Pernakah kalian berfikir bahwa ada seorang Gadis yang sudah mempunyai perusahaannya sendiri di umur yang masih belasan tahun dan menjadi CEO disana. Tak hanya itu ia juga memiliki peran sebagai Leader di Black Devil mafia yang terkenal kejam didunia.
Kaya sudah, Pintar sudah ehm... bisa dibilang ia jenius karena selama masa sekolahnya ia terbiasa melompati kelas seperti membolak balika telapak tangan.
Selain itu juga dia mempunya wajah yang terbilang cantik dinegeranya, banyak kaum Adam yang rela mengantri ingin menjadi kekasihnya.
Merasa bosan dengan kegiatan sehari harinya, akhirnya ia memutuskan mengajak kedua sahabatnya bersekolah kembali disekolah milik ayahnya. Awalnya mereka tidak setuju karena membuang buang waktu saja tapi karena bujukan Alice yang tidak henti hentinya ingin mendapat teman baru akhirnya mereka setuju.
Akankah ia mendapatkan teman baru yang tulus?
Atau mungkin ia mendapatkan pacarnya disana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12: Plan
Meraka saling menatap satu sama lain sampai sampai tidak menyadari bahwa teman temannya menatap mereka penuh kebingungan, kecuali Kenzie. Alice berusaha menahan detak jantungnya yang sendiri tadi ingin keluar dan sama halnya dengan Alvaro.
"ehem, gila gue keselek biji durian!" teriak Alvin memecah suasana.
Alice yang terlebih sadar segera memutuskan kontak mata mereka secara sepihak dan berusaha tidak menyadari hal yang telah diperbuatnya.
'semoga dia ga tau!'
"kak, mereka siapa?" tanya Devan yang bingung karena saat Leyna dan Grace datang Grace langsung menghampiri dan menyapa Kenzie.
"Dia-"
"kita sahabat adeknya kak Kenzie" jawab Leyna, gadis yang memotong pembicaraan Kenzie.
"Dan gue adeknya!"
"lah emang lo punya adek? setau gue lo ga pernah ngasih tau tuh!" tanya Reza sambil mengernyit bingung.
"lo nya aja kali ga pernah nanya!" balas Kenzie masih fokus dengan ponselnya, ia takut jika menghadap Alice.
"kalau boleh tau nama kalian siapa?" tanya Varo, ia sedikit penasaran dengan gadis yang baru saja sampai.
'duh gue mesti gimana' batin Alice gelisah.
Alice segera meraih ponselnya dan mengetikan sesuatu lalu ia kirim. Tak lama ponsel kedua sahabatnya bergetar. Grace dan Leyna segera melihat alice dengan kepala mengaguk.
"modus!!"
"Varoku sudah besar!!"
"Jangan mau sama dia, mendingan sama abang aja!!" goda Raka yang disambut pelototan dari Kenzie.
Alice perlahan menarik nafas lalu membuangnya berusaha menahan kegugupannya.
"kenalin nama gue Gracia kalian bisa panggil gue cia!" ucap Alice dengan menampilkan senyum terbaiknya sambil mengulurkan tangannya dan mereka dengan sigap menerima ulurannya.
oh, mungkin perasaan gue aja kali batin Alvaro.
Namun Varo tidak menyadari bahwa ia bengong sembari menatapi uluran tangan Alice.
"ehem"
Deheman itu membuat varo langsung sadar dari lamunannya itu
"Alvaro"
"Gue safira panggil aja fira" Grace
"Last, gue kayla terserah mau panggil apa!" leyna
____________
Para siswa siswi seantero high school ramai membicarakan rumor yang terjadi lusa kemarin 'seorang Alvaro si most wanted boy mengendong Alice si gadis cupu'
Terutama gadis yang bernama Jessica si tukang bully disekolahnya, ia bahkan sempat geram dan akan menyusun rencananya nanti untuk si cupu.
Bukan Alice yang namanya tidak peduli dengan lingkungan sekitar, ia bahkan tidak peduli kepada semua omongan netizen yang menyangkutnya.
'*liat liat si cupu lewat!!'
'gila sihh, dia pake pelet apa tuh kok bisa varo deket sama dia'
'kita liat aja nanti, pasti ada keributan dikantin*'
Alice berjalan santai melewati para hatersnya, ia sama sekali tidak peduli. Ia berjalan dengan santai sambil memasang wajah dingin dan datarnya.
bruk...
