NovelToon NovelToon
Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Pusaka Rongsokan dan Kemarahan Naga

​Lelaki tua kurus yang tertidur bersandar pada sapu lidinya itu tidak bergerak ketika Ye Xuan meletakkan Token Murid Inti di atas meja batu. Namun, tepat saat kaki Ye Xuan hendak melangkah melewati ambang pintu pagoda, sebuah suara serak dan lambat terdengar.

​"Fisik yang seberat gunung, aliran darah yang bergemuruh bagai lautan... Anak muda, tubuhmu memendam api yang bisa membakar langit, tapi jika kau tidak menemukan wadah yang tepat untuk menyalurkannya, kau hanya akan membakar dirimu sendiri."

​Langkah Ye Xuan terhenti. Ia menoleh sedikit, menatap lelaki tua yang masih memejamkan mata itu. Orang ini bisa merasakan kepadatan fisik Tulang Emas Primordial-nya padahal Ye Xuan sudah menekan auranya secara ekstrem!

​"Terima kasih atas pengingatnya, Senior. Justru karena itulah saya datang ke sini," jawab Ye Xuan dengan nada hormat namun tidak merendah. Ia menangkupkan tangan, lalu berjalan masuk ke dalam kegelapan Paviliun Pusaka dan Kitab Suci.

​Setelah Ye Xuan menghilang di balik tangga, lelaki tua itu perlahan membuka satu matanya. Sebuah kilatan cahaya bintang melintas di pupil matanya yang keruh.

​"Menarik... Anak ini memancarkan aura arogansi kuno yang bahkan membuat pedang tuaku gemetar. Penatua Zhao si bodoh itu benar-benar menendang pelat baja kali ini," gumam lelaki tua itu sebelum kembali tertidur sambil mendengkur pelan.

​Paviliun berlantai sembilan itu sangat luas. Berkat status Murid Inti-nya, Ye Xuan memiliki akses langsung hingga ke lantai lima, tempat di mana sekte menyimpan senjata spiritual tingkat menengah puncak dan teknik bela diri kelas atas.

​Begitu Ye Xuan tiba di lantai lima, matanya disambut oleh ratusan rak kayu spiritual yang memancarkan cahaya warna-warni dari penghalang formasinya. Berbagai pedang terbang, tombak, golok, hingga cambuk spiritual melayang di dalam gelembung energi.

​Ye Xuan berjalan mendekati sebuah pedang besar (broadsword) berwarna perak yang dikategorikan sebagai senjata tipe berat. Ia menghancurkan gelembung energinya dengan satu sentilan jari dan meraih gagang pedang itu.

​KRAK.

​Baru saja ia menggenggam dan mencoba mengayunkannya sedikit, gagang pedang tingkat spiritual itu retak. Ye Xuan mengerutkan kening. "Terlalu ringan. Benda ini beratnya tidak lebih dari tiga ratus kati. Di tanganku, ini terasa seperti memegang ranting rapuh. Jika aku mengayunkannya dengan tenaga penuh, senjatanya akan hancur sebelum mengenai musuh."

​"Tentu saja, Bocah," suara Master Naga bergema dengan nada meremehkan. "Kekuatan fisikmu sekarang berada di angka seratus ribu kati! Senjata spiritual biasa yang dirancang untuk menyalurkan Qi tidak akan sanggup menahan daya ledak otot-ototmu. Kau membutuhkan senjata yang murni mengandalkan berat dan kepadatan materi, bukan ketajaman."

​"Lalu di mana aku bisa mencarinya? Semua senjata di sini terlalu rapuh," keluh Ye Xuan sambil melemparkan kembali pedang perak itu ke tempatnya.

​"Gunakan insting nagamu. Di sudut paling utara lantai ini, ada fluktuasi besi dingin yang sangat padat. Benda itu terkubur oleh debu dan diabaikan karena tidak bisa mengalirkan Qi manusia biasa."

​Mengikuti petunjuk Master Naga, Ye Xuan berjalan melewati deretan senjata bercahaya menuju sudut tergelap di lantai lima. Di sana, tergeletak sebuah pilar besi berwarna hitam pekat, tertutup jaring laba-laba dan karat. Tidak ada gelembung energi pelindung, seolah sekte ini benar-benar menganggapnya sebagai rongsokan.

​Ye Xuan berjongkok dan mengusap lapisan karatnya. Benda ini bukan sekadar pilar, melainkan sebuah Tombak Raksasa (Halberd) tanpa mata pisau yang tajam. Ujungnya tumpul dan bilahnya sangat tebal.

​"Besi Meteorit Hitam Ekstrim?" Mata Ye Xuan berbinar mengenali materialnya. Itu adalah salah satu material terberat di dunia kultivasi, sangat sulit ditempa dan hampir tidak bisa menyerap Qi elemen apa pun, membuatnya tidak berguna bagi kultivator biasa.

​Ye Xuan mengulurkan tangan kanannya, mencengkeram gagang tombak hitam itu, lalu menariknya ke atas.

​WUSSH! DUAAAR!

​Lantai lima bergetar hebat saat ujung tombak itu terlepas dari lantai! Angin kencang berhembus, menyapu debu di sekitarnya.

​"Sembilan puluh ribu kati..." Ye Xuan tertawa puas. Urat-urat di lengannya sedikit menonjol. Ini adalah pertama kalinya ia merasakan beban yang pas di tangannya sejak menerobos ke Pembentukan Fondasi. Dengan tombak seberat ini, ditambah kekuatan seratus ribu katinya, satu ayunan biasa cukup untuk meratakan bukit kecil menjadi debu!

​"Hei, Murid Baru!"

