NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Selesai makan malam, pak ardi pamit ijin untuk kembali ke penginapan yang ternyata memang sudah dipesannya.

Walau kanaya menahannya, pak ardi tetap bersikeras. Dia memakluminya, bagaimana bisa pak ardi tidur dirumah kecil kanaya itu, dengan majikannya yang berada dirumah yang sama.

Setelah kepergian pak ardi, mereka duduk di ruangan tamu rumah kanaya yang mungil itu. Tak lupa kanaya menghidangkan teh di meja, ia menyiapkan 2 gelas teh, dan 2 gelas kopi pahit untuk dirinya dan aksara adiknya.

Kanaya memilih duduk di sisi ibunya, sementara kala duduk tepat dihadapan mereka. Aksara memilih duduk di sebelah kiri pria itu.

Mata kanaya dan  keluarganya menatap kala lekat, menanti penjelasan dari pria itu, seperti janjinya siang tadi.

"Ibu.." suara berat kala terdengar memanggil

"Saya sebenarnya,..saya ini..,mantan suami kanaya"ucap kala tersendat-sendat

"Saya, kemari ingin menjelaskan semuanya, dan juga ingin meminta maaf..."

"Tunggu...!" tiba-tiba aksara menyela penjelasan kala, rahangnya mengeras menatap kala penuh amarah.

"Kamu, laki-laki yang menikahi kakak saya, dan kemudian menceraikannya setelah 6 bulan. jadi beneran kamu orangnya?"

Aksara menatap tajam, ucapannya yang sedikit kasar membuat kanaya terkejut, karena selama ini di matanya aksara adiknya itu, adalah pria yang lembut.

Kala mengangguk pelan, sepertinya pria itu merasa bersalah, kedua jemarinya saling bertautan. Kanaya melihat rahang aksara semakin mengeras, buku tangan adiknya terlihat memutih, melihat anggukan kala.

"Dan kamu dengan tak tahu malunya datang kemari ingin minta maaf?"

"Aksara..", tegur bu risma lembut, namun tegas.

"Biarkan dia menjelaskan terlebih dahulu, biarkan ia menjelaskan semuanya,setelah itu, kamu bisa bertanya apapun padanya"

"Tapi bu.." protes aksara cepat, namun tatapan tajam ibunya membuat adiknya kanaya itu terdiam.

"Lanjutkan..kala" perintah bu risma mengalihkan perhatiannya kembali pada kala.

 Aksara melengos marah, kanaya tahu aksara masih belum puas, sorot tajam matanya menatap kala seakan ingin menerkam.

"Saya mengakui kesalahan saya bu, perceraian kami terjadi karena saya sebagai kepala rumah tangga yang tidak kompeten dan tidak bertanggung jawab, saya menyesal bu"

Kanaya tersentak kaget, menatap lekat kala yang masih menatap ibunya. Tatapan kanaya penuh selidik, mengamati kala.

 Kanaya heran mengapa kala berbohong, mengapa pria ini tidak mengatakan yang sebenarnya, dan malah cenderung menyalahkan dirinya sendiri.

"Trus, tujuan kamu kemari hanya ingin meminta maaf sajakah?"pertanyaan ibu, membuat aksara dan kanaya serempak menatap kala, pria itu menggeleng cepat.

"Saya ingin memperbaiki semuanya bu, saya ingin melamar naya kembali"

"Trus apa jaminannya kalau kamu tidak akan menceraikan kakak saya kembali" tanya aksara lembut, namun sorot matanya masih terlihat tajam.

Kala menatap aksara dalam dan cukup lama, sorot matanya menunjukkan kesungguhan.

"Nyawa saya.."ujarnya singkat namun penuh keyakinan.

Aksara kelihatan terkejut, mata mereka saling menatap. Dia menemukan kejujuran dan kesungguhan di mata pria itu.

Beberapa saat mereka masih saling menatap, kanaya dan ibunya memperhatikan mereka.

"Kala..", panggil ibu memecah keheningan.

"Ibu sebenarnya tahu kalau kamu adalah suami naya dari awal kamu datang, ibu juga tahu dari sorot mata kamu kalau kamu masih mencintai putri ibu.

Ibu hanya ingin tahu, apa sebab sebenarnya perceraian kalian, tak bisakah kalian jujur pada ibu?" pinta ibu lembut, kanaya terhenyak begitu juga kala, netra mereka saling menatap.

"Entah mengapa, ibu tak percaya alasan yang kamu jelaskan itu adalah yang sebenarnya terjadi nak,

 ibu yakin kamu masih menutupi yang sebenarnya, melihat kamu ketika menjelaskan tadi,  ibu melihat naya terkejut dengan penjelasan kamu.

 Membuat ibu berpikir, bahwa alasan yang kamu berikan tadi, bukanlah yang sebenarnya"

Kanaya tidak menyangka ibunya begitu jeli, ia menarik nafasnya dalam-dalam. Kanaya berpikir sekarang giliran dia yang akan menjelaskan, ia tak mau melihat kala berbohong lagi demi melindungi dirinya.

"Ibu..,bolehkah naya ikut menjelaskan?"

"Tunggu naya..!" sela kala cepat, kepalanya menggeleng melarang kanaya untuk ikut bicara.

 Pria itu takut akan terjadi sesuatu kepada ibunya kanaya jika kanaya menjelaskan yang sebenarnya.