Ia baru saja melemparkan tas berwarna hijau toska kasar dan pergi menuju rooftop. Namun usahanya terhenti.
"eh, mau kemana lo?!" tanya Leyna sambil menarik rambut Alice yang diikat kuda.
"rooftop, bolos"
"lo ga inget kata bokap lo?" tanya Leyna berusaha meyakinkan sahabatnya.
ah, gue lupa. tapi gue mager banget pengen bolos gerutunya dalam hati.
"iya iya, mager banget gue mau bolos"
"lis, lo udah ngerjain pr?" tanya Grace, mendengar itu saja Alice sudah paham apa yang dimaksudkannya.
Ia meraih tasnya dan mengambil buku tulis.
"nih"
"thanks, lo tau aja gue lagi mager mikir hehe" balas Grace disertain cengiran kudanya.
________________
Istirahat. Bel sudah berbunyi lima menit yang lalu tapi gadis itu masih setia dengan novel yang digemgamnya dan earphone yang bertengger ditelinganya.
drt...
P**ak Bima*
A*lice cepat kekantor segera, ada yang ingin saya sampaikan!
Orang yang bernama Bima adalah sekretaris Alice di perusahaannya, Ia sudah lama mengabdi kepada perusahaan itu sejak awal Alice merintis. Alice sudah mengagapnya seperti keluarga.
Mengerti apa yang disampaikan pesan itu, Alice segera mengirim pesan kepada sahabatnya bahwa ia akan izin pergi ke perusahaannya.
Setelah terkirim ia segera merapihkan alat tulisnya kemudian memasukan ke tas dan beranjak pergi menemui guru piket dengan alasan sakit.
Beruntung sekali ia tadi membawa mobilnya. Kalau tidak, ia harus repot repot memanggil supir pribadinya dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama.
AG Company
Perusahaannya sendiri diberi nama AG singkatan dari namanya.Sebelum itu ia pergi ke toilet untuk mengganti pakaian sekolahnya dan menghapus make up lusuhnya.
Para karyawan dan staf disana membungkukan badan seraya memberi hormat kepada Alice yang notabennya CEO. Ada yang terkagum kagum dengan para kecantikannya dan kecerdasannya mendirikan perusahaan ini walaupun diumur yang masih muda.
Ia segera memasuki ruangnya dan disana sudah ada sekretarisnya-Pak Bimo yang sedang menyerahkan dokumen yang harus ditanda tanganinya.
"Alice ini adalah dokumen berisi tentang persetujuan memberi dana kepada Baxter company yang sekarang berada diambang kebangkrutan" jelas Pak Bimo mengenai isi dokumen itu.
"tolong cari tau tentang perusahaan Baxter company!"
"baik, saya akan memberikan dokumen yang berisi data datanya, nanti"
lima menit kemudian...
Alice sudah menerima dan membaca dokumen mengenai perusahaan Bakxter company. Dan betapa terkejutnya ia bahwa si gadis yang membullynya kemarin adalah anak dari ayah perusahaan itu.
Ia segera menyusun rencanannya dan menyuruh sekretarisnya untuk memanggil CEO dari perusahaan itu untuk datang kekantornya dalam waktu lima menit.
Tak lama ada seseorang yang mengetuk pintu dan membungkukan badan kepada Alice.
"silahkan duduk!" perintah Alice.
"so, Apakah anda mempunyai anak bernama Jessica Tama Baxert?" tanya Alice to the point.
Bapak itu menganguk menyetujuinya
"iya, mengapa anda mengsangkut pautkan dengan anak saya?"
"Saya akan memberi dana kepada perusahaan anda, tapi saya mau anda untuk mendidik prilaku anak anda sendiri dan kalau saya mendengar keributan atau berita yang mengenai anak anda, maka anda tau sendiri apa akibatnya!" jelas Alice panjang lebar dengan diakhiri smirk diwajahnya.
Bapak itu terdiam, terlihat dari mukanya ia menahan emosinnya.
"oke, setuju"
Alice segera mengambil dokumen yang berisi permintaannya kepada perusahaan bapak itu dan menyuruhnya menandatanganinya.
Akhirnya bapak itu pergi dengan menahan emosinya, Alice terkekeh.
Kamu salah pilih lawan Jessica Tama Baxert!
kan hadi banyal yg tdk suka....... poko nya LANJUTTTTTTT GASSSSSSD