NovelToon NovelToon
Swipe You, Swipe Me

Swipe You, Swipe Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:113.2k
Nilai: 5
Nama Author: Turquoise Hand

Gadis itu, Tara. Tiga hari yang lalu ia resmi berusia dua puluh delapan tahun dan resmi pula putus dengan kekasih LDR-nya Rendi sejak tiga minggu yang lalu. Gadis biasa, seorang karyawan biasa dan tentunya hanya memiliki kehidupan yang biasa.

Sampai suatu saat, Tara yang skeptis memutuskan untuk mengunduh SwipeLove pada ponselnya. Kabar baiknya, Semesta mengatakan hidupnya tidak akan sama lagi! Namun, si buruk penyeimbang mengendap-endap menyapa dunianya hingga terguncang.

Sepenggal kisah ini menceritakan pengalaman pencarian cinta menggunakan aplikasi perjodohan yang sedang marak digunakan oleh jutaan orang di dunia. Apakah SwipeLove berhasil mempertemukan Tara dengan belahan jiwanya? Ataukah aplikasi online itu tidak dapat melunturkan kuatnya cinta pada kekasih masa lalunya?

***

Bacaan ini diperuntukkan untuk pembaca berusia 21+
Bijak dalam memilih bahan bacaan, ya!

Salam pena,

Torquoise Hand 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Turquoise Hand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

King of Pentacles and Queen of Sword

Tara membawa turun pakaian kotornya untuk dicuci. Mumpung dia terbangun jauh lebih awal pagi ini, ia memutuskan untuk mencuci agar tidak menumpuk di akhir minggu. Ternyata ibunya sudah lebih dulu di sana.

"Nduk, coba kamu hubungi mas Tatang," Bu Sekar mencoba menekan tombol mesin cuci itu namun bergetar pun tidak.

"Lho emang kenapa, ma?" Tara menaruh keranjang baju kotornya dan mencoba menekan tombol power.

"Ga tau kenapa, dua hari lalu masih bisa di pakai," terang Bu Sekar.

"Kabelnya tersambung kan ma?" Tara mencari sumber listrik, terpasang dan dalam kondisi baik. "Ya udah, aku kirim pesan ke mas Tatang dulu biar siang ini bisa datang."

Tara melangkah ke kamarnya dan mengambil ponsel yang masih diisi daya. Dibukanya aplikasi pesan dan mengetik 'tang' di jendela pencarian. Hasil yang ia temukan selain nama mas Tatang Servis juga chat lama antara dia dan Rendi.

***🙃🙂🙃🙂🙃🙂🙃🙂

Apa?

lagi glinding

Halah... buleeeeett..

Buleeeeettt..

🤪

Tuh ngiseng ga boleh 🙁 yaudah

Boleh.. boleh.. boleh... sayank

Mumpung kuota belum hangus🤣

Yah pengumumannya ga seru

Dimana??

Di mading?

🤣

Di wa tuh kuota angus ish, tang...

Eh yang 🤣

Besok beb..

Tanggal 5 jam 12 malem

Santuy aja.. malam ini aman 😎

Jarinya dilatih dulu yang bener 🤭

Hihihihi

Acik

Malem ini kuotanya mau dipake apa?

🤪

Ya paling chatting ama kamu..

Terus buka fb, scroll beranda..

Udah gitu doang..

Mau main game atau nonton yutub, hp sama jaringan gk mendukung..🤦🏻‍♂

😮😮😮😯😯😯😮😮😮

Alisnya timbul tenggelam 🤣

Aku kan emang alisnya musiman 🤭

Kalo pas gk ada, pasti kek tuyul..

🤣🤣🤣***

Tara tersenyum secerah mentari saat membaca sepotong pesan singkat mereka berdua. Namun tak lama ia melihat indikasi online di jendela percakapan itu, Tara buru-buru menutupnya. Ya, tak pernah sekalipun terlintas pada benak Tara untuk menghapus pesan-pesan lampau itu. Cepat-cepat dicarinya jendela percakapan mas Tatang Servis dan menuliskan pesan untuk datang nanti siang karena mesin cuci ya berhenti bekerja.

Apa kabar, Rendi di Banyuwangi?

***

"Lumayan istirahat 2 hari, jadi gua bisa main ke tempat Berryl," sahut Vanka ringan.

Karena insiden kemarin, Vanka dan Susi mendapat sanksi di rumahkan dua hari dan hilangnya insentif mereka. Jujur, kantor jadi lebih sepi saat tak ada Vanka, hingga ia harus makan sendiri di kantin kantor.

"Ga ada yang luka kan?" Tara memastikan.

"Ganasnya gelut perempuan apa sih? Paling botak dikit sama cakar-cakaran, selebihnya as glowing as me usual, darling," tawa Vanka kembali menggema. Tara tau temannya itu baik-baik saja.

"Nanti aku mampir ya, sore..." Tara ingin menjenguk dan meminta maaf.