​Sebuah suara angkuh memecah kegembiraan Ye Xuan. Dari arah tangga, tiga orang pemuda berjubah Murid Inti melangkah mendekat. Pemuda yang berjalan di depan memiliki wajah sinis dengan aura Alam Pembentukan Fondasi Awal yang kuat.

​"Itu adalah Tombak Besi Mati. Benda itu ditemukan oleh Penatua Kepala di sebuah reruntuhan kuno ratusan tahun lalu. Karena tidak ada satupun kultivator, bahkan di tingkat Inti Emas, yang bisa menggunakannya dalam pertarungan nyata karena terlalu berat dan tidak bisa dialiri Qi, benda itu dibuang ke sini."

​Pemuda itu adalah Wang Li, salah satu pengikut setia Zhao Feng. Matanya menatap Ye Xuan dengan tatapan memusuhi.

​"Kudengar kau mempermalukan Paman Guru Zhao di puncak gunung tadi pagi," Wang Li melipat tangannya di dada. "Sebagai Murid Inti baru, kau seharusnya tahu tempatmu. Di wilayah Murid Inti, Kakak Pertama Zhao Feng adalah langitnya. Kau menyinggung keluarganya, itu sama saja dengan menggali kuburanmu sendiri."

​Ye Xuan mengangkat tombak raksasa seberat sembilan puluh ribu kati itu dan menyandarkannya di bahunya dengan santai, seolah ia hanya memanggul sebatang bambu. Gerakan kasual ini membuat dahi Wang Li sedikit berkedut, namun ia mencoba menutupi keterkejutannya.

​"Apakah anjing-anjing peliharaan Zhao Feng hanya bisa menggonggong tentang siapa majikannya?" Ye Xuan memiringkan kepalanya, matanya sedingin es. "Minggir. Aku ingin mendaftarkan senjata ini."

​"Beraninya kau!!" Dua pengikut di belakang Wang Li menghunuskan pedang mereka.

​Wang Li mengangkat tangannya, menghentikan mereka, lalu tersenyum kejam. "Aturan paviliun melarang pertarungan berdarah. Tapi... sebagai Murid Inti senior, aku memiliki hak untuk 'menguji' kecocokan junior dengan senjatanya."

​BOOM!

​Wang Li tiba-tiba melepaskan seluruh Qi Pembentukan Fondasi-nya. Telapak tangannya berubah menjadi warna perak menyala. Ia menerjang maju dengan kecepatan kilat, berniat menghantam dada Ye Xuan. Ia berencana meremukkan organ dalam Ye Xuan menggunakan energi rahasia agar pemuda itu cacat tanpa meninggalkan luka luar yang nyata!

​"Mati kau, Sampah yang hanya beruntung!"

​Melihat serangan mematikan yang mendekat, ekspresi Ye Xuan tidak berubah sama sekali. Ia bahkan tidak melepaskan tekanan Qi emasnya.

​Ia hanya mengayunkan Tombak Besi Hitam yang tersandar di bahunya ke depan dengan ayunan setengah lingkaran.

​Tidak ada teknik yang rumit. Tidak ada cahaya spiritual. Murni hanya kekuatan fisik seratus ribu kati yang mengayunkan besi padat seberat sembilan puluh ribu kati!

​SWUUUUSH—BAMMMM!!!

​Ayunan itu terlalu cepat hingga udara di depannya terkompresi dan meledak! Tekanan angin sonik yang mengerikan menghantam ruang di depan Ye Xuan sebelum ujung tombak itu sendiri menyentuh targetnya.

​"A-apa?!"

​Mata Wang Li melebar hingga nyaris robek. Serangan telapak tangan peraknya hancur berkeping-keping hanya oleh tekanan angin dari tombak tersebut!

​Sebelum ia sempat berteriak, angin badai yang sekeras dinding besi menghantam tubuhnya.

​KRAAAK!

​Terdengar bunyi patah tulang yang mengerikan. Tubuh Wang Li dan kedua pengikutnya terlempar ke udara layaknya daun kering yang dihantam angin topan, melesat ke belakang sejauh dua puluh meter, lalu menabrak rak senjata kosong hingga hancur berantakan.

​Mereka bertiga jatuh ke lantai sambil memuntahkan darah segar, seketika pingsan dengan tulang rusuk yang melesak ke dalam.

​Dan semua itu terjadi murni hanya dari angin tebasan Ye Xuan!

​Ye Xuan memanggul kembali tombaknya dengan santai, melirik ketiga tubuh yang tak sadarkan diri itu dengan jijik.

​"Terlalu lemah. Jika aku memukul tubuhnya secara langsung, dia pasti sudah berubah menjadi kabut darah," gumam Ye Xuan sambil menggelengkan kepala.

​"Hahaha! Bagus, Bocah! Kekuatan absolut menghancurkan segala trik murahan!" Master Naga tertawa puas. "Sekarang, tinggalkan tempat ini. Kau tidak perlu mencari kitab seni bela diri di sini. Buku-buku sampah sekte ini tidak pantas untuk kekuatan fisikmu. Kembalilah ke paviliunmu, aku akan mewariskan satu jurus dari Sutra Tempur Naga Primordial: Tebasan Pemecah Bintang!"

​Mendengar nama jurus tersebut, senyum iblis kembali terukir di wajah Ye Xuan. Ia melangkah melewati tubuh Wang Li yang terkapar, meninggalkan Paviliun Pusaka dan Kitab Suci.

1
Divka
bgus
Divka
bgus...smg ye xuan nnt mampu melindungi temen dan rekannya...berbuat baiklah sedikit🤣
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
keren cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!