NovelToon NovelToon
Dendam Si Cacat

Dendam Si Cacat

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Kebangkitan pecundang / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Anak Lelaki/Pria Miskin / Tamat
Popularitas:45.2k
Nilai: 5
Nama Author: Virus

Dalton Higs, terlahir cacat. Satu tangannya tidak berfungsi. Saat bermain petak umpet dengan kedua orang tuanya. Seseorang datang, menembaki keduanya tanpa ampun.

Dirinya yang saat itu bersembunyi di balik lemari pakaian, menyaksikan pembunuhan tragis malam itu.

Ketika uang berbicara, nyawa bisa melayang. Hanya uang, semua urusan selesai. Dan Hanya uang yang dapat membungkam mulut manusia kecuali binatang. Pembunuh itu tidak tahu, jika masih ada saksi mata yang melihatnya dan tidak bisa disuap.

Menjadi cacat, dan miskin tidak membuatnya terpuruk, justru berambisi untuk menjadi kaya dengan kecerdasannya.


Tumbuh dewasa lalu membalaskan dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prohibition

Dalton kembali ke rumahnya, setelah bersembunyi beberapa menit. Ia juga telah melihat pembunuh itu keluar. Dan beranggapan jika sang pembunuh tidak akan kembali karena peluru telah bersarang di lengannya.

Ia menutup kembali jendela rumahnya dan menyalakan setting keamanan ganda. Pintunya kini tertutup teralis besi dan jika dipegang, maka yang memegang akan terkena setruman, bahkan nyamuk yang hinggap pun bisa hangus terbakar

Di kamarnya yang besar dan hanya seorang diri, ia membersihkan pistolnya yang hampir tidak pernah terpakai. Hanya beberapa kali, ia memakainya itu pun saat pelatihan tembak. Tentunya tangan kirinya lah yang mampu membidik dengan tepat.

Bertahun-tahun menggunakan tangan kiri, menulis pun dengan tangan kiri. Saat itu dia belum mampu membeli tangan palsu yang jarinya dapat digerakan. Butuh beberapa tahun untuk sukses dan saat kesuksesan di depan mata, dia merubah penampilannya. Dan saatnya membalaskan dendam

Dalton membersihkan bagian pistol, langkah penting dalam pemeliharaan senjata api untuk memastikan keandalan dan kinerja yang baik.

Ia membuka kamar peluru dan magazen untuk memastikan sekali lagi, tidak ada amunisi yang tersisa didalam pistol

Dengan menggunakan sarung tangan dan kacamata pelindung untuk menjaga keamanan diri. Sebelumnya Dalton telah menyiapkan Kit pembersih pistol (termasuk sikat, pembersih larut minyak, pembersih larut air, lidi atau jepitan, kain pembersih, tusuk gigi, sikat gigi lembut), pelumas senjata api yang sesuai dan kain kering.

Yang pertama dilakukan Dalton adalah melepaskan magazen dari pistol, lalu menarik pelatuk ke belakang dan periksa bahwa laras kosong.

Kemudian Dalton mulai melepaskan bagian slide dengan memindahkan tuas penguncian ke posisi terbuka, setelah itu ia melepaskan pegas recoil dan laras dari slide. Bersihkan bagian slide, pegas recoil, dan laras dengan sikat dan pembersih larut minyak. Dalton menyikatnya secara lembut untuk menghilangkan kerak, karat, dan kotoran.

Setelah itu Dalton membilas bagian-bagian tersebut dengan pembersih larut air untuk menghilangkan residu pembersih larut minyak.

Dalton kemudian mengeringkan bagian-bagian tersebut dengan kain bersih dan kering.

Tak lupa ia juga membersihkan bagian dalam frame pistol dengan sikat dan pembersih larut minyak. dan membilasnya dengan pembersih larut air dan keringkan dengan kain bersih dan kering.

Dalton juga membersihkan bagian yang kecil seperti pelatuk, tuas penguncian, dan alur amunisi. Kemudian langkah terakhir Dalton mengolesi dengan pelumas senjata api yang sesuai secara merata dan tipis. Kemudian bersihkan dengan kain bersih. Pistol dirakit kembali setelah dibersihkan.

Diambilnya kotak khusus yang berisi beberapa amunisi dan menaruhnya dalam lubang peluru. Menutup kembali kamar peluru dan mengarahkan bidikan ke depan pintu, sembari mengingat peristiwa kelam yang menimpa dirinya saat kecil.

Matanya berkaca-kaca jika mengingat hal itu kembali.

.

.

.

"Ayah..." ucap Megan pelan.

Kemudian pria yang dipanggil Ayahnya itu mengisyaratkan untuk diam. Dia tidak ingin istrinya terbangun dan melihatnya. Lebih tepatnya mantan istri yang tidak pernah diceraikan dalam hukum. Status mereka masih suami istri dalam hukum negara. Namun tak pernah lagi satu rumah sejak selingkuh dengan wanita penghibur.

"Aku haus, ambilkan minum, gas api atau korek api apa saja dan ambilkan aku pisau," ucap Mark

Keduanya masih didepan, karena sang Ayah tidak berkenan untuk masuk.

"Untuk apa itu semua?" tanya Megan

"Aku ingin mengambil peluru itu sendiri,"

"Itu berbahaya, kita harus ke...," ucapan Megan terputus

"Kau banyak bicara sekali, ambil saja cepat! Dan jangan lupa wisky," ucap Mark

Kalau saja dia bukan Ayahku, sudah ku kunci dia diluar, batin Megan

"Aku tidak punya minuman beralkohol seperti itu. Kau lupa keadaan kami sangat miskin," ucap Megan kemudian masuk kedalam rumah

Dia masih ingat betul bagaimana dirinya harus membayar hutang-hutang sang Ayah. Bahkan mereka harus meminjam pada rentenir. Jika tidak maka rumah merekalah jaminannya. Demi hanya untuk bertahan hidup dan mempertahankan tempat tinggalnya, Megan bekerja apapun kecuali jual diri.

