Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa maksudmu?
"Tapi..," perkataan Yi-bao terhenti.
"Kalau kamu mau tahu baca saja jadi tidak usah banyak bertanya padaku." jawab ketus Feng Shiyan. Pria itu menatap Yi-bao dengan tatapan mata yang tidak suka, terlihat dari raut wajahnya Feng Shiyan menatap Yi-bao sebagai musuh yang harus segera dia singkirkan.
Baru keluar dari mulut harimau sekarang malah masuk ke mulut buaya, walaupun mereka usianya berbeda namun Yu-nian menganggap mereka sama-sama sudah berusia. "Baru keluar dari jeratan sibotak tua bangka sekarang harus menghadapi pria tua ini." ucap Yu-nian dalam hati. Dia mencoba untuk menenangkan dirinya. "Lalu, apa yang akan anda lakukan jika saya tidak mau menandatangani surat perjanjian nikah itu?" tanya Yu-nian.
"Ya tentu saja aku akan menjebloskan kedua orang tuamu atau mungkin aku akan meminta kedua anak buahku untuk membunuh mereka." jawab Feng Shiyan.
"Jangan seperti itu jenderal, jangan. anda tidak boleh melakukan hal itu." Benito yang berada di depan pintu, dia buru-buru masuk menemui putrinya. ''Yu-nian, tolong sayang.. tandatangani saja kertas-kertas itu." pinta Li Wei.
Sebenarnya tadi Feng Shiyan kembali ke kediamannya bersama dengan kedua orang tua Yu-nian, pria itu sudah mempersiapkan segalanya, mempersiapkan rencana untuk membuat Yu-nian terkurung tanpa bisa bebas dari kediamannya.
"Ayah, ibu." Yu-nian semakin bingung.
Yun Mao dan nyonya Li mendekati putrinya, wanita itu mencoba untuk meyakinkan putrinya agar mau menerima permintaan Feng Shiyan.
"Ibu gila ya, kalian yang membuat kesalahan aku yang harus menanggung akibatnya. Seharusnya kalian itu berpikir dengan jernih, pakai otak kalian!" Yu-nian tidak ingin mendengarkan permohonan kedua orang tuanya. dia benar-benar sangat pusing, kepalanya serasa pecah akibat perbuatan kedua orang tuanya.
"Jangan Sayang, jangan. Tolong lah ayah dan ibu. Apakah kamu tidak ingin membalas Budi kepada kami yang sudah membesarkanmu?" ujar Yun Mao yang membuat Yu-nian langsung menoleh menatap tidak percaya apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya.
"Membalas budi?" tanya Yu-nian dengan suara keras.
"Iya, sebagai balasan karena kami sudah membesarkanmu. Cepat tanda tangani saja kertas-kertas itu." jawab Yun Mao dengan begitu mudah.
Yu-nian mengusap wajahnya dengan begitu frustasi, seperti inilah orang tuanya. Seperti inilah mereka, mereka selalu menjadikan kedua putrinya alat untuk kemenangan mereka.
"Jangan lakukan hal itu, Yu-nian." pinta Yi-bao.
"Jangan ikut campur, Kalau kamu bisa melunasi hutang-hutang mereka silahkan saja." sarkas Feng Shiyan marah ketika Yi-bao berusaha untuk meyakinkan Yu-nian agar tidak menandatangani surat tersebut.
Yi-bao langsung diam, tidak akan berani melawan Feng Shiyan, hal itu karena dia juga tidak mempunyai kekuasaan setinggi Feng Shiyan.
"Apakah kamu mau membayar hutang-hutang itu? jika kamu mau membayarnya makan aku tidak perlu melakukan hal ini." ujar Feng Shiyan menantang Yi-bao.
"Ini namanya pemaksaan, pemasaran tingkat kerajaan. Dengar ya tuan, saya ini baru keluar dari mulut harimau masa sekarang harus masuk ke mulut serigala sih. apalagi serigalanya sudah berumur lagi." ucap Yu-nian yang membuat Fu Tian langsung menatap gadis muda yang berani mengatakan hal itu kepada jenderal kerajaan Tangyu.
"Maksudmu serigala berumur? siapa yang kamu sebut dengan serigala berumur?" tanya Feng Shiyan yang ingin memperjelas perkataan Yu-nian.
