" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aruna
Zea membereskan pekerjaannya . Zea akan bertemu dengan pengacaranya . Dan Zea juga akan menghadiri sidang . Zea tidak peduli Billy mau bercerai atau tidak . Zea sudah terlanjur kecewa dengan sikap Billy .
" Re , kamu mau bareng tidak ?" tanya Zea .
" Hari ini Rere mau mampir ke toko kue bu . Pesenan Mama " ucap Rere .
" Ya sudah saya pulang dulu ya " ucap Zea .
" Iya bu , hati-hati " ucap Rere melambaikan tangannya .
Mereka cukup akrab . Bahkan seperti kakak beradik . Tak jarang keakraban itu membuat iri . Dan ingin memiliki atasan seperti Zea .
Zea keluar dari lift dan saat itu bersamaan dengan seorang gadis yang hendak berlari ke arah lift . Sehingga gadis itu menabrak Zea . Dia berlari karena mengejar lift, pintu lift saat itu hendak tertutup .
Bruk
Zea hampir terjatuh . Namun Arron berhasil menangkap Zea .
Gadis itu meringis melihat Zea yang hampir jatuh karenanya .
" Maafkan aku kak . Aku tidak sengaja " ucap Aruna sungguh-sungguh .
Zea segera bangkit dari dekapan Arron . Pria jangkung itu menatap Aruna tajam .
Aruna menatap Arron dengan senyuman licik . Tidak biasanya Arron mau membantu orang lain . Bahkan rasa kepedulian Arron mungkin sudah hilang . Tapi kali ini dengan sigap Arron menolong Zea .
" Aku tidak apa-apa . Apa kamu tidak apa-apa ? " tanya Zea dengan lembut .
" Tidak kak . Maaf ya kak sekali lagi . Semua gara-gara seseorang yang membuat ku terburu-buru . Padahal aku baru selesai kuliah " ucap Aruna menatap sinis Arron .
Arron tak menggubris Aruna .
" Baiklah . Aku duluan ya . Lain kali hati-hati " ucap Zea tersenyum manis .
" Oke kak " Aruna melambaikan tangannya .
Zea tidak berterima kasih atau menghiraukan Arron . Zea pergi begitu saja . Beruntung tidak ada yang melihatnya .
" Apa mata mu bermasalah ?" tanya Arron .
" Sadis " ucap Aruna seraya menyerahkan Map di tangannya .
Aruna lalu berbalik badan .
" Kakak itu cantik ya " ucap Aruna menghadap Arron .
" Pulanglah " ucap Arron .
" Tunggu dulu . Enak saja kakak memintaku untuk pulang begitu saja . Apa kakak lupa dengan janji kakak ?" ucap Aruna dengan berkacak pinggang .
" Apa ? Aku tidak mengatakan apapun " ucap Arron .
" Ck . Dasar belum tua tapi pikun "ucap Aruna lalu memberikan isi pesan dari Arron untuknya .
" Sudah aku kirim " ucap Arron sebelum membaca ulang pesannya .
" Begitu dong dari tadi . Aku tidak perlu capek-capek membuka ulang pesan mu . Membuang waktu saja . Kalau begitu tambah 100 juta " ucap Aruna .
" Apa otakmu hanya berisi uang ?" ucap Arron .
" Punya kakak banyak uang kenapa tidak di gunakan " ucap Aruna .
" Sudah pergilah . Atau aku akan meminta satpam menyeret mu keluar " ucap Arron
" Dasar tukang mengancam " ucap Aruna lalu melambaikan tangannya .
Zea saat itu mengendarai mobilnya . Namun mobil Zea tiba-tiba saja mogok .
" Kenapa harus mogok di saat penting begini " ucap Zea .
Zea lalu keluar melihat mobilnya . Zea ingin meninggalkan mobilnya saja . Lalu Zea akan naik taksi .
Aruna yang saat itu juga melalui jalan yang sama dengan Zea . Tak sengaja melihat Zea . Aruna segera meminta supir taksi yang dia tumpangi untuk berhenti .
" Pak berhenti " ucap Aruna .
Taksi itu berhenti tepat di depan Zea .
Zea memundurkan tubuhnya . Takut jika ada yang bertindak macam-macam .
" Kakak yang tadi di kantorkan ?" ucap Aruna .
" Iya . Kamu kenapa berhenti ?' tanya Zea .
" Aku lihat kakak ada di sini . Jadi aku berhenti " ucap Aruna .
