Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Prangg
Dan baru saja Bai Ningyuan bersama dengan Lin'er melangkah masuk ke aula istana permaisuri. Su Qingyue sudah melemparkan cangkir teh di depan Qao Biyue yang bahkan sudah berlutut di depannya.
"Nyonya tidak apa-apa?" tanya Lin'er khawatir kalau majikannya itu terkena pecahan kaca.
Bai Ningyuan menggelengkan kepalanya dan mengajak Lin'er minggir sedikit. Dia rasa menyela dengan memberi salam sekarang, juga cuma cari masalah.
Su Qingyue berdiri kaku di tengah ruangan, tetapi seluruh tubuhnya justru menunjukkan betapa keras ia sedang menahan amarah. Jemarinya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih, sementara kuku-kukunya menekan telapak tangan tanpa ia sadari.
Bahunya menegang, dadanya naik turun dengan napas yang semakin berat, dan rahangnya mengeras seolah setiap kata yang hendak keluar harus lebih dulu ia gigit agar tidak berubah menjadi makian. Tatapannya dipenuhi bara, ajam, dingin, dan terluka sekaligus.
Meski dia sudah menahan diri. Tapi pada akhirnya dia menjadi sangat emosi.
"Keterlaluan! keterlaluan!" pekik Su Qingyue.
"Ampun yang mulia Permaisuri, ampuni hamba. Tapi, hamba tidak tahu bagaimana menolaknya!" Kata Qao Biyue dengan suara lemah.
Dan yang sebenarnya memang bukan seperti itu. Tak ada sama sekali niat untuknya menolak yang mulia raja. Baginya kesempatan di datangi kaisar adalah keberkahan tersendiri baginya dan bagi keluarganya. Jadi, dia memang sama sekali tidak berniat menolak itu. Hanya saja, dia lupa semalam, bahwa sebelum kaisar mendatangi Permaisuri Su, yang lain memang jangan harap bisa menerima kedatangan yang mulia kaisar.
Song Wanqing yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan menjilatt permaisuri Su pun angkat bicara.
"Qao Biyue, apakah kamu pikir kita semua yang ada di tempat ini akan percaya padamu? jangan katakan alasan yang tidak masuk akal seperti itu? siapa yang tahu apa yang ada di kepalamu itu! Kalau hanya mencari alasan, kamu bisa bilang kamu sedang tidak enak badan. Seperti aku kemarin. Di depan permaisuri Su kamu bisa memberi alasan seperti itu, di depan raja tidak bisa? mustahil!"
Song Wanqing sungguh semakin membakar amarah Su Qingyue.
Namun Qao Biyue memang dikenal sangat polos dan paling bodohh. Wanita itu berusaha meyakinkan semua orang dengan menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak yang mulia Permaisuri, aku sungguh tidak pernah berpikir seperti itu. Ketika Kasim Chen datang, itu sudah malam. Aku bahkan terkejut dengan kedatangannya. Awalnya aku bertanya-tanya apakah aku Melaka sebuah kesalahan. Aku sungguh tidak menyangka kalau kaisar akan datang. Semuanya terjadi begitu cepat, aku tidak bisa berpikir. Semua pelayan segera menyiapkan makanan dan semua terjadi begitu saja, yang mulia kaisar datang di tengah hujan deras. Aku tidak bisa memikirkan bagaimana menolaknya dalam situasi seperti itu! yang mulia permaisuri, aku sungguh tidak bermaksud untuk mengkhianati yang mulia permaisuri. Aku hanya selir rendahan, aku hanya putri menteri rendahan. Bagaimanapun aku melayani yang mulia kaisar, bahkan tidak mungkin lebih baik dari para selir lain di sini!" Qao Biyue mengatakan semua itu dengan ekspresi wajah menyedihkan.
Dari ucapannya dan dari cara bagaimana dia bicara. Mungkin orang yang memang tidak bisa melihat sedikit celah dari sandiwaranya yang sempurna itu akan merasa kasihan.
Tangis yang begitu cepat, dan suara yang begitu bergetar. Seperti merasa takut dan sangat menyesal. Mungkin akan membuat beberapa orang terpedaya.
