NovelToon NovelToon
WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Terjerat utang ratusan juta dan ancaman pernikahan paksa, Alisha kehilangan segalanya termasuk kenangan dari kekasihnya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Aruna, wanita kaya berwajah identik yang menawarkan kontrak gila: Bertukar hidup demi pelunasan utang.

Alisha terjun ke dunia mewah yang palsu, namun tantangan sesungguhnya adalah kakak laki-laki Aruna. Pria dingin namun sangat penyayang itu mulai mencurigai perubahan pada "adiknya" sosok yang kini tampak lebih lembut dan tulus. Di balik kemegahan yang dingin, Alisha menyadari bahwa menjadi orang lain jauh lebih berbahaya daripada menjadi miskin saat ia mulai mempertaruhkan hatinya pada pria yang kini menjadi pelindungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Labirin Ingatan

Langkah kaki Gathan yang terburu-buru bergema di lorong rumah sakit. Di depan ruang tindakan, ia menemukan Baskara yang berdiri dengan raut wajah tegang.

"Bagaimana keadaannya, Bas?" tanya Gathan cepat, napasnya belum teratur.

"Nona Aruna masih di dalam, Tuan. Sedang ditangani oleh dokter perempuan yang merupakan kepala tim trauma. Luka di kepalanya cukup serius," lapor Baskara.

Belum sempat Gathan merespons, suara langkah kaki lain terdengar. Elena dan Clarissa datang dengan wajah yang dipenuhi kepanikan atau setidaknya, itulah yang mereka tunjukkan.

"Gathan! Bagaimana Aruna?" seru Elena sembari memegang lengan Gathan, matanya tampak sembab. Clarissa di sampingnya hanya menunduk, sesekali menyeka air mata yang entah benar ada atau tidak. Gathan tidak menjawab, ia hanya menatap pintu ruang tindakan dengan dingin.

Tak lama kemudian, seorang dokter perempuan keluar. Ia melepas maskernya dan menatap Gathan dengan serius.

"Keluarga Nona Aruna? Ada cedera cukup serius pada bagian lobus temporal akibat benturan. Kondisi ini kemungkinan besar akan memengaruhi sistem ingatan dan memorinya. Kami menyebutnya amnesia pasca-trauma."

Gathan mengepalkan tangannya. "Apa saya bisa melihatnya?"

"Kondisi tubuhnya sudah mulai stabil, meski masih lemah. Silakan, tapi mohon satu orang saja dulu agar pasien tidak tertekan," izinkan dokter tersebut.

Gathan masuk ke ruangan yang berbau antiseptik tajam itu. Di atas ranjang, ia melihat adiknya yang tangguh kini tampak begitu rapuh. Kepala Aruna yang sebenarnya adalah Alisha terbalut perban putih, dengan selang oksigen yang membantu napasnya.

Gathan duduk di kursi samping ranjang, meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat. Tatapan matanya yang biasa dingin kini bercampur dengan kekhawatiran yang menyiksa.

"Apa yang terjadi denganmu, Na?" bisiknya pedih.

Alisha, yang sedari tadi berada dalam kegelapan, merasakan ada getaran suara yang memanggilnya. Kepalanya berdenyut hebat, namun ia mencoba memaksakan matanya terbuka. Perlahan, cahaya lampu ruangan menusuk netranya. Saat penglihatannya mulai fokus, ia melihat seorang laki-laki dengan raut wajah cemas sedang menatapnya.

Wajah itu... Alisha mengenalinya. Itu adalah wajah dari salah satu foto yang diperlihatkan Aruna padanya tadi malam.

Kilas Balik - Tadi Malam

"Kita lakukan Plan B," ucap Aruna dingin. Ia mengambil sebuah kotak dan mengeluarkan beberapa lembar foto, lalu menyejajarkannya di atas meja.

"Dia, namanya Elena, ibu tiriku. Kamu harus berhati-hati dengannya, jangan terbuai dengan sikap lembutnya," tunjuk Aruna pada foto wanita elegan. Ia kemudian beralih ke foto berikutnya.

