NovelToon NovelToon
My Little Girl

My Little Girl

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:84.7k
Nilai: 5
Nama Author: Riska Almahyra

Ignazio Demetrios pria tampan dan beriwabawa, juga seorang pebisnis yang sukses di segala bidang. Di Usianya yang menginjak kepala empat masih saja melajang, bahkan ia mendapat julukan perjaka tua dan pria impoten.

Seumur hidupnya ia baru tertarik pada wanita belia yang berumur dua puluh lima tahun bernama Fiona Havelaar.

Satu hal yang tak pernah Fiona bayangkan, menikah dengan pria tua yang seumuran dengan pamannya membuat ia merasa jijik dan menyembunyikan pernikahannya dari teman kampusnya. Menikah dengan pria tua seperti aib yang harus Fiona tutupi rapat-rapat. Mampukah Fiona menyimpan aib yang ia sembunyikan di tengah gempuran Zio yang ingin menunjukkan bahwa dia pria normal? Yuk ikuti kisah Zio & Fiona

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terungkap

“Astaga.”

“Ada apa?” tanya Ignazio khawatir melihat wajah Fiona yang terkejut.

“Aku kebelet buang air kecil, aku ke kamar mandi sebentar ya.”

Ignazio memandang kepergian Fiona. Ia berjalan tanpa arah hingga bertemu dengan Asya.

Ignazio memperhatikan wanita yang di bawa Arsya. Wanita muda, sepertinya Ignazio pernah bertemu. “Apakah kita pernah bertemu?”

Feriska yang mendapat pertanyaan memandang wajah Ignazio sebentar untuk memastikan. “Sepertinya tidak, namun aku pernah melihatmu berada di jalan menuju kampus dengan mobilmu.”

Kini Ignazio ingat, wanita cantik yang bersama Arsya adalah teman Fiona.

Arsya menarik Feriska semakin menempel pada tubuhnya. “Jangan macam-macam ya!” Arsya memberi peringatan pada Feriska. Feriska tersenyum manis.

Ignazio yang melihatnya sedikit jijik, ternyata temannya sangat pencemburu. “Lagian aku sudah punya Fiona, tidak akan merebut wanitamu.”

Arsya teringat keponakannya. “Ah iya, kamu tidak datang bersamanya?”

“Dia sedang ke toilet.”

Arsya mulai kelabakan, ia tidak bisa membiarkan Fiona melihatnya sedang bersama wanita. “Sayang, kamu pulang duluan ya.”

Feriska mengerutkan keningnya. “Kenapa aku harus pulang? Kita baru saja sampai.”

“Menurutlah, sayang.”

Bibir Feriska terkatup, ia berjalan pergi meninggalkan Arsya dan temannya dengan perasaan kesal.

“Kenapa kamu mengusirnya?”

“Tamat riwayatku, jika sampai Fiona melihatnya. Ia pasti akan mengadu pada Papi dan mamiku.”

Samar-samar Feriska masih bisa mendengar ucapan Arsya, hatinya sedikit dongkol. Ternyata Arsya menyuruhnya pergi agar hubungannya tidak ketahuan oleh orang tuanya. Sepertinya Arsya memang tidak serius dengan hubungan ini.

Feriska meninggalkan gedung, ia menyeberangi jalan. Tujuannya mini market di sebrang jalan. Saat masuk Feriska melihat Fiona tengah duduk di salah satu meja yang tersedia di sana. “Fiona,” Feriska melambaikan tangannya.

Fiona yang sedang meminum secangkir coklat panas menengok. Ia cukup terkejut saat melihat ternyata Feriska yang memanggil.

Feriska menghampiri Fiona, ia menatap heran pada baju serta riasan yang di kenakan Fiona. “Tidak biasanya kamu tampil anggun seperti ini, habis dari mana?”

Fiona menampilkan deretan gigi putihnya. “Melarikan diri, aku di paksa orang tuaku untuk menghadiri pesta di gedung depan.”

Feriska ikut duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan sahabatnya. Feriska menunjukkan wajah sedihnya. “Aku di usir om senangku.”

“Benarkah kamu datang ke pesta bersama om senangmu. Jadi pria yang bersamamu itu dia?”