" Kakak kenapa ? Mobilnya rusak ?" tanya Aruna .
" Iya . Tiba-tiba mogok " ucap Zea .
" Kakak bareng saja sama aku . Mobilnya biar nanti bengkel yang ambil . Kebetulan mobil aku juga di bengkel " ucap Aruna .
" Oh boleh " ucap Zea .
Zea merasa lega karena ada yang membantunya .
" Kakak mau kemana ? " tanya Aruna .
" Aku mau ke restoran AZ " ucap Zea
" Oh ya sudah bareng aku saja " ucap Aruna tersenyum .
Mereka saling berbincang selama dalam perjalanan . Aruna menyukai Zea yang dewasa dan lembut .
" Seandainya aku memiliki kakak perempuan . Pasti aku lebih bahagia . Bisa belanja bareng . Ke salon bareng dan lain-lain " ucap Aruna .
" Kamu punya kakak ?" tanya Zea .
" Ya . Tapi dia sibuk . Dan kami jarang bertemu . Dan juga membosankan " ucap Aruna .
" Kakakmu bekerja ?" tanya Zea .
" Ya . Dia sibuk dengan ponsel dan laptopnya " ucap Aruna .
" Dia bekerja . Dia memiliki tanggung jawab untuk dirinya dan pekerjaannya . Jika memiliki waktu luang saat libur . Kalian bisa berlibur bersama " ucap Zea .
" Ck . Pria kaku itu hanya pergi bersama temannya . Suatu hari pernah aku membohonginya . Aku membutuhkan bantuannya . Di sebuah pusat perbelanjaan . Saat itu aku bersama teman-teman ku . Temanku berusaha menggoda kakak ku . Dan mulai saat itu kakakku tidak mau aku ajak pergi " ucap Aruna .
Zea tertawa mendengar cerita Aruna .
" Itu salahmu sendiri " ucap Zea .
" iya juga sih . Salah sendiri terlihat tampan .Tapi aku hanya ingin kakakku membayar tagihan belanjaan ku dan teman ku " ucap Aruna lesu .
" Berusahalah untuk membujuknya " ucap Zea .
Aruna mengangguk .
" Sudah aku bayar ya . Terima kasih tumpangannya " ucap Zea .
" Aku saja kakak . Tapi terima kasih " ucap Aruna .
Zea sudah berjalan menjauh dari mobil Aruna .
Aruna yang saat itu sama tujuannya dengan Zea . Turun juga di restoran itu . Aruna bertemu dengan teman-temannya .
Meja Aruna dan juga Zea cukup dekat . Aruna melihat Zea bertemu dengan seorang pria . Tapi pembicaraan keduanya terlihat serius .
Setelah bertemu dengan pengacaranya . Zea lalu memutuskan untuk pulang .
Aruna lupa meminta nomor ponsel Zea. Aruna berusaha mengejar Zea . Namun Zea sudah terlanjur masuk kedalam taksi .
" Aduh bagaimana ini " ucap Aruna .
" Aku rasa kakak itu bekerja di perusahaan kakak . Besok aku akan mencarinya . Bahkan sudah mengobrol di mobil . Kami belum berkenalan . Ais lucu sekali hidupku " ucap Aruna .
Setelah berada di rumah . Zea membersihkan dirinya . Kikan juga sedang berada di rumah Zea . Kikan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua .
" Tadi aku sudah mengisi kulkas kosong mu itu . Kamu pasti terlalu sibuk . Sehingga lupa mengisinya " ucap Kikan .
" Aku belum sempat . Terima kasih kalau begitu " ucap Zea menyendokkan makanannya .
" Aku merindukan masakan mu " ucap Zea .
" Anda terlalu memuji " ucap Kikan .
" Besok aku ijin dari dulu . Aku akan pergi ke pengadilan . Aku tidak peduli Billy mau berpisah atau tidak . Apalagi kabar kehamilan wanita itu semakin santer terdengar " ucap Zea .
" Kamu bisa melewatinya . Kamu masih punya aku dan kedua orang tuamu " ucap Kikan .
" Aku tidak merasa mereka ad untukku Kikan. Aku sangat menyesal tidak menuruti mereka " ucap Zea .
" Semua hanya bagian dari cerita hidup Zea . Kita tidak pernah meminta di beri ujian . Tapi kita harus siap menjalaninya " ucap Kikan .
" Ya . Aku harus bisa melewatinya " ucap Zea .