Alana Liora Argantara, Gadis nakal yang mendapat julukan murid abadi hanya karena dia pernah tertinggal kelas.
Kedua orang tuanya sudah pasrah menghadapi kenakalan putrinya. Untuk itu mereka berniat menjodohkannya dengan seorang guru.
Tentu saja Alana menolak keras dengan dengan berbagai alasan. Tapi dengan ancaman ayahnya, Alana mengalah.
Bara Erfian Rahardian, guru killer yang dihindari oleh semua siswa. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan gadis nakal. Dan ternyata gadis itu adalah Alana, orang yang akan dijodohkan dengannya.
Terjadi perdebatan saat mereka tahu satu sama lain. Tapi mereka tidak punya pilihan selain menerima perjodohan tersebut. Mereka membuat perjanjian dan sepakat menyembunyikan pernikahan mereka.
Kehidupan rumah tangga tanpa cinta dan pertemuan yang meninggalkan kesan yang mengesalkan membuat mereka terus berdebat setiap hari. Bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Meminta Penjelasan
Alana sudah tidak tahan lagi. Setiap hari dia selalu mendengar gosip kedekatan Bara dan Amanda. Di tambah dengan Bara yang kini tidak lagi menganggapnya, membuatnya muak. Jika ingin mengakhiri hubungan ini, kenapa tidak terus terang saja? Dia akan dengan senang hati menandatangani surat perceraian
Rasanya dia tidak akan sanggup menunggu sampai perjanjian mereka berakhir. Baru 3 bulan saja, rasanya dia sudah seperti hidup di neraka. Bara memang tidak lagi protes mengenai pekerjaan rumah ataupun sekolahnya. Tapi, di diamkan dan di acuhkan itu menyakitkan.
Hah... Apa dia mulai menyukai Bara?
"Tidak!! Aku tidak mungkin menyukai pria gila itu. Lebih baik aku minta penjelasan darinya." gumam Alana. Dia menunggu kedatangan Bara karena saat ini di sekolah akan diadakan kegiatan untuk kelas X, Jadi Bara pulang terlambat.
Cukup lama Alana menunggu. Bahkan dia sampai melupakan makan siangnya. Tidak masalah karena dia sudah makan di kantin sekolah. Dan tidak berapa lama, Alana mendengar mobil Bara terparkir di halaman.
Alana tersenyum dan membuka pintu untuk menyambut Bara. Tapi melihat Bara yang tersenyum senang saat berbicara dengan seseorang di telepon, membuatnya terdiam. Dia yakin jika orang yang sedang bicara dengan Bara adalah Amanda.
"Apa yang kau harapkan, Alana? Saat ini di dunianya hanya ada Amanda, Amanda dan Amanda." batin Alana. Dia mengurungkan niatnya menyambut Bara dan memilih duduk di ruang tamu.
"Baiklah, nanti aku hubungi lagi. Sampai jumpa." ucap Bara pada seseorang yang di hubunginya. Dia membuka pintu dan tertegun melihat Alana yang duduk di sofa, "Apa yang kau lakukan di situ?" tanya Bara
"Kebetulan Mr. sudah pulang. Ada yang ingin aku bicarakan." seru Alana
Bara merasa aneh. Tidak biasanya Alana terlihat serius seperti ini. Sebenarnya, apa yang ingin dia bicarakan?
"Duduklah, Mr.!!"
Bara duduk di sofa yang bersebrangan dengan Alana. Dia melihat gadis itu yang menunduk dan kemudian menghela nafas seolah mengumpulkan keberanian untuk mengatakan maksudnya.
"Mr. pernah berkata padaku jika Mr. mencintai wanita lain. Dan dia adalah Mrs. Amanda. Saat ini Mr. Sudah menemukan kembali cinta Mr. Jadi, bagaimana jika kita akhiri saja pernikahan kita. Lebih cepat, lebih baik. bukan?"
Deg
Bercerai? Entah mengapa mendengar kata itu membuat kepala Bara mendidih. Inilah akibat dari menikah dengan anak kecil. Dia menganggap pernikahan seperti permainan. Hah... Sepertinya Bara tidak menyadari kesalahannya.
"Apa maksudmu berkata seperti itu, Alana? Apa kau pikir pernikahan itu sebuah permainan yang bisa kau akhiri kapan saja, hah?" sentak Bara
Alana tersenyum sinis. Dia menatap Bara dan berkata, "Jadi kau menganggap ku mempermainkan pernikahan? apa kau benar-benar tidak menyadari kesalahan mu?' tanya Alana tidak kalah geram
"Dari awal kita tidak menyetujui perjodohan ini dan kita sepakat menandatangani surat perjanjian. Dari awal kita sudah mempermainkan pernikahan kita. Dan sekarang, kau lebih banyak menghabiskan waktu dengan wanita itu, apa kau masih menganggap kau tidak mempermainkan pernikahan?"
Deg
Bara mengepalkan tangannya. Dia sangat bodoh karena baru menyadarinya sekarang. Memang, setelah bertemu Amanda, Dia lebih sering menghabiskan waktu dengannya, sampai-sampai dia melupakan Alana. Pantas saja jika gadis itu ingin mengakhiri hubungan mereka. Jika dia berada di posisi Alana, pasti dia juga akan melakukan hal yang sama.
"Aku sudah siap menjadi janda muda, Mr." lanjut Alana
Bara berpindah tempat dan duduk di sebelah Alana. Tanpa ragu, pria itu menggenggam tangan Alana dan berkata, "Beri aku waktu, Al. Aku sudah mengatakan pada Manda kita sudah menikah. Tapi saat ini Manda sangat membutuhkan ku. Dia mengalami hal buruk, untuk itu aku hanya ingin menghiburnya." terang Bara
"Apa dia tidak mempunyai keluarga? Kenapa harus Mr. yang dia butuhkan? Apa kau pikir aku tidak membutuhkan Mr.? Sebenarnya siapa istri Mr.? Aku atau Dia?" sentak Alana. Walau dia merasa senang karena Bara mengatakan pada Amanda mengenai statusnya, tapi tetap saja mendengar alasan Bara membuatnya sangat muak.
"Bukan begitu. Keluarga nya pindah ke luar negeri, dan di sini dia sendiri."
"Sekarang tidak lagi karena ada kau di sampingnya." sela Alana
"Al, aku...." ucapan Bara terhenti saat ponselnya berdering. Dia merogoh ponsel di dalam sakunya dan melihat si penelepon.
Alana mengintip nama yang tertera di sana. Dia berdecih pelan karena baru saja mereka berpisah, tapi wanita itu sudah menghubungi Bara lagi.
"Angkat Mr.!! Siapa tahu dia membutuhkan bantuan mu." sindir Alana
Bara mengangkat sambungan telepon tersebut. Dan entah apa yang wanita itu katakan, tapi Bara terlihat sangat panik. "Baik, aku akan segera kesana." Tanpa memikirkan Alana, Bara bergegas pergi menemui Amanda.
Alana hanya bisa tersenyum kecut. Hatinya benar-benar sakit. "Baiklah, Kau yang memintaku melakukan hal ini Mr. Aku juga akan melakukan hal yang sama, seperti yang kau lakukan sekarang."
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu