NovelToon NovelToon
Pembalasan Wanita Mandul

Pembalasan Wanita Mandul

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Poligami / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: WeGe

"Perempuan Mandul!" cerca Loretta melotot tajam.

"Ibu...." Amira tergugu, sakit hati ia mendengar teriakan sang mertua.

"Kenapa? Kalian sudahenikah 10 tahun, tapi tak kunjung punya anak, kalau bukan mandul apa namanya, Hah?!"

Di sudut ruangan, Beni hanya tertunduk diam, tak berniat mendekati atau menghibur istrinya.

"Atau jangan-jangan kau sengaja minum pil ya, biar nggak hamil?" Loretta tak henti menyudutkan Amira, berdiri bersedekap membelakangi menantunya itu. "Pergi dari sini, Besok pagi Beni harus menikah dengan wanita lain pilihan ibu!"

........

Pernikahan bukan hanya tentang hidup bersama, tapi juga tentang bagaiman abertahanbbersama, setia sekata dalam menghadapi setiap ujian.

Loretta, mertua yang kejam, tak segan menjebak dan menjatuhkan Amira hanya untuk memisahkannya dengan Beni yang notabene adalah putranya sendiri.

Mampukah Amira pergi menanggung tuduhan yang menyakitkan? akankah ia kembali untuk membalas perlakuan keluarga suaminya?

happy reading ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WeGe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik Yang Ditarik Kembali.

Dari seberang jalan, dua sosok muncul. Mereka adalah Nolan diikuti Taya di belakangnya. 

Nolan melihatnya, Amira sudah setengah badan di aspal, dan truk tronton melaju cepat ke arahnya. Tanpa berpikir panjang, kaki Nolan bergerak cepat, lebih cepat dari kerja otaknya. 

“STOP! PAK, REM! REM!” teriak Taya menyadari kesigapan bosnya. Ia pun memasang badan, lari ke tengah jalan, melambai-lambaikan tas selempangnya, nekat berdiri di lajur truk. Matanya merah, tapi fokus.

Sopir truk pun kaget, beruntung refleksnya bagus. Pedal rem dihantam habis, membuat ban berderit karena bergesekan dengan aspal yang panas.  Muatan pasir di bak berguncang. Truk oleng sedikit, berhenti cuma tiga meter dari tempat Amira berdiri. Debu mengepul, panas, menampar wajah semua orang.

Di detik yang sama, Nolan sudah sampai. 

Tak ada teriakan dari mulutnya, hanya langsung menyambar tubuh kurus Amira. Satu tangan melingkar di pinggang, satu lagi menahan punggung. Lalu menyeretnya, setengah gendong setengah seret, kembali ke tepi kebun. Ke tanah. Ke tempat aman.

Sopir truk membuka pintu, turun dengan kaki gemetar. Mukanya pucat. “Ya Allah, Mbak... Mbak nggak apa-apa?”

Taya pun bergegas ikut menepi, menunduk berkali-kali. “Maaf, Pak. Maaf banget. Kakak saya lagi... lagi nggak sadar. Ini, Pak, buat bapak ngopi, maaf sudah membuat kaget.” Taya menyelipkan dua lembar uang berwarna merah ke tangan sopir yang masih tremor. Sopir truk itu cuma bisa mengangguk, napasnya masih putus-putus karena syok. 

Di tepi kebun, Nolan jatuh terduduk. Amira masih di dekapannya. Napas Nolan tersengal, dadanya naik turun seperti habis lari maraton. Keringat menetes dari dagu ke tanah. Tangannya pun sedikit gemetar. Bukan lelah, tapi karena lega yang tak terucap, seolah tertahan di jakunnya. 

Amira diam tergeletak di sampingnya, tak sadarkan diri. Tapi Nolan masih bisa merasakan detak jantung Amira di dadanya. Cepat, kacau, tapi ada dan hidup. 

