NovelToon NovelToon
Mom For ARCHIE

Mom For ARCHIE

Status: tamat
Genre:Tamat / Duda / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:800.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desifa

Arisha, gadis yang tidak pernah merasakan kebahagiaan setelah orang tuanya berpisah.

Tak disangka, takdir membawanya bertemu shean. Pria yang ditinggal istrinya setelah melahirkan putranya..

Demi biaya operasi ibunya, risha terpaksa menerima tawaran shean untuk menjadi ibu sambung dari putranya yang hanya menginginkan gadis itu..

Mampukah Risha menjalani peran Seorang ibu untuk Archie, dan menjadi istri kontrak untuk shean?...

Happy reading...
Tinggalkan jejak berupa Like komen jika suka dengan cerita ini. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Baby menggemaskan, Kesayangan Risha.

Shean masih menanti kata Permohonan, agar tak ditinggalkan dijalanan oleh Risha. Namun lain kenyataan.

"Saya, tidak menyukai sikap anda kepada keluarga saya! Jangan memberi harapan palsu pada mereka! Karena tuan, orang berkuasa, yang tidak akan pernah mengerti apapun, mengenai Orang seperti kami!! Jalani layaknya seperti perjanjian. Tapi jangan layangkan ibu dan adik saya!..."

Setelah mengatakannya, risha lantas keluar dari dalam mobil dengan perasaan kecewa yang teramat dalam. Shean mematung mendengar ucapan risha yang jauh dari fikirannya. Dia tidak bermaksud mengungkit Perjanjiannya dengan risha. Shean hanya ingin menggoda Istrinya saja, dan berharap Risha akan memohon padanya. Namun kenapa malah Jadi seperti ini?

Shean bergegas turun membawa Archie digendongannya saat melihat Risha berjalan menjauhi mobilnya.

Banyak orang yang berlalu lalang sekilas menatap kearah risha dan shean. Entah apa yang mereka pikirkan.

"Risha" Panggil Shean menahan tangan Istrinya.

Risha menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang. Raut wajahnya datar tanpa senyuman.

"Ada apa, tuan?" Tanya risha setelah berhasil melepaskan pergelangan tangan kanannya dari cengkraman shean.

"Kau yakin, mau pulang sendiri?"

Bukan itu yang seharusnya kamu katakan, shean!...

"Saya sudah terbiasa, tuan. Tidak perlu khawatir!" Jawab Risha.

Shean mendengus kesal. Bukan itu maksudnya. Bukan itu jawaban yang diinginkan. Seharusnya shean turun dan risha pun memohon kembali padanya.

Risha berbalik dan melangkahkan kakinya. Namun dengan cepat, langkanya diurungkan ketika mendengar suara yang menyentuh hatinya.

Risha berbalik dan mendapati Archie yang menangis. Dengan cepat dan cekatan, risha mengambil Putra shean dari gendongan papanya. Tak peduli dengan pria itu. Suara Archie meluluhkan hatinya.

Shean tersenyum sinis. Sekarang, Archie adalah kelemahan Gadis didepannya.

"Ayo kita pulang." Pinta shean, pria itu berbalik dan melangkah mendahului risha masuk kedalam mobil.

Risha pasrah dan mengikuti langkah suaminya masuk kemobil. Demi Archie, karena ini dijalanan juga, banyak debu-debu kotor yang tidak bagus untuk pernapasan Bayi kecil itu.

..._***_...

Waktu begitu cepat berlalu. Siang berganti malam dan malam berganti pagi. Berhari-hari telah berganti.

Selesai sarapan dengan penuh drama diruang makan, karena vena yang masih saja membenci kakak iparnya. Risha pun mengajak Archie ketaman depan menjemput matahari pagi.

Risha duduk diatas tikar yang sudah disiapkan salah satu pelayan dirumah shean. Berbagai macam tanaman hias bunga yang mekar-mekar, kini menemaninya ditaman.

Risha meluruskan kakinya kedepan dan memangku putranya. Pertumbuhan Archie begitu cepat, Baby kecil itu sudah bisa merespon Suara mamanya.

"Archie.. " Panggil Risha pelan, Seraya mengusap rambut Archie yang mulai tumbuh setelah dicukur bulan lalu.

Baby kecil yang semula menatap kanannya, langsung merespon dengan sangat baik suara mamanya. Risha tersenyum ketika Baby kecil itu menatapnya.

"ooh..."

Risha terkejut ketika pertama kali mendengar suara lembut yang baru saja keluar dari bibir mungil Baby menggemaskan itu. Archi nya ternyata mulai belajar bicara.

