" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan Okta
Sekilas Darrel melihat ke arah Bi Ani tapi saat tangannya kembali menyentuh tubuh Mala yang masih terasa panas membuat Darrel meminta apa yang tadi iya katakan pada Bi Ani.
" saya jelaskan nanti, tapi saat ini saya butuh kompres dan air putih agar Mala bisa minum obatnya " ucap Darrel yang sudah menyelimuti tubuh Mala.
" baik pak " ucap bi Ani yang tak bisa memaksa Darrel menjelaskan padanya siapa Mala sebenarnya karena bi Ani juga masih ingat dengan statusnya di rumah ini.
Tak butuh waktu lama bi Ani pun membawa apa yang Darrel minta dan memang Mala tidak kehilangan kesadaran hanya saja Mala sedang dalam kondisi lemah dan terpuruk hingga tak bisa mengendalikan tubuhnya yang lemah dan tak bertenaga.
" aku tau ini berat untuk mu tapi jika kamu seperti ini, ibu dan saudara tirimu akan bahagia melihat nya " ucap Darrel yang tak bermaksud apapun hanya ingin mengembalikan semangat hidup Mala.
" atau kamu memang suka jika ibu dan Abang tirimu itu puas dengan keputusasaan mu saat ini ?" sindir Darrel yang langsung mendapat tatapan tajam dari Mala yang ternyata rencana Darrel membangkitkan semangat hidup Mala akhirnya berhasil.
" aku bukan lemah !"
" aku hanya perlu waktu untuk bisa menata hatiku lagi " ucap Mala dengan suara yang masih terdengar lemah.
" aku tau tapi apa ibu dan Abang tirimu akan mengerti jika kamu hanya butuh waktu untuk menata hati mu ?"
" yang mereka tau, mereka hanya ingin melihat kamu terpuruk dan sedih seperti ini !" ucap Darrel semakin menjadi.
" kamu harus kuat dan sebelum kuat kamu harus sehat dan kamu harus memiliki semangat untuk hidup " ucap Darrel yang sepertinya lupa jika dirinya pernah ada di posisi Mala saat ini tapi bedanya bukan pasangan hidupnya yang menguatkan tapi Fildan sahabatnya lah yang terus membangkitkan semangat hidupnya.
" makan lalu minum obat mu, setelah itu kamu istirahat karena kita harus memberikan apa yang ibu dan Abang tirimu inginkan !" ucap Darrel sambil menyerahkan sepiring nasi dan lauk yang Bi Ani bawakan karena Mala harus sarapan sebelum meminum obatnya.
Jika di rumah Darrel sedang membujuk dan membangkitkan semangat hidup Mala, lain dengan yang terjadi di rumah mendiang pak Darmo dimana Okta terus saja bolak balik melihat ke arah jalan raya menunggu Mala dan Darrel yang akan membawa sertifikat rumah yang iya inginkan.
" akhirnya kamu tertipu oleh mangsa mu sendiri !" sindir Bu Reva yang masih kesal dengan keputusan putranya yang lebih memilih sertifikat rumah dibanding memakamkan jenazah ayahnya.
" ibu tenang saja, jika sampai Mala tak memberikan apa yang Abang inginkan dia akan tau apa yang bisa Abang lakukan untuk bisa menghancurkan hidupnya " ucap Okta penuh percaya diri.
" memang apa yang bisa kamu lakukan ?" tanya Bu Reva meragukan putranya sendiri.
" ibu tidak akan pernah tau apa yang bisa Abang lakukan jika Abang sudah membenci sesuatu " ucap Okta dengan sorot mata penuh dendam.
" terserah, tapi sampai saat ini ibu masih menyesali keputusan yang kamu ambil saat ini " ucap Bu Reva yang memilih kembali masuk ke dalam kamarnya sambil mengingat kenangan yang di tinggalkan pak Darmo saat bersama dengannya.
