NovelToon NovelToon
Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Siti_1234

Raisa anak kedua dari keluarga dengan ibu tunggal bernama Sri, Sri telah lama menjadi tulang punggung keluarga setelah suami nya meninggal saat Raisa masih kecil.
Kakak nya yang lebih tua bernama Ratna menikah dengan Rio dari keluarga yang berada.
masalah muncuk ketika Ratna dan Rio yang sudah lima tahun menikah masih belum juga memiliki keturunan karna kesuburan Ratna kurang,, tekanan yang di berikan keluarga Rio membuat Ratna memiliki niat untuk membuat Raisa hamil anak suami nya ..
Niatan itu di ungkap kan Ratna kepada ibu dan adik nya walau pun tanpa sepengetahuan suami nya sendiri..

Apa yang harus di lakukan Raisa untuk bisa membantu kesulitan Ratna kakak nya,, Apa dia akan menerima nya dan setuju menjadi pelakor apa menolak nya..?

Jangan lewatkan cerita nya untuk mengetahui kelanjutan nya🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 20: "CEMBURU YANG TERSEMBUNYIKAN"

*****

Hujan mulai turun deras ketika kuliah hari itu selesai. Raisa sedang berjalan cepat menuju pintu keluar kampus, berharap bisa segera menyebrangi jalan untuk naik angkot sebelum hujan semakin deras. Namun sebelum dia sampai di pintu, Reza muncul dengan membawa payung hitam besar, bersama Maya yang sedang mengangkat tasnya.

“Kamu tidak bisa pulang sendirian dalam kondisi seperti ini, Raisa,” ucap Reza dengan suara tegas. “Aku akan mengantarmu pulang. Selain itu, kita masih punya bagian tugas yang belum selesai—bisa saja kita kerjakan di rumahmu agar lebih nyaman.”

“Tidak usah, Reza. Aku bisa pulang sendiri kok,” jawab Raisa dengan sedikit tergesa-gesa, melihat ke arah jalan yang mulai tergenang air. Dia tahu bahwa jika Reza mengantarnya pulang, Rio akan melihatnya dan pasti akan merasa cemburu.

“Sudah tidak ada pilihan lain. Angkot tidak akan datang dalam cuaca seperti ini, dan kamu tidak ingin sampai rumah basah kuyup kan?” tegas Reza lagi, tidak menerima penolakan. Maya yang berada di sisi nya hanya mengangguk menyetujui.

“Ya sudah, kalau begitu terima kasih ya, Reza,” ucap Raisa dengan pasrah. Dia mengikuti Reza ke arah parkiran mobil, sementara Maya berpamitan untuk pulang sendiri karena ada janji dengan keluarga.

Saat mereka tiba di rumah Rio dan Ratna, hujan sudah mulai reda namun jalan masih licin. Rio sedang berada di halaman belakang bersama Bara, sedang mencoba membuat anaknya tertawa dengan menggoyangkan mainan bayi. Ketika mendengar suara mobil berhenti di depan rumah, dia melihat keluar dan langsung wajahnya menjadi serius—Reza sedang membuka pintu mobil untuk Raisa dan membantu dia turun dengan hati-hati.

Perasaan cemburu yang sudah lama dia sembunyikan kembali muncul dengan kuat. Dia ingin segera mendekat dan mengatakan sesuatu, namun ingatan akan janjinya pada Ratna membuatnya tetap tenang. Dia memasang senyum dan masuk ke rumah bersama Bara, menunggu Raisa datang masuk.

“Kak Rio, maaf ya. Hujan deras jadi Reza mengantar aku pulang,” ucap Raisa dengan sedikit tergesa-gesa saat masuk ke rumah, diikuti oleh Reza yang masih membawa payung dan beberapa buku kuliah.

“Tidak apa-apa, Ras. Baiklah kalau begitu, kamu bisa kerjakan tugasmu di ruang tamu aja ya,” jawab Rio dengan suara yang terdengar tenang namun penuh dengan tekanan. Dia melihat Reza dengan tatapan yang tajam namun segera menyembunyikannya dengan senyum yang dipaksakan. “Silakan duduk, Reza. Apakah kamu mau minum apa saja?”

“Tidak usah repot, Bapak. Kami hanya akan menyelesaikan tugas lalu aku akan segera pulang,” jawab Reza dengan sopan, namun bisa merasakan ketegangan yang ada di udara.

