Simura Seorang pangeran yang diasingkan dinegeri asing karena difitnah saudaranya. Dia menonjol dalam bidang strategi dan politik namun disisi lain ada sebuah kekuatan magis didalam tubuhnya yang sengaja ia sembunyikan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LukmanÆ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Huru Hara Istana
Beberapa hari telah berlalu sejak penobatan Simura. Kini, tanggung jawabnya terbagi, ia memercayakan pengelolaan toko sutranya kepada Liusan dan mantan para bandit yang kini telah menjadi orang orang kepercayaannya. Sementara itu, Simura menghabiskan waktunya di istana sebagai Ketua Keamanan sekaligus bayangan pelindung bagi Putri Mei Li.
Suatu pagi, di sebuah barak kecil yang menghadap ke pelataran istana, Simura tampak melamun. Beban jabatan baru dan kerinduan pada kehidupan sederhananya sesekali membayangi wajahnya. Namun, kehadiran Li Xiu dengan senyum jahilnya selalu berhasil mengusir awan mendung itu.
"Jangan terlalu serius, Ketua Keamanan," goda Li Xiu
"Ayo, asah pedangmu! Aku ingin melihat sejauh mana kemampuanmu!" tantang Li Xiu.
Di lapangan latihan, keduanya beradu pedang kayu. Serangan Li Xiu yang lincah selalu patah oleh ketenangan Simura. Merasa tertantang, Li Xiu mengeluarkan jurus 12 Pedang Doulou, teknik tingkat lanjut yang baru saja ia pelajari. Ia melesat bak kilat, namun kekuatan jurus itu ternyata terlalu besar untuk ia kendalikan.
Li Xiu kehilangan keseimbangan dan terlempar ke udara.
Sebelum tubuhnya menghantam bumi, Simura sudah bergerak lebih cepat dari penglihatan, menangkap Sang Putri dengan lembut. Sementara itu, pedang kayu yang terlepas terbang liar dengan aura yang masih bergejolak. Simura mengulurkan tangannya, dan seolah memiliki nyawa, pedang itu melesat kembali ke genggamannya.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa. jurus itu hanya bisa dilatih oleh praktisi tingkat lanjut. Li Xiu terbelalak.
"Hanya Guru Besar, Kakaknya dan Jenderal Bai Shan yang bisa melakukan jurus itu! Sejak kapan kau menguasainya?" Tanya Li Xiu penasaran.
"Sejak umur sepuluh tahun," jawab Simura santai, seolah itu bukan hal besar.
Kekaguman Li Xiu meledak. Ia memohon agar Simura mengajarinya. Dengan senang hati, Simura memberikan prinsip dasar berpedang
"Lepaskan egomu, biarkan hatimu yang menjadi mata bagi pedangmu."
prinsip itu baru Li Xiu dengar selama ia berlatih ilmu berpedang bertahun tahun. bahkan Guru Besar Kekaisaran tidak pernah mengajarkan hal itu kepadanya.
Hingga pembelajaran itu terputus oleh dentang Lonceng Kekaisaran yang bergaung memilukan. Suara itu adalah pertanda duka bagi seluruh negeri. Mereka bergegas kembali ke inti istana, di mana ratusan pasukan berdiri mematung dalam kesunyian yang mencekam.
Di tengah aula, ibu ratu menangis pilu memeluk tubuh Kaisar Mei Tian yang tak berdaya. Sebatang anak panah tertancap di dadanya. Lin Xiu menjelaskan dengan suara parau bahwa ayahnya disergap oleh pasukan Dinasti Yan saat melakukan kunjungan di perbatasan.
"Beri aku perintah, Pangeran! hamba akan meratakan perbatasan mereka!" ucap Jenderal Bai Shan sambil mencengkeram hulu pedang hingga memutih.
namun Lin Xiu menahan amarah itu, perang besar bukanlah jawaban saat nyawa ayah mereka di ujung tanduk. saat itu, tubuh kaisar tengah diperiksa oleh Kepala Tabib Istana.
"Panah ini mengandung racun kutukan, hidup Yang Mulia kini di ujung tanduk." ucap Kepala Tabib Istana tampak pucat
Segera huru hara istana pun pecah, Di tengah keputusasaan itu, Simura melangkah maju untuk memeriksa tubuh Kaisar. Meski sempat diragukan oleh para pembesar istana, dukungan Li Xiu membuat ibu ratu memberinya izin. Simura menyentuh luka kebiruan di dada Kaisar. Seketika, aura lembut keemasan terpancar dari ujung jarinya, merambat masuk untuk menghambat laju racun agar tidak mencapai jantung.
"Ini bukan racun biasa, Ini adalah racun Kalajengking Iblis dari Hutan Kematian," ujar Simura serius
Mendengar hal itu, Kepala tabib Istana terkejut. racun Kalajengking Iblis yang melegenda dapat membunuh dalam diam kini berada di tubuh sang Kaisar. Sang Tabib tampak pucat tak mampu berbuat apa apa. Lin Xiu mencoba bertanya kepada Kepala Tabib Istana obat penawar bagi racun itu. Sang Tabib menjawab dengan suara parau, Satu satunya penawar adalah ekstrak dari racun kalajengking itu sendiri. namun masalahnya, kaisar hanya bisa bertahan sekitar lima hari.
Lin Xiu tampak gelisah memikirkan risiko kehilangan pasukan di hutan terkutuk itu, disisi lain keselamatan ayahandanya adalah prioritas utama. disaat kegelisahan itu, sebuah sura terucap.
"Hamba ikut, Pangeran. Hamba sedikit tahu jalan di sana." ucap Simura mantap
Keikutsertaan Simura memberikan secercah harapan bagi Lin Xiu. Tanpa membuang waktu, pagi itu juga, rombongan kecil pasukan dan tabib yang dipimpin oleh Lin Xiu berangkat. Mereka memacu kuda menuju jantung kegelapan, memulai perlombaan maut melawan waktu demi menyelamatkan nyawa penguasa Dinasti Mei.
(Bersambung)
TAMBAHAN:
Teknik Pedang Douluo terdiri dari 3 tingkat:
1. Tingkat dasar(jurus 1-9)
berpaku pada teknik dasar berpedang dan melatih diri.
2. Tingkat Menengah Lanjut(jurus 10-19)
Setiap pengguna di level ini dapat memunculkan auranya dan mengendalikan pedang walau hanya terbatas. setiap praktisi yang mencapai tahap ini bisa disebut praktisi tingkat lanjut.
3. Tingkat Tinggi/Surgawi(jurus 20-29)
Praktisi ini begitu langka, setiap praktisi yang menyentuh tahap ini dapat merobek kehampaan dengan sekali tebasan. mempunyai niat pedang yang begitu kuat seakan nyawanya berada di dalam pedang.
semangat thor ✍️🤭😉🌹
kalo berkenan mampir juga ya thor😉🤭