NovelToon NovelToon
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Sejak kecil, Luna hidup terkutuk dengan kemampuan melihat hantu. Hidupnya melelahkan, sepi, dan penuh ketakutan. Hingga suatu hari, roh Nando, pengusaha muda angkuh yang koma akibat kecelakaan misterius, tiba-tiba muncul dan bersikeras tinggal di kosannya. Keanehan terjadi: saat Nando di dekatnya, roh-roh jahat menghilang. Bersama, mereka menyelidiki kecelakaan Nando yang ternyata percobaan pembunuhan. Namun, perjalanan ini justru membuka tabir kematian mengerikan orang tua Luna. Di antara teror mistis dan bahaya fisik, benih cinta tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Perjalanan Transjakarta

Tepat pukul tiga sore, dentang imajiner kebebasan berbunyi di kepala Luna. Ia melepas celemek birunya dengan helaan napas lega yang panjang, mengusap peluh di dahinya, dan melambaikan tangan pada Kala yang baru saja digantikan oleh pegawai sif sore. Di luar minimarket, langit Jakarta tidak menunjukkan belas kasihan. Matahari sore bersinar terik, memanggang aspal dan memantulkan uap panas yang membuat pemandangan di ujung jalan tampak bergelombang.

Dan di tengah terik yang menyengat itu, berdiri Nando. Jas navy-nya masih tampak licin tanpa cela, rambutnya berkilau kaku, dan posturnya sedingin manekin di etalase butik mahal. Tentu saja, pendar birunya nyaris tak terlihat di bawah sinar matahari langsung, membuatnya nyaris tampak seperti manusia biasa jika saja orang lain bisa melihatnya.

"Kau terlambat tiga menit empat puluh detik," sapa Nando datar saat Luna melangkah keluar dari pintu otomatis minimarket. Ia mengetuk-ngetuk pergelangan tangannya yang dibalut jam tangan mewah ilusi. "Jika kau adalah karyawanku, keterlambatan ini sudah memotong lima persen dari bonus akhir tahunmu."

Luna memutar bola matanya malas, menarik masker hitamnya hingga menutupi hidung. "Dan jika kau adalah bosku, aku sudah resign sejak hari pertama. Ayo jalan. Halte TransJakarta ada di ujung blok sana."

Mereka berjalan bersisian menyusuri trotoar yang ramai. Luna harus terus-menerus menunduk, pura-pura fokus pada ponselnya, agar orang-orang tidak menganggapnya gila karena terlihat mengobrol dengan udara kosong. Sesekali ia merespons gerutuan Nando dengan gumaman pelan atau anggukan kecil.

"Aku masih tidak mengerti mengapa kita tidak meminjam mobil teman kasirmu itu, atau menggunakan layanan taksi online kelas premium. Ini benar-benar menurunkan standar hidupku," keluh Nando saat mereka menaiki jembatan penyeberangan orang (JPO) yang atapnya terbuat dari polikarbonat berdebu, menciptakan efek rumah kaca yang memanggang siapa saja di bawahnya.

"Standar hidupmu sudah tidak ada, Tuan Nando," bisik Luna tajam, menyelip di antara kerumunan anak sekolah yang sedang tertawa keras. "Kau bahkan tidak bernapas. Berhentilah mengeluh. Uang di dompetku hanya cukup untuk ongkos bus."

Tiba di halte yang sesak, bau keringat manusia, parfum murahan yang menyengat, dan asap knalpot bercampur menjadi satu. Bagi Luna, halte bus di jam pulang kerja atau sekolah adalah medan ranjau. Biasanya, ia akan melihat setidaknya dua atau tiga entitas yang bergelantungan di atap halte, atau duduk mengesot di sudut-sudut gelap, menunggu penumpang dengan energi lemah untuk ditempeli.

Namun sore ini, keajaiban itu terjadi lagi.

Saat Luna berdiri di peron menanti bus jurusan Blok M, sebuah sosok hitam besar bermata kuning yang awalnya bertengger di atas atap halte tiba-tiba mendesis panik. Sosok itu melompat turun dari sisi luar halte, menjauhi area tempat Nando berdiri. Nando sama sekali tidak menyadarinya; ia sedang sibuk mengkritisi papan iklan digital di seberang jalan yang memutar iklan sabun cuci muka kompetitornya.

"Lihat formula busa di iklan itu? Terlalu banyak sulfat. Membuat kulit kering. Bodoh sekali," celoteh Nando.

Luna tersenyum tipis di balik maskernya. Kehadiran CEO cerewet ini benar-benar penangkal stres mistis yang paling ampuh.

Ketika bus gandeng berwarna biru melaju dan pintu otomatisnya terbuka, lautan manusia saling dorong untuk masuk. Luna terseret arus. Ia terhimpit di bagian tengah bus, terjepit di antara seorang ibu-ibu berdaster yang membawa keranjang pasar dan seorang pria kantoran yang sibuk dengan tabletnya.

"Ini... ini pelanggaran hak asasi manusia!" seru Nando, yang tentu saja dengan mudah menembus kerumunan. Ia berdiri di depan Luna, menatap ngeri pada manusia-manusia yang saling berdempetan. "Berapa kapasitas maksimal kendaraan berbahan bakar gas ini? Ini sangat tidak efisien dan berbahaya!"

Luna tidak bisa menjawab. Wajahnya nyaris menempel pada punggung pria di depannya. Udara pengap, AC bus nyaris tidak terasa. Keringat mulai membasahi punggungnya.