Risha mengulas senyumnya.

"Coba katakan lagi, sayang.. " Risha meninggikan kakinya agar Archie semakin dekat dengannya.

Cup

Cup

Dua kecupan mendarat dipipi kanan kiri Archie. Risha begitu bahagia, dapat mengikuti pertembuhan Sikecil Yang menggemaskan itu.

"Ayo, katakan lagi. Mama mau mendengarnya lagi.." Risha mencium gemas pipi putranya.

"aah.." Suara itu kembali membuat risha tersenyum.

"Anak mama, pintar..." Risha menggelitik pelan Perut Putranya, sangking gemasnya dengan Copyan nya shean itu.

Archie Menggeliat pelan, bayi kecil itu bisa tersenyum juga ternyata. Risha benar-benar dibuat gemas oleh pertumbuhan Archie.

"Hai, archie.." Sapa deyna yang ikut duduk disamping kakak iparnya.

"Hai aunty..." Risha mengecilkan suaranya, khas anak kecil.

"Bahagia banget kayaknya, Archie." Ucap deyna mencubit pelan pipi gembul ponakannya. Kalau ada shean, sudah tentu marah pria itu.

"Nggak kuliah, dey?" Tanya risha.

"Kuliah, nanti jam 9."

Risha mengangguk sebagai jawaban.

Deyna dan risha kini menemani baby archie yang berjemur sambil bercanda gurau. Pukul 8 pagi, risha memutuskan membawa baby Archie masuk kerumah, karena bayi kecil itu harus mandi. Dan deyna juga akan bersiap-siap kekampus.

Archie kini sudah tampan dengan balutan Jumpsuit bergambar karakter Kelinci. Bayi kecil itu tampak menggemaskan sekali. Risha mengambil potret putranya dan menggirimkannya kepada papa nya Archie. Baju itu dia dan shean yang membeli beberapa hari yang lalu diBaby shop.

Risha benar-benar sudah terbiasa dengan kehadiran Archie dihidupnya. Berperan sebagai seorang ibu, Risha merasakan kehangatan dan rasa nyaman dihatinya. Walaupun Archie tidak lahir dari rahimnya, namun Archie sudah dianggap seperti Putra kandungnya sendiri.

Risha menggendong Putranya yang sudah tampan rupawan keluar kamar. Bosen juga didalam kamar terus. Bayi kecil itu juga butuh udara segar.

Saat keluar kamar, Risha berpapasan dengan Adik iparnya yang juga keluar dari kamar sebelah. Vena menatap malas Kakak iparnya. Entahlah, sampai saat ini, Vena masih begitu membenci Risha.

"Aunty Vena mau kemana?" Tanya risha basa-basi.

Vena itu sangat berbeda dengan Deyna. Deyna begitu terbuka menerima Risha sebagai kakak iparnya, Namun Vena. Gadis itu sifatnya 11 12 dengan shean, angkuh, arogan, dan jutek.

"Nggak usah sok baik!" Ketus Vena.

Risha, tentu saja ada rasa kecewa mendengar Jawab Vena. Namun gadis itu mencoba bersabar, karena ini bukan kali pertama Vena terang-terangan Berkata Acuh.

"Tugasmu itu hanya mengurus Archie! Jangan berusaha mendekati ku, ataupun keluargaku. Sampai kapanpun aku tidak akan menerimamu seperti deyna!" Setelah mengatakan Kata-kata yang menusuk hati Risha, Gadis itu langsung pergi.

Risha menarik nafasnya dan membuangnya. Ucapan Vena itu seperti angin lalu baginya. Yang akan datang lagi, namun langsung dihempaskannya.

Lain dengan shean yang saat ini tersenyum melihat Foto Putranya yang menggemaskan. Foto yang tadi pagi dikirim Risha liwat Aplikasi WhatsApp. Baru sempat dibuka sekarang, karena dari pagi sampai siang, pria itu sibuk meeting membahas gedung baru yang akan dibangun oleh perusahaannya.

Shean membesarkan Layar ponselnya, agar gambar putranya yang imut itu tertangkap jelas. Pria itu mengulas senyum. Ternyata Archie adalah, kebahagiaan utamanya. Lebih dari apapun.

Ah, melihat wajah putranya, shean jadi merindukan seseorang. Mamanya Archie! Yang siang dan malam menjaga putranya. Tanpa sadar, shean mengulas senyumnya, ketika mengingat wajah Istrinya yang menggemaskan saat bertengkar dengannya, perihal membeli baju untuk putra tersayangnya.

