Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Hamil
Steven yang mendengar ucapan Arana tersenyum, karna merasa
lucu dengan apa yang tengah Arana katakan padanya.
“Makan saja yang ingin kamu makan.” Seven tersenyum melihat
ke arah Arana ketika mengatakan itu.
“Benarkah? Aku bisa memakan apa saja yang aku mau.” Arana
membalas senyuman Steven.
“Tentu saja.” Steven mengedipkan matanya dan itu membuat
Arana tertawa melebar.
Arana mulai mengambil daftar menu yang ada di hadapannya,
lalu melihat-lihat makana apa yang enak ia makan, karna beberapa hari ini nafsu
makannya sedikit berkurang. Dan Steven juga ikut mengambil daftar menu dan
melihat makanan apa yang enak ia makan.
Cukup lama Arana membolak-balikkan daftar menu makanan,
namun tak menemukan makanan yang ia inginkan.
“Stev. Aku tak menemukan makanan yang ingin aku makan.” Wajah
Arana terlihat masam ketika mengatakan itu pada Steven.
“Iya, aku juga tak menemukan makanan yang ingin aku makan.”
Steven ikut dengan apa yang di katakan Arana.
Hingga akhirnya mereka berdua keluar dari Restoran, Arana
berjalan ke arah parkiran bersama dengan Steven. setelah sampai di dekat pintu
mobilnya, Stevan melihat ke arah Arana lalu berkata.
“Ara, enaknya kita makan apa? Steven membuka pintu mobilnya
lalu masuk, begitupun dengan Arana yang ikut membuka pintu lalu masuk ke dalam
mobil.
“Aku mau makan makanan yang asam.” Arana melihat ke arah
Steven ketika mengatakan itu. Namun Arana juga merasa bingun kenapa tiba-tiba
dia ingin memakan makanan asam.
“Aku juga ingin makan makanan itu.” Steven terlihat menelan
liur ketika mengatakan itu pada Arana.
Setelah mengatakan itu, Steven mulai melajukan mobilnya,
mencari dimana dirinyabisa menemukan penjual makanan asam tersebut, hingga
akhirnya Arna menyuru Steven untuk menghentikan mobilnya.
“Stev, itu.” Arana menunjuk penjual rujak yang ada di
pinggir jalan.
“Yakin! kita makan rujak di situ?” Steven melihat ke arah
Arana ketika mengatakan itu.
“Tentu saja.” Arana membuka pintu mobil lalu berlari kecil
menuju Arah penjual Buah tersebut.
Melihat Arana berlari kecil menuju arah penjual rujak.
Steven tersenyum di dalam mobilnya ketika melihat Arana seperti anak kecil berlari
seperti itu.
“Gadis yang sangat lucu.” Steven tersenyum, lalu membuka
pintu mobilnya lalu berjalang ke arah Arana yang kini mulai memakan rujaknya.
“Ini sangat enak Stev. Aaa.” Arana menusuk mangga yang
terdapat pada rujaknya lalu menyuapi Steven.
Mungking karna tak bisa menahan air liurnya yang hampir
keluar dari mulutnya, dengan segera Steven membuka mulutnya lalu memakan buah
mangga yang Arana sodorkan ke dalam mulutnya.
Kini Steven mulai menikmati rujaknya sendiri, sesekali
Steven menyuapi Arana dengan rujak yang ada di tangannya, layaknya seperti
seorang suami yang memanjakan istrinya yang tengah hamil muda, seperti itulah
cara Steven menyuapi Arana, nahkan dirinya begitu terlihat sangat senang
melakukannya.
Arana yang melihat perlakuan baik Steven yang seperti itu
kepadanya merasa begitu sangat nyaman. Arana juga tak mengerti kenapa dirinya
merasa seperti itu, padahal pertemuannya dengan Steven hanya terbilang singkat
dan itupun baru dua kali ini. Namun perasaan yang Arana rasakan begitu sangat
nyaman.
Setelah selesai memakan rujaknya, Arana beranjak, lalu
berjalan namun baru beberapa langkah tiba-tiba Arana mual, kepalanya mulai
terasa begitu sangat pusing, penglihatannya mulai memburam. Dam mulai
kehilangan kesadaran.
