Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duel Para Monster
Sorakan para siswa memenuhi arena Akademi Arclight ketika dua tim terkuat akhirnya bertarung. Api, es, dan bayangan bertabrakan di berbagai sisi arena, menciptakan pemandangan yang jauh lebih intens dibanding semua pertandingan sebelumnya.
Ren berdiri di tengah arena sambil berhadapan langsung dengan Nyra. Tanah di bawah kaki mereka sudah dipenuhi retakan kecil akibat benturan sihir beberapa detik sebelumnya.
Nyra memutar bahunya santai, seolah-olah ia baru saja mulai pemanasan.
“Akhirnya kita bisa bertarung tanpa gangguan,” katanya dengan senyum lebar.
Ren menatapnya dengan fokus.
“Kamu terlihat sangat senang.”
Nyra tertawa kecil.
“Tentu saja. Setelah melihat pertarunganmu tadi malam… aku ingin tahu seberapa kuat kamu sebenarnya.”
Ren mengerutkan kening sedikit.
“Kamu tahu tentang itu?”
Nyra menunjuk Selene dengan dagunya.
“Dia memberitahu kami sedikit.”
Ren melirik Selene sebentar.
Gadis itu masih berdiri dengan tenang di belakang timnya, seperti penonton yang menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke dalam permainan.
Nyra kembali masuk ke posisi bertarung.
“Baiklah, cukup bicara.”
Bayangan mulai muncul di sekitar kakinya.
“Shadow Rush.”
Dalam sekejap Nyra menghilang dari pandangan.
Ren langsung bereaksi.
Ia memutar tubuhnya tepat saat Nyra muncul di belakangnya dan mencoba menyerang dengan pukulan cepat.
BOOM.
Ren menahan serangan itu dengan lengannya.
Benturan mereka menciptakan gelombang kecil yang membuat debu di tanah terangkat.
Nyra tersenyum.
“Refleksmu bagus.”
Ren tidak menjawab.
Ia langsung membalas dengan tendangan cepat ke arah Nyra.
Nyra melompat mundur dan mendarat dengan ringan.
Sementara itu di sisi lain arena, Mira dan Lilia sedang bertarung dengan intens.
Api besar dari tangan Mira menyapu arena.
“Flame Burst!”
Gelombang api besar melesat ke arah Lilia.
Namun gadis berambut perak itu hanya mengangkat tangannya dengan tenang.
“Ice Mirror.”
Dinding es muncul dan memantulkan sebagian besar api itu ke arah lain.
Uap panas langsung memenuhi udara ketika api dan es bertabrakan.
Mira menyeringai.
“Baiklah… kamu memang kuat.”
Lilia menjawab datar.
“Kamu juga.”
Di belakang Ren, Aria berdiri dengan tangan terangkat.
Lingkaran sihir hijau lembut bersinar di sekelilingnya.
“Nature Guard.”
Perisai sihir muncul di sekitar timnya, melindungi mereka dari serangan yang terlalu dekat.
Namun pertarungan utama tetap berada di tengah arena.
Ren dan Nyra kembali bertukar serangan dengan kecepatan tinggi.
Tendangan.
Pukulan.
Bayangan.
Setiap benturan membuat tanah retak sedikit demi sedikit.
Penonton mulai bersorak lebih keras.
“Ini seperti duel final!”
Nyra akhirnya melompat mundur beberapa meter.
Ia menyeringai sambil mengangkat tangannya.
“Baiklah… waktunya serius.”
Bayangan besar mulai berkumpul di sekeliling tubuhnya.
“Shadow Beast.”
Dari bayangan di tanah, makhluk besar berbentuk serigala hitam muncul dengan mata merah menyala.
Makhluk itu langsung menggeram ke arah Ren.
Beberapa siswa di penonton langsung terkejut.
“Dia memanggil makhluk bayangan!”
Ren mengangkat alis sedikit.
“Menarik.”
Nyra menunjuk Ren.
“Serang.”
Serigala bayangan itu langsung melesat dengan kecepatan tinggi.
Ren melompat ke samping untuk menghindarinya, tetapi makhluk itu berbalik dengan cepat dan menyerang lagi.
Cakar bayangan menghantam tanah dengan keras.
BOOM.
Ren mendarat beberapa meter dari tempat itu.
Nyra tertawa kecil.
“Kamu tidak bisa menghindar selamanya.”
Ren berdiri tegak lagi.
“Siapa bilang aku ingin menghindar?”
Ia mengangkat tangannya.
Energi gelap tipis mulai muncul di sekelilingnya.
Penonton langsung menyadarinya.
“Itu… energi yang sama seperti kemarin!”
Selene akhirnya sedikit tersenyum.
“Dia mulai serius.”
Ren mengarahkan tangannya ke arah serigala bayangan.
“Void Pulse.”
Gelombang energi hitam melesat ke depan.
BOOM.
Serigala bayangan itu hancur menjadi asap hitam dalam satu serangan.
Nyra terlihat sangat puas.
“Ya… itu dia.”
Ia menyeringai lebar.
“Aku ingin melawan kekuatan itu.”
Sementara itu Mira dan Lilia juga berhenti sejenak setelah benturan besar antara api dan es.
Mira melihat Ren dan Nyra.
“Sepertinya duel mereka mulai serius.”
Lilia mengangguk.
“Ya.”
Aria masih menjaga perisai di belakang.
Namun satu orang masih belum bergerak sejak awal pertandingan.
Selene.
Ia berdiri dengan tenang sambil memperhatikan semuanya.
Ren menoleh ke arahnya sebentar.
“Kamu masih menonton?”
Selene tersenyum tipis.
“Aku hanya menunggu.”
Ren mengerutkan kening.
“Menunggu apa?”
Selene menjawab pelan.
“Menunggu kamu menggunakan seluruh kekuatanmu.”
Angin di arena mulai berputar.
Energi di sekitar Ren perlahan meningkat lagi.
Nyra tertawa kecil.
“Sepertinya pertandingan ini baru saja mulai menarik.”
Di tribun penonton, para siswa bersorak semakin keras.
Tidak ada yang menyangka bahwa pertandingan semifinal turnamen akademi…
Akan berubah menjadi pertarungan antara para monster muda yang kekuatannya jauh melampaui siswa biasa.
Dan di tengah arena itu…
Kekuatan Ren yang sebenarnya…
Masih belum sepenuhnya terungkap.