NovelToon NovelToon
Singa Yang Menunduk Pada Mawar

Singa Yang Menunduk Pada Mawar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat / Perjodohan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Sinopsis: Singa yang Menunduk pada Mawar
Habib Ghibran Fahreza Al-Husayn adalah sosok "Singa" yang dingin dan kaku, hingga sebuah tragedi merenggut nyawa adiknya, Azlan, tepat sebelum hari pernikahan. Terikat janji dan kehormatan, Ghibran terpaksa melangkah maju menggantikan posisi adiknya untuk menikahi Syarifah Aira, wanita yang seharusnya menjadi adik iparnya. Di bawah atap Pesantren Al-Husayn, Ghibran harus belajar menundukkan egonya demi memenangkan hati Aira, hingga ia memutuskan mengganti nama pesantrennya menjadi Salsabila sebagai bentuk pengabdian cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang singa dalam balutan celemek

Hari pertama cuti satu bulan Ghibran dimulai dengan sebuah aturan tak tertulis yang ia deklarasikan sendiri: Operasi Penjagaan Mutlak. Bagi Ghibran, cuti bukan berarti bersantai, melainkan memindahkan fokus manajemennya dari ratusan santri ke satu orang wanita yang kini tengah mengandung buah hatinya.

Pagi itu, Aira terbangun bukan karena suara alarm atau derap langkah santri, melainkan karena aroma sup asparagus dan roti panggang yang menyeruak masuk ke kamar. Ia mengerjap, menemukan Ghibran sudah berdiri di samping tempat tidur. Namun, pemandangan itu membuat Aira harus mengucek matanya dua kali.

Ghibran Fahreza, pria yang biasanya terlihat sangat otoriter dalam balutan kemeja formal, kini mengenakan kaus polos abu-abu yang dilapisi celemek dapur berwarna cokelat—celemek yang sebenarnya terlalu kecil untuk bahu bidangnya.

"Jangan bangun terlalu cepat, Sayang. Tekanan darahmu bisa turun tiba-tiba," ujar Ghibran dengan nada perintah yang kini dicampur dengan kelembutan ekstra.

"Kak... Kakak masak sendiri?" tanya Aira tak percaya.

"Tentu. Aku sudah membaca tiga buku panduan nutrisi ibu hamil semalam. Sekarang, sarapanlah di tempat tidur. Aku tidak ingin kamu kelelahan turun tangga hanya untuk makan," sahut Ghibran sambil meletakkan nampan kayu di pangkuan Aira dengan sangat hati-hati, seolah Aira terbuat dari porselen yang mudah pecah.

Larangan di Butik Salsabila

Siang harinya, Aira mulai merasa bosan. Ia mencoba menyelinap ke butiknya yang berada di area depan ndalem hanya untuk melihat progres beberapa pesanan. Namun, baru saja ia menyentuh gagang pintu, sebuah suara bariton menghentikan langkahnya.

"Mau ke mana, Aira?"

Aira berbalik dan mendapati Ghibran berdiri di koridor dengan tangan bersedekap. "Hanya ingin melihat-lihat, Kak. Ada beberapa payet yang harus kupastikan letaknya benar."

Ghibran melangkah mendekat, lalu dengan tenang ia mengunci pintu butik tersebut dan memasukkan kuncinya ke dalam saku celana. "Zivanna sudah memberitahuku bahwa asistenmu sangat kompeten. Dan sebagai pengawas kesehatanmu, aku melarangmu menyentuh gunting kain, jarum, atau apapun yang tajam selama seminggu ini. Kamu butuh istirahat total dari tekanan pekerjaan."

"Tapi Kak! Menjahit itu terapiku, bukan beban," protes Aira dengan bibir mengerucut.

"Terapimu hari ini adalah berjalan kaki ringan di taman belakang bersamaku, lalu tidur siang," balas Ghibran tanpa bisa dibantah. Ia merangkul bahu Aira, memutar tubuh istrinya untuk kembali ke arah taman.

Azka dan Laporan "Bulan Madu"

Di tengah masa cutinya yang sangat protektif, Ghibran menerima panggilan video dari Azka yang sedang berada di sebuah resor di pesisir Jawa Timur.

"Ghib! Kau harus lihat ini! Zivanna sangat bahagia di sini!" seru Azka di layar ponsel, memperlihatkan pemandangan laut yang indah. Namun, wajah Azka kemudian berubah jenaka saat melihat Ghibran masih mengenakan celemek di latar belakang. "Tunggu... apa itu yang kau pakai? Celemek? Hahahaha! Singa Salsabila benar-benar sudah dijinakkan menjadi pelayan rumah tangga!"

Ghibran menatap layar dengan datar. "Bagaimana laporan operasional yang kuberikan padamu kemarin? Sudah kau cek?"

"Bos, ini bulan madu! Kenapa kau masih menanyakan berkas?" keluh Azka. "Tapi tenang saja, sudah beres semua. Eh, tapi kudengar dari asisten butik, kau melarang Aira masuk ke ruang kerjanya sendiri? Kau gila, ya? Dia bisa stres kalau dikurung terus!"

"Aku tidak mengurungnya, aku menjaganya," tegas Ghibran.

"Jaga jangan sampai dia jenuh, Ghib. Ingat, wanita hamil itu butuh bahagia, bukan cuma butuh aman. Kalau kau terus-terusan jadi satpam, dia bisa ngidam melihatmu lari keliling lapangan pakai sarung!" ledek Azka sebelum akhirnya mematikan sambungan dengan tawa puas.

Senja di Taman Jati

Sore harinya, Ghibran merenungkan ucapan Azka. Ia melihat Aira yang duduk di bangku taman, menatap bunga-bunga dengan pandangan yang sedikit melamun. Ia menyadari bahwa mungkin ia memang terlalu berlebihan dalam menunjukkan rasa sayangnya.

Ghibran menghampiri Aira, membawa segelas jus jeruk segar. Ia duduk di sampingnya dan menggenggam tangan Aira.

"Maafkan aku jika aku membuatmu merasa terkekang, Sayang," bisik Ghibran pelan. "Aku hanya... aku sangat takut kehilangan momen ini. Aku ingin memastikan semuanya sempurna untukmu dan bayi kita."

Aira menoleh, lalu tersenyum manis. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Ghibran. "Aku tahu Kakak sangat peduli. Aku hanya merindukan kebebasan kecilku. Tapi aku sangat menghargai semua yang Kakak lakukan, termasuk sup asparagus yang... sejujurnya sedikit terlalu asin tadi pagi."

Ghibran tertegun, lalu tertawa kecil—sebuah tawa yang tulus dan hangat. "Benarkah? Padahal aku sudah mengikuti resepnya dengan teliti."

"Mungkin Kakak memasukkannya dengan penuh perasaan, jadi garamnya ikut meluap," goda Aira.

Di bawah semburat cahaya senja yang memayungi Pesantren Salsabila, Ghibran mencium kening Aira. Ia berjanji dalam hati untuk menurunkan sedikit ego protektifnya dan lebih banyak memberikan tawa bagi istrinya. Cuti satu bulan ini barulah dimulai, dan bagi mereka, setiap detiknya adalah tenunan syukur yang akan mereka kenang selamanya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Kutu Buku
Thor apa2an Ini
jngan Bilang yaa punya Anak Di Luar Nikah 🤣😂😂
Isti Mariella Ahmad: hihi🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!