NovelToon NovelToon
Bos Itu Mantan Pacarku

Bos Itu Mantan Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas Dendam
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dua tahun lalu, Tsania memilih mengakhiri hubungannya dengan Arsen, pria yang sangat ia cintai. Bukan karena cinta itu hilang, melainkan karena sebuah rahasia pahit yang memaksanya pergi tanpa penjelasan. Sejak saat itu, mereka menjalani hidup masing-masing, menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang paling menyiksa.

Hari pertama bekerja di perusahaan impiannya berubah menjadi mimpi buruk ketika Tsania mengetahui bahwa CEO muda yang dingin, arogan, dan disegani semua orang adalah Arsen, mantan kekasih yang pernah ia tinggalkan. Kini, Arsen adalah bosnya.

Bagi Arsen, pertemuan itu bukan kebetulan, melainkan kesempatan untuk membalas rasa sakit yang selama ini ia pendam. Ia bersikap dingin, memberi tugas-tugas sulit, dan terus menguji kesabaran Tsania. Namun, di balik tatapan tajam dan sikap tak berperasaannya, masih tersimpan cinta yang tak pernah benar-benar padam.

apakah yang akan terjadi kepada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tsania 18

"Aku tidak datang sebagai CEO, Raihan," sahut Arsen, suaranya rendah dan dalam.

"Aku datang sebagai pria yang ingin bicara tentang Tsania."

Atmosfer di dalam ruangan berukuran empat kali lima meter itu mendadak mendingin. Raut wajah Raihan berubah keras seketika. Sorot matanya yang tadinya sopan kini dipenuhi permusuhan yang tak lagi ditutupi.

"Tsania?" Raihan terkekeh sinis, menyilangkan kedua tangan di dada.

"Setahu saya, Anda adalah atasan yang hampir membunuh stafnya sendiri dengan tumpukan berkas dan lembur paksa saat dia sedang demam tinggi. Untuk apa Anda mencari tahu tentang wanita yang sudah Anda siksa?"

Arsen mengepalkan tangannya di balik saku celana. Setiap ucapan Raihan bagaikan sembilu yang menyayat harga dirinya, namun Arsen memaksakan dirinya untuk tetap berdiri tegap, menahan gejolak emosi.

"Bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Arsen, mengabaikan cemoohan Raihan.

"Kenapa? Anda takut dia mati lalu nama perusahaan Anda tercemar di media?" tembak Raihan tanpa rasa takut sedikit pun pada pria berpengaruh di depannya.

"Tsania sudah melewati masa kritisnya. Dia aman di rumah sakit, jauh dari jangkauan Anda dan wanita bernama Aurelia itu."

Arsen menarik napas panjang, menghembuskannya pelan melalui hidung.

"Aku sudah memindahkannya ke ruang perawatan VVIP. Dokter-dokter terbaik sudah menangani fisiknya."

Raihan membelalakkan mata, lalu melangkah dua tindak mendekati Arsen, menatap lurus ke dalam mata sang CEO.

"Jadi Anda yang melakukan pemindahan sepihak itu?" cecar Raihan dengan nada suara yang meninggi.

"Anda pikir dengan melempar fasilitas mewah dan uang, semua dosa Anda terhapus begitu saja, Pak Arsen?! Tahu tidak apa yang pertama kali Tsania katakan waktu dia sadar di HCU?!"

Arsen membisu, dadanya berdenyut nyeri mendengarkan kalimat yang sudah ia ketahui jawabannya dari Danu.

"Dia gemetar!" bentak Raihan seraya menunjuk dada Arsen.

"Saya ini orang asing yang kebetulan lewat di lobi dan menolongnya saat dia pingsan. Maya menelepon saya karena panik tidak tahu harus minta bantuan ke siapa lagi! Dan begitu sadar, Tsania memegang tangan saya sambil menangis ketakutan, memohon supaya saya tidak membiarkan Anda masuk ke ruang perawatannya! Dia lebih takut melihat wajah Anda daripada menghadapi kematiannya sendiri!"

Kalimat Raihan menghantam ulu hati Arsen begitu keras hingga membuat pria itu sempat kehilangan napas sejenak. Arsen memejamkan mata, menahan rasa panas yang merebak di balik kelopak matanya.

"Aku tahu..." bisik Arsen, suaranya parau dan sarat akan kepahitan.

"Aku tahu betapa dia membenciku saat ini."

Raihan tertegun sejenak melihat raut keputusasaan yang nyata di wajah CEO yang terkenal dingin dan berdarah dingin itu. Namun, rasa kemanusiaan dan empati Raihan pada wanita malang yang ditemukannya pingsan menggigil semalam membuat amarahnya sulit diredam.