Dari jarak lima langkah, Rita berdiri. Air matanya sudah tumpah dari tadi. Dia melihat Nolan yang terengah, kemudian beralih  melihat Amira yang selamat. Dadanya yang sesak tadi mendadak longgar. Tak ada kata yang sanggup ia lontarkan, hanya anggukan kecil ke arah Nolan, “Makasih.” lirihnya hampir tak terdengar. Ada rasa lega, bersyukur tapi masih hancur tercampur jadi satu.

Raka masih di tempatnya. Lututnya jatuh ke tanah entah sejak kapan. Tangannya menopang ke tanah. Matanya nggak lepas dari Amira dan Nolan. Di matanya nggak ada lagi permohonan. Yang ada cuma satu, rasa lega. Lega yang kosong, lega karena nyawa Amira ketolong, meskipun bukan oleh dia. Meskipun dia penyebab semua ini. Dia menunduk, napasnya keluar pelan. Seolah ia baru mendapatkan kembali cara bernapas yang benar. 

Jalanan kembali bising. Taya berhasil mengatur kembali lalu lintas yang tadi sempat terhambat. 

Amira selamat. Detik itu berhasil ditarik kembali oleh Nolan, tapi perang belum selesai. 

Debu dari rem truk belum sepenuhnya turun. Di seberang jalan, sekitar dua puluh meter dari kebun, sebuah sedan hitam berhenti di bahu jalan. Kaca filmnya gelap dengan mesin masih menyala.

Di dalam, Loretta duduk di kursi kemudi. Kedua tangannya mencengkeram setir sampai buku-buku jarinya memutih. Matanya tidak berkedip, menatap lurus ke arah kerumunan kecil di tepi kebun jagung itu.

Dia melihat semuanya. Melihat Nolan menyambar tubuh Amira, melihat Taya menenangkan sopir truk. Melihat Rita yang pucat dan melihat... Raka. Mantan suaminya Rita, berlutut di tanah seperti orang kalah.

Bibir Loretta menyeringai, bukan senyum, lebih mirip binatang buas melihat mangsanya lolos dari perangkap.

“Bajingan!" bisiknya pelan tapi dingin.

“Nolan Wijaya, bocah ingusan itu, berani-beraninya main sandiwara di depanku. Bilang tertarik, sengaja mendekatiku. Ternyata...” gerahamnya mengeras, kuku-kukunya semakin menancap ke kulit setir.

“Ternyata dia membela perempuan sampah itu. Dia menipuku habis-habisan.”

Loretta tertawa pendek, terdengar hambar. “Drama penyelamatan sudah kusaksikan, keluarga bahagia. Raka, Rita, Nolan, dan wanita mandul itu... lengkap.”

Matanya menyipit. Nafasnya pelan, teratur, tapi berbahaya, seperti ular berbisa sebelum mematuk. “Bagus. Bagus sekali.”

Loretta menunduk sebentar, mengambil ponsel dari dasbor. Membuka kontak, mengetikan pesan pada seseorang, lalu menutupnya lagi.

Loretta mengangkat dagu, menatap Amira yang masih lemas di pelukan Nolan. “Kamu yang memilih perang, kamu yang memulainya, jangan salahkan aku jika kalian semua hancur pada akhirnya,” monolognya.

Jemarinya mengetuk-ngetuk setir, menimbulkan bunyi Tuk tuk tuk tanpa irama. “Maka akan kuhancurkan kalian semua. Satu per satu. Amira, Nolan, Rita... bahkan Raka si pecundang itu.”

Senyumnya hilang. Berganti dengan ekspresi datar yang mematikan.

Loretta memasukkan pedal gigi, menginjak gas perlahan. Sedan hitam itu meluncur mulus, membaur dengan lalu lintas. Hilang di tikungan.

Tak seorang pun menyadari kematian yang baru saja dilewati, bukanlah akhir yang bahagia, melainkan sebuah awal pintu dendam yang telah disiapkan oleh orang lain.

