NovelToon NovelToon
Jodoh Pak Dokter

Jodoh Pak Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Ibu susu / Nikah Kontrak
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Di tengah duka kehilangan bayinya dan pengkhianatan suaminya, Shanum berjuang sendirian demi kesembuhan Sang Nenek, satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Bekerja sebagai ART dengan upah kecil, tak cukup untuk membiayai pengobatan jantung sang nenek di rumah sakit.

Kondisi ini menarik simpati Dokter Daniel yang menangani neneknya. Daniel sendiri tengah didera lara, ia ditinggal selingkuh oleh istrinya dan kini merawat putri kecilnya yang berusia empat bulan seorang diri.

Masalah kian pelik karena sang bayi mengalami alergi susu formula dan sangat bergantung pada donor ASI.

Didorong rasa iba dan kebutuhan yang mendesak, Daniel menawarkan Shanum pekerjaan sebagai pengasuh sekaligus ibu susu bagi putrinya. Bagi Shanum, ini dilema antara kehormatan dan kebutuhan ekonomi. Tanpa ia sadari, bayi kecil yang butuh dekapannya itu perlahan menjadi obat bagi trauma kehilangan buah hatinya.

Akankah pertemuan dua jiwa yang sama-sama patah ini menjadi awal dari kesembuhan luka mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Keesokan harinya, sebuah mobil sedan hitam metalik meluncur membelah jalanan protokol kota Jakarta. Di jok belakang, Nyonya Tania duduk dengan wajah tegang dan pandangan lurus ke depan. Di sampingnya, Yolanda sang asisten pribadi kepercayaannya yang sudah bekerja bertahun-tahun tampak sibuk memeriksa tablet di tangannya.

"Lan, kamu yakin kalau wanita itu sudah kembali dari Paris?" tanya Nyonya Tania, memecah keheningan dengan nada suara yang bergetar menahan luapan emosi.

"Sangat yakin, Nyonya," jawab Yolan cekatan. "Dia sudah ada satu minggu di Jakarta. Menurut informasi yang saya dapatkan, minggu depan dia akan menyelenggarakan pameran besar untuk memamerkan hasil rancangan busana terbarunya. Dan... ada satu hal lagi, Nyonya." Yolan ragu sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.

"Apa? Katakan saja," desak Nyonya Tania tajam.

"Menurut mata-mata saya, sekarang wanita itu sudah terang-terangan menunjukkan hubungannya dengan pria yang dulu menjadi selingkuhannya. Pria itu sekarang menjabat sebagai CEO muda di salah satu perusahaan dari sektor pertambangan besar."

Krek!

Mendengar penuturan Yolan, Nyonya Tania seketika mencengkeram erat kedua tangannya hingga kuku-kukunya memutih. Amarah yang selama ini ia pendam seolah disiram bensin. Mengingat bagaimana wanita itu telah menghancurkan mental dan harga diri Daniel, dada Nyonya Tania terasa begitu sesak.

"Kurang ajar! Dasar wanita iblis, benar-benar tidak punya hati nurani!" desis Nyonya Tania dengan rahang mengatup rapat. "Ya sudah, kalau begitu aku ingin segera menemuinya di agensi miliknya. Bukankah seorang perancang busana terkenal pasti punya butik atau agensi sendiri?"

"Tentu saja, Nyonya. Sesuai dengan perintah Nyonya semalam, saya dan beberapa anak buah saya sudah melacak dan mendapatkan informasi lokasi yang sangat akurat. Pagi ini juga saya akan membawa Nyonya ke sana," ucap Yolan menenangkan.

"Bagus. Ayo cepat, bawa aku ke tempat wanita ular itu sekarang juga. Jangan buang waktu lagi!" perintah Nyonya Tania mutlak.

Mobil berhenti tepat di depan sebuah gedung agensi busana bergaya modern dan estetik di kawasan komersial elite Jakarta. Papan nama besar di depannya memajang nama sang desainer yang kini tengah naik daun di dunia fashion.