Beruntung saat sekolah, Megan termasuk anak yang pintar dan mendapatkan beasiswa dari sekolahnya, Megan juga berharap adiknya mendapatkan beasiswa juga setelah membawa nama baik sekolahnya.

Saat Megan masuk dan mengumpulkan barang-barang yang diminta Ayahnya. Ibunya menghampiri Megan.

"Aku seperti mendengar suara Vir, apa Ayahmu datang kemari?" tanya Ibunya Megan

"Bu, namanya sekarang Mark. Ayah masih buronan dan seharusnya kita tidak mengingat apapun tentangnya," ucap Megan sedikit kesal

"Aku masih yakin dia ada disini," Ibunya Megan mencarinya ke depan rumah, tidak ada siapapun. Lalu ia mencarinya ke samping. Megan langsung memanggil Ibunya.

"Ahhhh Buu tolong," ucap Megan sengaja berteriak

"Ada apa?!" tanya ibunya seraya menghampiri Megan dan tidak jadi keluar rumah

"Aku hanya kaget, tadi ada tikus yang melewati kaki ku. Sepertinya tikus itu masuk ke kamar mu Bu," Megan berbohong

"Ck tikus nakal," Ibunya Megan paling tidak suka dengan tikus apalagi kalau tikus itu masuk ke kamarnya. Ia mengambil sapu dan pergi ke kamarnya.

Megan cepat-cepat membawa semua barang yang diminta Ayahnya kemudian keluar dari pintu samping.

Ayahnya menghilang.

"Ayah...?" teriak Megan namun tidak mengeluarkan suara, hanya suara bisikan

"Aku di sini," ucap Ayahnya pelan dan melambaikan tangan.

Dia bersembunyi dibelakang pohon besar. Megan berjalan mendekatinya dan memberikan barang-barang itu tepat di sebelahnya.

"Aku harus masuk, Jika tidak Ibu akan curiga,"

"Hemm masuklah.... thanks," ucap Mark mengambil botol berisi air dingin dan meminumnya

Megan melangkahkan kakinya pergi, lalu Mark memanggilnya lagi.

"Megan, kau sebaiknya keluar dari perusahaan mu yang sekarang," ucap Mark

"Kenapa? Aku bahkan baru dua hari bekerja di tempat itu,"

"Pokoknya kau harus pergi.. Dan sebisa mungkin untuk tidak mendekati Dalton," ucap Mark

"Dia bosku dan aku bahkan menjadi sekretarisnya bagaimana mungkin aku tidak berada didekatnya! Katakan padaku ada masalah apa? Apa kau mengenalnya?" tanya Megan

Mark membuka ikatan kain di lengannya kemudian melepaskan mantel, topi dan penutup wajahnya. Lalu menggulung lengan kaosnya.

"Dia itu....," Mark terlihat berpikir, "Dia penjahaat kel44min," timpalnya

"Astaga," Megan shock mendengarnya. Dia langsung teringat saat Dalton masuk kedalam kamar mandi dan menyentuh bahunya.

Megan hampir mempercayai ucapan ayahnya.

"Tapi....aku tidak mungkin menjauhinya. Dia juga telah baik kepada kita. Dia membayar hutang ku pada rentenir dan juga dia pernah membelikan kita bahan makanan. Aku rasa dia tidak sejahat itu," ucap Megan

"Itulah caranya mengambil hatimu. Kalau kau tidak bisa keluar dari kantornya. Intinya aku tidak ingin kau berhubungan lebih dengannya. Camkan itu!" ucap Mark mewanti-wanti Megan untuk tidak berhubungan lebih dari sekedar bos dan sekretaris.

"Hmmm aku rasa tidak mungkin, dia tidak akan tertarik dengan ku yang kucel, berantakan, sembrono,"

"Itu artinya kau tertarik dengannya?" tanya Mark

"Megannn kau dimana?" teriak ibunya dari dalam rumah.

"Ohh aku harus masuk, bye ayah," Megan masuk dan memikirkan ucapan Ayahnya.

Ya Megan tertarik dengan Dalton sejak pertama kali bertemu. Dan ketertarikannya semakin kuat saat pria itu berkali-kali membantunya.

1
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
wah dalton pewaris yang sebenarnya
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
aman gak tuh di rumah Victoria
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
waah pikiranku udah kmn2 bayanginnya
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
tegas banget lansung gass ke KUA
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
aah keciduk yaa
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
semoga lancar acaranya
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
waah kejutan.. mau mau mau 😂
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
ais Megan malah ngumpet gmn visual Megan.. apa cntik sempurna
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
wah dalton mulai kesem sem
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
Megan pasti sangat khawatir Ama dalton
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
siapa yang menahan pintu. apa dia orang jahat
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
apa tangan dalton baik2 aja
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
aah visual dalton tatapannya tajam
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
sepertinya akan bertepuk sebelah tangan
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
aah cinta dalam diam
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
Megan tak mengenali.. itu parah yaa lukanya
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
kenapa bisa samaan🤔
🎸𝐕𝐢𝐚𝐍 ²⁷²⁷
dag Dig dug
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
akhirnya berani juga dalton ngungkapin perasaanya sm megan
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
wah wah wah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!