JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN CERITANYA! Karya ini mengadakan Event. ikuti ceritanya dan menangkan hadiahnya.
Menikah muda adalah pilihan Putri Anis (18) dengan Angga Prabowo (20). Alih-alih karena beralasan tidak ingin berpacar-pacaran dan menghindari zina di jaman modern seperti ini. Akhirnya mereka memutuskan menikah tepat ketika Putri lulus sekolah.
Gosip simpang siur tentang pernikahan Putri dan Angga yang terkesan buru-buru membuat para lambe tureh memiliki cerita hangat untuk mereka gosipkan.
Kata menikah, terkadang dalam benak para muda-mudi adalah sesuatu yang mudah untuk di jalani.
Sang istri masak, mengurus rumah dan mengurus anak, dan suami bekerja di luar. Benar-benar terdengar sangat mudah.
Tetapi ... Apakah akan semudah itu?
Apakah beberapa kalian setuju dengan ku jika tidak akan semudah itu?
Mari kita simak bersama-sama cerita kelanjutannya seperti apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamaperi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
semua Makan dari jerih payahku.
Ketika Putri ingin menyusul anak dan suaminya ke kamar, Anggun tiba-tiba muncul membuat Putri kaget.
Anggun memperhatikan Putri dari bawah sampai atas. Dia menilai dengan teliti gaun dan emas yang Putri gunakan. Sangat jelas, jika gaun yang Putri gunakan bukanlah gaun murah, dan emas yang Putri gunakan bukanlah gaun imitasi.
Anggun menyeringai tidak mengenakan, membuat Putri bersiap siaga untuk menepis sebuah lahar.
"Ehem, baju ini adalah baju mahal, dari mana kamu bisa dapet baju mahal seperti ini? Dan, emas ini, sepertinya lebih dari 10gram. Kamu pasti mencuri di rumah teman kamu ya? Atau, jangan-jangan ...?" Anggun berbicara dengan tuduhan yang sangat jelas.
"Aku tidak mencuri, semua ini adalah kado dari sahabat aku dan juga keluarganya. Aku mau istirahat, permisi!" Putri yang enggan berdebat dengan kakak ipar yang sangat menyebalkan.
********
Pagi itu seperti biasa Putri akan melakukan pekerjaan rumah. Setelah itu dia akan kembali membuat kue pesanan seseorang.
Sudah 2 Minggu ini, keluarga itu makan dari uang hasil jerih payah Putri menjual kue, karena ladang satu-satunya milik orang tua Angga telah di jual untuk membayar hutang ibu mertua dan kakak iparnya putri.
Entah buat apa mereka meminjam uang sampai ratusan belum lagi bunganya. Totalnya hampir membuat bapak mertua Putri mau mati.
Sedangkan Angga, dia memang sudah bekerja di rumah Fika, tetapi uangnya habis untuk makan mereka sehari-hari. Kadang juga, bayaran Angga langsung di minta sama Anggun.
Putri nampak dengan kesal ketika membuat kue di dapur. Putri melirik kakak iparnya yang hanya duduk manis sambil tertawa sendiri menatap ponselnya.
Hari ini pesanan kue putri lumayan banyak, tetapi kakak iparnya sama sekali enggan untuk membantu.
Ketika sedang fokus membuat kue, Putri mendengar suara dari luar rumah berteriak-teriak memanggil nama Anggun.
"Anggun! Keluar kamu!" teriak orang itu yang ternyata adalah seorang preman yang mau menagih hutang.
Anggun yang terlihat takut buru-buru keluar dan membungkam mulut preman itu.
Sedangkan Putri, diam-diam dia mencoba menguping.
"Hust! Apa yang kalian di rumahku!?" tanya Anggun kesal.
"Cepat bayar hutang kamu!" gertak preman itu.
"Aku tidak punya hutang ya sama kalian!" bantah Anggun.
"Kamu sudah mendatangani surat tanggung jawab uang yang di pinjam oleh Hendra!"
"Enak saja, saya cuma jadi saksi ya, saya tidak ikut memakai uang itu!" sulut Anggun.
"Aku gak mau tau, pokonya Minggu depan kamu harus membayar hutang-hutang pacar kamu, kalo tidak kamu akan mati!" ancam preman itu lalu pergi.
"Iiih! Dasar Hendra sialan! Kemana pria kurang ajar itu kabur!" umpat Anggun yang didengar oleh Putri.
Di dalam, Putri hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak pernah percaya jika Kakak iparnya berani selingkuh dibelakang suaminya.
Di perantauan, suaminya banting tulang untuk anak istri dirumah, tetapi Istrinya malah berselingkuh. Bahkan, uang yang di kirim Suaminya, selalu habis tidak tersisa. Entah bagaimana jika suaminya Anggun pulang, dan mengetahui jika uangnya habis tidak tersisa.
