Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.
Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.
Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.
Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tarung-2
Nathan ikut melakukan hal yang sama, lompat tinggi menggunakan batang bambu, lalu berhasil melewati para makhluk mengerikan itu.
Braaaak
Tubuh Nathan mendarat diatas tanah, dan saat bersamaan, para makhluk mengerikan itu berbalik arah, dan mulai mengejar mereka.
"Ayo," Sena meraih tangan sang pemuda, lalu berlari menyusuri hutan bambu dengan perasaan yang tak dapat mereka gambarkan.
Para makhluk itu mengejar mereka, dan ketika jarak semakin dekat, keduanya berusaha menyerang agar tidak tertangkap.
Buuugh
Buuugh
Keduanya berusaha menghajar para makhluk mutasi yang terdiri dari hewan biawak, ular, dan kera.
Sedangkan Jhony ternyata masih ikut mengejar, disertai Axel yang saat ini juga berlari dengan usus yang terburai, seolah ia tak merasakan rasa sakit.
Buuuugh
Sebuah pukulan yang cukup telak mengenai Nathan dan juga Sena. Ternyata Manda dan Gita datang menyerang, mereka dibekuk, lalu diseret menuju Goa Istana, melewati hutan bambu.
"Arrrrrgh, sakit, lepasin, lepasin," pekik Sena yang berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan Gita yang memiliki kuku runcing dan juga tajam.
"Tenanglah, aku akan menyerahkanmu kepada Raja Kala Gemet, dan kau kira aku akan melepaskanmu begitu saja? Tidak Sena! Terimalah nasibmu!" sosok itu berlari cukup kencang, dan menarik tubuh sang gadis hingga mengalami luka yang cukup parah.
Sedangkan Nathan ditarik bagian rambutnya oleh Axel, dan dibawa menuju ke Goa Istana.
Setibanya didepan goa, Mereka membawa ke arah antrian, untuk memberikan keduanya kepada sang selir menjadi tempat menyaring para tawanan.
Saat giliran Sena, batu permata yang melingkar dilehernya, mmebuat system deteksi yang dimiliki oleh sang Selir mengalami eror, lalu melemparkan gadis itu pada tahanan para janda.
Sedangkan Nathan bersama para pemuda dan juga warga desa, serta pengunjung yang belum sempat keluar dari hutan Alas Purwo.
Braaaaak
Mereka dilemparkan begitu saja didalam goa yang pengap.
"Aaaaaargh," Sena meringis kesakitan. Tubuhnya penuh luka, dan berlumuran darah.
Terlihat para tahanan lain meringkuk ketakutan, kedinginan, serta kesakitan.
Sena mengerjapkan kedua matanya, rasanya begitu berat, dan perlahan menggelap.
****
dug dug dug
Suara derap langkah kaki yang terdengar menggema dan menggetarkan lantai goa.
Dua sosok makhluk bermutasi Siluman Kerbau datang menuju ke tahanan para gadis.
Tubuh mereka setinggi dua meter dan langkahnya terhenti di depan ruang tahanan.
Mereka diperintahkan untuk membawa dua orang gadis atas perintah Raja Kala Gemet,
Dua orang Siluman Kerbau yang tak lain adalah Kael dan juga Jhony mengedarkan pandangannya, menatap setiap gadis yang tertangkap.
Perlahan pandangan Kael terhenti pada Naura, dan Jhony pada gadis lainnya.
Langkah Kael terdengar menggaung, menggetarkan lantai dab dan dinding.
Karena tubuhnya yang tinggi, hampir menyentuh langit-langit goa.
Sedangkan Naura yang menjadi target terlihat ketakutan, wajahnya memucat saat pemuda yang sudah bermutasi itu datang menghampirinya.
Sosok itu berdiri tegak, menatapnya dengan wajah yang datar.
Perlahan tangannya meraih pundak Naura, dan terlihat gadis tampak memucat.
"Kael, ku mohon , jangan , jangan, please, lepaskan aku!" Naura menghiba, berharap jika sosok itu tak membawanya.
Sedangkan sang Kael tak mengindahkan ucapannya, ia membawa gadis itu, tanpa mengatakan apapun, hanya tatapannya yang dingin, dan bahkan suara tangisan Naura tak lagi menggugah hatinya.
Sementara itu, Jhony mengambil.seorang gadis lain, dan membawanya serta.
Suara tangisan Naura terdengar saat melintasi ruang tahanan para janda warga lainnya.
Sena yang masih tak sadarkan diri, hanya mendengar suara derita dari sahabatnya, tetapi matanya tertutup rapat, dan sulit untuk dibuka.
