Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 13
"kemarilah dila!", ucap tuan arka yang menyadari keberadaan dila, dan dila pun muncul
"sayang", seru dila
"mommy sudah bangun? kenapa tidak panggil vino?, ucap vino
dila sedikit berlutut agar sejajar dengan vino
"maafkan mommy sayang sudah bersikap egois", ucap dila menangis sebari memeluk vino
"tidak mommy! jangan menangis" ucap vino sebari mengelap air mata nadila dengan jari nya
"vino janji tidak akan membahas daddy lagi jika mommy bersedih", ucap vino menyesal setelah melihat sang mommy menangis
"tidak sayang, nanti kamu akan bertemu dengan daddy", ucap dila mencoba menghilang kan kesedihan sang putra
"benar kah mommy?", seru vino bahagia
"benar sayang! asal vino jadi anak yang baik dan penurut", ucap nadila
"baik mommy, vino akan jadi anak yang baik dan penurut agar bisa secepat nya bertemu dengan daddy", ucap vino
"baiklah kalo vino akan jadi anak yang penurut sekarang vino ke kamar lalu tidur siang", ucap nadila
"baik mommy", jawab vino sebari mencium pipi nadila
"dah kakek nenek! vino ke kamar dulu", ucap vino
"baiklah nak, tapi nanti sore kamu mau main ke rumah nenek?", ucap nenek cia
vino pun mengalihkan pandangan nya pada sang mommy
"apa boleh mom?", tanya vino dengan wajah imut nya yang membuat nadila tidak bisa menolak keinginan putra nya
"boleh sayang asal kamu jangan nakal nanti disana", ucap nadila
"baik mommy", jawab vino yang mulai pergi ke kamar nya
dan sekarang di ruang tamu hanya nadila dan alicia serta arka
"maaf sudah merepotkan tuan dan nyonya sehingga mengunjungi rumah saya", ucap nadila
"panggil paman dan bibi saja dila", ucap alicia
"baik bi", jawab dila
"dila apa kamu mengenal vero?", tanya bibi alicia
"tidak bi", jawab dila
paman arka pun mengeluarkan ponsel dan menunjukan foto vero
"apa kamu mengenal pria ini?", tanya paman arka, dila pun tercengang melihat foto tersebut
melihat respon dila membuat arka dan alicia dapat mengambil kesimpulan bahwa pernah terjadi sesuatu diantara mereka
"apa kamu ingin menceritakan nya pada kami dila?", tanya bibi alivia dan dila pun hanya menunduk
"pah lebih baik kamu keluar! seperti dila malu malu untuk bercerita", seru alicia berbisik pada arka dan arka pun mengangguk kan kepala
"oiya dila apa boleh sekarang saja paman mengajak vino ke mansion baru nanti kalian menyusul", ucap paman arka
"iya pah nanti mamah dan dila akan menyusul! benar kan dila?", seru bibi alicia
"boleh paman", jawab dila
kemudian nadila memanggil vino yang ternyata belum tertidur
"sayang kamu ikut kaker arka yah main ke rumah nya! nanti mommy sama nenek cia menyusul", ucap dila
"baik mommy", jawab vino
"ayo boy", ajak kaker arka
"ayo kek", seru vino kemudian meninggalkan rumah dila
"nah sekarang hanya tinggal kita berdua dila! kamu bisa menceritakan semua nya?" ucap bibi alicia
"jadi awal mula nya......." dila mulai bercerita dari awal dari dirinya akan di jual oleh sang paman dan di selamatkan oleh vero tapi karena dila sedang dalam pengaruh obat perangsang dosis tinggi mau tak mau terjadi sesuatu di antara mereka hingga terlahir lah vino
bibi alicia pun langsung mendekap dila dengan erat setelah mendengar cerita dila dan perjuangan dila membesar vino seorang diri
"bi dila mohon jangan beri tahu daddy kandung vino! dila tidak mau jika vino di rebut dari dila", ucap dila sebari menangisq