NovelToon NovelToon
TEROR!

TEROR!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sinopsis

Sabrina, seorang gadis desa yang cerdas, berhasil meraih impiannya berkuliah di kampus elite ibu kota lewat jalur beasiswa.

Namun, kehidupan barunya yang tampak sempurna hancur berantakan ketika sebuah tragedi tak terduga terjadi: Sabrina nekat melompat dari lantai atas gedung kampus dan tewas seketika.

Kematian tragis tersebut menyisakan tanda tanya besar bagi orang-orang di sekitarnya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok kampus megah itu hingga mendorong Sabrina mengambil langkah se-ekstrem itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ucapan manis!

Kata-kata janji manis dan tatapan mata Julian yang begitu meyakinkan berhasil meruntuhkan dinding pertahanan terakhir di hati Sabrina.

Bagi Sabrina, Julian adalah sosok pria baik yang sangat ia cintai dan percayai sepenuh hati. Rasa takut akan masa depan seketika menguap, tergantikan oleh rasa kepasrahan yang utuh pada lelaki di hadapannya.

Dengan dada yang bergemuruh dan mata yang bergetar menahan haru serta malu, Sabrina menatap balik manik mata Julian.

Ia menganggukkan kepalanya pelan, lalu berbisik sangat halus.

"Iya, Kak... aku mau. Karena aku percaya sama Kakak..."

Jawaban pasrah itu menjadi kunci yang meruntuhkan seluruh kendali diri Julian.

Tanpa mengulur waktu lagi, Julian menunduk dan menyambar bibir Sabrina dalam ciuman yang jauh lebih pekat dan menuntut dari sebelumnya.

Ia merebahkan sandaran kursi penumpang depan hingga posisi mereka kian leluasa.

Di dalam kabin mobil yang gelap, hangat, dan kedap suara di bawah naungan pohon rindang itu, Julian melingkarkan tubuhnya di atas Sabrina.

Jemarinya yang tak sabar mulai menanggalkan satu per satu kancing piyama sederhana yang dikenakan gadis itu.

Namun, tiba-tiba Julian menghentikan gerakan tangannya yang baru saja hendak menanggalkan kancing piyama Sabrina. Hembusan napasnya yang memburu menyapu leher gadis itu saat sebuah akal sehat tiba-tiba melintas di kepalanya.

Menatap wajah Sabrina yang begitu pasrah di bawah pendar remang kabin mobilnya, Julian menarik napas dalam-dalam, mengontrol gairahnya yang hampir membumbung tinggi, lalu menegakkan tubuhnya kembali.

Ia mengusap pipi Sabrina yang merona merah dengan begitu lembut.

"Gak di sini, Sab," bisik Julian parau, tatapannya sarat akan kehangatan yang dibuat-buat meyakinkan.

"Kamu terlalu berharga buat aku. Kita ke tempat yang lebih layak dan nyaman."

Sabrina menatap Julian. Tanpa banyak bicara, ia membetulkan pakaiannya seraya mengangguk pelan.

Julian kembali memegang kemudi, menekan pedal gas, dan meluncurkan SUVnya membelah malam menuju sebuah hotel berbintang di pusat kota.

Tak butuh waktu lama, mobil mewah itu sudah masuk ke area hotel.

Julian menggenggam erat jemari Sabrina yang terasa dingin karena gugup, menuntun gadis itu melangkah masuk melewati lobby yang elegan, lalu naik menggunakan lift privat langsung menuju kamar suite di lantai atas.

Suara denting pintu kamar yang terbuka menyambut mereka. Begitu Julian menutup dan mengunci pintu dari dalam, keheningan mewah kamar hotel berpendingin udara sejuk langsung menyelimuti.

Julian langsung menarik pinggang Sabrina, mendekatkan tubuh gadis itu hingga menempel erat pada dadanya. Ia menatap lurus ke dalam manik mata Sabrina.

"Kamu tenang aja, ya.I'm yours tonight," bisik Julian tepat di bibir Sabrina.