Karena tidak ingin ketahuan, putri pun bergegas untuk masuk kedalam dan melanjutkan membuat kuenya.
........
Di rumah sebelah, terlihat Angga yang sedang merenovasi kamar Fika. Fika ingin kamarnya di cat sesuai seleranya.
"Angga?" panggil Fika lirih.
"Iya, Fik?" sahut Angga.
Selama beberapa hari bekerja, Angga sama sekali tidak pernah menaruh curiga dengan gelagat Fika yang terlihat berlebihan. Dia selalu memakai pakaian seksi dan suka berbicara dengan nada yang di buat-buat.
"Aku sudah masak, ayo kita makan siang dulu. Pekerjaannya di lanjut nanti aja," ucap Fika.
Angga pun mengangguk dan menghentikan aktivitasnya.
Makan siang ini sedikit mewah, ada ayam bakar dan lalapannya.
"Enak?" tanya Fika yang melihat Angga makan dengan lahap.
"Enak, Fik. Kamu beli dimana?" tanya Angga. Karena Angga tau, Fika tidak pernah masak dirumah.
"Ayam bakar Bejo, disana emang enak. Kalo kamu mau lagi, nanti malam aku traktir kamu, mau. Tapi makan di sana aja," ucap Fika.
"Boleh-boleh!" sahut Angga senang. Angga sama sekali tidak berfikir macam-macam, karena sudah merasa jika Fika sudah seperti soudaranya sendiri.
........
Sore itu, Putri sudah siap untuk keliling menjual kuenya sambil akan mengantarkan kue pesenannya.
Putri sudah siap menggendong anaknya dan ranjang kue di ke dua sisi tangan kanan dan kiri.
Ketika akan keluar dari dapur, Putri melihat sang suami sedang bercermin di depan kaca. Angga terlihat sangat rapi dan terus memandangi wajahnya.
"Ah, aku sudah tampan, hehehe" gumam Angga bangga pada dirinya sendiri.
"Mas!?" panggil Putri mengagetkan Angga.
"Astaga! Putri, kamu ini ngagetin aku aja!" umpat Angga mengelus dada.
"Kamu mau kemana, mas?" tanya Putri curiga.
"Eee.. aku mau kerumah temen," jawab Angga dengan gugup. Gelagatnya terlihat sangat mencurigakan.
"Teman yang mana?" tanya Putri lebih memastikan.
"Ya teman mamas yang biasanya lah, dek. Siapa lagi!" sahut Angga.
"Kok rapi banget? Em, mamas juga pakai parfum ya?" Putri mendekatkan hidungnya ke tubuh sang suami. Suaminya benar-benar memaki parfum yang sangat menyengat. Tidak seperti biasanya.
"Kamu ini kenapa, sih! Curigaan banget jadi orang! Semenjak semua orang di rumah ini makan dari hasil kerja kamu, kok kamu jadi kaya gini sih, jadi sok-sok ngatur semua orang!" cetus Angga membuat Putri merasa sakit hati. Dia tidak bermaksud apa, dia hanya bertanya, dan ingin memastikan.
"Ya, lagian, bukannya berterima kasih kalian malah suka semena-mena sama aku!" ketus Putri dengan kesal.
Putri langsung beranjak keluar rumah dengan perasaan yang sangat mendongkol di hati.
Dirinya sudah banting tulang, ngurus anak, ngurus rumah, ngurus suami dan semua orang. Tetapi tidak ada yang mau mengerti kesusahan dan kesulitannya. Ketika Putri mengeluh, dia akan di tuduh tidak ikhlas, tidak niat, tidak ini dan tidak itu.
Ketika melewati rumah yang pernah dia tumpangi dulu, dia melihat Fika yang sedang duduk di depan rumah dengan pakaian yang sangat seksi. Bahkan dadanya terlihat seperti dia tidak mengunakan pakaian dalam dada.
Putri hanya menggelengkan kepalanya.
"Kerja di luar negeri pulang-pulang kok malah jadi kaya gitu." batin Putri. " padahal mbak Sri gak gitu-gitu amat, dia bahkan kerja di luar hampir 10 tahun, tapi pulang-pulang Yo tetap sopan," lanjutnya. Putri berbicara dalam hati sambil terus berjalan.
Merasakan kakinya yang lelah, Putri jadi kesal ketika dia teringat angan-angannya yang sirna gara-gara kakak ipar dan ibu mertuanya.
Angga sudah berjanji akan membelikanya motor ketika uang borongan sudah diberikan, tetapi tidak terduga musibah datang. Hutang mertua dan kakak iparnya tiba-tiba datang seperti hujan deras, bahkan kurang dari dua minggu, ladang satu-satunya milik keluarga suaminya harus di jual.
.
.
.
.
.
.
. Jangan Lupa Like dan Komen.
slm sukses
semoga sukses selalu untuk semua karya-karya nya 🥰
Happy Ending
My Bestie mampir