“Kamu melihatnya? dia tampan sekali kan.”

“Aku tidak bisa melihat wajahnya, karena dia memunggungiku.”

Feriska mengambil ponsel di dalam tasnya. Tangannya mengotak-atik sebentar sebelum menunjukkan layarnya pada Fiona. “Ini dia, tampan sekali kan?”

“Papa.” Wajah Fiona terkejut melihat layar ponsel Feriska yang menampilkan wajah Arsya.

“Apa, papa?” bukan Fiona saja yang terkejut, ternyata Feriska juga ikut di kejutkan dengan panggilan Papa pada om senangnya.

“Kenapa kamu mengencani papaku?”

Wajah Feriska cukup kesal mendengar pertanyaan sahabatnya. “Maksudmu Papa apa Fiona. Om senangku tidak memiliki keluarga dia lajang.”

Fiona menepuk jidatnya sendiri. “Papa itu, ah maksudku. Om Arsya itu pamanku, namun waktu kecil Ayahku masuk penjara. Aku beserta Filio memanggilnya Papa.”

“Jadi maksudmu kita akan bersaudara?”

Fiona menyesal telah membeberkan hubungan keluarganya dengan Arsya, itu artinya jika sampai Feriska tahu Arsya dekat dengannya bagaimana jika dirinya ketahuan sudah menikah dengan Ignazio.

“Aduh Feriska aku kebelet ke toilet.” Fiona berlari meninggalkan Feriska. Setelah di rasa cukup aman, dan jauh dari jangkauan sahabatnya Fiona mengambil ponselnya lalu menghubungi Arsya. “Papa,” panggil Fiona.

[Ada apa sayang?]

“Kenapa papa tidak bilang jika berkencan dengan temanku, aku akan adukan kepada Oma dan Opa,” Fiona sengaja memberikan ancaman.

[Jangan dong sayang, nanti Papa kena masalah.]

“Kalau Papa tidak ingin Oma dan opa tahu, Papa juga tidak boleh memberitahu Feriska jika aku menikah dengan Zio.”

[Baiklah, papa berjanji tidak akan memberitahu Feriska.]

“Oke, bye Pa.” Feriska menutup telepon dengan perasaan tenang, kini ia tidak perlu khawatir jika pernikahannya di ketahui oleh teman-temannya.

Telepon Fiona kembali bergetar, panggilan masuk dari Ignazio.

[Kamu di mana? Kenapa lama sekali?]

Suara Ignazio terdengar sangat nyaring, hingga Fiona menjauhkan ponselnya dari telinga. “Iya perutku mulas, kayaknya aku telat makan. Ini lagi di minimarket depan gedung cari obat.”

[Kalau begitu tunggu di sana aku akan menyusul.]

“Aku tunggu di basemen saja ya.” Fiona tidak ingin Feriska sampai bertemu dengan Ignazio.

[Aku ke sana sekarang juga]

Fiona menutup teleponnya, ia berjalan menghampiri Feriska yang kini tengah menikmati mie instan dalam cup. “Aku duluan ya, sudah di minta pulang oleh ibu dan Ayah.”

“Hati-hati calon anakku,” goda Feriska.

Bibir Fiona mencebik kesal mendengar panggilan dari Feriska. “Hati-hati juga calon ibu tiri, jangan sampai kepincut om-om lain.”

“Enggak bakal.” Feriska sudah jatuh cinta setengah mati pada Arsya.

Fiona meninggalkan Feriska, ia melintasi jalanan dan masuk ke basemen gedung tempat mereka memarkirkan mobil.

Fiona berdiri di samping mobil Ignazio, menunggu kedatangan suaminya.

Ignazio berlari saat melihat tubuh Fiona. “Perut kamu masih sakit?”

Fiona bisa melihat wajah Ignazio yang terlihat sangat khawatir. Ia mengangkat obat yang ia beli di mini market depan. “Sudah teratasi.”

Ignazio bisa bernafas lega. “Mau kembali ke dalam, atau pulang ke rumah saja.”

Fiona memandang kakinya yang terasa pegal karena sepatu tinggi yang ia gunakan. “Pulang saja.”