Kedua makhluk yang bermutasi itu terus membawa kedua gadis tersebut menuju sebuah ruangan yang mana disana sedang menunggu sang Raja untuk mendapatkan gadis muda sebagai asupan energinya.
Terlihat ruangan goa berubah menjadi sebuah kamar yang cukup mewah, dan sebuah kasur yang beralaskan kain sprei berwana keemasan.
Diatasnya seorang Raja sedang duduk menanti kedatangan dua gadis yang sedang meronta-ronta ketakutan.
Kedua Siluman Kerbau itu melemparkan Naura dan juga gadis muda ke hadapan sang Raja.
Setelah menyelesaikan tugasnya, keduanya keluar dari ruangan, lalu menunggu didepan pintu.
Didalam ruang kamar yang didominasi dengan warna gold itu, dua gadis terlihat ketakutan.
Naura merasa bergidik saat sosok itu turun dari ranjang, lalu datang menghampirinya.
Tatapannya penuh seringai, memperlihatkan jika hasratnya terlalu menggebu saat melihat dua gadis berwajah ayu berada dihadapannya.
"Kemarilah," suara pelan, tetapi terdengar serak, dan membuat jantung Naura seolah hendak terlepas.
"Tidak, jangan sentuh aku, aku tidak mau." Naura menggelengkan kepalanya, wajahnya pucat, saat sosok pria yang mengenakan mahkota kerajaan berbahan logam kuning datang menghampirinya.
Tubuh tinggi, dan mengenakan perhiasan dibagian leher, lengan, serta ikat pinggang yang semuanya terbuat dari logam mulia.
Ia bertelan-jang dada, mengenakan celana ketat dibawah lutut berwarna hitam, dipadu dengan kain jarik yang dilipat seperti menyerupai janur kuning.
Sosok itu berjongkok, lalu menatap Naura dengan sangat dalam, kecantikan gadis itu telah menawan hatinya.
"Kau sangat cantik, kau harus menjadi gundikku." ujung jemari tangannya menyentuh dagu Naura, mengangkat wajah cantik nan pucat yang sedang ketakutan.
Naura merasakan deguban jantungnya memburu, aroma singkong bakar menguar dengan sangat kuat didalam ruangan, dan membuat rasa mual diperut Naura.
Sedangkan gadis satunya masih meringkuk dilantai kamar, ia juga tak kala takutnya saat melihat sosok tersebut merayu Naura, sebab dirinya hanya menunggu giliran saja.
Naura merasakan sekujur tubuhnya bergetar, ia tak berani menatap kedua mata yang terlihat penuh hasrat menggebu.
"Jangan takut, aku akan melakukannya dengan perlahan, dan tetaplah santai." sosok itu mengangkat tubuh Naura, tetapi gadis itu mencoba memberontak, namun sayan, tenaganya kalah kuat.
"Tidak, aku tak mau, lepaskan aku!" pekik Naura menolak.
"Dengarkan aku, jika kau ingin teman-temanmu selamat, maka turuti apa yang aku inginkan!" sosok itu mulai mengintimidasi, dan membuat Naura merasakan nyalinya menciut.
Sosok itu merebahkan tubuh Naura diatas ranjang, dan menatapnya dengan seringai.
"Tolong, jangan lakukan ini, aku tidak mau, ku mohon!" Naura terlihat berputus asa, saat melihat sosok itu melepaskan pakaiannya.
Sreeeeek
Pakaiannya terlempar dengan asal dilantai goa, dan membuatnya semakin bergidik ngeri.
Sosok Raja tersebut menatap Naura dengan tak berkedip, ia kembali tersenyum seringai, lalu membuka pakaiannya, dan menyergap sang gadis yang akhirnya tak dapat memberontak, sebab sebuah kekuatan lain datang menahannya.
"Sudah, nikmati saja apa yang ku berikan, lambat laun kau akan menyukainya," sosok itu merusak pertahanan sang gadis, dan memperlihatkan kelihaiannya dalam melumpuhkan wanita.
Suara isak tangis Naura perlahan melemah, lalu menghilang bersama rintihan desah yang berubah samar.
Sementara itu, sang Selir datang menghampiri ruang tahanan para pria. Ia membuka pintu, dan menatap satu persatu. "Kalian keluar lah, ada pekerjaan pembangunan diluar sana, bagi yang memiliki ke ahlian bertukang akan menjadi pimpinan dalam pembagunan benteng pertahanan dan juga gapura." titahnya pada seluruh tahanan.
kasihan yaa para keluarga nya yg kebingungan mencari keberadaan mereka semuanya 😔
Semoga Naura dan Kael serta Nathan bisa menemukan kitab kuno itu, sehingga mereka bisa bebas dari hutan Alas Purwo.. 🙏