"Ih, ga usah beb. Yang ada lu ganggguin gua lagi netflix-kan sama Berryl. No, no," tolaknya.

"Berryl libur?"

"Meliburkan diri bareng akyuuu," katanya imut. "Ya, sayang?" lalu ia mengerang-ngerang tak jelas.

"Yaudah, salam ya buat Berryl, bilang jangan kelamaan maen di dalem, nanti kelepasan," canda Tara.

"Mind your business, darl. Bye," diseberang telepon Vanka cekikikan sebelum mematikan sambungan teleponnya.

Menelepon Vanka malah membuatnya teringat mantan. Tara menatap ponselnya gemas akhirnya iya memasukkannya ke laci dengan emosi.

***

Tara mengambil gelas sampanyenya, buih-buih dicairan berwarna kuning keemasan itu saling berlomba mencapai bibir gelas. Tara menyesapnya sedikit.

"Bagaimana tempat ini, Tara? Bagus?" tanya Dave meminta pendapat.

"Luxury," Tara berpendapat.

"Ya, ini tempat yang pas untuk mengajakmu makan malam," Dave tersenyum dalam.

Restaurant D'actifs Précieux nama restoran itu, seperti namanya restoran ini memang "berharga". Tidak banyak kalangan bisa masuk ke restoran seperti ini. Sekali pun Tara ia akan berpikir ribuan kali untuk mengeluarkan uangnya di tempat seperti ini.

Banyak orang asing yang ada di restoran ini, berbicara soal bisnis dengan kolega mereka. Tidak seperti Tara, ia kencan buta malam itu. Meja yang di dudukinya salah satu VIP seat di restoran itu. Menghadap langsung ke jendela dan duduk di sofa yang empuk. Peralatan makannya dipulas emas. Rasanya ia ingin membawa salah satu garpu untuk makan kue dan mengeceknya ke toko emas.

"Aku sudah menantikan malam ini, Tara. Berdua denganmu, menikmati makanan yang dihidangkan," Dave menggoyangkan gelas champagne-nya.

"Maaf, terkadang waktu kamu mengajak kurang tepat," ucap Tara santun.

Dave seseorang yang memiliki jabatan terpandang di Sentosa Inc. pada usia 33 tahun. Jelas ia memiliki otak yang cerdas dan jitu sampai bisa menggapai kedudukan setinggi itu di usia muda. Tara tahu, bersamanya pasti ia takkan kesusahan tapi entah mengapa perasaannya tidak pernah nyaman. Malam ini ia terdampar satu meja bersama dengan Dave karena ia sudah terlalu sering menolak ajakannya. Dan herannya Dave tak pernah menyerah walau sudah ditolak berkali-kali.

"Tidak masalah, aku bisa menunggu. Kalau itu berhubungan denganmu," ia menyesap gelas di tangannya. "Apakah, kau siap untuk memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman?"

Pertanyaan frontal itu benar-benar membuat Tara kaget, ini pertemuan pertama mereka tapi bisa secepat itu Dave menanyai hal yang seharusnya dilakukan setidaknya 3 bulan dari saat ini. Itupun jika ia merasakan getaran yang sama. Tara menatap Dave lurus-lurus, entah mengapa namun perasaannya mengatakan ia harus jauh lebih berani menangani pria seperti ini.

"Untuk sekarang, aku belum memikirkannya, Dave. Mungkin mengenal lebih baik lalu aku bisa mengubah pikiranku," ucap Tara.

Pelayan membawakan sajian dengan troli makanan, semuanya masih tertutup oleh tudung stainless yang sudah disepuh emas. Setelah makanan itu diletakkan di atas meja, tutup-tutupnya satu persatu dibuka. Tara yang melihat makanan sebanyak itu malah jadi kehilangan selera.

"Terima kasih, mbak-mas," ujar Tara saat mereka berlalu.

Dave menggosok kedua tangannya, "ayo kita santap Tara."

Mereka mencicipi berbagai santapan yang tersaji walau Tara hanya terfokus pada makanan yang dirasa masih familiar di matanya. Malam itu mereka nikmati dengan saling berbicara tentang pekerjaan masing-masih.

Tara sempat mendengar bahwa Santosa Inc. sempat goyah saat para pemegang saham sedikit terguncang akibat salah satu dari mereka terlibat dengan skandal artis yang baru menjajaki tangga kepopuleran, Renata Zic. Saham mereka anjlok dan ia baru tahu bahwa Dave adalah salah satu dari tim yang kembali membangun Santosa Inc. dari reruntuhan tak berpuing itu.

"Yah, untuk mengambil hati generasi milenial dengan investasi properti, media sosial jelas jadi jalan paling tepat," Dave menyeka mulutnya. "Untuk itulah kami bekerja sama dengan Medio."

"Tapi Santosa Inc. patut diacungi jempol, perusahaan properti yang membuat sendiri bahan baku properti mereka," salut Tara.

