NovelToon NovelToon
Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anime
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Di ruang sidang aku memenangkan keadilan, tapi di stasiun kereta, aku nyaris kalah oleh rindu."
Afisa Anjani bukanlah lagi gadis rapuh yang menangis karena diabaikan. Tahun 2021 menjadi saksi transformasinya menjadi associate hukum tangguh di Jakarta. Di sisinya, ada Bintang—dokter muda yang kehangatannya perlahan menyembuhkan trauma masa lalu Afisa.

Namun, saat janji suci diucapkan di tahun 2022, semesta justru memberi ujian baru. Afisa dipindahtugaskan ke Semarang untuk menangani kasus-kasus besar yang menguji integritasnya. Jakarta dan Semarang kini bukan sekadar nama kota, melainkan jarak yang menguji Ekuilibrium (keseimbangan) antara karier dan hati.

Di Semarang, Afisa berhadapan dengan dinginnya ruang sidang dan gedung Lawang Sewu, sementara di Jakarta, Bintang bergelut dengan detak jantung pasien di rumah sakit. Keraguan lama Afisa kembali muncul: Apakah Bintang akan bosan? Apakah cinta sanggup bertahan saat komunikasi hanya lewat layar ponsel ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Afisa baru saja meletakkan tas kerjanya di atas meja saat terdengar bunyi beep dari pintu apartemen, disusul suara gagang pintu yang diputar perlahan. Ia menoleh, dan hatinya seketika mencelos melihat sosok yang melangkah masuk.

Bintang berdiri di sana, masih mengenakan scrub biru yang tertutup jaket gelap. Wajahnya yang biasanya cerah kini tampak sangat pucat. Rambutnya berantakan, dan gurat kelelahan setelah operasi maraton sejak subuh tadi terlihat sangat nyata. Ia menyandarkan punggungnya di pintu yang baru saja tertutup, memejamkan mata sejenak seolah sedang mengumpulkan sisa-sisa energinya.

"Mas..." panggil Afisa lembut, hampir berbisik.

Bintang membuka matanya perlahan, mengulas senyum tipis yang tampak begitu dipaksakan namun tulus saat melihat Afisa. "Hai, Istriku. Maaf ya, aku datang dengan keadaan sekuyu ini."

Afisa segera menghampiri, mengambil alih tas ransel Bintang yang tampak berat. Ia menuntun suaminya itu untuk duduk di sofa. "Jangan minta maaf. Kamu baru saja menyelamatkan nyawa orang, Mas. Duduk dulu, aku ambilkan air hangat."

Bintang tidak membantah. Ia merebahkan kepalanya di sandaran sofa, membiarkan Afisa melepas sepatu dan kaos kakinya. Saat Afisa kembali membawa segelas air, Bintang menarik tangan istrinya agar duduk di sampingnya, lalu tanpa aba-aba ia menyandarkan kepalanya di pangkuan Afisa.

"Sepuluh jam di ruang operasi, sayang . Rasanya kakiku sudah tidak menapak bumi lagi," gumam Bintang, suaranya sangat serak.

Afisa membiarkan jemarinya menyisir rambut berantakan Bintang, memberikan pijatan lembut di pelipis suaminya. "Istirahatlah, Mas. Tidur sebentar di sini. Aku nggak akan ke mana-mana."

Bintang memejamkan mata, menikmati sentuhan Afisa yang menjadi penawar lelah paling ampuh baginya. Namun, meski matanya tertutup, pikirannya masih terjaga. "Tadi sidangnya... lancar kan? Maaf aku nggak bisa kasih semangat lewat telepon tadi."

"Lancar banget, Mas. Berkat doa kamu dan orang tua kita," jawab Afisa haru. "Tapi sekarang jangan pikirkan sidangku atau IGD dulu. Pikirkan dirimu sendiri."

Bintang meraih tangan Afisa yang sedang memijatnya, lalu mencium telapak tangan itu lama sekali. "Tahu tidak, yang ? Selama operasi tadi, yang membuatku tetap fokus adalah pikiran kalau sore ini aku bakal pulang ke kamu. Bahwa sekarang, ada seseorang yang sah menunggu di balik pintu untuk aku ceritakan betapa capeknya hari ini."

Afisa merasakan matanya memanas. Enam tahun Bintang menunggunya, dan bahkan di titik paling lelahnya, pria ini tetap menjadikan Afisa sebagai alasan untuk bertahan.

"Aku akan selalu ada di balik pintu itu, Mas. Mau di Jakarta, mau di Semarang nanti, aku akan selalu jadi orang pertama yang menunggu kamu pulang," janji Afisa pelan.