Di balik pintu kamar suite hotel yang tertutup rapat dan terkunci, kebisingan dunia luar seketika lenyap.

Suasana kamar yang redup, dinginnya pendingin udara, serta wewangian aromaterapi yang menenangkan menciptakan suasana yang kian intim dan pekat.

Julian menatap Sabrina yang berdiri kaku di tengah ruangan. Wajah gadis itu merona hebat, jemarinya meremas ujung kardigan dengan gugup.

Keindahan dan kepolosan Sabrina di bawah pendar lampu temaram kamar hotel membuat dada Julian makin bergemuruh hebat.

"Jangan takut..." bisik Julian lembut di samping telinga Sabrina, membelai pelan punggung gadis itu untuk mengikis rasa gugupnya.

Sabrina menyandarkan kepalanya di dada bidang Julian, mendengarkan detak jantung lelaki itu yang berpacu sama kencangnya dengan detak jantungnya sendiri.

Rasa cemas yang sempat menyelinap perlahan menguap, terbilas oleh kehangatan dan rasa aman dalam dekapan pria yang sangat ia percayai.

Julian menangkup dagu Sabrina, mengangkat wajah manis itu hingga pandangan mereka saling terkunci. Ia menunduk, mendaratkan ciuman yang lembut namun dalam di atas bibir Sabrina.

Seiring dengan ciuman yang makin memabukkan dan pelukan yang kian lekat, Julian membimbing langkah Sabrina perlahan menuju ranjang besar di tengah ruangan.

Malam yang panjang di dalam kamar hotel mewah itu pun akhirnya menjadi saksi bisu penyerahan utuh rasa cinta, kepasrahan, dan janji terikat di antara mereka berdua.

Di atas ranjang luas dengan seprai putih yang dingin, Julian merebahkan tubuh Sabrina secara perlahan. Cahaya remang dari lampu tidur memancarkan pendar keemasan, memperjelas raut wajah Sabrina yang dibalut rona merah, dengan napas yang mulai terengah dan tak beraturan.

Julian merayap naik di atas tubuhnya, menopang bobotnya sendiri dengan kedua lengan agar tidak memberati Sabrina. Namun, saat jemari Julian mulai merayap naik dari pinggang dan perlahan menanggalkan kain yang membungkus tubuhnya, Sabrina refleks menahan pergelangan tangan Julian.

Tubuh gadis itu bergetar halus. Matanya yang berkaca-kaca menatap Julian dengan binar kepasrahan yang bercampur rasa takut.

"Kak... aku... aku takut," bisik Sabrina parau, suaranya hampir tak terdengar.

Melihat ketakutan yang begitu nyata di mata gadisnya, Julian menghentikan gerakannya seketika. Gairah yang membakar di dadanya perlahan melunak menjadi kelembutan.

Julian menunduk, mengecup kelopak mata Sabrina yang tertutup rapat, lalu beralih ke pipi dan sudut bibirnya.

"Sshh... nggak apa-apa, Sayang. Lihat aku," bisik Julian lembut, menyusupkan jemarinya ke sela-sela jemari Sabrina, menggenggamnya erat di atas bantal.

"Aku di sini. Aku bakal pelan-pelan banget, ya? Kalau sakit atau kamu nggak nyaman, bilang sama aku."

Tatapan hangat dan genggaman tangan Julian yang begitu kokoh perlahan mengikis benteng kecemasan Sabrina.

Rasa percayanya pada Julian meluluhkan sisa-sisa rasa takut itu. Sabrina mengangguk pelan, meremas jemari Julian sebagai bentuk tanda kepasrahannya.

Julian kembali menyambar bibir Sabrina dalam ciuman yang makin dalam dan pekat, mengalihkan seluruh fokus dan kesadaran gadis itu.

Tangannya yang hangat mulai menjelajahi setiap inci lekuk tubuh Sabrina dengan usapan yang membakar halus, membimbing gadis polos itu menelusuri sensasi asing yang kian memabukkan.