Steven yang berjalang di belakang, melihat Arana yang ingin
terjatuh, dengan segera memegan pinggulnya, lalu menariknya mendekat ke rah
tubuhnya.
“Arana, kamu kenapa?” Steven menepuk pelan wajah Arana
ketika mengatakan itu, Steven nampak terkejut melihat Arana yang tiba-tiba
terjatuh, lalu tak sadarkan diri seperti ini.
Steven pun mengankat tubuh Arana berjalan menuju arah
mobilnya, setelah sampai di dekat pintu mobilnya dengan segera Steven membuka
pintu, lalu memasukkan tubuh Arana yang kini tak sadarkan diri lalu
melajukannya mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
“Arana kamu kenapa?” Steven melihat ke arah wajah Arana yang
kini terlihat sangat pucat duduk di sampinnya, lalu kembali pokus melihat ke
arah jalanan karna saat ini Steven masih mengemudikan mobilnya.
Setelah sampai di depan pintu utama ruamah sakit, dengan segera
Steven keluar, lalu mengintari mobilnya berjalan ke arah pintu dimana Arana
saat ini. Steven mebuka pintu lalu mengankat tubuh Arana keluar dari dalam mobilnya,
lalu mengankatnya masuk ke dalam rumah sakit.
“Selamat Tuan, anda akan segera menjadi seoarang Ayah.”
Steven nampak sangat terkejut ketika mendengar ucapan selamat dari mulut Dokter
yang menangani Arana.
“Apa! Hamil!” Steven terkejut tak percaya kalau Arana
benar-benar hamil.
Setelah dokter mejelaskan semuanya kepada Steven, kini
Steven berjalan ke arah Apotik untuk mengambil obat yang telah di resepkan oleh
Dokter padanya. Dengan wajah bingun, tidak percaya dengan semua yang di katakan
oleh dokter dengan langkah yang terlihat kaku Steven berjalan ke arah Apotek
rumah sakit.
Di dalam langkahnya Steven ta berkata sendiri, “Apa Aditya
mantan kekasih Arana yang telah melakukan ini?” bingun “Apa karna ini Aditya
memutuskan Arana? Karna tak ingin bertanggun jawab dengan apa yang tengah ia
lakukan? Berengsek sekali!” tersenyum sinis “Aku saja yang tak mengetahui siapa
yang telah aku rampas masa depannya, berusaha akan tetap mencarinya dan segera
bertanggun jawab dengan apa yang tengah aku lakukan padanya. Aku tak perduli
siapapun dia, yang jelasnya aku telah melakukan kesalahan yang besar
terhadapnya.”
Arana tersadar dari pingsangtnya, lalu mendengarkan ucapan
Dokter yang menyatakannya hamil, begitu sangat syok dan terkejut, tak menyangka
kejadian di malam itu berlanjut dengan adanya kehamilannya.
Arana begitu sangat malu, di tambah Stevenlah orang pertama
yang mengetahui kehamilannya, apa yang akan Steven pikirkan tentang dirinya
setelah mengetahui semua itu, dan bagaiman tanggapan keluarganya itu semua yang
telintas dalam pikiran Arana saat ini.
Tampa berpikir panjang Arana, berlari keluar dari dalam
ruangan rawat yang dia tempati saat ini, dan berlari menaiki tangga menuju arah
atap rumah sakit. Arana merasa dirinya saat ini sangat hancur, sehancur
hancurnya.
Dengan deraian air mata Arana berjalan mendekat ke arah
pinggir gedung, dengan menatap ke arah depan dengan pandangan yang kosong.
Arana terlihat begitu sangat sedih, kesedihannya tidak bisa di artikan saat
ini, yang ada dalam benaknya hanya ada satu yaitu mengakhiri hidupnya sendiri
agar semua masalahnya terselesaikan. Untuk menghilangkan Aib dan beban hanya
itu yang bisa Arana lakukan dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri.
“Ayah. Maafkan aku. Aku telah membuatmu kecewa.” Setelah mengatakan
itu Arana mulai melangkah mendekat ke arah pinggir atap rumah sakit, dan ingin
segera melompat.
Namun tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di perutnya
dan membawanya menjauh dari pinggir atap rumah sakit tersebut.
“Apa yang ingin kamu lakukan?...
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