NovelToon NovelToon
Rahasia Terpendam Kristal

Rahasia Terpendam Kristal

Status: tamat
Genre:Misteri / Penyelamat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: IZI.01

Seorang motivator populer tiba-tiba meninggal dunia. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan kesedihan yang mendalam tetapi juga memicu banyak asumsi di kalangan publik. Namun, tuduhan tersebut hanya ditujukan kepada seorang ibu muda yang berprofesi sebagai penulis novel bernama Kristal.
Rey, sebagai suaminya, tidak dapat menerima tuduhan tanpa dasar tersebut. Dia menyelidiki kebenaran. Karena baginya tidak hanya dirinya yang akan berdampak, Darrius putera semata wayang pasti juga terkena imbas.
Hasil penyelidikannya akhirnya mengubah seluruh keyakinannya pada istri tercintanya. Tetapi pertanyaannya, apakah Kristal benar-benar bersalah? Lalu apakah perasaan Rey tetap masih mencintai Kristal? Mampukah Kristal bertahan dengan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IZI.01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Penelusuran Pengacara Febri..

Setelah berhasil menemukan parkiran mobil yang searah dengan pintu masuk, pengacara Febri segera menuju bagasi mobil sedannya yang berwarna hitam. Sepintas ia lihat ke sisi kanan-kiri, menatap ke sekeliling yang nampak lengang pada saat itu. Awan berarak di hari cerah menjadi pengiring langkahnya yang mantap untuk masuk ke dalam pelataran laboratorium forensik.

Di tempat itulah pengacara Febri biasanya menemukan semua bukti-bukti yang akan memperkuat status kliennya. Lalu lalang para petugas serta beberapa staff administrasi menjadi pemandangan yang umum disana. Tak perlu terlalu lama menanti, pengacara Febri bergegas lobi pendaftaran. Dengan banyaknya barang-barang yang dipeluknya, perlahan disodorkannya ke petugas pendaftaran. Para petugas yang bertugas untuk mendata semua barang-barang yang masuk, sebelum masuk ke ruang penelitian laboratorium.

“Wah.. tidak biasanya, lebih banyak dari kasus sebelumnya, Pak?”

“Begitulah. Berapa lama kira-kira Dr. Rafi memberikan rekomendasi hasilnya ke saya?” tutur pengacara Febri dengan dingin, sambil membenahi posisi kacamatanya yang miring.

“Tergantung dengan banyaknya barang. Kira-kira bisa sekitar enam minggu atau bisa juga lebih, Pak.”

“Astaga, kenapa makin lama tempat ini bukan semakin cepat mengeluarkan hasilnya. Kalau begitu, sebaiknya saya kurangi beberapa barang-barang. Tidak mungkin saya harus menunggu selama itu. Bisa-bisa keputusan akan lebih cepat dibandingkan hasil yang saya harapkan dari sini.”

Petugas bagian pencatatan mengangsurkan sejumlah barang ke petugas administrasi, lantas semua barang-barang yang tadinya telah diberikan, di ambil kembali oleh pengacara Febri.

Semua itu direngkuh kembali dalam satu kali pelukkan.

Belum lagi pengacara Febri berputar badan, seseorang dengan jubah putih datang dari arah berlawanan dengannya.

“Febri? Wah, banyak sekali?”

“Dokter Rafi! Lama kita tidak bertemu.”

Baru saja pengacara Febri ingin menempatkan barang bawaannya itu, tangan Dokter Rafi memberi isyarat untuk mengajaknya menuju ke ruang kerjanya.

“Ayo, kita ngobrol sebentar di ruang kerjaku.”

Keduanya berjalan menyusuri lorong, berteman dengan para petugas yang lalu lalang dengan semua pekerjaannya masing-masing.

“Silahkan masuk, Feb?”

“Baik, Dok. Boleh saya taruh disini semua barang-barang ini?” ujar pengacara Febri, tapi cepat ditahan oleh Dokter Rafi.

“Nah, disini saja lebih baik. Kalau kamu tempatkan disana, nanti akan menghalangi pintu yang ingin masuk.”

Tanpa berbalas lagi, pengacara Febri mengikuti instruksi yang diberikan Dokter Rafi padanya. Barang bawaannya itu ia taruh di samping meja, berdekatan dengan posisi duduk Dokter Rafi.

“Jadi apa yang bisa kami lakukan untukmu kali ini, Feb?” kata Dokter Rafi, setelah selesai memposisikan semua barang yang di bawa pengacara Febri.

“Aku ingin sekali mendapatkan hasil dari ini semua dalam waktu yang cepat. Karena proses yang saat ini klienku hadapi sudah berada di tepi jurang. Jadi aku harus dapat sesegera mungkin menarik hasil kesimpulan dari beberapa bukti tambahan yang aku miliki saat ini.”

“Oh jadi maksud kamu.. semua barang bukti ini ingin kamu bawa sebagai tambahan?! Baru saja aku ingin bertanya tentang kelanjutan kasus klien kamu itu.. siapa? Hmm.. Kristal Calysta?!”