Ratna yang baru saja keluar dari kamar mendengar suara orang tamu dan segera datang menyambutnya. “Oh, Reza kan? Sudah lama tidak melihatmu. Silakan duduk ya, jangan sungkan,” ucapnya dengan senyum hangat, tidak menyadari ketegangan yang ada antara Rio dan Reza.

“Sampai jumpa, Bu Ratna. Kami akan bekerja di ruang tamu saja,” ucap Reza sebelum pergi bersama Raisa ke ruang tamu yang sudah disiapkan.

Rio duduk di ruang makan dengan Bara di pangkuannya, namun perhatiannya benar-benar teralihkan ke arah ruang tamu di mana Raisa dan Reza sedang bekerja bersama. Dia bisa mendengar suara mereka berdua berbincang dan terkadang tertawa bersama. Setiap kali mendengar suara tawa Raisa, hatinya terasa seperti ditusuk jarum.

Ratna melihat wajah Rio yang tampak tidak nyaman dan segera mendekat. “Kamu tidak enak badan ya, sayang? Atau kamu khawatirkan pekerjaan?” tanya dia dengan penuh perhatian.

“Tidak, sayang. Aku baik-baik saja. Cuma sedikit capek saja,” jawab Rio dengan senyum yang paksa. Dia mencium dahi istri nya dan berkata, “Aku akan pergi ke kamar sebentar ya, untuk mengambil beberapa barang.”

Saat melewati ruang tamu, Rio melihat Raisa sedang tertawa melihat sesuatu yang ditunjukkan Reza di buku kuliahnya. Tanpa sadar, dia berhenti dan berkata dengan nada yang lebih keras dari biasanya, “Ras, tolong kamu bisa mempercepat ya. Kakaknya perlu bantuan kamu untuk merawat Bara nanti.”

Raisa terkejut mendengar suara Rio dan segera mengangguk. “Baiklah, Kak Rio. Kita akan segera selesai.”

Setelah Rio pergi, Reza melihat Raisa dengan wajah yang penuh dengan pemahaman. “Kamu tidak perlu dipaksa kalau kamu tidak nyaman bekerja dengan aku di sini, Raisa,” ucapnya dengan suara lembut. “Kita bisa saja menyelesaikan tugas ini di kampus atau di perpustakaan saja.”

“Tidak apa-apa, Reza. Ini sudah janji kita kan?” jawab Raisa dengan suara yang sedikit gemetar. Dia tahu bahwa Rio sedang cemburu, namun dia juga tidak bisa menyalahkan Reza yang hanya ingin membantu.

Setelah sekitar satu jam, mereka akhirnya menyelesaikan tugas kuliah. Reza segera berdiri untuk pergi, tidak ingin membuat ketegangan semakin besar. “Sekarang aku sudah bisa pulang, Raisa. Terima kasih sudah mau bekerja sama dengan aku.”

“Terima kasih juga sudah mengantar aku dan membantuku menyelesaikan tugas ini, Reza,” ucap Raisa dengan senyum lembut. Dia mengantarnya sampai ke depan rumah, di mana Rio sudah berdiri menunggu dengan membawa payung.

“Terima kasih sudah mengantar Ras pulang, Reza. Semoga jalanan aman ya,” ucap Rio dengan suara yang terdengar sopan namun dingin. Dia memberikan payung kepada Reza dan berkata, “Jangan sampai basah pulang ya.”

Reza hanya mengangguk dan memberikan sapaan singkat sebelum masuk ke mobilnya. Saat mobilnya mulai menjauh, Rio melihat ke arah Raisa dengan tatapan yang penuh dengan emosi yang terpendam.

“Kamu harus lebih berhati-hati lagi ya, Ras,” ucap Rio dengan suara rendah setelah Reza benar-benar pergi. “Aku tidak ingin ada kesalahpahaman yang terjadi lagi.”

Raisa mengangguk pelan dan menjawab, “Aku mengerti, Kak Rio. Aku hanya tidak bisa menolak bantuan dia karena hujan sangat deras tadi.”

Rio menyentuh bahu Raisa dengan lembut dan berkata, “Aku tahu, Ras. Cuma… aku masih khawatirkan kamu saja. Kamu adalah bagian penting dari keluarga kita, dan aku tidak ingin ada yang menyakitimu.”

Di dalam rumah, Ratna sedang menunggu mereka dengan membawa segelas teh hangat. Dia melihat wajah Rio dan Raisa yang tampak sedikit tegang namun segera menyembunyikannya dengan senyum. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun dia merasa bahwa ada sesuatu yang harus dia waspadai mulai sekarang.

......................

...****************...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!