NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:23
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?

•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.

•karya original dari Nita Juwita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 08

**

What's Daniel and map?

**

Masih dalam keheningan yang sama, Some berharap hari ini hanyalah mimpinya. Ia tidak sanggup untuk mengingat apa yang akan ia hadapi nanti. Bahkan air matanya pun menetes ketika panas menjalar ke dalam hatinya. Dan jujur sakit dalam tubuhnya masih terasa, ia mencari pegangan untuk menahan rasa sakit itu. Mungkin saja dirasakan olek anak seumurannya hal seperti ini terasa lain, memang melebihi pas pertama kali haid. Dan ketika ia dewasa ia juga tidak tahu apa yang akan ia katakan. Atau mungkin rasa sakit ini hanya permukaan dari hal yang akan ia hadapi nanti.

Some menarik anak rambutnya yang berjatuhan ke kening, karena ia menunduk ke bawah sambil memegang dinding kelas IPA 6. Keadaan yang semula sepi kini nampak ada beberapa siswa yang lewat. Dan Some tidak mau mereka tahu kalau Some sedang kesakitan, mereka pasti ada niat membawanya ke UKS kalau tahu. Ia lalu menghembuskan nafas perlahan, ia juga tahu kalau darah yang menetes di hidungnya dari tadi hampir keluar secara berkala. Some tidak tahu alasannya, dan ia tidak mau tahu.

"Aww kapan ya aku bisa ke dokter kalau emang aku tak sanggup dengan sakit ini," racau Some sambil memegang ke tempat sakit itu muncul. Jika diingat waktu Some sekolah dulu, setiap ia sakit, ia pasti akan menyempatkan waktu ke dokter atau UKS. Tapi untuk saat ini ketika ia sudah SMA, melihat rumah sakit entah mengapa membuatnya malas. Dia tidak bisa terus - terusan mengandalkan orang lain.

Dia sekarang sudah dewasa, suatu saat nanti ia akan mengerti, bukan bocah ingusan menggunakan baju putih-biru yang selalu merasa bahagia.

Tubuhnya kembali mengeluarkan reaksi nyeri, sampai dia sempat mendesis. Dan karena tidak kuat dengan rasa sakit itu, Some memutuskan duduk di bantalan pembatas kelas. Ia mengatur dadanya yang terus berdebar, juga kesadarannya yang sedikit terkuras. Ia mengusap kali - kali darah yang mengalir, sampai baju seragam dan tangannya berwarna merah. Mungkin sedikit ngeri jika saja Some sadar kalau ia orang yang selalu bisa menjaga dirinya. Apalagi untuk saat ini.

Sampai beberapa menit, Some bisa merasakan rasa sakit itu mereda. Gadis itu menyandarkan bahunya pada tembok. Ia mengingat rasa sakit dari tubuhnya tadi. Pak Hanry pernah berkata padanya, mungkin dulu Some tidak mengetahui kesehatannya. Tapi asal Some tahu penyakit, bisa datang kapan saja. Dan ketika ia tahu tenteng riwayat kesehatan Some, banyak pemikiran - pemikiran dari mantan gurunya itu. Some menunduk dan menangis, meredam suaranya, menyesali, ia takut.

"Aduh itu anak kemana sih?" terdengar suara Dina dari kejauhan dan langkah kakinya yang menggunakan converse. Disusul dengan langkah kaki lainnya. Some tahu sejarah dia sedang ada di sekolah, teman - temannya pasti sangat kepo akan tadi.

"Nanti juga ketemu kok Din, loe tahu dia itu gimana," jawab Cassie seperti biasa dengan judes. Some membersihkan hidungnya buru - buru, meski tak semua darah bisa dihapus dengan tisunya.

"Berisik banget sih kalian, fokus aja ngobrol sampai lupa bawa anak cowok mencari temannya," ujar Setyo yang kebetulan ikut. Rasa khawatir pada teman sekelas juga karena Some berlagak aneh membuat Setyo ikutan mencari Some.

Mereka sejenak berhenti di depan kelas IPA 5, ketika melihat seorang gadis yang terduduk dengan wajah menunduk ke bawah. Setelah cukup berjalan jauh dari kelas dua belas sana, mereka bisa bertemu Some tepat di depan kelas sebelas IPA 6. Mereka lalu berhamburan mendekati Some dengan berlari. Mereka langsung mencari tempat untuk mengecek keadaan Some.