Namun bahkan Lin'er saja, bisa melihat keanehan dari kata-kata Qao Biyue.
"Nyonya, dia itu sedang menangisi apa? dia saja membiarkan semua orang salah paham, kalau yang mulia bermalam di istana Juhua. Kenapa dia malah merasa tertindas seperti itu, aneh sekali!" bisik Lin'er.
Bai Ningyuan menghela nafas panjang. Sejak awal, dia memang sudah melihatnya. Gerak-gerik Qao Biyue itu tidak sederhana. Seperti seseorang yang memang tidak mau ikut campur atau ikut berkompetisi memperebutkan kasih sayang kaisar. Tapi, begitu ada celah, dia bahkan tak ragu mendorong seseorang yang ada di depannya supaya dia bisa maju paling depan. Di jaman sekarang mungkin orang seperti itu bisa dikatakan bermuka dua.
"Aku menerima hukuman apapun yang permaisuri berikan. Tapi sungguh Permaisuri. Tidak ada niat aku sedikit pun mengkhianati permaisuri, aku bahkan tidak meminta gelar apapun pada yang mulia kaisar. Aku hanya ingin menjadi pengikut setia permaisuri. Keluargaku sangat bergantung pada keluarga Su. Aku juga tahu, kalau aku bisa selamat di istana Harem ini kalau aku bergantung pada permaisuri. Aku tidak berbohong permaisuri!" kata Qao Biyue lagi.
Bai Ningyuan masih terus memperhatikan dari jauh. Arah pandangannya lalu berubah ke arah Song Wanqing. Bahkan dia merasa, kalaupun Song Wanqing itu arogan dan menyebalkan. Dia bahkan tidak akan bisa mengatakan kata-kata yang baru saja dikatakan oleh Qao Biyue.
Lalu arah pandangan Bai Ningyuan beralih pada Lin Ruoxue dan Li Yuexin. Kedua orang itu mungkin memang sangat pintar. Tapi, keduanya juga udah padai menjilatt. Rasanya memang tidak ada yang bisa menjadi ular paling berbisa seperti Qao Biyue di sisi Permaisuri Su.
Bai Ningyuan malah merasa sangat puas. Mungkin dia kelak memang tidak perlu bersusah payah. Hanya menambahkan sedikit bahan bakar di tengah mereka. Mereka akan saling membakar sendiri.
Song Wanqing melihat kemarahan permaisuri Su mulai mereda. Merasa tidak senang.
"Yang mulia permaisuri, jangan dengarkan dia! dia ini hanya berusaha menyelamatkan diri dari hukuman yang mulia Permaisuri. Jangan tertipu, dia harus ingat kesepakatan kita kan? tidak ada yang boleh bermalam jangan yang mulia Kaisar sebelum permaisuri!" kata Song Wanqing.
Padahal dalam hatinya, dia bersyukur dia kena sakit yang menular dan tidak bisa di temui kaisar. Karena ambisinya, dia bahkan lupa kesepakatan yang ditentukan oleh Permaisuri Su itu. Untungnya kaisar tidak datang ke istananya, kalau tidak mungkin yang saat ini berada di tengah aula sambil berlutut dan menangis itu adalah dirinya, bukan Qao Biyue.
'Untungnya kemarin aku sakit flu. Aku benar-benar lupa kesepakatan dengan permaisuri galak itu. Ya ampun, setelah ini aku harap aku tidak lupa lagi. Bisa gawat nanti!' batin Song Wanqing.
"Yang mulia, aku mengakui kesalahanku. Hukumlah aku yang mulia permaisuri!" kata Qao Biyue.
Su Qingyue mendengus kesal.
"Baiklah, kamu memang orang yang payah. Salah siapa aku memilih orang bodohh seperti mu menjadi selir!"
Bai Ningyuan melebarkan matanya. Ucapkan Su Qingyue itu, Bai Ningyuan yakin sekali akan di ingat seumur hidup oleh Qao Biyue.
"Mulia sekarang sampai tiga hari ke depan, kamu harus berlutut di depan ku seperti ini!"
"Ba... baik yang mulia..."
"Yang mulia, kasim Wang datang!" sela seorang pelayan pribadi permaisuri Su.
***
Bersambung...
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