NovelToon NovelToon
Ayah Darurat Untuk Janinku

Ayah Darurat Untuk Janinku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Konflik etika / Nikah Kontrak / Menikah Karena Anak / Ayah Darurat / Tamat
Popularitas:338.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sheninna Shen

Notes : zona dewasaaaaaa!

“Om nikahin temenku ya? Ntar dapet istri sekaligus anak di hari pertama kalian menikah!”

Ide gila yang muncul dari Tari, membuat masa depan Lea yang hancur lebur menjadi indah.

Siapa sangka? Luca, pria yang Lea nikahi sebagai ayah darurat dari janinnya, telah merubah kehidupannya menjadi lebih berwarna dan berarti.

Akankah Luca menutup mata dengan siapa ayah kandung dari janin di perut istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Bathtub

..."Setidaknya kita sudah berada di bathtub yang sama di malam pertama." — Luca Harrison...

Luca menjauhkan tubuhnya dari tubuh Lea. Takut-takut nanti ia tak bisa menahan diri. Karena bagaimanapun, ia tetaplah seorang pria normal.

Usai mendengarkan apa yang disampaikan oleh Luca, tanpa sadar Lea terdiam. Mungkin saat ini pikirannya belum dewasa. Namun yang pasti, ia paham maksud pria itu.

"Seharusnya aku ngerti sejak awal, kalau status aku udah istri orang. Apapun yang aku lakukan, pasti akan berdampak pada Kak Luca," batin Lea sembari melepaskan gaun putihnya. Menyisakan inner dress putih ketat sebatas paha tanpa lengan.

Luca bergegas pergi mandi. Lalu, ia keluar dengan topless dan hanya mengenakan handuk dari pinggang hingga lutut.

Lea yang sempat menatap dada bidang Luca sesaat, ia langsung membuang wajahnya ke arah yang berbeda, saat berpapasan dengan Luca di pintu kamar mandi. Kemudian ia bergegas kabur ke dalam kamar mandi sambil berlari kecil karena tak sabar berendam di dalam bathtub yang penuh kelopak mawar itu.

"Jangan lari, licin!" ucap Luca sambil mengejar Lea ke dalam kamar mandi.

Belum sedetik dibilang jangan lari, tubuh Lea mendadak oleng. Dengan sigap Luca menarik tangan gadis itu, mendekap dengan erat dan berbalik arah.

Byurrr!

Kedua tubuh pengantin baru itu jatuh dan masuk ke dalam bathtub yang dipenuhi kelopak mawar.

Posisi Lea saat ini tepat berada di atas Luca. Keduanya sama-sama basah dan tubuh mereka penuh dengan kelopak mawar merah.

"Hati-hati, kamu itu lagi hamil! Gimana kalo kamu jatuh sendiri tadi? Gimana kalo saya nggak langsung narik kamu?" berang Luca tanpa sadar.

Nada tinggi Luca membuat Lea tertunduk. Tak hanya malu karena bertingkah kekanakan, tapi ia juga malu karena seperti sedang dimarahi oleh orang yang masih asing baginya.

Kedua tangan kekar Luca yang masih mendekap erat tubuh Lea, ia gunakan untuk membetulkan posisi setengah berbaring mereka.

Luca memposisikan tubuhnya duduk, sehingga secara tak langsung membuat Lea berjongkok tepat di atas paha Luca.

Kini ... dua orang pengantin baru itu saling berhadapan dengan tubuh yang basah.

"Maaf." Lea tertunduk dengan rambut yang setengah basah. Bahunya yang mulus dan tidak tertutup sehelai benangpun, memberikan kesan menggoda di mata Luca karena ada sisa-sisa buliran air yang masih berjatuhan di sana.

Luca memejamkan matanya sembari menghela nafas berat, mencoba menahan diri dan berusaha mempertahankan akal sehatnya.

"Eleanor Lunette," lirih Luca pelan sembari mencoba menetralkan detak jantungnya yang sedang tak karuan.

