Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Aneh
Lalu Tio Buki membantu Jia Lee naik keatas punggung kuda dan mereka pun berlalu dari tempat itu.
Tercium bau wangi dari rambut dan tubuh Nona yang ada dibelakangnya. Lalu Jia Lee tanpa malu malu langsung memeluk pinggang Tio Buki.
"Hati hati Tio" Ucap Jia Lee seraya memeluk pinggang Tio Buki begitu erat.
"Hehehe. Tenang, kamu tenang saja Jia, kalau nanti kamu jatuh, aku yang tanggung jawab kok!" Ucap Tio Buki Cengengesan seraya mengendarai kuda lebih kencang lagi.
"Ihhh, yang benar. Jangan jangan nanti kamu ngak mau tanggung jawab. Omongannya aja yang besar, pas kejadian malah kabur" Ucap Jia Lee tersipu malu, tetapi dia tidak tau kenapa perasaanya begitu bahagia dekat dengan pemuda tampan ini. Padahal mereka baru beberapa jam bertemu.
"Benar kok! Apa perlu aku bawa kabur?"
"Idih. Hehehe. Apa an sih Tio. Jangan jangan malah kamu kabur ke barat dan ninggalin aku ditimur"
Hahaha. Kalau malah tau diam. Aku kan hendak kabur ke barat. Itulah arah tujuanku saat ini" Ucap Tio Buki tertawa terbahak-bahak.
"Aku ngak bisa diam kok Tio. Kalau aku diam siapa yang bicara dong?" Ucap Jia Lee.
"Kan ada rumput yang bergoyang goyang. Pasti mereka lagi bicara"
"Hahahaha"
"Kok malah ketawa. Ada apa?" Tanya Tio Buki.
"Hahaha. Kamu aneh ya, rada aneh gitu. Masak rumput bisa bicara" Jawab Jia Lee masih aja ketawa.
"Aneh apanya? Biasa kok, itulah Tio orangnya. Tidak luar biasa, malah biasa saja. Coba kamu lihat, mereka itu rumput selalu bergoyang"
"Hahaha. Berhenti, berhenti, itu rumahku sudah mau sampai" Ucap Jia Lee masih aja tertawa sembari memukul bahu Tio Buki.
Mereka berdua turun dari atas kuda, laku berbahan kedepan pintu gerbang.
Tio yang ingin cepat cepat meneruskan lagi perjalanannya, tapi dia dicegah oleh Jia Lee.
"Tio, singgah dulu! Ayo ketemu sama Ayah!" Ucapnya langsung menarik tangan Tio Buki.
"Tidak, Jia Lee. Maaf ya! Aku ingin meneruskan lagi perjalananku" Ucapnya.
"Pokoknya tidak ada penolakan. Aku akan marah loh" Ucap Jia Lee terus menarik tangan Tio Buki dan membawanya kedalam.
Ketika berjumpa dengan seorang penjaga, dia bertanya pada penjaga itu.
"Ayah ada didalam kan?"
"Tidak tuan putri. Tuan besar tumenggung sudah pergi ke istana raja dan sudah berangkat tadi pagi" Jawab sang penjaga itu.
"Jia Lee. Sebaiknya aku pergi saja ya?"
"Tidak Tio, aku ingin berbicara banyak berdua dengan kamu. Ayo ikut aku" Jawab Jia Lee seraya membawa Tio Buki kearah sebuah taman.
Mereka kemudian melewati beberapa tempat dan akhirnya sampai disebuah taman yang begitu indah memanjakan mata.
"Wah...Bagus sekali taman ini Jia Lee!" Seru Tio Buki terpesona melihat taman begitu besar, sangat asri dan begitu indah.
'Tio, apakah kamu sudah punya kekasih?" Tanya Jia Lee ketika mereka duduk disebuah kurs, dibawah sebuah pohon besar.
Jia Lee duduk begitu disamping Tio Buki, tangannya terus menggenggam tangan Tio Buki, pandangan mereka saling bertemu. Bibir Jia Lee begitu dekat dan hampir menyentuh bibir Tio Buki.
Jantung Tio Buki bergetar hebat, dia sejak kecil hanya tinggal di gunung dan tidak pernah melihat perempuan cantik. Apa lagi disentuh, dan bibir mereka begitu dekat, membuatnya tak karuan. Tapi dia bukan pemuda sembarangan yang tidak dapat menahan godaan dan hasrat.
"Tidak!" Tio Buki menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak percaya Tio, orang setampan dan gagah seperti kau belum punya kekasih. Pasti kamu bohong kan... Ayo ngaku" Ucap Jia Lee Semakin merapatkan duduknya, membuat Tio Buki salah tingkah mau berdiri.
"Tio, kamu mau kemana?" Tanya Jia Lee ketika dia melihat Tio Buki mau berdiri dan menjauh dari tempat duduk.
"Aku tidak kemana-mana. Ada orang yang menuju kemari" Jawab Tio Buki melepaskan genggaman tangan Jia Lee.
Bersambung ke episode selanjutnya....