Keheningan yang nyaman menyelimuti apartemen itu. Hanya terdengar deru napas Bintang yang perlahan mulai teratur, tanda ia mulai terlelap di pangkuan Afisa. Afisa menatap wajah suaminya dengan penuh cinta, menyadari bahwa ekuilibrium mereka bukan tentang siapa yang paling kuat, tapi tentang bagaimana mereka saling menjadi sandaran di saat salah satunya rapuh.

Malam ini, misi pindahan barang mungkin akan tertunda lagi, tapi bagi Afisa, melihat Bintang tertidur tenang di pangkuannya adalah kemenangan yang jauh lebih besar daripada sidang manapun di pengadilan.

Perlahan, Afisa menggeser tubuhnya dengan sangat hati-hati, memastikan gerakan seminim mungkin agar tidak mengusik tidur lelap Bintang. Ia meraih bantal sofa yang empuk, menyangga kepala suaminya di sana dengan lembut. Bintang hanya menggumam kecil dalam tidurnya, wajahnya yang kuyu perlahan tampak lebih tenang saat menyentuh permukaan bantal.

Afisa menatap wajah itu sejenak. Ada rasa haru yang membuncah; pria ini baru saja mempertaruhkan seluruh tenaganya di ruang operasi, namun masih memaksakan diri untuk menjadi rumah bagi kegelisahannya.

Dengan langkah berjinjit, Afisa melangkah menuju sudut ruangan di mana koper besar berwarna navy sudah terbuka lebar. Ia mulai memilah pakaian kantor yang akan ia bawa ke Semarang. Satu per satu blazer, kemeja, dan rok kain ia lipat dengan rapi. Setiap lipatan kain itu seolah menjadi hitungan mundur menuju tanggal 15 Januari.

Suasana apartemen begitu sunyi, hanya terdengar suara gesekan kain dan deru napas teratur Bintang dari arah sofa. Afisa memasukkan beberapa potong pakaian santai, lalu jemarinya terhenti pada sebuah hoodie abu-abu milik Bintang yang pernah tertinggal di apartemennya bulan lalu.

Ia memeluk hoodie itu sebentar, menghirup aroma maskulin yang menenangkan. 'Ini harus ikut ke Semarang,' pikirnya. Di kota asing nanti, aroma ini akan menjadi ekuilibriumnya saat rindu mulai tak tertahankan.

Saat sedang asyik menata alat rias ke dalam tas kecil, mata Afisa tertuju pada foto akad nikah mereka yang baru saja ia cetak dan letakkan di atas meja kerja. Foto itu menunjukkan Bintang yang sedang mengecup keningnya dengan khidmat.

"Dua tahun ya, Mas," bisik Afisa pelan pada kesunyian ruangan. "Ternyata benar kata Ayah, jarak itu berat. Tapi melihat kamu tidur sepuas itu di sini, aku sadar kalau aku punya alasan untuk selalu pulang secepat mungkin."

Afisa menutup kopernya, lalu menguncinya dengan kode angka yang merupakan tanggal jadian mereka enam tahun lalu. Tugas packing malam ini selesai lebih cepat dari dugaannya. Ia kembali mendekati sofa, menyelimuti tubuh Bintang dengan kain soft fleece agar suaminya tidak kedinginan.

Ia duduk di lantai, bersandar pada pinggiran sofa tepat di samping kepala Bintang. Di tengah kekacauan koper dan persiapan keberangkatan, Afisa menemukan kedamaiannya. Besok mungkin akan melelahkan, tapi malam ini, membiarkan suaminya beristirahat adalah prioritas hukum yang paling tinggi di hatinya.

1
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
lama nya upp nua
byyyycaaaa: up siangan ya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
Afisa sama bintang nikah sirih tor. yok tor bikin pesta nikahan Afisa semeriah mungkin bikin fita datang nikahan Afisa tor
byyyycaaaa
nanti ada saatnya,si Afisanya takut hamil,🌚
byyyycaaaa: updetnya besok lagi ya guys🙏🤗
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin hamil tor
byyyycaaaa
Guntur cocoknya sama authornya 🌚
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin jadian guntur sama citra ator
byyyycaaaa: ada fotonya afisa dan juga Bintang 🤭
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
trus bikin fita nyesal. dan citra nikah sama guntur dong biar guntur bahagia sama citra
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun: no tor citra sama guntur
total 2 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
alhamdulilah udah pecah telorr dongg. bikin anak junior bintang🤣🤣🤣
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin Afisa pecah telor sama bintang Thor. eh Thor tentang fita gi mana tor
byyyycaaaa: nanti di ceritain sama Guntur ya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
kapan Afisa pergi nikahan kaila
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun: ayo Thor bikin malam pertama Afisa sama bintang gk sabar. pengen liat nanti Afisa sukses muka fita gi mana yah hehe
total 2 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
nikah nikah nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!