...🍂🍂🍂🍂Bersambung🍂🍂🍂🍂...

1
mimief
good novel
nice ending
beautiful story

ya.... begitu lah
bales dendam yg terbaik bukan membales apa yg paling dalam
tapi bisa membuktikan kita bisa hidup lebih baik dan bermartabat di mata orang lain
itu adalah bales dendam terbaik
arti nya,apa yg kau lakukan itu bukan hal yg penting buat hidup kita.
tapi ....yg paling terpenting lagi.luka yg telah kita rasakan kita bisa berdamai dengan luka itu
dan memaafkan juga memberikan kesempatan buat diri kita sendiri buat bahagia.
itu si yg paling penting.
terimakasih atas cerita indah nya thor
aku belum pernah Nemu karya yg penuh inspiratif seperti ini.


ya... marilah kita bahagia bersama
dan tumbuh dengan luka yg tidak melukai kita selalu 💪💪😍
WeGe: makasih banyak kak🥺🥺🥺 💖
total 1 replies
mimief
ya....karma datang akan salah alamat bukan?
jadi siap siaplah kalian yg memang sudah nabung dosa
sunaryati jarum
Ibunya Nolan menemui Lorretta yang dulu menjebak Wibisono,agar menikahinya
WeGe: tebakanmu betul sekali kak. dan akhirnya sudah tamat. terimaksih ya sudah membaca sampai tamat. 🙏💖💖
total 1 replies
sunaryati jarum
Pasti karena Lorretta
sunaryati jarum
Nah kejahatan Lorretta terbongkarnya setelah banyak korban
sunaryati jarum
Segera urai masalah kalian
sunaryati jarum
Jangan marah pada mereka Amira,ingat kau bisa menyelamatkan perusahaan Wibisono karena mereka
mimief
dasar..
ni orang mang ga ada obatnya 😔
mimief: 🤣🤣🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
sunaryati jarum
Dimas bukan anak kandung Wibisono
WeGe: betul sekali💖💖💖
total 1 replies
sunaryati jarum
Beni jangan jadi boneka lagi, punya prinsip dan ketegasan pada dirimu sendiri demi kebaikan orang lain
mimief
laguanyemang dari awal kedatangannya mereka sedikit aneh ya.
tiba tiba ada orang yg mengulurkan tangan secara gratis...
hei..hari gini ga ada tu yg namanya makan siang gratis 🥹
WeGe: mencurigakan ya kak?🤭🤭🤭
total 1 replies
mimief
pantes munggutnya dari tempat sampah...ya mentalnya juga sampah lah
mimief: biangnya laj🥹🤣🤣.
total 2 replies
mimief
beni sebenarnya anak baik
saking baiknya ga punya prinsip 🥹🥹🤣
WeGe: anak Mama yang penurut🤭🤭🤭
total 1 replies
mimief
yah.. begitu lah orang yg haus sama kekuasaan dan orang yg hanya mau mencari kebenaran
sudah dapat...dia akan tau tempat nya 🥹
sunaryati jarum
Good job, Amira .Kamu telah bertransformasi menjadi pemimpin yang kompeten,dan good kamu nggak gila jabatan dan jadi penguasa. Itu balas dendam yang banyak menguntungkan pada pemilik saham dan karyawan yang memiliki dedikasi tinggi pada perusahaan.
WeGe: 🤭💖💖🙏🙏🙏terimakasih kak
total 1 replies
mimief
🥹🥹🥹🥹😔😭
sunaryati jarum
Akhirnya ada yang bisa mengorek semua kejahatan Lorretta dan Beni sadar jika selama ini dijadikan boneka ibunya
sunaryati jarum
Ternyata kejahatan kamu buanyak, Lorretta dan ini hari keruntuhan kamu
mimief
lanjut Thor 💪😍😍
mimief
siapa? Raka Tah?
WeGe: bukan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!