(Belum Revisi)
Menceritakan pernikahan seorang "Raka wijaya" yang merupakan CEO tampan tapi playboy dengan "Raina Agestia" gadis biasa dari kalangan bawah. dan kisah pertemuan antara "Reno" playboy kelas kakap sekaligus sahabat "Raka" dengan "Nela Sasmita" biduan dangdut yang merupakan sahabat Raina.
Penasaran kan??
yukkk mari kepoin!!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.13
Sekarang sudah hari ke lima semenjak berita viral Raka Putra Wijaya dan kekasihnya.
tapi belum ada tanggapan sama sekali dari sang CEO tampan itu.
"Pah, bagaimana perkembangan skandal anak kita. apa dia sudah mengadakan konferensi pers? "tanya Bu Sandra
"Belum Mah, Mamah juga tahu sendiri kan anak itu hanya sibuk dengan para wanitanya." ucap Pak Wijaya
"Terus bagaimana langkah selanjutnya Pah?" tanyanya
"Sepertinya memang kita yang harus bertindak. kita nikahkan saja mereka." ucap Pak Wijaya
"Apa anak kita mau Pah, Papah tahu sendiri kan tingkah lakunya anak kita seperti itu masih mikirin senang-senang saja." kata Bu Sandra
"Kita ancam saja anak kita Mah." ucap Pak Wijaya
"Besok kita undang mereka kesini. kebetulan besok hari libur. Raka juga pasti tidak kemana-mana." ucapnya lagi
"Baiklah mamah ikut keputusan papah saja." ucap Bu Sandra
◇◇◇◇
Sekarang Raka sudah berada di kediaman orang tuanya.
"Ada urusan apa Papah memanggil kita kemari? tanya Raka
"Kita bicarakan soal skandal kamu, sepertinya solusi yang baik kau harus menikahi Raina." ucap Pak Wijaya
"Apa tidak ada cara lain selain menikah?" anya Raka
"Apa kamu mau orang lain beransumsi negatif karena melihatmu tinggal bersama wanita lajang di apartemen." ucap Pak Wijaya
"Biar saya keluar dari Apartemen Tuan Raka saja om. saya juga tak mau menambah masalah." sahut Raina
"Tidak boleh ada penolakan pokoknya kalian harus segera menikah 2 minggu lagi. biar kami yang persiapkan semua acaranya. kalian tinggal terima beres saja." ucap Pak Wijaya tanpa penolakan.
"Kalau Raka menolak?" tanya Raka
"Jika kamu menolak, kamu akan di coret dari daftar pewaris tunggal keluarga Wijaya dan akan jadi gelandangan di luar sana. apa kamu mau memilih itu?" tanya Pak Wijaya kepada anaknya.
"Dan untuk kamu Raina, semua biaya sekolah adikmu dan pengobatan ibumu kami akan bantu asalkan kamu mau menikah dengan Raka." ucapnya lagi
Aiisshhhh andai saja aku membicarakan masalah ini sama Raina duluan, tidak mungkin Papah ikut campur." batin Raka
Sebenarnya ini semua hanya jebakan Pak Wijaya untuk Raka supaya berhenti berbuat seenaknya kepada wanita. hanya Raka tidak menyadari itu karena yang ada di fikirannya hanya bersenang-senang sehingga mengabaikan skandalnya dengan Raina.
"Dan secepatnya kamu adakan konferensi pers untuk mengenalkan Raina sebagai calon menantu keluarga Wijaya." ucap Pak Wijaya kepada Raka.
Raka dan Raina masih bergelut dengan pikirannya masing-masing.
"Rai, ikut tante ke dapur!" perintah Bu Sandra kepada Raina namun tidak ada sahutan.
"Rai..rai.. "panggilnya lagi
"Eh, iya tante kenapa?" tanya Raina yang baru tersadar dari lamunannya.
"Ikut tante!" ucapnya lagi dan langsung menuju dapur diikuti Raina di belakangnya.
Rania membantu Bu Sandra menyiapkan makan siang di dapur. sedangkan para lelaki hanya sibuk mengobrol diruang tamu. Bu sandra sangat puas dengan hasil masakan Raina.
lalu Raina dan Bu Sandra menghidangkan masakannya di meja makan.
"Rai, kamu panggilkan Raka dan papahnya untuk makan siang!" perintah Bu Sandra
Lalu Raina menuju ruang tamu untuk mengajak mereka makan siang.
"Raka, Om, mari makan siang dulu."ucap Raina
"Baiklah "jawab Pak Wijaya dan langsung berjalan menuju ruang makan.
Bu Sandra mengambilkan nasi dan lauk untuk Pak Wijaya.
"Rai, ambilkan Raka nasi, mulai sekarang kamu harus melayani Raka. karena sebentar lagi kalian akan menikah."ucap Bu Sandra
"Iya bu "jawab Raina
"Tidak usah Mah, Raka bisa sendiri." sahut Raka lalu di balas plototan oleh Bu Sandra.
Mau tidak mau Raina mengikuti perintahnya karena tak enak hati kepada Bu Sandra.
"Wah, Mah enak sekali masakannya. ini Mamah semua yang masak? " tanya Pak Wijaya
"Menantu kita dong Pah yang masak. Mamah cuma bantu iris-iris bawang saja." kata Bu Sandra
"Menantu kita memang idaman yah Mah, sudah cantik, masih muda, pintar masak." puji Pak Wijaya
"Iya dong Pah" ucap Bu Sandra
Kini semuanya sudah selesai makan. Raka dan Raina segera berpamitan untuk pulang.
"Pah, Mah kita pulang dulu."ucap Raka sambil menyalami kedua orang tuanya.
"Raina juga pulang Tan, Om." kata Raina dan ikut menyalami mereka.
"Hati-hati Nak, Raka jagalah calon menantu mamah!" perintahnya kepada Raka
"Awas kalau berani menyakitinya." Bu Sandra mengancam anaknya.
Raka dan Raina berjalan keluar rumah mewah itu dan segera memasuki mobilnya.
Raina duduk di depan, di sebelah Raka.
"Jangan kira kalau kita menikah kamu bisa bertingkah seenaknya jadi Nyonya Muda Keluarga Wijaya." ucap Raka disela-sela mengemudikan mobil
"Posisimu tetap sama seperti sekarang. hanya sebagai atasan dan bawahan. jadi jangan berharap lebih."ucapnya lagi
"Baik Tuan" ucap Raina
Kamu harus kuat Rain ini semua demi keluargamu. kalau kamu menolak, mau nyari uang dari mana lagi untuk pengobatan ibumu. bersyukur ada orang yang mau membantu." batin Raina
Lihat saja cewek kampung, berapa lamakah kamu akan bertahan dengan pernikahan ini." batin Raka sambil menatap Raina dengan tersenyum menyeringai.
sabar ya Nela
bodohnya raina.
penyesalan itu, selalu datang diakhir.
kalo diawal namanya pendaftaran.
msih jauh dri kata Hot.