Nyonya Tania turun dari mobil dengan keanggunan seorang sosialita kelas atas, namun langkah kakinya memancarkan ketegasan yang mengintimidasi. Dikawal oleh Yolan dan dua orang berbadan tegap di belakangnya, Nyonya Tania langsung bergegas melangkah masuk ke dalam lobi agensi.

Namun, baru saja kakinya melewati pintu kaca otomatis, seorang petugas keamanan bertubuh tegap langsung melangkah maju dan menghadang jalan mereka dengan sopan namun formal.

"Selamat pagi, Nyonya. Mohon maaf sebelumnya, apakah Anda sudah memiliki janji temu dengan Nyonya Klara?" tanya petugas keamanan tersebut sambil menatap rombongan Nyonya Tania.

Nyonya Tania menghentikan langkahnya. Ia menurunkan sedikit kacamata hitamnya, lalu menatap petugas keamanan itu dengan tatapan mata yang dingin dan sarat akan seorang penguasa.

"Bilang pada bosmu, kalau Nyonya Tania Lee ingin bertemu dengannya sekarang juga. Dan aku akan menunggu dia di sini!" jawab Nyonya Tania dengan suara tegas yang bergema di seluruh area lobi, membuat beberapa staf administrasi di meja resepsionis langsung menoleh terkejut.

Petugas keamanan itu sempat ciut melihat aura mewah dan ketegasan wanita paruh baya di hadapannya. "B...baik, Nyonya. Mohon tunggu sebentar, saya koordinasikan dengan sekretaris beliau."

Sembari menunggu, Nyonya Tania melipat kedua tangannya di dada, matanya menatap sinis ke arah deretan manekin berpakaian mewah yang terpajang di lobi agensi itu.

'Cih, baru jadi perancang busana kelas teri yang naik daun berkat uang selingkuhannya saja sudah belagu dan pakai pasang pengawal segala! Kita lihat saja, Klara... sampai di mana kesombonganmu setelah berani menginjak-injak harga diri putraku,' batin Nyonya Tania penuh dendam dan kekesalan yang mendalam.

Di dalam ruang kerja pribadinya yang mewah, Klara sedang memeriksa sketsa gaun terbarunya saat ketukan di pintu menghentikan aktivitasnya. Begitu mendengar laporan dari sekretarisnya bahwa mantan ibu mertuanya, Nyonya Tania Lee, sedang menunggu di lobi bawah, sebuah senyuman menyeringai penuh kelicikan langsung terukir di wajah cantiknya.

Klara menyandarkan punggungnya ke kursi kerjanya, menggulung sketsa tersebut dengan gerakan santai. "Mantan ibu mertuaku tersayang... ada apa ya dia tiba-tiba datang ke sini? Apa dia memohon-mohon agar aku mau rujuk dengan putranya?" gumam Klara pelan, lalu terkekeh meremehkan. "Ck... Mana mau aku kembali hidup dengan pria yang tidak bisa membahagiakanku di atas ranjang. Berbeda sekali dengan Sony, akh...dia pria yang sangat perkasa!"

Klara bangkit, merapikan blazer merah menyala yang dikenakannya di depan cermin besar. "Tapi, boleh juga. Aku ingin sedikit bermain-main dengannya. Dan... dipikir-pikir, aku kangen juga dengan Ziva. Bagaimana kabar putriku itu sekarang ya?" ucapnya pelan sembari melangkah keluar ruangan.

Klara akhirnya menemui Nyonya Tania di salah satu ruangan khusus tamu VVIP di agensinya. Setelah lebih dari tiga bulan lamanya tidak saling bertatap muka sejak putusan sidang perceraian di pengadilan, sikap Klara tiba-tiba berubah menjadi sok akrab. Ia melangkah anggun dengan senyuman yang lebar, bersikap seolah tidak pernah terjadi badai apa pun di antara mereka dan bersikap persis seperti saat dirinya masih menjadi menantu di keluarga Lee.