"Kalau Anda tahu, kenapa Anda tidak tinggalkan dia saja?" tanya Raihan lebih tenang, namun penuh penekanan.

"Dia cuma wanita biasa yang sedang menyambung hidup dengan tenang untuk membiayai pengobatan ibunya. Kenapa Anda harus muncul dan menghancurkannya?"

Arsen mendongak, menatap Raihan dengan sorot mata yang mengeras, bukan oleh keangkuhan, melainkan oleh tekad mati-matian.

"Karena tiga tahun lalu aku dibohongi," tegas Arsen. "Dan aku baru menyadarinya semalam."

Raihan mengerutkan dahi. "Apa maksud Anda?"

"Aku pikir dia pergi karena mencampakkanku dan membuat aku terpuruk di Singapura," tutur Arsen, melangkah satu tapak lebih dekat ke meja Raihan.

"Tapi ternyata Papaku... keluargaku sendiri yang mengancam dan memaksanya pergi dari sisiku. Tiga tahun ini aku hidup dalam dendam buta yang salah sasaran, Raihan. Dan kemarin, aku membalas dendam itu pada wanita yang sama sekali tidak bersalah. Setelah selama tiga tahun aku tak pernah bertemu lagi dengannya. Apa salah aku marah? Karena wanita yang benar-benar aku cintai pergi tiba-tiba tanpa memberi kabar apapun padaku,"

Raihan membisu, memproses pengakuan yang keluar dari mulut Arsen. Ada riak terkejut di mata sang arsitek, namun ia segera menguasai diri. Dia tak mengira jika Arsen dan Tsania ternyata memiliki kedekatan di masa lalu.

"Lalu apa bedanya?" tanya Raihan dingin.

"Mau itu karena dendam atau kebohongan ayah Anda, faktanya Anda tetap menghancurkan fisik dan mental Tsania beberapa hari terakhir ini. Anda tetap pria yang membuat dia masuk HCU semalam!"

"Itu sebabnya aku di sini," balas Arsen mantap.

"Aku tidak minta kamu membantuku, dan aku tidak minta kamu menyuruh Tsania memaafkanku. Aku cuma mau berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan nyawanya semalam dan meminta satu hal darimu."

"Apa?"

"Tetaplah memantau kondisinya sebagai orang yang dipercayai Maya untuk beberapa hari ke depan," pinta Arsen, sebuah permintaan yang membuat Raihan terperangah.

"Aku tidak bisa menemuinya secara langsung sekarang. Keluargaku memantau gerak-gerikku, dan kehadiranku hanya akan membuat fisiknya makin drop. Tolong bantu awasi dia dari jauh. Pastikan dia makan, pastikan dia meminum obatnya, dan jangan biarkan dia tahu kalau seluruh biaya perawatan VVIP itu berasal dariku."

Raihan menatap Arsen dengan pandangan tak percaya. Pria yang selama ini dikenal angkuh dan tak terselubung penyesalan, kini sedang memohon pada seorang arsitek biasa demi keselamatan seorang wanita.

"Kenapa saya harus membantu Anda?" tantang Raihan.

"Bukan membantuku, tapi membantu Tsania," jawab Arsen tanpa ragu, menatap Raihan lurus.

"Aku sedang menyiapkan pembalasan untuk orang-orang yang sudah menghancurkan hidup Tsania dan juga padaku selama ini. Sabtu minggu depan, aku akan membersihkan nama baiknya dan menyelesaikan semuanya. Sebelum hari itu tiba, aku butuh perlindungan di sekitarnya tetap terjaga tanpa membuat Tsania panik."

Suasana ruangan mendadak hening. Kedua pria itu saling mengunci pandangan dalam diam yang menegang.

Raihan menarik napas panjang, lalu menghembuskannya kasar.

"Saya tidak peduli dengan urusan keluarga atau dendam Anda, Pak Arsen. Saya menolong Tsania semalam murni karena kemanusiaan. Jika kondisi Tsania memang butuh ketenangan tanpa kehadiran Anda, saya akan tetap berada di sana memastikan dia didampingi Maya."

"Terima kasih," bisik Arsen tulus.

"Tapi ingat satu hal," sela Raihan dengan suara menajam, melangkah tepat di hadapan Arsen.

"Saya memang bukan siapa-siapanya. Tapi kalau setelah Sabtu minggu depan Anda kembali membuat wanita itu menangis, tertekan, atau menderita lagi. Saya tidak akan segan-segan melaporkan tindakan Anda ke pihak berwajib atas tuduhan penganiayaan dan intimidasi pekerja."