Melihat Luna yang terlihat pucat dan kesulitan bernapas, Nando tiba-tiba terdiam dari ocehannya. Alisnya bertaut. Tanpa banyak bicara, ia memposisikan dirinya tepat di hadapan Luna, melingkarkan kedua lengannya ke tembok bus dan tiang besi di samping gadis itu, menciptakan semacam kurungan pelindung. Meskipun Nando tidak memiliki massa dan orang-orang bisa menembusnya, tubuh astralnya memancarkan suhu dingin yang tidak wajar.

Pria kantoran yang berdiri di depan Nando tiba-tiba menggigil. "Duh, AC-nya kok mendadak dingin banget ya bagian sini," gumam pria itu sambil mengusap tengkuknya, lalu tanpa sadar bergeser mundur, memberi ruang yang cukup luas bagi Luna. Ibu-ibu dengan keranjang pasar pun merasakan hawa dingin yang aneh dan ikut bergeser menjauh.

Dalam sekejap, Luna mendapatkan ruang bernapas yang lega. Ia mendongak, menatap Nando yang masih mempertahankan posisi protektifnya. Wajah pria itu hanya berjarak beberapa sentimeter darinya. Pendar biru pucatnya menerangi fitur wajahnya yang tegas.

"Kau tidak bisa menyentuh mereka, tapi hawa dinginmu membuat insting manusia mereka bereaksi," bisik Luna takjub.

Nando mengangkat bahu dengan gaya acuh tak acuh, meski ada kilat kebanggaan di matanya. "Tentu saja. Auraku memiliki impact yang kuat, di dunia mana pun aku berada. Anggap saja ini layanan VIP karena kau sudah mentraktirku jalan-jalan di kaleng sarden berjalan ini."

Luna menahan tawa, rasa hangat menjalari dadanya. Di balik sifat narsis dan kesombongannya, Nando memiliki sisi pelindung yang mengejutkan.

Sisa perjalanan dihabiskan dalam diam yang nyaman. Luna menatap ke luar jendela, melihat jalanan Jakarta yang macet, sementara Nando berdiri tegak melindunginya dari desakan penumpang. Di bagian belakang bus, Luna sempat melihat seorang wanita berbaju merah dengan wajah hancur merangkak dari kolong kursi. Hantu itu hendak mendekati seorang anak kecil yang sedang tidur pangkuan ibunya. Namun, begitu hantu wanita itu mengangkat kepalanya dan matanya bertemu dengan sosok Nando yang memancarkan pendar biru terang, ia seketika menjerit tanpa suara, menciut, dan menghilang menjadi kepulan asap tipis yang tersedot ke luar jendela.

Dia benar-benar pengusir hantu portabel yang luar biasa, batin Luna.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖......

...Jangan lupa bantu like komen share dan Rate ya ❣️...

...****************...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
syukurlah Nando ingat, walupun tipis tipis
Ai Emy Ningrum: jabatan yg sangat krusial 😽😽😽 sampe2 melekat ,ga didunia nyata dan dunia gaib jg itu yg terngiang 😙😗
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
yaaah Luna sendirian, gimana pulangnya weh /Shy//Slight/
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Lg dong Thor, 😭🤗🤗tanggung bngt.
nayla tsaqif
Nando punya keluarga gk thorr,,??
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Sangat menarik dan menghibur, tidak membosankan smoga tidak cpt tamat. 😃
Smangat buat author nya ya, smoga ceritanya smakin seru dn penuh kejutan ya. ☺
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut kan thor
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Allhamdulillah akhirnya Luna tidak kesulitan melawan dukun itu, sya kira dukun itu sulit dikalahkan, scara td sangat sombongnya pd Luna, akhirnya mampus juga iblis itu. 😠😠

Smoga Nando akn mengingat perjuangan mreka ber 2 ya😭😭😫, smoga pas siuman orang pertama diingat adalah Luna.
nayla tsaqif
Ayo nando,, cepat sadar dan temukan luna,,! Ato pk tarjo balik lg, untuk nolongin luna,, 😭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Syukur deh Nando kembali.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut Thor.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤩🤩🤭🤭😆😆Ke nya bakal tumbuh nih benih2 ❤❤💘💘💘diantara mereka.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Apa kh yg mmbunuh orangtua Luna adalah dukun yg sama yg dipakai oleh Bara ya.
Apa kh masalah mereka terhubung 1 sm lain ya? 🤔
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Teka teki nya mulai terkuak 1 per 1.
Ayo Luna semangat, bakar aja buhul itu lun.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Musuh dlm selimut ini namanya, tega bener ya teman ko jahat banget, mungkin ingin mngambil posisi Nando mungkin.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Jelas kan nanti ya thor, sebabnya Nando jd dtakuti oleh MEREKA. 😃😃😆😆
Suka skli baca yg horor tp ada juga komedi nya,karena Nando yg narsis dan arogan ini. 🤣🤣
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Sakita perut q lihat kelakuan Nando, ke lg nonton drakor aja. 🤭🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Mereka berdua saling mmbutuhkan, mungkin juga kalian jodoh. 😆🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Udah sadar bukan manusia lg, baru diemm, td cerewet bngt. 🤣🤣🤣hadeh.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Biasanya arogan diawal, tp bucin diakhir, 😆😆semakin mnarik thor.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Menarik, syng nya baru nemu, dan baru bacanya, penasaran sm judulnya. 😁😁

Semangat Thor. 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!