayan yang terbakar perlahan mulai tenggelam ke dasar laut. Ia tidak melihat Nikolai. Hanya ada kegelapan dan suara deburan ombak.

Namun, di tengah keputusasaan itu, sebuah tangan kuat menarik kerah pelampungnya dari belakang. Clara tersentak dan menoleh. Nikolai Brine ada di sana, terombang-ambing di sampingnya dengan wajah yang tertutup jelaga, namun matanya masih menyala penuh kemenangan.

"Kubilang... aku... akan menyusul," Nikolai terbatuk, memuntahkan air laut.

Mereka kini terapung di tengah samudera, tanpa kapal, tanpa perlindungan, hanya berdua. Namun bagi Nikolai, ini adalah awal dari rencananya yang paling ambisius: Membiarkan dunia menganggap mereka sudah mati, sementara ia mempersiapkan serangan balik yang akan meruntuhkan seluruh imperium Silas Marine dari dalam bayangan.

Happy reading sayang...

baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Mega Maharani
lanjut thor ditunggu update bab selanjutnya
olyv
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!