Meskipun misi Ignazio memperkenalkan Fiona kepada teman-temannya gagal, Ignazio tidak menganggap itu sebagai masalah besar. Yang terpenting baginya yaitu keselamatan dan kenyamanan Fiona.

Mereka memutuskan untuk segera pulang, selama di perjalanan pulang Fiona lebih banyak diam.

“Kita belum merencanakan honeymoon.”

“Mana sempat memikirkan honeymoon, aku harus lulus tahun ini. Kalau tidak aku akan di DO.”

Seperti dugaan Ignazio, pasti Fiona akan menolak. Tapi tak masalah, karena Ignazio sudah mendapatkan semuanya. Mungkin setelah mendapatkan cinta dari Fiona ia akan mengajak istrinya untuk pergi berlibur. “Bagaimana setelah kamu wisuda?”

“Oke.” Fiona tidak masalah dengan keinginan Ignazio, fokusnya kini hanya pada skripsi. Urusan honeymoon bukan hal yang sulit.

Sampai di rumah, Ignazio berinisiatif untuk mencoba memasak. “Karena seharian ini aku telah membuat asam lambungmu naik, aku akan membuat masakan spesial untukmu.”

“Kamu memang harus bertanggung jawab,” ucap Fiona setuju. Ia mengikuti Ignazio ke dapur.

Dari gerak geriknya Fiona bisa menilai jika suaminya pandai memasak. Namun saat makanan sudah siap dan Ignazio menghidangkannya di depan mata Fiona, sungguh makanan yang di buat Ignazio seperti sampah.

Fiona mengambil sumpit, mengangkat daging slice yang di panggang Ignazio sangat kering bahkan hampir gosong. Garlic bread yang menghitam. “Sepertinya ini tidak bisa di makan.”

Ignazio memandang dengan naas hasil masakannya. “Sepertinya memang iya. Aku akan mencoba masak menu lain,” usul Ignazio.

“Tidak perlu, kita pesan pizza saja,” tolak Fiona. Dia tidak mau berharap lebih, Ignazio tidak pandai dalam hal memasak. Dan ia tidak ingin keracunan, gara-gara makanan.

1
Endach Sukma
dibab awal hpl razita tinggl 2 hari dihari nikahan Fiona. lha kok bayinya lahir prematur,?? aneh....
Ran Aulia
👍👍👍👍
Lusye marce wibowo
alur ceritanya membingungkan, jgn terlalu byk figurannya ya thorr, biar fokus pd peran utamanya
riskaalmahyra: terima kasih atas sarannya ka
total 1 replies
@ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Nur Elza
sngt bgus
@ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Nur Elza: sama²😊
total 2 replies
Triiyyaazz Ajuach
mksh utk karya luar biasanya kk
riskaalmahyra: terima kasih juga sudah setia sampai akhir ka 💕
total 1 replies
Triiyyaazz Ajuach
syukurlah Zio nggak tergoda
Triiyyaazz Ajuach
jgn terperdaya Zio
Triiyyaazz Ajuach
hrs tahan godaan ya Zio klau nggak ax ketok kepalamu pkai centong nasi
Triiyyaazz Ajuach
udh emosi Fiona lgsg bad mood
Triiyyaazz Ajuach
wah Refal mnta dimutasi ke afrika bareng singa" ini 😄😄😄😄
mksh kak bonusan Babnya lope lope sekebon cabe 💜💜💜💜
Triiyyaazz Ajuach
Anthony jgn mulai lagi dech
Suci Yati
ada extra part nya g thor sampai fiona lahihran
Lytapkp
lanjut
Ely Wilda Rusaily
bagus
Ely Wilda Rusaily
satu kata dari penggemar karyamu, walawpun singkat tapi WOWWWWW AWSOME
riskaalmahyra: terima kasih kak 💕
total 1 replies
Suci Yati
update nya kapan thor udah pada nunggu thor
💜⃞⃟𝓛 🌸 ναℓ_ναℓ ᴵᵐᵒᵉᵗ🌸🍒⃞⃟
ignazio trnyata bertahan jg ya
Lytapkp
lsnjut
Suci Yati
senengnya sama athor, jangan biarkan pelakor makin tumbuh di Thor💪💪💪
Lytapkp
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!