Posisi mereka saat ini benar-benar sangat vulgar!

Kedua tangan Lea yang memegang tengkuk Luca dalam posisi jongkok. Sementara Luca dengan posisi duduk menghadap Lea dan tangan yang melingkar di pinggang gadis itu.

"Dengar ... sekarang kamu dan bayi itu tanggungjawab saya. Jadi, tolong lebih berhati-hati lagi."

"Hm." Lea hanya berdehem dan mengangguk. Kemudian ia berusaha berdiri dan keluar dari bathtub tersebut.

Tubuh basah dengan pakaian yang ketat, cukup mengekspos semua lekukan indah yang gadis itu miliki. Membuat Luca semakin menggila.

Luca kembali memejamkan matanya, enggan melihat sesuatu yang takkan bisa ia miliki. Dan ia juga merasa bersalah.

"Saya juga minta maaf karena tadi meninggikan suara."

Usai kejadian itu, Lea melanjutkan mandi dan Luca keluar dari kamar mandi.

Pria itu mengenakan piyama maroon yang sudah disediakan oleh sekretarisnya. Lalu ia duduk di sisi ranjang sambil menatap kelopak mawar yang berserakan di mana-mana.

"Setidaknya kita sudah berada di bathtub yang sama di malam pertama," gumam Luca menenangkan dirinya.

Pria itu pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, lalu tidur sambil membelakangi sisi kosong kasur itu.

Tak lama kemudian, Lea telah selesai mandi. Ia pun keluar dari kamar mandi dengan sangat hati-hati. Takut-takut ia menabrak pria itu lagi.

"Fiyuhhh," Lea menghela nafas lega, "ternyata sudah tidur."

Setelah mandi, ia mencari pakaian yang telah disediakan oleh sekretaris suaminya. Tak ada satupun pakaian yang benar dan normal.

"Apa ini?! Semuanya lingerie?!" rutuk Lea dengan suara yang perlahan.

Karena tak ada satupun pakaian yang tertutup, ia asal mengambil lingerie yang ternyata warnanya juga maroon, lalu kembali ke kamar mandi.

"Gila!" Lea malu sendiri melihat dirinya berbalut lingerie maroon yang seksi di pantulan cermin.

Namun ia mendadak tertawa geli mengingat statusnya saat ini. "Nyonya Harrison."

Usai berkaca cukup lama, Lea meraih handuk kimono untuk menutupi tubuhnya yang mengenakan lingerie. Lalu ia keluar dan berbaring tepat di sebelah Luca yang saat itu sudah terlelap karena kelelahan.

Keesokan harinya. Luca terbangun dari tidurnya.

Pria bermata coklat itu membuka mata. Betapa terkejutnya ia saat melihat Lea yang hanya mengenakan lingerie maroon sedang tidur pulas sambil memeluk tubuhnya.

"Astaga ... ni anak bener-bener," umpat Luca dalam hati.

Pagi yang seharusnya menjadi awal mood yang baik dan ceria, mendadak berantakan karena istri kecilnya yang seperti sengaja membuang diri ke kandang harimau.

Tak ingin semakin pusing karena ulah gadis itu, Luca berusaha mengangkat tangan mulus yang melingkar di dadanya.

Merasa lega karena akhirnya bisa membebaskan diri dari godaan gadis itu, ternyata masih ada kaki gadis itu yang memeluk pahanya.

"Lea ... kau ini sengaja apa gimana?!" geram Luca menahan diri.

Lagi-lagi Luca berusaha mengangkat kaki gadis itu. Dan ... sukses! Tapi ... ternyata tanpa sadar gadis itu kembali memeluk Luca.

Namun, sesaat Lea memeluk Luca, gadis itu mulai sadar. Tangannya meraba-raba dada bidang suaminya yang tertutup piyama maroon.

"Besar dan kokoh," batin Lea saat itu. Namun, ia bergegas membuka paksa matanya.

