NovelToon NovelToon
My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:787.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Suci Nazhifah

"Gue tegasin sekali lagi sama lo, jangan sampai identitas gue kebongkar! Kalau satu orang saja tau siapa gue sebenarnya, gue nggak akan segan-segan untuk ngebunuh lo Clara! dan mulai hari ini, lo harus jadi pacar gue, gue nggak terima penolakan!!! So, deal or dead?" Ucap Daren sambil menyunggingkan senyum tipisnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Nazhifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Bismillahirrahmanirrahim

•••

"Nggak usah sok bilang cinta kalau nyatanya kamu masih suka ngelirik cewek lain!"

•••

Daren Pov

Ting Nong ( bunyi bel jaman old ) 😆

"Assalaam....."

"Ngapain kesini?" tanya Clara ketus kepadaku.

"Mau ketemu kamu dong," jawabku mencoba tenang karena entah kenapa setiap ada yang berbicara ketus padaku, emosiku selalu tidak stabil.

Dan beruntungnya Clara tidak mengetahui perubahan emosiku.

"Masih ingat sama gue lo?" jawabnya sambil cemberut.

"Oh my GOD", entah kenapa kalau melihatnya cemberut seperti ini malah membuatnya semakin lucu dan yang pasti emosiku seketika langsung membaik.

"Apaan sih ra, ya masih lah, kamu tuh yang hilang entah kemana seharian, aku telfonin nggak diangkat, aku whatsapp nggak dibaca, bikin khawatir tau nggak?" ujarku sedikit kesal.

"Emangnya kamu kemana aja sih seharian ini? Kok nggak sekolah?" tanyaku.

"Gu-gue sekolah kok tadi, tapi karena malas saja makanya gue milih bolos," ucapnya yang menurutku itu bohong.

"Jujur aja kali ra, aku tau kok kalau kamu lagi bohong sekarang," ucapku sambil mendekat padanya.

"Be-bener kok, gue nggak bohong," ucapnya sambil memalingkan wajahnya dariku.

"Really?" tanyaku kembali sambil menarik dagunya agar wajahnya menghadap ke arahku.

"Yes really!" ucapnya lagi sambil menunduk.

"No, kamu bohong sayang," ucapku tanpa sadar yang membuat jantungku berdetak cepat.

"G-gu-gue nggak bohong kok ren," balasnya dengan wajah yang semakin menunduk, dan sekarang aku yakin kalau wajahnya pasti sudah sangat merona sekarang.

"WOI!! Ngapain kalian didepan pintu?" teriak seseorang dari ruang tengah yang aku yakini kalau itu adalah Dicky.

"Bacot aja lo!" balasku cepat.

"Ngapain lu dirumahnya Clara?" tanyaku sambil menghampirinya.

"Kepo banget sih lo, pacar juga bukan," ucap Dicky yang membuatku kesal setengah mati.

"Enak saja! gue pacarnyaa yaa!!!, Iyakan ra?" tanyaku mencari pembelaan.

"Emang kita pacaran? emang ada ya orang yang sudah punya pacar tapi masih saja suka jalan sama cewek lain." ucap Clara yang mampu membuatku tersenyum simpul.

"Emang aku ada jalan sama cewek lain selain kamu?" tanyaku pura-pura tidak tahu.

"Mana gue tahu," ucapnya mengalihkan wajahnya.

Melihat itu membuatku semakin yakin kalau Clara sedang cemburu berat dengan Nancy, gadis yang kutemui tadi dan dia sudah kumasukan dalam list yang nantinya bakal aku habisi.

"Eh curut lo berdua! Ada gue disini, HALLOOO!!" ujar Dicky memecah moment indahku bersama Clara.

"Eh kampret! Lo yang ngapain masih disini? pulang gih sono!" usirku.

"Ra! Masa gue diusir sih?, bantuin gue dong!" rengek Dicky.

"Emm gue mau keatas dulu ya dik, permisi!" Ucapnya langsung ngacir kelantai atas.

"Wkwkwk Mampus lo, itu tandanya dia juga nggak mau kalau lo ada disini!" cibirku sambil mendorongnya keluar rumah.

"Yahh ren, kok gue diusir sih, gue habis masak lo tadi, mana belum gue makan lagi mienya," keluh Dicky yang tak ku pedulikan.

"B O D O A M A T, lagian lo kenapa jadi sok baik gini sama Clara, bukannya lo tadi pagi sibuk nuduh-nuduh dia? ya sudah sana pergi pergi pergi" ucapku langsung menutup pintu dan menguncinya, supaya Dicky tidak bisa masuk dan bicara lagi.

...

Clara Pov

"Raaa!!" ucap Daren sambil mengetuk pintu kamarku.

"Apaansih ren, pulang saja sana!" teriakku dari dalam kamar.

"Aku dobrak nih kalau kamu nggak mau keluar," ucap Daren mengancamku.

"What? Dia mengancamku?" perasaanku sekarang antara takut dan sebal ketika dia mengucapkan itu.

"Iya iya, gue keluar!" ucapku pasrah.

"Aku boleh masuk?" tanyanya ketika aku membuka pintu.

"Heem," balasku sedikit takut.

Saat ini posisi ku duduk dikasur dan Daren duduk dihadapanku dengan memakai kursi.

Hening sesaat sampai akhirnya aku memberanikan diri membuka suara.

"Soal gue bolos sekolah tadi, lupain saja dulu, gue pingin nanya, kenapa lo baik lagi sama Siska?"

"Siska? Oo itu karena supaya anak-anak percaya kalau bukan aku pelakunya."

"Tapi apa harus dengan ngebaikin dia kek gitu?" tanyaku takut-takut.

"Hemmm kamu cemburu?" tanyanya yang membuatku malu setengah mati.

"Shit!" umpatku dalam hati.

"Enggak kok," balasku cepat.

"Ra, dengerin ya, aku tau kalau aku udah kurang ajar sama kamu karena berani-beraninya ngizinin perempuan lain deket-deket sama aku, tapi itu aku lakuin semata-mata hanya pura-pura aja yang,"

"Oh my god, sejak kapan coba Daren manggil aku dengan sebutan yang-yang? Tapi bodolah, yang penting aku bener-bener bahagia mendengarnya."

"Loh bukannya sama gue juga pura-pura ya?" tanyaku sinis.

"Sama kamu mah beda ra, rasa sayang aku ke kamu itu tulus, nggak pura-pura."

"Deg"

Ya tuhan, ingin rasanyaa aku berteriak bahagia saat ini, ucapan yang sangat aku tunggu dari dulu, akhirnya keluar juga dari mulutnya.

"Nggak usah sok bilang sayang deh kalau nyatanya lo masih suka godain cewek lain," ucapku tanpa sadar.

"Maksudnya?" tanya Daren yang membuatku tersadar akan pertanyaanku tadi.

"Emm itu enggak, lupakan aja," balasku cepat.

"Kok gitu sih ra? maksudnya apa, bilang saja, kalau kamu nggak bilang, aku nggak bakalan tau kesalahan aku apa nantinya" ucap Daren lembut sambil mengusap pipiku.

"I-itu tadi gue ngeliat lo sama cewek di pinggir jalan, i-i itu siapa?" tanyaku akhirnya.

"Oow itu Nancy" jawab Daren sambil berpindah duduk disampingku sambil memelukku dari samping.

"Deg," seketika tubuhku mematung ketika Daren memelukku.

"Aku izin meluk bentar ya ra, I miss you so much baby," ucapnya pelan sambil mengeratkan pelukannya.

Hangat, yap itulah yang kini kurasakan, harum tubuhnya sangat melekat dalam ingatanku, dan kini aku benar-benar merindukannya, amarahku yang hadir tadi lenyap seketika karna pelukan hangatnya.

Jujur, ingin rasanya ku menangis bahagia saat ini, aku benar-benar tak menyangka kalau Daren benar-benar mencintaiku.

...

Makasih buat yang udah baca dan coment, so see you next chapter 😘

...

salam hangat

suci nazifah

1
Hana Safira
apakah si Clara juga seorang sikopat, karena nggk ada traumanya ketemu Daren karena kalau orang normal pasti ketakutan
ainunlita28122019
cerita nya qo jadi gak jelas gini she ..
Aprilia Amanda
alfi ga sih?
Aprilia Amanda
lah. pantes temenan, sama² psycho😂
Aprilia Amanda
ah ganggu aja sih🤣
Aprilia Amanda
boby kali
Aprilia Amanda
buset setan. bunuh orang kek bunuh semut aja lu ren😂
Aprilia Amanda
pie to kih🤣
Aprilia Amanda
terakhir kali?😳
Nurwana
kok saya ksian ya sama Clara Thor.....
Nurwana
suka Thor... lanjut....
Tri Setia Herlina
ohhh ternyata Alfi itu cowok 😂 aq kira cewek
Salwa Rahmanti
biasa aja
Salwa Rahmanti
biasa aja
_dia_
maaf yaa thror, ini cuma pendapat gw aja...

Menurut gue psikopat itu lebih suka ke wajah&suara kesakitan korbannya, bukan cuma pen bunuh doang. Tapi mereka punya keinginan liat muka orang takut, gituuuu...
lissa
awal mula knp semua juga berawal dari kluarga terdekat.. jd bukan 100% slah darren jadi psyco...
Nana
Nexxtt!!
Elisye
Loh kok udah And thorr😱
sumpah gakk niat buat cerita ini author
padahal ceritanya bagus banget😫😫
Echa zaaaa
lnjutt, sronokkk
Rahayu Pus
hello hello syapa ni yang mau ama cla.....ksian aku klo cla mesti Ama 2D.yang mo daftar dimohon segera kemeja sekertriat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!