"Ya, itu memang ideku," sahut Dave.

"Sungguh?"

"Ya. Terkadang jika bekerja sama dengan perusahaan pemasok bahan baku bangunan, mutu mereka kurang bisa dijamin dengan harga yang tinggi. Lebih baik memiliki pemasok sendiri dengan mutu dan kualitas yang dikontrol sendiri, lalu menjadi pemasok untuk yang lainnya," Dave memandang ke arah Tara lalu tersenyum kecil.

"Kenapa?" Tara risih diperhatikan begitu intens.

"Tidak, aku hanya mengagumimu. Tak pernah ada perempuan yang kuajak berkencan dan tahan jika berbicara soal pekerjaan," ungkapnya.

"Kau bisa berbicara apa pun denganku, kalau aku sedang mood. Hahahaha," Tara mengunyah lemon cakenya.

"Bahkan kalau kau sedang tidak mood, aku bisa jadi mood booster-mu," sesuatu berkilat di matanya. Mood Tara langsung hilang seketika.

Tara melirik jam di tangannya, "Hmm, sudah terlalu larut, Dave."

"Kau sudah mau pulang?" tanya Dave.

"Ya, penitipan motor tidak buka 24 jam, Dave," ujar Tara.

"Aku akan mengantarmu," Dave memanggil pelayan dan menyerahkan kartu kreditnya.

"Boleh, sampai stasiun komuter," Tara tersenyum.

"Kau bercanda?"

"Next aku akan membiarkanmu mengantarku sampai rumah," ucap Tara hanya agar Dave segera diam.

"Syukurlah, masih ada next time," Dave mengambil kartu kreditnya kembali dari nampan kecil yang dibawa oleh pelayan. "Kupikir kau akan menghilang."

"Tentu saja, menghilang malam ini dari depan matamu."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Ditunggu likes, comment, kritik dan sarannya dear readers 🥰

Hai teman-teman, terima kasih masih bertahan membaca ceritaku. Bagi teman-teman yang mengerti tentang 'judul-judul' episodeku dan merasa korelasi dengan ceritanya kurang pas... boleh lho acknowledge me 😉 I looking forward into that. Thank, you 😌

1
🎸Donna
adohhh
🎸Donna
punya kak yonna yah?🤭
🎸Donna: udh lama tau, kan samaan😭😂
total 2 replies
nyg
overall..bagus
semangat trs berkarya😊
Yamti Suwadi
ape lu!!! ape lu!!!!
Yamti Suwadi: bisa jadi,,, bisa juga enggak
total 2 replies
Yamti Suwadi
siapakah pemuda ini
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_: siapa hayoooo 🤣 simak aja kaaa
total 1 replies
Aoywxa_
haii kak yonna><
Aoywxa_: yahh, yaudah deh kaa
total 6 replies
dont kill me
p
dont kill me: iya aku sehat ,udah makan ,udh mandi, mau tidur, besok bangun,
total 4 replies
🍵Jeanny°⁸
jadi inget tqgihan
🃏ͤ⃟ ⃟★ᴜᴍʙɪ²ᴀɴ👀🍠᪣‮︎<_
Rendi? Rey... Randi?? Ahhhh gituuu... paham paham... kerenn mbak yonno 🥰🥰🥺🥺
🃏ͤ⃟ ⃟★ᴜᴍʙɪ²ᴀɴ👀🍠᪣‮︎<_: ngerii wehh... ceritanyaa jadi kenyataan... merindungs
total 2 replies
Tate
ga ada gitu yg perutnya buncit
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_: ada, dua bapak saya perutnya buncit semua
total 1 replies
Tate
terhanyut sihh bacanya.. walaupun ehhh tiitttt
Tate
makin jauh makin terhanyut..
Tate
lohe ada si tomo
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_: suami yg tidak becus 😂😂😂😂😂😂😂
total 1 replies
🌐theemptiness
sering banget buleknya ultah
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_: dari pada alesannya neneknya meninggal 🤣
total 1 replies
Tate
wkwkwk kalo suara di berat beratkan supaya terlihat keren yaa.. kalo aku yg di berat beratin kek orang mau eeq
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_: bapak ga usah diberat²in udah kiyaaaahhh buat cewek kebanyakan 😂
total 1 replies
Tate
bagus
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_: huwaw 😂😘
total 1 replies
Tate
km ya mba yonn wkwkwkk
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_: bukan dong
total 1 replies
☄ᭂ𝙳㍭
mijikuhibiniyu
Delia ATA
semangat thor 👏👏👏👏
🎤K_Fris🎧
halo kak author bucin mampir yaa, 15 likes mendarat dengan indah. Ceritanya bagus dan menarik, apalagi menggunakan kosa kata asing yang bisa menambah kosa kata kita.
Mari saling mendukung satu sama lain.

Jangan lupa mampir ya kak
Ikuti novel author yang bucin ini dengan judul Menikah Dengan mu Adalah Takdirku

trimakasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!