Pengacara Febri mendenguskan nafasnya beberapa kali, tersirat gurat lelah dalam pikirannya,”huff.. rasanya sangat lelah sekali saya menghadapi kasus ini. Banyak misterius di dalamnya. Entahlah.. apakah aku masih dapat memenangkan perkara di kasus kali ini. Yah, minimal sekarang aku bisa menjadi penenang bagi Rey, suaminya.”

Mendengar perkataan pengacara Febri, Dokter Rafi merespon dengan penuh keseriusan,“oke.. kalau itu memang keadaan yang sedang aku hadapi saat ini. Aku akan jadikan semua ini prioritas penting. Jadi kamu bisa lekas mendapatkan hasilnya lebih cepat. Tetapi..” tiba-tiba suasana hening terjadi.

Dokter Rafi melihat semua barang bawaan dari pengacara Febri. Kotak obat-obatan yang menjadi salah satu bukti penting itu, diangkat lalu diperhatikan tiap detil. Sesekali jemarinya membolak-balikkan kemasan yang tampak sudah lusuh itu. Kemudian kembali meneruskan perkataannya.

“Kalau untuk bungkusan yang satu ini, rasanya akan sedikit sukar aku dan tim melakukan penelitian. Tetapi baiklah, semaksimal mungkin akan aku selesaikan kurang dari dua minggu.”

“Memang aku sadari itu.. karena itulah aku harus andalkan dari tempat ini. Hanya disini tempat yang aku harapkan dapat membantu untuk memecahkan semua misteri yang tersimpan di bukti tambahan yang aku miliki saat ini.”

“Aku mengerti kemauanmu itu.. sudah lama kita bekerjasama. Jadi mana mungkin aku mengabaikanmu saat ini. Ngomong-ngomong bagaimana kondisi suaminya saat ini?”

“Rey sangat terpukul sekali dengan permasalahan yang menimpanya saat ini. Hampir saja dia depresi, sampai sempat tidak bekerja dalam waktu yang cukup lama. Dan untuk anaknya Darrius.. aku pun juga tidak bisa banyak membantu. Beruntung mereka masih memiliki Oma. Jadi sangat membantu memulihkan semuanya.”

“Semoga saja.. kasus ini bisa selesai dengan harapan dari keluarga Kristal dan juga sesuai dengan harapanmu.”

“Terimakasih, Dok. Ini memang kali pertama aku menangani kasus yang sangat menguras tenaga dan pikiranku. Selain harus menjadi pendamping saat dipersidangan, tugasku saat ini juga menenangkan mereka, Dok.”

“Itulah sebabnya.. dari sekian banyak lawyer yang aku kenal. Hanya kamu yang selalu aku prioritaskan terbaik.”

“Aku rasa itu dulu untuk saat ini.. terimakasih banyak atas bantuan dan semua perhatian Dokter Rafi. Tak akan bisa aku lupakan kebaikan Dokter Rafi.”

Pengacara Febri bangkit berdiri, bertepatan dengan Dokter Rafi yang juga sama-sama bangkit berdiri.

“Tidak perlu sampai kamu seperti itu, Feb. Ini semua memang sudah menjadi tanggung jawab aku disini. Jadi tidaklah sampai harus kamu berterimakasih mendalam seperti itu. Jadi.. sesegera mungkin aku akan memberikanmu kabar berita tentang perkembangan semuanya.”

“Baiklah kalau begitu. Saya pamit terlebih dulu.”

“Iyah.. silahkan, Feb.” timpal Dokter Rafi padanya.

Pengacara Febri keluar dari pintu, setelah selesai bersalaman dengan Dokter Rafi. Baru saja ia ingin memulai langkahnya keluar dari ruang kerja Dokter Rafi, getar telepon selularnya berdering. Dia berhenti dan menggapai telepon selularnya dari balik saku jas yang dikenakannya.

Panggilan itu berasal dari nomor Rey.

“Ada apa, Rey?” Rey sebagai pemilik suara penggilan itu terdengar dalam keadaan sedih bercampur dengan kemarahan.

“Tolong aku disini, Feb!! Darrius ditahan.. Dia berkelahi sewaktu sedang bertanding sepak bola. Sekarang ini, pihak penegak hukum sedang melakukan interogasi. Tolong dia, Feb!”

“Tenangkan pikiranmu sejenak. Sekarang aku masih berada di laboratorium. Kurang dari lima belas menit, aku akan sampai ditempatmu.”

Panggilan itu membuat pengacara Febri mempercepat langkahnya.

1
Mamah Deni
Novel yang rekomen. Alur cerita singkat. Padat. pemilihan kata juga tepat dan mudah. cocok buat bahan bacaan. seharusnya bisa di taruh di rak toko buku yah. wajib baca sampai tuntas.
Mamah Deni
sederhana tapi alurnya menarik buat di baca tuntas. mantap😍
Mamah Deni
Ini pertama kali saya membaca novel di plarform digital. gak disangka bisa nemu tema yang unik. tutur bahasanya juga mengalir. langsung kebawa emosinya.😍
IzI
teruskan menulis, terus membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!