NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35 - Xiao Shuxiang [2]

"Apa dia baru saja membunuh dua Pilar Bulan?"

Pikiran itu menggema di dalam benak Wei Zhang Zihan. Tatapan matanya terpaku pada sosok Xiao Shuxiang yang berdiri dengan santai di tengah kematian yang baru saja diciptakannya.

Ini... sejujurnya sangat tidak masuk akal. Pilar Bulan dari Sekte Bulan Mati bukanlah lawan yang bisa ditumbangkan begitu saja, tetapi subjek ini justru—

"Ugh..."

Wei Zhang Zihan kembali memuntahkan darah. Dadanya terasa sakit. Setiap napas yang ia tarik seperti menggesek pecahan tulang di dalam tubuhnya sendiri dan itu menyakitkan hingga memaksa kesadarannya bergetar di ambang batas.

Di hadapan Wei Zhang Zihan, Xiao Shuxiang dengan acuh melempar gumpalan daging di tangannya ke sembarang tempat. Dia pun lalu menyilangkan tangan dan menatap dua sosok yang seperti tidak mampu berdiri itu sebelum perlahan menggeleng.

"Kalian berdua... sangat menyedihkan." Xiao Shuxiang berjongkok. Dua jarinya terangkat, meraih dagu Wei Zhang Zihan dengan ringan memaksa untuk menatap ke arahnya.

"Hmph." Xiao Shuxiang mendengus, "Kau sangat lemah."

"Jika kau selemah ini..." lanjutnya. "Bagaimana kau akan menghentikan Pendekar Naga yang menjadi teman baikmu itu?"

Xiao Shuxiang menghela napas pelan, lalu berdiri kembali, seolah kehilangan minat. Dia menatap Wei Zhang Zihan dan tanpa nada yang berkata, "Kai sudah sangat kuat sendirian, dan dia akan jauh lebih kuat lagi... saat bersamaku. Tapi kau... bahkan dengan bantuan roh di belakangmu dan rubah kecil itu... kalian masih sangat payah."

Xiao Shuxiang menunduk sedikit. Senyum tipis terukir di wajah pucatnya dan suaranya kini terdengar seperti bujukan yang dingin.

"Bagaimana jika kau berhenti saja?" Xiao Shuxiang memiringkan kepalanya, "Pulanglah. Lakukan sesuatu yang lebih berguna. Kai hanya berurusan dengan Aliran Hitam, dan Ini bukan masalah yang harus kau tangani."

Wei Zhang Zihan tidak menjawab. Napasnya berat, namun tatapan matanya tetap tajam dan mengandung keteguhan. Rasanya seakan kata-kata Xiao Shuxiang tidak berarti baginya.

Wei Shezi sendiri tiba-tiba saja kehilangan kekuatan dan ambruk, tidak sadarkan diri. Wei Zhang Zihan yang langsung menyadarinya pun menoleh, tetapi rasa sakit di dadanya membuat ia tidak bisa bergerak bebas, bahkan untuk berbicara.

Pandangan Wei Zhang Zihan mulai mengabur dan terasa dunia di sekitarnya memudar. Xiao Shuxiang berdiri tegak dan memperhatikan mereka berdua dengan tenang.

Tatapan Xiao Shuxiang turun ke kaki Wei Shezi dan melihat warna ungu gelap menjalar di luka wanita itu. Jelas bahwa Wei Shezi terkena racun yang sulit untuk ditangani sendiri.

"Yaah..." Xiao Shuxiang menghela napas ringan, "Sepertinya kalian tidak akan bisa pulang dari tempat ini dengan selamat."

"Sangat disayangkan," Xiao Shuxiang menyilangkan tangan, lalu berbalik. Langkahnya ringan saat mulai berjalan pergi meninggalkan Wei Zhang Zihan dan Wei Shezi.

"Baiklah. Masih ada yang ingin kulakukan, jadi nikmati waktu-waktu terakhir kalian. Selamat tinggal—"

"Kai..."

Suara berat dan samar dari Wei Zhang Zihan yang begitu tiba-tiba membuat langkah Xiao Shuxiang terhenti.

Roh menawan itu berbalik dan mendapati tatapan dingin dari Wei Zhang Zihan.

Darah terlihat mengalir dari sudut bibir Pendekar Suci itu, namun suaranya masih terdengar. Setiap kata... seolah keluar dengan susah payah.

"Kai... dia bukanlah monster sepertimu." napas Wei Zhang Zihan berat. "Tidak akan kubiarkan dia melakukan kesalahan... yang membuatnya menyesal."

Angin seolah berhembus aneh. Ekspresi Xiao Shuxiang berubah menjadi dingin dan tatapan matanya menajam. Hanya saja detik berikutnya dia membeku saat melihat Wei Zhang Zihan kehilangan kesadarannya.

"Hah." Xiao Shuxiang mendengus pelan. "Menyebalkan."

"Setelah bicara begitu... kau malah pingsan." Xiao Shuxiang mendekat. Dia meniup poni depannya dengan kasar, jelas terganggu.

Tanpa ragu, Xiao Shuxiang meraih pakaian Wei Zhang Zihan dan membukanya untuk melihat luka di dada pemuda itu.