Bu risma dan aksara terkejut menatap kala yang kelihatan seperti ketakutan akan sesuatu, sementara kanaya menganggukkan kepalanya mantap, tersenyum menatap kala, menenangkan pria itu.

"Naya akan menjelaskan ibu, mengapa usia pernikahan yang kami jalani hanya berusia 6 bulan saja"

"naya..", bisik kala lirih, hatinya benar-benar merasa khawatir.

"naya dan kala menikah karena azas butuh awalnya"

Kanaya berhenti sesaat, menatap ke arah ibu dan aksara bergantian, mengamati reaksi keduanya.

Ada kilatan terkejut dari mata mereka, namun keduanya masih diam, menanti penjelasan kanaya.

"Waktu itu naya sangat membutuhkan uang, untuk biaya pengobatan rumah sakit ibu, yang mendadak.

Uang kuliah ayunda yang mendesak harus dibayarkan, dan juga aksara yang tiba-tiba dikeluarkan dari pekerjaannya.

Naya tidak memiliki tabungan yang lumayan untuk menutupi semuanya dalam waktu yang bersamaan bu...

Akhirnya naya menerima ajakan pernikahan dari pimpinan perusahaan tempat naya bekerja.

Yang menawarkan pernikahan kontrak selama 6 bulan, dengan bayaran yang bisa menutupi semua yang naya jelaskan tadi ibu..,dan sisanya juga masih cukup besar dalam tabungan naya saat ini" jelas kanaya hati-hati, ia melihat reaksi ibunya yang terkejut, wajah ibu dan adiknya memucat.

"Jadi semuanya terjadi karena kami?"bisik ibunya lirih, mata tua bu risma berkaca-kaca, sementara aksara tertunduk lesu.

"Lagi-lagi, kamu berkorban untuk kami naya, kamu selalu berkorban untuk kami, nduk.

kami selalu membebanimu" air mata ibu menetes membasahi pipinya yang mulai kendur.

Kanaya bangkit duduknya bersimpuh di bawah memeluk kaki ibunya erat, air mata kanaya juga mengambang di pelupuk mata indahnya.

"Apakah perceraian kalian terjadi karena kami nduk?"

"Tidak ibu.." sahut kala menggeleng cepat, terus terang dia sangat terkejut. Ia sendiri tak tahu alasan kanaya yang sebenarnya menerima pernikahan kontrak yang ia tawarkan.

Hatinya terenyuh, ia menyadari wanita yang ia cintai ini ternyata memiliki rasa tanggung jawab yang begitu besar, kala semakin mengagumi kanaya.

Ibu mendongak, menatap kala sendu.

"Apakah kamu menceraikan naya, karena kami terlalu membebani hidupnya, nak kala?"

Kala menggeleng cepat, "tidak ibu..tidak, saya tidak pernah berpikir seperti itu"

"Lantas kenapa kalian bercerai..?" tiba-tiba aksara bertanya dengan suara tercekat di tenggorokannya, kanaya yakin hati lembut adiknya sedang tidak baik-baik saja.

"Karena..karena.."

Tersendat kala menjawab, ia bingung bagaimana cara menjelaskan, tanpa harus menyakiti hati keluarga kanaya lagi.

"Karena, waktu perjanjian kami selesai" potong kanaya cepat, kala menoleh terkejut. mereka semua terkejut, aksara dan juga ibunya, menatap kanaya lekat seolah tak percaya akan jawaban kanaya.

"Kami berjanji usia pernikahan yang kami jalani hanya 6 bulan" jelasnya lagi

"Setelah 6 bulan usai, kami akan kembali ke kehidupan kami masing-masing,

Naya pulang kampung, dan kala melanjutkan hidupnya seperti biasa".

Air mata ibunya masih menggantung di pelupuk mata, tak jauh beda dengan aksara yang kelihatan gusar. Pria muda itu mengusap wajahnya kasar dengan tangan, helaan nafas terdengar dari mulutnya.

Kanaya mengenal adiknya itu, ia tahu saat ini adiknya begitu terpukul akan penjelasannya. tiba-tiba aksara mendongakkan kepalanya, menatap mata kanaya yang melihatnya.

"Mbak..dirumah ini aku kepala rumah tangga, kalian semua adalah kewajiban yang harus aku tanggung, kumohon, berhenti berkorban untuk kami"

Mata aksara berkaca-kaca, rasa sedih menghantui pikirannya. Ia tak mampu lagi membendung air mata yang susah payah ditahannya, air mata membasahi pipinya.

Kanaya merasa sangat bersalah, ketidak jujurannya ternyata sangat menyakitkan bagi keluarganya.

Kanaya melihat pipi ibunya sudah basah oleh air mata, sementara aksara masih terdiam sendu, menunduk meremasi rambutnya frustasi.

Kanaya terharu, ucapan adiknya sungguh membuat hatinya terenyuh. Namun sebagai anak sulung, ia tak bisa tutup mata melihat kesulitan yang sedang menimpa keluarganya.

Dengan linangan air mata di pipinya, kanaya menoleh, melihat ekspresi wajah kala.

Sorot mata pria itu menatapnya sendu, rasa bersalah terlihat jelas di wajahnya. Kanaya yakin, pasti kala merasa sangat tidak enak hati.

Pria itu terjebak di situasi seperti ini, tapi kanaya memakluminya, hatinya juga merasa tak enak hati, membuat kala berada pada posisi serba salah.

Bersambung...

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!