Ancaman Raihan tidak membuat Arsen marah. Sebaliknya, Arsen justru mengangguk pelan, sebuah penghormatan rasional untuk pria yang telah bertindak cekatan menyelamatkan nyawa Tsania.

"Jika aku kembali menyakitinya setelah semua kebenaran ini terbongkar..." ujar Arsen dingin dan penuh kepastian, "...maka aku sendiri yang tidak akan pernah memaafkan diriku seumur hidup."

Tanpa menambah kata-kata lagi, Arsen berbalik dan melangkah keluar dari ruangan kantor lantai delapan tersebut. Raihan memperhatikan punggung tegap sang CEO yang menghilang di balik pintu kaca, menyisakan keheningan berat dan firasat bahwa sebuah badai besar akan segera menghantam keluarga Pratama Group dalam beberapa hari ke depan.

1
Jumi Saddah
semoga lancar deh,,tidak ada yg menggagalkan,,biar semua kembali ke tempat nya sebagai mesti nya💪💪💪arsen semangat
kymlove...
sabar nya tinggal 2 hari lagi, kalau sehari up 2 x berarti kurang 4+1 part lagi untuk menjelang malam Sabtu, kalau sehari up sekali berarti nunggu kurang 2-3 part lagi menjelang Sabtu malam... jadi harus bisa sesabar itu nunggunya aku🥲🤣
Oma Gavin
menunggu sabtu lama banget 🥺
nely_48
cinta mu begitu besar n tulus pd arsen ya tsania ☹️
nely_48
sama² terluka n hancur,,,
nely_48
semoga tsania mendengarkan curhatan mu ya arsen
nely_48
tenang tsania karna itu ada
nely_48
udh ga sabar nunggu detik² bpak nya arsen n aurelia live
nely_48
tsania km tenang, jgn histeris gtu,
nely_48
langkah yg tepat arsen,, liatt dr jauh az gpp, pastikan bpak dajjal mu itu hancur kehilangan semua harta n nama yg sll dia agung²kan
nely_48
gila bpak nya arsen jahat nya udh level dajjal
Eva Karmita
Tsania please jgn berpikir yg tidak" cukup kamu diam tenang jgn sampai membuat kesalahan dan itu bisa membuat Arsen dlm bahaya...ini demi keselamatan kamu dan Arsen 🥺
Eva Karmita
syukurlah Nia sudah mendengar semua pengakuan Arsen 🥺
Eva Karmita
bukan Arsen tidak mau mendengarkan penjelasan mu tapi kamu Nia yg ngak pernah mau menjelaskan dengan Arsen 🥺 ... kalian berdua sama"terluka dan korban ke jahat si Bisma dan keluarga Aurel, semoga kesalah pahaman ini cepat terbongkar
kymlove...
lalu kamu mau apa tsania?? pergi lagi dan berharap arsen akan tenang hidup nya?? atau mau menghalangi niat arsen untuk membongkar kejahatan bapaknya!!! trs apa lagi yang mau kamu mau?? sudah tau kalian sama2 korban kekejaman bapak nya arsen, harus nya kamu kalau bisa dukung tindakan arsen, jangan malah menghalangi dengan alasan takut arsen di hancur kan lagi, INGAT SEBELUM INI KALIAN JUGA UDAH HANCUR!! JANGAN SELALU JADI LEMAH ATAS NAMA CINTA!! CUKUP SUDAH PENDERITAAN MU INI!!
kymlove...
sabtu malam nanti segera lah tiba!! tapi ini. masih senin sore jadi kira2 kurang berapa. part lagi untuk mencapai. sabtu itu🥲 gak sabar banget. lihat para orang jahat itu hancur...
kymlove...: kayaknya kita harus sabar dulu nunggu sabtu nya kk.. soalnya sekarang masih malam selasa🤣😀
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa menuju sabtu saja lama banget
Sri Suryati
kan Arsen nanya stania . kenapa kamu meninggalkan aku
kymlove...
kalian semua sama-sama jadi korban tapi menurut ku tsania lebih menyakitkan sampai kehilangan orang tuanya dan masih harus menerima kebencian yang mendarah daging dari keluarga arsen, jadi kalau dengan arsen menghancurkan keluarga nya dan langsung tsania maafin gitu aja, kayaknya gak terlalu adil banget buat tsania yang tersiksa terlalu lama...
gina altira
Puas kamu Arsen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!