" jika kamu ingin bermain main dengan ku, kamu salah pilih lawan pak Darrel !" ucap Okta yang sadar jika usianya dan Darrel cukup jauh bahkan Okta bisa menduga jika jarak usia Darrel dan Mala hampir sembilan tahun.
Tin tin
Suara klakson mobil yang berhenti tepat di depan rumahnya membuat Okta langsung melangkah keluar untuk melihat siapa yang datang ke rumahnya saat ini.
" akhirnya mereka datang juga " ucap Okta yang langsung membukakan pintu rumahnya dengan sangat cepat.
" aku pikir kalian berdua akan membohongiku !" sindir Okta saat Mala dan Darrel baru saja sampai di depan teras rumahnya.
" sebenarnya kalaupun aku tidak memberikan sertifikat rumah ini pun tak akan ada masalah di akhirnya " ucap Mala santai tapi masih tetap berdiri di teras rumah yang memberikan kenangan buruk di hati dan pikirannya.
" rumah ini adalah rumah yang di beli dengan uang ibuku, ingat itu uang ibu ku ! " ucap Mala penuh penekanan.
" dan aku menguburkan jenazah mendiang ayahku sendiri dan itu memang hak ku sebagai anak kandung, lalu salahku dimana ?" tanya Mala lagi.
" oh ya satu lagi, kalian tak pernah menyayangiku dengan tulus karena kalian hanya menganggap ku beban di rumah ini "
" jadi untuk apa aku bersikap baik dengan memberikan sertifikat rumah ini dimana secara hukum rumah ini adalah hak ku ?" ucap Mala.
Darrel yang sadar jika iya hanya orang asing yang dipaksa masuk ke dalam kehidupan Mala memilih diam memperhatikan apa yang yang di lakukan Mala dan juga Okta.
" baiklah, jika kamu tak ingin memberikan apa yang sudah kamu janjikan padaku dan ibu itu tak masalah untuk ku " ucap Okta santai sambil melipat ke dua tangannya di depan dada
" pergi dan bawa sertifikat itu bersama dengan mu tapi ingat hanya dalam hitungan detik hidupmu akan hancur dan aku bisa jamin itu " ucap Okta sambil menunjukan handphone miliknya ke arah Mala dan juga Darrel.
" di dalam handphone ini ada banyak video mu tanpa busana dan itu yang selama ini menemani imajinasi ku hingga akhirnya aku begitu sangat menginginkan mu " ucap Okta tanpa rasa malu.
Darrel dan Mala mencoba menutupi keterkejutannya saat ini karena tak ada jaminan jika yang Okta katakan itu benar.
Ting
Sebuah pesan masuk ke handphone Mala dimana ada sebuah video yang terkirim dari nomor Okta dan Darrel pun tau pesan itu masuk ke handphone Mala.
Dengan hati yang berdebar sangat cepat Mala membuka handphone nya dan apa yang Mala dan Darrel lihat membuat Mala terhuyung ke belakang karena apa yang Okta ucapkan benar adanya.
" sekarang kalian yakin ?" tanya Okta santai.
" sekarang kamu bisa memilih rumah ini atau harga dirimu ?" tanya Okta dan Darrel bisa melihat dengan jelas wajah mesum Okta saat menatap tubuh Mala saat ini.
" manusia menjijikan " ucap Darrel yang tak pernah menyangka jika dirinya harus berhadapan dan bertemu dengan orang seperti Okta.
" terserah tapi Mala benar benar menggoda " ucap Okta yang dengan sengaja mengatakan hal itu di hadapan Darrel.
" oh ya, apa kamu masih yakin jika Mala masih suci setelah melihat video ini ?" tanya Okta yang tiba tiba saja memiliki ide untuk bisa menghancurkan pernikahan Mala dan Darrel yang baru saja terjadi semalam.
" jika aku jadi kamu, aku akan menceraikan wanita yang video tanpa busananya di miliki laki laki lain dan bisa saja sudah tersebar di internet !"
✍️✍️✍️ apa ini bagian dari ujian yang harus Mala dan darrel hadapi di awal pernikahan mereka ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