Sekarang terlihat jelas ada memar yang parah pada dada Wei Zhang Zihan. Memar berwarna biru-keunguan menyebar luas dan ada tiga titik merah kecil yang mengeluarkan darah tipis.

Mata Xiao Shuxiang menyipit. "Tulang rusuknya patah dan lukanya mengandung racun yang mematikan."

Tatapan Xiao Shuxiang menjadi lebih dalam. "Dia berhasil menekan penyebaran racunnya, tetapi karena tidak sadarkan diri... dia sudah tidak bisa menekannya lagi. Orang ini pasti akan mati."

Xiao Shuxiang memperhatikan wajah Wei Zhang Zihan yang berubah pucat sebelum kembali menutup pakaian pemuda tersebut.

Sambil berdiri, Xiao Shuxiang menghela napas panjang. "Yaah... hidup dan mati mereka bukan urusanku. Aku sama sekali tidak tertarik untuk berbuat baik di dunia yang asing."

Xiao Shuxiang berbalik dan melangkah pergi.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tangannya pun terangkat sedikit. Xiao Shuxiang melihat retakan halus di kulitnya. Urat-urat kehitaman yang sebelumnya terlihat perlahan menghilang seakan tidak pernah ada.

"Roh Pilar Bulan memang luar biasa." senyum Xiao Shuxiang kembali muncul. "Energinya cocok untuk memperbaiki rohku yang rusak."

"Aku mungkin bisa kembali jika menghabisi lebih banyak kultivator iblis." mata Xiao Shuxiang berbinar tipis, "Kucing Putih pasti akan—"

Langkah Xiao Shuxiang tiba-tiba berhenti dan senyumnya memudar. Dalam keheningan itu, ekspresi wajahnya mengeras.

Xiao Shuxiang memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya menarik napas panjang.

"Kucing Putih mungkin akan membenciku... jika aku tidak menolong orang, kan?"

Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya. Ekspresi wajahnya berubah—seperti anak kecil yang sedang kesal.

"Tsk. A-Yuan juga..." Xiao Shuxiang bergumam. Bibirnya memanyun, "Dia pasti tidak akan berteman denganku."

Xiao Shuxiang menarik napas, "Aku bisa membayangkan respon mereka jika tahu apa yang kulakukan. Lagipula... aku tidak akan bisa berbohong jika mereka bertanya."

Xiao Shuxiang berdecak lalu mengusap-usap pipinya, namun tersentak saat menyadari tangannya kotor oleh darah. Dia menatap telapak tangannya sejenak, lalu menghela napas panjang.

"Baiklah..." Xiao Shuxiang berbalik. Tatapannya jatuh kembali pada Wei Zhang Zihan dan Wei Shezi yang tidak sadarkan diri.

Udara di sekitar Xiao Shuxiang berubah. Untuk pertama kali sejak kemunculannya—auranya saat ini tidak sepenuhnya terasa seperti milik monster atau roh yang berbahaya.

"Ayo selamatkan... yang pantas diselamatkan."

Xiao Shuxiang berjalan mendekat, namun suara ledakan yang bahkan membuat tanah di bawah kakinya bergetar membuat ia segera menoleh.

Mengetahui pertarungan masih berlangsung di tempat lain membuat Xiao Shuxiang mendengus, "Sepertinya... Pendekar Naga itu sedang mengamuk. Ini akan sangat luar biasa jika aku bisa melihatnya menghabisi Pilar Bulan yang tersisa."

Xiao Shuxiang tersenyum dan menjadi bersemangat. "Ayo selesaikan ini dan segera ke tempatnya. Aku tidak boleh melewatkan untuk menyaksikan pertarungan yang luar biasa~"

******

1
Maria Sayem
Seperti tehnik pengendalian darah milik Shuxiang ya? Ah......jadi kangen yang mulia Shuxiang.
ind@h
hahhh..memang yang mulia yg paling luar biasa...
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe...Xiao shuxiang memang yang Mulia😄
Hydro7
Kopi dan Vote sudah dikirim....🤭
Maria Sayem
Aq memang mampir akhirnya!!
y@y@
👍🏿💥⭐💥👍🏿
uh uh
kirain dah mati gak ad up taunya masih idup
Nanik S
Roh Pemuda Yang Tampan dan kuat hingga menghabisi semua pilar Bulan Mati
Nanik S
Kalau bukan karena Xiao Suxiang... Pendekar Wei sudah mati..
Alw
yang mulia selalu penuh gaya😄😄
Maria Sayem
Ia ..Jangan jangan ini reinkarnasi dari Lan Zhi.
Hydro7
Masih blm update lg? Kopi yg disiapkan udh dingin skrg, Kuminum dulu aja. Aku siapkan Kopi dan Vote skrg, Smga update hari ini....🤣
y@y@
👍🏻🌟👍🏼🌟👍🏻
uh uh
mati kah autornya
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
semangat Thor jangan hiatus🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
para pilar tewas🤣🤣tidak bisa menahan serangan Chu Kai dan Xiao shuxiang 🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha..gaya lama Xiao shuxiang meniup poni nya🤣🤣👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh musuh nya di jadikan perkedel daging🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Xiao shuxiang memang pintar memprovokasi lawan🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!