"Kyaaaa!" Lea berteriak kaget sambil duduk dari tidurnya. Gadis itu memegang kepalanya yang mendadak migrain karena terbangun kaget.

"Maaf, Kak. Aku nggak sadar," ucap Lea sambil memelas.

"Tutup badanmu dengan selimut," perintah Luca sambil mengalihkan pandangannya.

Lagi-lagi Lea terkejut melihat tubuhnya yang hanya berbalut lingerie. Ke mana handuk kimono yang ia pakai malam tadi? Kenapa bisa tiba-tiba lepas?!

Lea langsung membalut tubuhnya menggunakan selimut. Kemudian ia mendekat ke arah suaminya.

"Malam tadi, aku udah nyariin baju yang sopan untuk tidur, tapi nggak ada. Semuanya lingerie, Kak. Terus, aku pake handuk kimono. Dan pagi ini tiba-tiba lepas—"

"Jadi ... menurut kamu, saya yang lepasin? Gitu?" Kecam Luca sambil menatap mata Lea.

"Nggak, Kak! Aku nggak bilang gitu. Mungkin aku yang nggak nyaman tidur pake handuk, malem-malem, aku sendiri yang lepasin."

Luca menatap wajah istrinya. "Kalau kamu kayak gitu lagi ... jangan salahkan saya."

Ctak! Luca menyentil dahi Lea pelan, hanya sekedar ingin melepaskan kekesalannya pagi itu.

"Uh!" Lea mengusap dahinya yang sedikit panas akibat sentilan Luca. "Aku 'kan nggak sengaja."

Luca tak memberikan respon apa-apa. Ia bangun dan bergegas ke kamar mandi sembari tersenyum.

...🌸...

...🌸...

...🌸...

...Bersambung .......

1
yah
ga perawan yah truss bangun tidur ga sakit to bakwan
Gemi Wong Lembah Pnrog
AKU HAMPIR SAJA NGAMOK DGAN AUTORNYA..HAMPIR GAK MAU NGLANJUTIN BC NI NOPEL AKU DAH GAK KUAT KLO LUCA BNERAN MATEK
Azmy
lea lea jadi perempuan gampangan banget suami bru meninggal udah mau aja di cium2 sama laki lain,tidur bareng lagi murahan amat
Azmy
itulah salahnya mereka masa membiarkan anak perempuan satu kamar sama laki2 apa nggak takut kalo misalx ank di perkaos gtu
Azmy
ih seharusnya yg ngurus lea tari aja kan mereka sahabatan ini kok malah gerry yg notabennya laki2
Azmy
bukankah awal cerita warna mata luca coklat ya thor kok sekarang berubah jadi biru
Aida Rayhan
malah aku jadi malas lanjutinya.
Aida Rayhan
wah kayaknya anak luca sendiri
Nabil Az Zahra
mungkinkah pasien kritis yg dokter sebut itu luca?
Nabil Az Zahra
aku kok mlh mkir ini ulah kinan ya,, 🤔
Anisa92
Kasian banget, untung cuma novel. kalo bneran buat gue ajah, mau kog gue nampung yayang Geri😅
ardan
bagus sayangnya chapternya sedikit
Wisnu Mahendra
saya tebak, yg ngamilin lea itu si luca, tapi yg nganter pulang si gerry
mimief
Sherly ya..kyknya sekretaris nya ini
mimief
wkwkwkwk
terkadang takdir selalu mempunyai cara untuk menertawai kita bukan?
mimief
kok..aku yg nyesek ya liat interaksi mereka
mimief
wkwkkwk...
syok Mak nya
mimief
kyknya Luca juga ga sadar..udah ngelepas keperjakaan nya.
tapi herannya siapa yg ngenter malam itu
mknya pas inget akhirnya dia mau aku aja nikahin lea
mimief
ponakan luknut😔🥺🤣
karinaefraim78_
pelukan luca taa? kok leaa😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!