NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Tidak Percaya

Kara terbangun dengan nafas ngos-ngosan, keringat bercucuran, padahal suhu di dalam kamarnya sangat dingin, sekitar beberapa menit dia terdiam mematung.

"Itu bukan mimpi, kecelakaan itu juga terjadi di masa lalu!" gumam Kara lalu beranjak menuju kamar mandi dengan perasaan gelisah.

Kejadian kelam yang terjadi di kehidupan pertamanya, diperlihatkan kembali dalam mimpinya.

Keluar dari kamar mandi, Kara melihat kalender. Tubuh Kara bergetar hebat, hari itu adalah kejadian yang terjadi dalam mimpinya. Mungkin, mimipi itu datang untuk memberinya peringatan.

Kara keluar kamar dengan berlari, para Pelayan sangat takut melihatnya berlari dengan cepat di anak tangga.

"Raaaf,,, Rafaaaa.." teriaknya.

"Pamaaan, Paman Rudi, Rafa di mana?" Dia berteriak masuk dapur, tapi dia tidak melihat orang yang dicarinya membuatnya makin kalut.

"Nyonya, Tuan baru saja keluar. Mungkin masih ada di depan!" sahut seorang Pelayan dengan sedikit gugup.

Kara berbalik dan berlari ke luar rumah, dan benar saja Rafa sudah mau masuk mobil. Melihat mobil yang sama persis dalam mimpinya makin membuatnya takut.

"Rafaaaa,,, BERHENTI..!"

Tama yang baru saja mengangkat kakinya langsung berhenti dan berbalik. Dia merasa Dejavu, setiap kali Kara memanggil namanya dengan berteriak.

Dalam hati dia bertanya-tanya, apa Kara ingin membuat masalah lagi? Jujur saja, dia belum terlalu percaya dengan sikapnya tiba-tiba berubah.

"Raf kamu tidak boleh pergi!" pinta Kara dengan cepat sambil ngos-ngosan.

Tama langsung membenarkan apa yang yang dalam pikirannya. "Kenapa? Aku harus berangkat sekarang, agar tidak terjebak macet!"

"TIDAK.. Kamu tidak boleh pergi! Kamu mau keluar Kota Kan?" Tanya Kara seraya menebak.

Pertanyaan Kara membuat Tama makin yakin, Kara pasti memiliki rencana, karena yang mengetahui kepergiannya hanya Pak Rudi dan Asistennya, itupun mereka baru mengetahui tadi pagi.

Lalu bagaimana dengan Kara? Dia tau hal itu dari mana? Dia keluar Kota untuk mengurus proyek yang baru saja dimenangkan satu Minggu yang lalu.

"Nyonya, Tuan harus berangkat sekarang!" kata Pak Rudi dengan sedikit kecewa.

"Tidaak.. Aku mohon jangan pergi! Kara sampai berlutut di depan Tama.

Kota yang akan dituju Tama adalah Kota kecil, tidak ada penerbangan ke sana, karena tidak ada bandara di Kota tersebut. Sedangkan jalan memutar membutuhkan waktu seharian untuk berkendara.

Jalan satu-satunya yang paling dekat adalah lewat jalan tol. Tapi jalan itu yang menjadi saksi terjadinya kecelakaan yang merenggut banyak nyawa.

Tama menarik tangan Kara untuk berdiri. Hal apa yang dijanjikan pria itu pada Kara? Sampai dia rela berlutut dan memohon kepadanya.

"Beri aku satu alasan! Kenapa aku tidak boleh pergi?" Tanya Tama.

Kara terdiam, dia tidak mungkin menceritakan tentang masa lalunya. Orang-orang pasti sudah menganggapnya gila.

"Kenapa diam? Apa Arka yang memintamu untuk melarangku pergi? Agar proyeknya batal, dan diambil alih sepupunya?" tanya Tama. Hanya itu yang ada dalam pikirannya.

Kara tertegun, ternyata sepupu Arka bersaing untuk mendapatkan Proyek itu. Atau jangan-jangan kecelakaan itu juga perbuatan yang sengaja oleh seseorang!

Masuk akal juga, agar Tama tidak bisa melanjutkan proyeknya. Hal itu memang terjadi di masa lalu, tapi penyebab kecelakaan nya karena sebuah kontainer yang tiba-tiba terjatuh.

"Bukan! Tidak ada yang memintaku! Raf, Aku mohon jangan pergi!" Apapun yang terjadi, Kara tidak akan membiarkan Tama pergi.

"Apa yang kamu inginkan kali ini?" Tanya Tama. Dia tidak percaya, Kara tidak menginginkan sesuatu.

Kara menatap Tama dengan perasaan sedih, ternyata Tama masih belum mempercayai ucapannya beberapa hari yang lalu. Dia sudah mengatakan, bahwa dirinya akan berubah dan tidak akan pernah berhubungan dengan Arka lagi!

"Raf, aku hanya merasakan firasat buruk!"

Tama terdiam, apa dia percaya? Tentu tidak, apalagi Sikap Kara akhir-akhir ini yang sangat berbeda. "Katakan saja, apa yang sebenarnya yang kalian inginkan?"