Sentuhan demi sentuhan, kehangatan yang menyatu, serta bisikan janji manis Julian malam itu akhirnya menenggelamkan Sabrina sepenuhnya ke dalam lautan gairah dan keintiman yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Ciuman Julian yang makin pekat dan lembut berhasil membius seluruh saraf dalam tubuh Sabrina, ketakutan gadis itu perlahan terurai, berganti dengan pasrah yang seutuhnya saat sensasi asing yang hangat mulai merayapi setiap inci kulitnya.

Julian menepati janji perlakuan lembutnya. Setiap gerakan dan usapan tangannya begitu hati-hati, memandu Sabrina yang masih awam untuk perlahan menikmati keintiman yang mereka bagi.

Bisikan-bisikan manis dan kata-kata cinta tak henti meluncur dari bibir Julian di antara selingan ciuman hangatnya, menenangkan setiap sentakan kecil dari tubuh Sabrina.

Hingga akhirnya, penyatuan itu benar-benar terjadi.

Ringisan halus dan cengkeraman jemari Sabrina di bahu Julian menyuarakan rasa sakit yang sempat menyengat di awal. Namun, Julian segera menahan diri, membiarkan tubuh Sabrina beradaptasi, seraya menyapu keringat di kening gadis itu dan mengecup bibirnya berkali-kali sampai rasa tegang itu perlahan mencair.

Irama yang semula perlahan kini bergerak makin pekat dan harmonis. Keheningan kamar hotel berbintang itu diisi oleh hembusan napas yang beradu cepat, gesekan halus seprai, dan desahan pasrah dari Sabrina yang sepenuhnya tenggelam dalam kehangatan Julian.

Malam itu, di atas ranjang yang menjadi saksi bisu, Sabrina menyerahkan mahkota kepolosan dan seluruh hidupnya ke dalam pelukan pria yang sangat ia percayai.

1
Nurr Tika
apa teman"julian ada hubunganya dengan kematian sabrina
Nurr Tika
julian km ga akan hidup tenang
Nurr Tika
kayanya sabrina hamil terus julian ga mau tanggung jawab
Nurr Tika
nanti km menyesal sabrina
Nurr Tika
sabrina knpa langsung suka sih harusnya selidiki dulu
Nurr Tika
ternyata julian palayboy
Siti Yatmi
nah kan..bener 1 lagi test pack menghancurkan wanita bodoh....sabrina kamu sadar ga sih...kamu itu cinta bukan budak nafsu, setiap ketemu ko pasti anu2..ya hamil lah...
Siti Yatmi
test pack.....jawaban yg selalu membuat hancur wanita bodoh....
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..kasian banget kamu, terlalu naif kamu jd cwe....
Siti Yatmi
nah..kan hamidun...deh...hadehhh..sabrina oon amat sih..ga selamanya itu pil bisa cegah kehamilan...astogeeeee....
Siti Yatmi
masih abu2 sementara..menerka nerka...😄
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..lo mah bukan polos, tapi begoooo....pacaran aja belom lama, udh mau aja di anu anu..haduhh
Siti Yatmi
hadehhh .julian....kamu mah bukan cinta, tapi nafsu....harus nya sabrina jgn mau...
Siti Yatmi
ngga ada caption nya thor..🤣
Siti Yatmi
thor...itu flash back kah???sumpah..ga mudeng aku...😄
Maple latte: iya itu flashback🤭 aduhh🤣
total 1 replies
Siti Yatmi
kaya lagu kotak...🤭
Siti Yatmi
masih teka teki banget..hemmmm...ayo thor...jadi penasaran tingkat dewa...wk2
Maple latte: 🥰🥰 Sabar ya, pelan2 aja🤭
total 1 replies
Siti Yatmi
ya ampun julian....org mah ikut kata hati, bukan kata temen, ya kali temen lu mati, lu juga ikut..dablek banget ih...
Siti Yatmi
kaya nya julian cinta sama sabrina,tapi ego nya terlalu tinggi, kasian sabrina ..
Riska Salahudin
masih penasaran apa yg membuat sabrina bundir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!