"Ya ampun, Mam! Aku benar-benar tidak menyangka Mamah Tania ada di sini. Apa kabar, Mam? Bagaimana keadaan Ziva sekarang?" sapa Klara tanpa rasa bersalah sedikit pun, bahkan berniat mengecup pipi mantan mertuanya itu.

Nyonya Tania dengan cepat menggeser duduknya, menghindari kontak fisik dan menatap Klara dengan senyuman kecut yang sarat akan kebencian. "Oh, ya? Aku pikir kau sudah sepenuhnya melupakan kalau kau pernah melahirkan seorang putri."

Klara tertegun sesaat, namun dengan cepat ia mengontrol ekspresi wajahnya dan mendesah dramatis. "Maafkan aku, Mam. Aku benar-benar sangat sibuk akhir-akhir ini mempersiapkan agensiku, jadi belum sempat menjenguk Ziva. Tapi tenang saja, setelah acara fashion show impianku minggu depan selesai, aku pasti akan langsung pergi ke rumah Daniel untuk menjenguk Ziva."

"Tidak perlu repot-repot, Klara. Ziva sudah tidak membutuhkan ibu berhati iblis seperti dirimu lagi!" potong Nyonya Tania ketus dan tajam.

Deg!

Mendengar kalimat menohok dari mantan ibu mertuanya, senyum di wajah Klara langsung memudar. Ia mencengkeram erat kedua tangannya di balik meja, mencoba sekuat tenaga untuk meredam amarahnya yang mulai meradang ke ubun-ubun.

"Apa maksud Mamah berbicara seperti itu?" tanya Klara, nada suaranya mulai mendingin.

"Intinya, Ziva sudah memiliki sosok pengganti dirimu di rumah itu. Seseorang yang jauh lebih tulus dan penuh kasih sayang. Jadi, Ziva tidak butuh dirimu lagi. Paham kan apa yang aku maksud?" ujar Nyonya Tania mantap, menikmati pergolakan emosi di wajah mantan menantunya.

Klara semakin mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kukunya memutih karena kesal. Kebanggaannya terusik. "Maksud Mamah... Daniel sudah menikah lagi? Dia sudah punya istri baru?"

"Tepatnya, calon istri!" ralat Nyonya Tania dengan penekanan yang bangga.

Klara tiba-tiba tertawa renyah, sebuah tawa mengejek yang sengaja dibuat-buat untuk menjatuhkan mental Nyonya Tania.

"Calon istri? Apakah Daniel sudah sembuh dari penyakit memalukannya itu, Mam?" tanyanya dengan nada meremehkan yang sangat kentara.

Mendengar sindiran tajam mengenai harga diri putranya, Nyonya Tania tetap tenang. Ia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan anggun, menolak untuk terpancing umpan dari Klara.

"Tentu saja, Klara. Daniel yang sekarang sudah kembali seperti Daniel yang dulu lagi, pria yang luar biasa dalam segala hal," jawab Nyonya Tania dengan binar matanya yang puas, membuat kebohongan itu terdengar begitu meyakinkan. Ia kemudian berdiri, membetulkan posisi tas Hermes nya dan melirik sekilas ke arah manekin di sudut ruangan. "Oh iya, ngomong-ngomong... lumayan juga hasil rancangan busanamu yang dipajang di depan tadi. Hanya saja, seleramu masih terlihat sangat amatir untuk ukuran Paris."

Setelah melemparkan kalimat telak itu, Nyonya Tania langsung berbalik dan melangkah pergi keluar ruangan tanpa memperdulikan Klara lagi, diikuti oleh Yolan dan para pengawalnya.

Klara berdiri mematung di tempatnya, napasnya memburu naik turun menahan geram. Ia mengabaikan ejekan Nyonya Tania tentang karya rancangannya, karena ada hal lain yang jauh lebih mengganggu pikirannya saat ini.

Satu hal yang belum bisa ia terima dan terus berputar di otaknya, yakni soal Daniel, mantan suaminya yang ia cap cacat, ternyata sudah memiliki calon istri baru secepat ini. Ego dan rasa penasarannya seketika membakar dadanya Klara. Wanita itu berjalan mondar-mandir di dalam ruangannya, menerka-nerka dengan penuh rasa tidak suka.