"Raf, Kamu tidak percaya?" tanya Aruna dengan nada kecewa.

"Tidak! Kenapa tidak langsung katakan saja seperti sebelum-sebelumnya? Apa yang kamu inginkan? Kamu ingin aku tidak menjalankan proyek itu? Benarkan?" Suara Tama sedikit meninggi.

Mata Kara sudah berkaca-kaca, dia belum pernah mendengar Tama dengan suara tinggi. "Raf, kamu membentakku?"

Tama mematung, dia juga tidak sadar apa yang dia lakukan. Mungkin dia kecewa dengan Kara yang selalu mempermainkannya! Tapi kali ini perasaannya sangat sensitif.

"Kar aku.. Aku tidak bermaksud seperti itu!" ucap Tama dengan merasa bersalah.

Kara yang baru pertama kali merasakan yang namanya dibentak membuat hatinya sakit. Bagaimana dengan Tama yang selama ini dibentak? Dicaci, dimaki dan dihina?

Kara melihat jam di ponselnya, ternyata sudah lewat pukul 7, di mana kecelakaan itu terjadi. Kara tidak lagi memaksa Tama, jika Tama masih tetap pergi dan mengalami kecelakaan, itu berarti sudah takdirnya, dan dia tidak bisa mengubahnya.

"Aku ke kamar dulu!" Kara berbalik dan masuk ke dalam rumah.

Tama ingin menghentikannya, tapi dia malah kepikiran dengan ucapan Kara. "Apa aku salah?"

"Tuan, Anda tidak bersalah! Tuan sudah bersabar selama ini. Manusia juga punya batas kesabaran!" Kata Pak Rudi.

Tama terdiam, dia jadi tidak mood untuk melakukan perjalanan. Suasana hatinya sangat buruk, itu akan berdampak dengan pekerjaannya.

"Tuan! Apa tidak jadi berangkat?"

"Tidak." Tama juga berjalan masuk rumah, dan duduk termenung di ruang tamu. Sesekali dia menoleh ke arah tangga, berharap Kara turun ke bawah.

Pak Rudi juga tidak banyak tanya, dia tidak terkejut jika Tama membatalkan proyeknya demi Kara, karena Tama akan melakukan apapun yang Kara minta, kecuali perceraian.

Tama duduk termenung, tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan.. Tiba-tiba Seseorang masuk dengan tergesa-gesa.

"Tuan, Tuan...!" Dia memanggil Tama dengan nafas tersengal.

Orang itu adala Dika, Asisten pribadi Tama. Dia begitu bahagia melihat Tama masih ada di rumah.

"Tuan! Syukurlah Anda belum berangkat ke luar Kota!" katanya sambil mengusap keringat di wajahnya.

Pukul 7 pagi tadi, dia baru tiba di kantor. Dia begitu heran melihat semua karyawan sedang bergosip tentang kecelakaan.

Karena penasaran dia bertanya kepada salah satu karyawan. Orang itu malah memintanya untuk langsung melihat berita di ponselnya.

Dan ya, dia seperti di hantam batu besar. Kecelakaan beruntun terjadi di Tol XX, jalan yang harus dilewati Tama menuju luar Kota.

Dia makin syok saat melihat waktu kecelakaan itu terjadi, ternyata baru beberapa menit yang lalu. Dan setaunya, Tama akan berangkat sebelum pukul 7 agar tidak terlalu macet.

Dika berlari ke luar Kantor, dia meminjam motor satpam yang berjaga. Dia berharap Tama belum berangkat, selama perjalanan dia sudah berusaha menghubunginya, tapi tidak ada jawaban.

"Kenapa kau datang? Bukannya kamu ke kantor?" Tanya Tama dengan bingung.

Dika tidak langsung menjawab, jantungnya masih berdegup kencang dan badan gemetar. Dia merogoh ponselnya, dan memperlihatkan kepada Pak Rudi, agar dia yang memberi tahu Tama.

Pak Rudi menatapnya dengan bingung, dia mengambil ponsel Dika dan membaca berita tersebut.

Deg

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo langsung komen yaa 🙏🙏

Sebelum UP sdah dibaca berulang-ulang kok. Tapi masih ada juga yang lolos dari pandangan..😭
Sulati Cus
typo mulu😅
Fii: Hai kk. maksih sudah komen😍🙏
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Fii
maksih kk sudah komen..
sering2 yaa kalau ada typo😍😍
neni onet
typo ini heii, Sisil lah, koq Sarah 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
penasaran banget, seberapa jahat duo pasangan Sarah dimasa lalu sampai Kara begitu banyak melakukan kesalahan dimasa lalu 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
Mamta Okta Okta
lanjut thor
Fii
aahh typo.. makasih sudah komen😍🙏
neni onet
siapakah Aruna /Bye-Bye/
Fii: Aruna PU di novel LINTAS DIMENSI. jangan lupa mampir yaa🙏😍
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjit up lagi thor
Mamta Okta Okta
lanjut thor 💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!