"Dia anak Elena, Clarissa. Penuh drama dan bermuka dua. Bisa dibilang dia ular di rumah itu."

Kemudian Aruna menunjuk foto pemuda yang tampak ambisius.

"Dan ini kakaknya Clarissa, Julian. Hati-hati juga. Matanya seolah memancarkan rencana yang tak terduga."

Namun, saat Aruna mengambil foto sepasang suami istri yang tampak bersahaja, senyum tipis yang tulus muncul di bibirnya.

"Ini Mbak Sari dan Pak Tejo, pengasuh dan tukang kebun di rumahku. Mereka orang baik."

Terakhir, Aruna menyodorkan foto seorang pria dengan rahang tegas dan tatapan yang sangat tajam. Alisha terpaku cukup lama menatapnya. Aura dingin pria itu bahkan terasa hanya dari selembar kertas.

"Dia Gathan Ardiansyah, kakakku. Kamu akan sering berinteraksi dengannya. Itulah kenapa aku memperingatkanmu untuk jaga perasaan dalam peran ini, karena perhatiannya kepadamu nanti adalah bentuk kasih sayang seorang kakak ke adiknya. Itu bisa sangat berbahaya bagi hatimu," jelas Aruna.

Alisha mengangguk paham, meski hatinya masih bergetar.

"Kenapa kecelakaan, Aruna?"

"Pada kecelakaan buatan ini, kamu akan didiagnosa hilang ingatan. Kamu tidak mengingat satupun dari mereka. Ini adalah jalur aman agar identitasmu tidak dipertanyakan saat kamu melakukan kesalahan."

Alisha terdiam sejenak sebelum memberanikan diri bertanya, "Untuk apa kamu melakukan semua ini, Aruna?"

Aruna menatap Alisha, tatapannya tidak sedingin biasanya, ada beban berat di sana.

"Ada yang harus aku pastikan, dan untuk memastikannya aku harus keluar sementara dari rumah itu tanpa memicu kecurigaan. Aku membutuhkanmu agar mereka percaya aku tetap ada di sana, sementara aku bergerak di kegelapan."

Alisha menyadari ia baru saja masuk ke dalam labirin rencana Aruna yang sangat besar. Namun, entah mengapa, firasatnya mengatakan bahwa Aruna adalah orang baik yang sedang terdesak.

"Satu hal lagi, Alisha," ucap Aruna sebelum mereka mengakhiri pertemuan.

"Jangan percaya siapapun di sana... kecuali kakakku dan Mbak Sari."

Masa Sekarang - Rumah Sakit

Alisha menatap Gathan yang masih memegang tangannya. Ia harus memulai perannya sekarang. Dengan sisa tenaga yang ada, Alisha menarik tangannya perlahan, membuat Gathan tersentak.

Alisha menatap Gathan dengan pandangan asing dan takut yang dibuat-buat sesempurna mungkin.

"Kamu... siapa?" tanya Alisha dengan suara serak.

Gathan membeku. Kata-kata dokter tadi benar-benar menjadi kenyataan di depan matanya. Adiknya, satu-satunya keluarga yang ia miliki, baru saja melupakan keberadaannya.

1
Anisa Muliana
🔥🔥
Anisa Muliana
seru banget thor🔥🔥
Ai_Li: Terima kasih kak
Semoga betah bacanya yaa hehehe
total 1 replies
Rania Venus Aurora
Hallo..👋🏻
Ai_Li: Mohon saran dan kritikannya ya kak
Supaya bisa jadi lebih baik
total 3 replies
Anisa Muliana
domisili Jember kak..😊
Ai_Li: Masya Allah jauh ya
Salam dari Medan ya😇
total 1 replies
Ai_Li
Yukk komen para daerah asal kalian dimana 🤭🥰
Anisa Muliana
seruuuuu banget ceritanya thor😍
semoga bisa bertahan sampai akhir ceritanya y thor..
semangat ✊✊
Ai_Li: Oiya kak, terima kasih sarannya 🥰
total 3 replies
Ai_Li
Jangan lupa like yaa dan tinggalkan komentar
Ai_Li
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!