Risha menyukai baju-baju berkarakter hewan-hewan yang sangat menarik perhatiannya. Apalagi bentuk-bentuknya yang membuat risha begitu gemas membayangkan Archie memakainya.

Namun shean menolak, dipikir Archie itu hewan, hingga dipakaikan pakaian seperti itu. Dia ingin Archie itu memakai Jas dan kemeja kecil, agar saat besar putranya terbiasa. Bukan malah dipakaikan pakaian Menggelikan seperti itu.

Apalah daya, Istrinya merajuk dan menyerahkan pilihan kepadanya. Shean yang entah kenapa tidak bisa membuat gadis itu kesal, akhirnya memborong pakaian baby yang dipilih risha juga pilihannya.

Pilihan istri kontraknya itu tidak salah. Archie nampak Imut dan Menggemaskan ketika baju dengan karakter kelinci itu melekat sempurna ditubuhnya.

Tanpa banyak ba bi bu, shean memanggil Asisten Elvio masuk kedalam ruangannya.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya Asisten Elvio. Pria itu sudah berdiri didepan meja Bosnya.

"Beli semua Pakaian bayi dibaby shop. Saya akan mengirimkan gambarnya!"

Perintah bosnya tentu saja membuat Asisten Elvio kaget. Namun pria itu langsung mengangguk patuh. "Baik, tuan." Jawabnya.

"Ingat, pilih kain yang berkualitas sangat bagus dan paling mahal. Jangan sampai Putraku iritasi saat memakainya!" Ucap shean tegas. Uang itu kan, bukan masalah untuknya. Membeli sekalian tokonya saja, shean tidak akan bangkrut.

"Baik tuan. Sesuai perintah, anda!"

"Pergilah sekarang!"

"Kalau begitu saya permisi, tuan." Asisten Vio membungkuk sebentar dan setelah itu berjalan menuju pintu masuk untuk keluar.

Setelah kepergian Asistennya, Shean langsung mengambil Ponselnya diatas meja. Membuka Aplikasi WhatsApp dan mencari Nomer kontak Istrinya. Shean menekan tombol kotak kecil hingga panggilan langsung terhubung.

Kebetulan Risha saat itu sedang memegang ponselnya, karena baru saja ber kasih kabar dan menelpon Ibunya.

Risha mengernyit keningnya ketika tiba-tiba Shean membuat panggilan Vidio call Kepadanya. Takut pria itu marah, risha pun langsung menggeser tombol hijau keatas.

"Ada apa?" Tanya risha.

"Apa ini cara bicaramu pada suamimu?" Shean protes.

Risha tersenyum manis sekali, membuat shean mabuk kepayang. Sialan.

"Hai, suamiku tersayang.. Apa kau tidak kuat merindukanku, sampai menghubungiku disaat dua jam lagi kau sampai rumah, hem?" Astaga, risha geli mendengar suaranya sendiri.

Shean Merinding mendengar suara istrinya. Jika risha terus begitu setiap hari, bukan tak mungkin akan membangun benih-benih berbahaya yang sudah shean tutup tempatnya rapat-rapat.

*

*

*

*

*

Bersambung...

Kurang masuk akal, ya? Masih belajar merangkai kata-kata ini... Maklum in aja dulu ya, other receh ini...

Insyaallah kalau nggak ada halangan, nanti malam Update lagi buat kalian yang nungguin. Hehe... Baa baayy...

Kembang lopenya untuk kalian...

1
Bunda Puput
Luar biasa
yusti
Thank you thor untuk ceritanya, bagus benar, menguras emosi 🙏🥹👏❤️
Bzaa
baguss😘
Bzaa
terimakasih ya thor..
kopi sudah otewe😘
Bzaa
pergi aja sih, males sama si shane
Bzaa
udah rujuk aja.. biar perjanjian kontraknya selesai
Bzaa
gregetan ama si shane
Bzaa
jgn pehape shen
Bzaa
She'an jahat banget
Bzaa
duh semoga saja risha bisa menolaknya
Bzaa
semangat terus ya👍
Bzaa
ngarep kamu Shane, makanya baik2 smaa riaha
Bzaa
kasian jax
Bzaa
jangan mao ris,
Bzaa
beneran, gak bakalan nyesel kamu kehilangan risha Shen?
Bzaa
langkah yg bagus She'an
Bzaa
She'an bikin baper anak perawan nih
awesome moment
good girl. g ush diterima
Bzaa
vote otewe ya
Bzaa
semangat terus ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!