"Ya tentu saja jenderal, siapa lagi. Memangnya jenderal tidak mendengar apa yang aku katakan? Saya ini ibaratnya sudah masuk ke jurang malah sekarang harus masuk ke mulut serigala, saya ini tidak mau menjadi bahan percobaan. Apa jenderal tidak bisa mencari istri dengan cara lain? masa' kamu ingin memaksa gadis muda sepertiku menikah denganmu? anda ini benar-benar tidak tahu malu ya." dengan sangat santai Yu-nian bahkan mencibir pria yang sudah menahanya selama ini.
"Kamu tidak boleh berkata seperti itu, Yu-nian. Ayah sudah bilang kan Kamu harusnya membayar semua budi kami, kami sudah membesarkanmu. Apakah kamu tidak bisa berkorban sedikit untuk kami?!" bentak Yun Mao dengan kesal.
Kata-kata yang keluar dari mulut Yun Mao begitu menyakitkan, kata-kata yang diucapkan olehnya itu hingga membuat jantung Yu-nian terasa sesak. Feng Shiyan yang mendengarnya pun dia merasa kalau orang tua gadis itu tidak mempunyai perhatian sama sekali. yunian menghela nafasnya dengan begitu berat menatap kedua orang tuanya
"Baiklah kalau begitu, jika itu yang ingin kalian lakukan padaku." Dengan kesal Yu-nian langsung menandatangani surat yang diberikan oleh Feng Shiyan tanpa berpikir panjang.
Kedua orang tua Yu-nian tersenyum begitu bahagia, bagaimana tidak... Di depan mereka adalah jenderal kerajaan Tangyu, pria yang akan menjadi menantu mereka, lebih berkuasa dari pada Adi Pati Bao Jing. Sekarang mereka akhirnya terlepas dari hutang yang begitu banyak. "Sudah kan?" ucap Yu-nian dengan nada kesal luar biasa.
"Baiklah, Sudah." jawab Feng Shiyan.
"Terima kasih sayang, terima kasih." nyonya Li hendak memeluk putrinya namun kebahagiaan itu langsung di tolak oleh Yu-nian, dia langsung mendorong ibunya yang tak berperasaan.
"Setelah ini kita tidak mempunyai hubungan sama sekali, jangan pernah menganggapku sebagai Putri kalian. Jangan berusaha mencariku ataupun mengganggu kehidupanku." ujar Yu-nian dengan perasaan kecewa teramat.
Yi-bao mengikuti Yu-nian, sedangkan Feng Shiyan dia nampak tersenyum setelah Yu-nian menandatangani perjanjian pernikahan dengannya. Pria itu tersenyum dengan lebar.
"Kalian beristirahatlah dahulu," perintah Feng Shiyan.
Fu Tian dan Ren Fen tidak pernah berpikir Kenapa jenderal mereka bisa melakukan hal itu, padahal di luar sana begitu banyak gadis yang lebih cantik dari Yu-nian. Namun, entah apa yang dirasakan oleh jenderal mereka hingga membuatnya melakukan hal ini, padahal tidak pernah sekalipun Feng Shiyan dekat dengan wanita.
"Yu-nian." Panggil Yi-bao.
"Aku benar-benar tidak pernah mengira orang tuaku akan melakukan hal ini, Yi-bao. Mereka menjadikan aku pembayar hutang mereka, mereka benar-benar keterlaluan." Yu-nian nampak menundukkan kepalanya. dia tidak tahu hidupnya akan seperti apa.
"Kamu mau ke mana?" tanya Feng Shiyan yang melihat Yu-nian hendak pergi bersama Yi-bao.
"Aku mau pergi." jawab santai Yu-nian.
"Apa maksudmu pergi? sekarang kamu itu adalah istriku. surat pernikahan kita akan masuk ke catatan kementerian hari ini. Jadi mulai sekarang kamu akan tinggal di sini selamanya." kata Feng Shiyan.
"Kenapa aku harus tinggal di sini?" Yu-nian mencoba untuk memberontak.
"Dengar ya Yu-nian Mao, sekarang kamu itu sudah menjadi istriku. Jadi sekarang kamu adalah milikku, jika kamu berani kabur..," ujar Feng Shiyan.
"Jangan mentang-mentang sudah membayar hutang kedua orang tuaku lalu kamu mengatakan hal itu, berani kamu mengancamku, dasar pria tua!" kesal Yu-nian yang mencoba untuk kabur namun sayangnya Feng Shiyan langsung menahan dirinya.
"Kamu tidak akan pernah bisa kabur dariku." ujar Feng Shiyan.
*bersambung*