'Calon istri baru? Wanita seperti apa yang sudi mendampingi Daniel dan bisa meluluhkan hati pria sedingin es itu? Apakah dia wanita kaya raya? Apakah dia jauh lebih cantik, lebih sukses, dan lebih hebat dariku hingga Mamah Tania begitu membanggakannya?' batin Klara bergejolak hebat, dipenuhi rasa tidak rela yang mendalam.

Bersambung...

1
Dew666
🍎🍎🍎🍎
Nar Sih
siip daniel hajar terus sampai klara ngk bisa berkutik dan kmu lah yg jdi pemenang nya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😉
total 1 replies
neny
makanya jng menganggap sepele sm orang lain,, apalagi masa lalu itu km sendiri yg menghancurkan nya,,
shanum masih gk percaya klau daniel cinta sm dia,,ayo daniel nyatakan lg perasaan mu sm shanum nanti di mobil,,biar shanum gk salah faham 🤭
neny: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Nar Sih
semagat 💪daniel smoga kmu lah yg menang atas tuntutan hak asuh ziva
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 😊
total 1 replies
~Ni Inda~
Klw perlu karir yg dia bangun mati²an dg memanfaatkan Sony...hancur berkeping²
Dan Sony yg mulai meragukan cinta Klara kpdnya...segera hengkang...menjauh & lepas tangan thd Klara
Biar sempurna hancurnya perempuan penuh intrik & drama itu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju kak, hancur dengan sikapnya sendiri
total 1 replies
~Ni Inda~
Masalah gakan selesai dg saling menduga
Cobalah utk saling jujur ttg perasaan masing²
Manatau gayung bersambut kan
Klwpun bertepuk sebelah tangan ..ya gpp...anggap uji nyali
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, mantap uji nyali ya kak🤭
total 1 replies
Ilfa Yarni
hajR trus spe masuk bui tuh perempuan licik dia yg berulah dia yg emosi hahaha kau ga bakal menang Kiara dasar perempuan murahan
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
neny
ya iya lah daniel,,km yg buat Hanum seperti itu,,muka km hrs menyelesaikan Maslah ini,,spy kalian berdua harmonis lg🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
semoga shanum dan Daniel yg memenangkan hak asuh ziva
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin 🤲🏼
total 1 replies
neny
semuanya serba salah faham,,sebaik nya jujur ajh sm perasaan masing2,,drpd kesalah fahaman ini ber larut2
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, tunggu saatnya tiba, harus ada salah satu yang mengalah
total 1 replies
Teh Yen
nanti malam.jangan.salahkan.shanum.klaau Tidka.mau.tidur sekamar lagi yah dok.huuh 😤
Teh Yen
lah knp malah kata kata itu yg keluar dari mulutmu Daniel hadeeuh kasian kan shanum terluka padhl dia jg berharap loh dokter Suka smaa dia 🙈
Teh Yen
nah gt dong untung dokter daniel.cepat sadar dengan perasaannya yah ,, smoga shanum jg mau mengakui perasaannya pada Daniel yah
Teh Yen
kasian dokter.daniel.sakit.karena kelelahan mungkin yah
Teh Yen
xixixi .... engg pa pa num pijit ajah lumayan bikin badan rileks kan 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah kali ini gagal mah umpannya 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Yen
Xixixiii mamah Daniel bisa aj nih bikin pengantin baru salah tingkah d nurutin kemauannya dari pada sandiwaranya terbongkar hihii tp bagus sih anggap aj latihan yah 😁
Teh Yen
duh udh main peluk peluk aj nih shanum cie daniel.deg deg gan engg tuh hihii 🤭
Nar Sih
dr daniel ,,jujur dgn shanum biar gak ada slh paham lgi
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😀
total 1 replies
Nar Sih
bnr kan ahir nya dr daniel jatuh cinta dgn mu shanum☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!