"Loe nggak kenapa - napa kan?" tanya Cassie sambil jongkok supaya bisa tahu keadaan Some yang sembab dan darah. Cassie sampai kaget ternyata mimisan kali ini banyak sekali.

"Loe kan lagi mimisan gini Some, kenapa harus kabur segala," timpal Dina sambil memegang tangan Some yang dingin itu. Ia mengecek keningnya, dan merapikan bekas darah itu.

"Some loe harusnya tahu kalau ada apa - apa bilang aja," kata Setyo menghembuskan nafas tenang. Ia lalu duduk di dekat Some. Dia masih terlihat rapi dan kharismatik, jika saja dirinya lesu.

Some belum sanggup menjawab pertanyaan dan rasa kahwatir mereka. Jangankan untuk bicara, mengontrol dirinya sendiri supaya tidak menangis saja susah.

Ia mengangkat wajahnya, melihat teman - temanya lalu tersenyum kecil. Senyum yang beneran terbit kayak mentari di pagi hari. Lalu teman - temannya memeluknya. "Gue nggak kenapa - napa, kalah gue mimisan gini emang lagi ada haluan di badan gue. Menurut kalian apa?" jelas Some.

"Kecapean," tebak Cassie.

"Loe kan suka banget selfie jadi beda sama kondisi badan lain, tenang aja ya," jelas Setyo. Some mengangguk mengerti.

"Udah ah kelamaan, bel udah dari tadi lho, yuk buruan masuk kelas," ucap Dina sambil menarik tangan Some untuk mengajaknya berlari. Sedang Cassie dan Setyo melangkah lebih dulu, seolah ada tanda bahaya. Some ikut Dina berlari, sempat kejar - kejaran yang membuat di penghujung koridor itu mereka tertawa.

**

Setelah kelas selesai seperti biasa Some akan berpisah ria bareng teman - temannya. Mereka berpisah di tempat security, lalu Some akan berjalan sedikit untuk ke mobilnya. Ia memeluk map biru laut yang sempat ia bawa ke sekolah karena mau di fotocopy, tapi nggak jadi karena nggak ada waktu. Some berjalan kecil, karena hari ini kurang fit dirinya sampai tersandung batu. Yang menyebabkan map itu terjatuh cukup jauh. Di bawah kaki seseorang, itu converse siswa, kayaknya kakak kelasnya. Ia mengambilkan Some map itu dan mendekatinya.

Some tahu ini hanya kebetulan, baik ia dan Daniel selalu menjaga jarak. Karena putus mereka masih menyimpan banyak kenangan. Dan Some yakin Daniel juga tidak akan semudah itu memperhatikannya lagi. Jika pun iya Some pun tidak mau. Some melihat Daniel memberikan map biru itu.

"Nih, punya loe kan Something, anak yang seingat gue dari sebelas kan," kata Daniel basa - basi.

"Makasih kak," jawab Some seadanya. Tapi dia tahu kalau terimakasihnya belum diterima oleh mpu.

Setelah map itu di genggamannya, Some memeluknya erat seolah tidak boleh ada yang tahu isinya. "Some lain kali kayaknya loe butuh pacar deh, gue tadi lihat loe nangis, gue bisa menjaga loe Some," ujar Daniel tanpa meragukan apa yang ia ucapkan. Seperti Daniel dalam SMS-nya kemarin.

Sebenarnya Some tidak mengerti kenapa Daniel bisa lewat pas jam itu, "Maaf Daniel itu bukan urusan pacar atau apa," jawab Some menunduk.

"Dan tadi loe baru saja menjatuhkan map, setidaknya loe butuh seseorang buat menjaga loe," ucap Daniel lebih ngerti. Ia tahu, tapi ia tidak berharap secepat itu.

"Aku mengerti tapi kita udah putus, maafkan aku," ucap Some tegas sambil berjalan perlahan ke mobil yang sudah dibukakan oleh pak sopir. Ia memasuki mobilnya perlahan. Daniel hanya menghembuskan nafas pasrah.

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!